Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Urban Heat Island Literacy Among Geography Education Students of Universitas Muhammadiyah Surakarta Siti Azizah Susilawati; Mohd Hairy Ibrahim; Nor Md Isa Kalsum Binti Md Isa; Muhammad Musyiam; Nanda Khoirunisa
JURNAL GEOGRAFI Vol 16, No 1 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i1.45542

Abstract

Geography Education students are expected to have literacy about the phenomena around them, one of which is Urban Heat Island (UHI) literacy. It is appropriate by the mission of Geography Education at the Muhammadiyah University of Surakarta (UMS) is to produce geography educators with a view on disaster mitigation. This study aims to determine the UHI literacy of students in 7th semester, Deparment Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta. This research is a quantitative descriptive study with survey methods. The study using purposive random sampling of 80 respondents and as many as 54 collage students were selected as samples. The UHI literacy research instrument was developed based on the OECD's International Program for Student Assessment (PISA) in 1999. Based on the indicators in scientific literacy which are divided into three categories, the results are obtained: 1) Indicators of UHI's concepts show that high categories are middle class 20.4 % and the majority of students at a high level with 79.6%; 2) Indicators of UHI's processes obtained results with 1.8 % of students at a low level, 20.4 % of students at a medium level, and 78.8 % at a high level; 3) UHI's situation indicators showed that the high category was 93% and moderate was 7%. The conclusion shows that the UHI literacy of students is relatively high, indicating that curriculum based on disaster insight has been doing well, but further research is needed on other disaster insights and analysis of factors which affect the results above.Keywords: Urban Heat Island, Urban Heat Island Literacy, Curriculum
Kajian Penggunaan Lahan dan Kondisi Topografi di Sub DAS Karang Mumus, Kota Samarinda Mislan, Mislan; Khoirunisa, Nanda; Rahmiati, Rahmiati; Djayus, Djayus; Supriyanto, Supriyanto
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6397

Abstract

Kualitas Sungai Karang Mumus yang menjadi sumber keberlangsungan hidup penduduk Kota Samarinda semakin menurun. Pengalihfungsian lahan dan peningkatan pembangunan menjadi faktor utama berubahnya kondisi fisik Sungai Karang Mumus. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan dan kondisi topografi di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus. Pengidentifikasian perubahan tutupan lahan menggunakan metode supervised classification pada citra Landsat 8 OLI/TIRS pada Tahun 2018 dan Tahun 2020. Wilayah Sub DAS Karang Mumus memiliki variasi ketinggian 0 hingga 255 mdpl dengan mayoritas keadan kontur landai dan datar. Secara geologis, Formasi Aluvium, Formasi Balikpapan, Formasi Kampung Baru, dan Formasi Pulau Balang mendominasi di wilayah penelitian dengan lapisan batu pasir kuarsa yang saling beririsan dan kandungan batu bara yang tersisip pada semua formasi kecuali pada Formasi Aluvium. Tanah jenis podsolik merah kuning menjadi yang paling dominan dan rentan terhadap erosi. Analisis menunjukkan bahwa beberapa penggunaan lahan yang mengalami peningkatan adalah semak/belukar, hutan tanaman, dan pertanian lahan kering yang dicampur dengan semak. Sedangkan, penggunaan lahan untuk sawah, pertambangan, lahan terbuka, dan perkebunan mengalami penurunan. Perubahan ini mempengaruhi koefisien aliran limpasan dan kapasitas resapan air di Sub DAS Karang Mumus, meningkatkan potensi bencana banjir. Reboisasi (afforestation dan reforestation) diidentifikasi sebagai solusi untuk melestarikan daerah aliran sungai tersebut.
Kajian Karakteristik Banjir berdasarkan Peristiwa Bencana Terdahulu di Kota Keelung, Taiwan Khoirunisa, Nanda
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana besar yang disebabkan oleh alam dan kegiatan manusia, yang sebagian besar disebabkan oleh perubahan kondisi alam. Frekuensi banjir dibandingkan dengan bencana lainnya meningkat pesat dan menimbulkan ancaman serius terhadap nyawa manusia dan kerugian harta benda. Mitigasi bencana banjir menjadi perhatian global terutama akibat urbanisasi dan perubahan iklim. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik banjir menggunakan sistem informasi geografis (SIG) yang terintegrasi dengan data historis banjir tahun 2012 hingga 2018 di Kota Keelung, Taiwan. SIG digunakan untuk menghasilkan peta tematik faktor bahaya dan kerentanan seperti peta elevasi/ketinggian, kemiringan lereng, geometri desa, kepadatan sungai, dan jarak lokasi pada Kota Keelung dari sungai. Data yang digunakan adalah data DEM (Digital Elevation Model) dengan resolusi spasial 20 m. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa daerah berisiko tinggi terjadinya banjir di wilayah studi ini sebagian besar terletak di sekitar sungai/sistem drainase di Kota Keelung. Dapat disimpulkan bahwa penting untuk memberikan perhatian lebih untuk mencegah bencana banjir terutama di wilayah atau tempat-tempat yang dekat dengan sistem Sungai dan drainase perairan.
KARAKTERISTISASI BATU BARA BERDASARKAN ANALISIS PROKSIMAT PADA PASOKAN BATU BARA DI PLTU “PELITA” PERIODE 2019 Hermawan, Qori Fajar; Khoirunisa, Nanda; Riza, Muhammad; Sihotang, Zetsaona; Wasono, Wasono
Jurnal Geosaintek Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) “Pelita” menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utama. Batu bara yang dipasok ke PLTU “Pelita” berasal dari Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Pasokan batu bara yang diterima dilakukan analisis proksimat dan penentuan nilai kalor yang dilakukan oleh PT Surveyor Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan karakteristik batu bara pada PLTU “Pelita” periode 2019 berdasarkan hasil analisis proksimat dan nilai kalor. Korelasi antara nilai hasil analisis proksimat dan nilai kalor pada batu bara dilakukan berdasarkan analisis statistik menggunakan metode regresi linear. PLTU “Pelita” pada periode 2019 menerima batu bara sebanyak 17.485,537 ton dari Provinsi Kalimantan Selatan melalui dua kali pengiriman, 252.834,199 ton dari Provinsi Kalimantan Timur melalui 23 kali pengiriman dan 259.138,715 ton dari Provinsi Sumatera Selatan melalui 34 kali pengiriman. Pasokan batu bara periode 2019 ini memiliki nilai rata-rata untuk parameter kelembaban, kandungan zat terbang, kandungan abu, kandungan karbon dan nilai kalor batu bara secara berurutan sebesar 29,70%; 34,41%; 3,05%; 32,73%; dan 4.647,71 kkal/kg. Batu bara dari Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan memiliki nilai rata-rata untuk parameter kelembaban sebesar 27,45%; 29,98%; dan 29,58%; kandungan zat terbang sebesar 36,74%; 35,26%; dan 33,44%; kandungan abu sebesar 4,37%; 2,70%; dan 3,30%; kandungan karbon sebesar 31,44%; 31,94%; dan 33,60% serta nilai kalor batu bara sebesar 4.845,54 kkal/kg, 4.504,92 kkal/kg dan 4.773,68 kkal/kg. Korelasi kuat ditunjukkan oleh pengaruh nilai kelembaban (0,663) dan kandungan karbon (0,756) terhadap nilai kalor pada batu bara. Berdasarkan nilai fuel ratio, jenis batu bara yang diterima oleh PLTU “Pelita” periode 2019 adalah bituminus dengan zat terbang menengah-tinggi dan seluruh golongan subbituminus.
Pengaruh kualitas batu bara terhadap produksi gas SO2 dan NOx: studi kasus PLTU “Lentera” Hermawan, Qori Fajar; Khoirunisa, Nanda; Sihotang, Zetsaona; Riza, Muhammad; Wasono, Wasono
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.9.2.213-232

Abstract

The “Lentera” power plant is a 130 MW coal-fired power plant facility. The quality of the supplied coal to the “Lentera” power plant were tested using proximate and ultimate analysis to determine sulphur and nitrogen content. The production of SO2 and NOX emissions from coal combustion was affected by the sulphur and nitrogen content in the coal. Emission levels were observed using the Continuous Emission Monitoring System (CEMS). This research was conducted to determine the effect of the sulphur and nitrogen content in coal on the production of SO2 and NOX gas at "Lentera" power plant during June-December 2020. The analysis was done based on statistical analysis using simple linear regression methods and analysis of variance. Based on the content of sulphur, nitrogen and caloric value, coal from East Kalimantan Province has a lower value than coal from South Sumatra Province. The content of sulfur and nitrogen significantly affected the production of SO2 and NOX emissions. The higher the sulfur and nitrogen content in coal showed the higher the production of SO2 and NOX emissions. The caloric value of coal did not show a correlation with the production of NOX emissions.
APPLICATION OF INSTAGRAM AS A GLOBAL WARMING LEARNING MEDIA TO STUDENTS (STUDY CASE SMAN 2 KLATEN REGENCY, INDONESIA) Khoirunisa, Nanda; Susilawati, Siti Azizah; Fatta, Firda Nur; Noviani, Rita
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32474

Abstract

Abstrak: Pemanasan global merupakan fenomena yang mempengaruhi kehidupan manusia dalam berbagai aspek, termasuk kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, media pembelajaran mengenai pemanasan global menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Instagram sebagai media pembelajaran yang inovatif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pemanasan global, serta menganalisis persepsi siswa terhadap media tersebut. Penelitian dilakukan di SMAN 2 Klaten kelas XI IPS 2 dengan sampel 35 siswa menggunakan desain pre-eksperimental (pra-tes dan pasca-tes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86% siswa memiliki persepsi positif terhadap akun Instagram @fakta_globalwarming. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah menggunakan Instagram sebagai media belajar dengan peningkatan rata-rata sebesar 27%. Hasil ini menunjukkan bahwa Instagram efektif digunakan sebagai media pembelajaran. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam mengembangkan strategi pembelajaran berbasis digital yang lebih menarik dan relevan di era industri 4.0. Abstract:  Global warming is a phenomenon that affects various aspects of human life, including students’ daily activities. Therefore, learning media that address global warming are critically important. This study aims to examine the effectiveness of using Instagram as an innovative learning medium to enhance students’ understanding of global warming and to analyze students’ perceptions of the platform. The research was conducted at SMAN 2 Klaten, class XI IPS 2, with a sample of 35 students using a pre-experimental design (pre-test and post-test). The results show that 86% of students had a positive perception of the Instagram account @fakta_globalwarming. In addition, there was a significant improvement in students’ learning outcomes after using Instagram as a learning tool, with an average increase of 27%. These findings indicate that Instagram is an effective learning medium. It is hoped that the results of this study can serve as a foundation for developing more engaging and relevant digital learning strategies in the era of Industry 4.0.
Penerapan Teknologi PV-SHS sebagai Penyedia Listrik Bertenaga Matahari di Kabupaten Kutai Kartanegara: Studi Kasus Wilayah Desa Jonggon Jaya Hamdani, Dadan; Rahmawati, Rahmawati; Khoirunisa, Nanda; Subagiyo, Lambang
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 3 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i3.13401

Abstract

Kendala geografis merupakan faktor utama terhambatnya distribusi PLN dalam memenuhi kebutuhan lsitrik masyarakat di Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegera. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dilakukan dengan menggunakan Genset. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi alternatif bagi pengentasan masalah elektrifikasi dengan penerapan Teknologi PV-SHS (Photovoltaic-Solar Home System) yang memanfaatkan sumber energi matahari yang dikonversi langsung menjadi energi listrik. Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam merealisasikannya, diantaranya perakitan Sistem PV-SHS, uji fungsionalitas dan perhitungan perkiraan kebutuhan energi listrik sesuai kebutuhan sehari-hari. Perangkat Sistem PV-SHS yang dihasilkan merupakan perangkat modular yang terdiri dari modul PV, charge controller, inverter, dan sistem beban (loading) dalam bentuk perangkat yang kompatibel sebagai penghasil energi listrik. Hasil uji fungsionalitas menunjukkan bahwa pengujian kinerja Sistem PV-SHS berpotensi tinggi untuk dikembangkan di daerah ini. Selain itu, upaya untuk menekan biaya investasi dilakukan dengan perhitungan perkiraan kebutuhan energi listrik harian untuk menghindari terjadinya over-sizing pada perancangan dan implementasinya.
Urban Heat Island Literacy Among Geography Education Students of Universitas Muhammadiyah Surakarta Susilawati, Siti Azizah; Ibrahim, Mohd Hairy; Md Isa, Nor Md Isa Kalsum Binti; Musyiam, Muhammad; Khoirunisa, Nanda
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i1.45542

Abstract

Geography Education students are expected to have literacy about the phenomena around them, one of which is Urban Heat Island (UHI) literacy. It is appropriate by the mission of Geography Education at the Muhammadiyah University of Surakarta (UMS) is to produce geography educators with a view on disaster mitigation. This study aims to determine the UHI literacy of students in 7th semester, Deparment Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta. This research is a quantitative descriptive study with survey methods. The study using purposive random sampling of 80 respondents and as many as 54 collage students were selected as samples. The UHI literacy research instrument was developed based on the OECD's International Program for Student Assessment (PISA) in 1999. Based on the indicators in scientific literacy which are divided into three categories, the results are obtained: 1) Indicators of UHI's concepts show that high categories are middle class 20.4 % and the majority of students at a high level with 79.6%; 2) Indicators of UHI's processes obtained results with 1.8 % of students at a low level, 20.4 % of students at a medium level, and 78.8 % at a high level; 3) UHI's situation indicators showed that the high category was 93% and moderate was 7%. The conclusion shows that the UHI literacy of students is relatively high, indicating that curriculum based on disaster insight has been doing well, but further research is needed on other disaster insights and analysis of factors which affect the results above.Keywords: Urban Heat Island, Urban Heat Island Literacy, Curriculum
Kajian Penggunaan Lahan terhadap Area Kerentanan Banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda Maheswari, Carissa Aulia; Khoirunisa, Nanda; Mislan, Mislan; Hamdani, Dadan; Mawadah, Anis
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v9i3.1-11

Abstract

Kota Samarinda merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur yang kerap dilanda banjir saat musim hujan dan berdasarkan Peta Kajian Risiko Bencana (KRB), wilayah ini termasuk dalam kategori risiko tinggi terhadap bencana banjir. Salah satu kawasan yang kerap terdampak adalah Sub DAS Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis karakteristik penggunaan lahan terhadap genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung. Kajian penggunaan lahan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan menggunakan citra Google Satellite dari SAS Planet dan Landsat 8/9 OLI TIRS dari USGS dengan resolusi 0,5 – 30 meter/pixel. Hasil digitasi citra menunjukkan klasifikasi penggunaan lahan, yaitu: permukiman (28,7%), badan air (5%), pertanian lahan kering (34,9%), semak belukar (6,8%), dan hutan (24,5%). Hasil pengolahan juga diperkuat dengan analisis Normalized Difference Built-up Index (NDBI) yang digunakan untuk mengidentifikasi wilayah terbangun, sedangkan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengevaluasi tingkat tutupan vegetasi. Hasil analisis mengidentifikasi bahwa nilai NDBI tinggi terkonsentrasi pada kawasan permukiman padat di sepanjang sungai dan jaringan jalan utama, yang mengindikasikan dominasi lahan terbangun dan minimnya area resapan air. Sementara itu, nilai NDVI yang rendah pada wilayah yang sama menunjukkan rendahnya tutupan vegetasi yang berperan sebagai penyerapan alami. Berdasarkan hasil validasi lapangan dan overlay peta KRB Kota Samarinda, mengonfirmasi bahwa genangan banjir terjadi terutama di sepanjang Jalan Padat Karya dan Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung yang wilayah dengan intensitas pemanfaatan lahan tinggi serta rendahnya ruang terbuka hijau. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola dan intensitas penggunaan lahan, terutama konversi lahan menjadi area terbangun dengan vegetasi minim, secara signifikan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko genangan banjir di Sub DAS Loa Bakung, Kota Samarinda.
LANDSLIDE VULNERABILITY ZONE MODELING BASED ON AHP-GIS AND GEOELECTRIC METHOD VERIFICATION: AN EARLY DETECTION STRATEGY IN SEBULU DISTRICT, KUTAI KARTANEGARA REGENCY Fadillah, Rizky; Djayus, Djayus; Khoirunisa, Nanda
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 8, No 2 (2025): Volume 08 Issue 02 Year 2025
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2025.29468

Abstract

Landslides and soil movement frequently occur in Sebulu District, especially on the main access road. This study aims to analyze the vulnerability to landslides in Sebulu District, Kutai Kartanegara Regency, using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Geographic Information System (GIS) approaches, with verification through the geoelectric method. The advantage of this integrated approach is its ability to combine multi-criteria spatial modeling with physical validation of subsurface conditions, thereby producing a more comprehensive and reliable analysis. The secondary data used includes geological information, rainfall, slope gradient, soil type, and land cover. By applying AHP weighting, landslide vulnerability values were obtained with "low," "medium," and "high" categories, covering areas of 230.31 ha, 301.99 ha, and 309.30 ha, respectively. Verification using the geoelectric method identified a weak zone with a thickness of 1–5 meters, which could trigger soil movement towards the southwest. These results provide a clearer understanding of landslide-prone areas, which can serve as the basis for early detection strategies in disaster mitigation.Keywords: susceptibility zones, landslide, geographic information system, AHP, geoelectric resistivity.