Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kajian Kelayakan Air Tanah melalui Analisis Hidrogeologi dan Geolistrik di Desa Bone, Kabupaten Kupang : Penelitian Irene Augusta Boymau; Noni Banunaek; Robertho Kadji
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1527

Abstract

Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Air juga penting digunakan untuk sektor ekonomi seperti industri, pertanian, hingga energi. Pemenuhan kebutuhan air menjadi tantangan tersendiri bagi wilayah yang jauh dari sumber mata air permukaan serta memiliki curah hujan yang kurang. Salah satu daerah yang mengalami keterbatasan sumber air adalah Desa Bone, Kabupaten Kupang. Sebagai cara untuk mengatasi keterbatasan ini, dinas PUPR berebcana untuk melakukan pemboran untuk memenuhi kebutuhan air 20 KK. Namun, sebelum dilakukan aktivitas pemboran, maka penting untuk melakukan analisis hidrogeologi dan geolistrik untuk mengetahui keadaan dan karakteristik lingkungan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi dan karakteristik lingkungan yang selanjutnya hasil analisis ini diberikan sebagai rekomendasi terhadap dinas PUPR. Analisis dilakukan dengan hidrogeologi dan geolistrik. Hasil analisis dikaji secara deskriptif dengan mengintegrasikan temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuifer di wilayah tersebut bersifat tipis dan terbatas, hanya ditemukan pada batu gamping seluas sekitar 8 hektare dengan debit kecil. Dusun 4 Desa Bone tidak memiliki potensi airtanah yang memadai untuk pemboran. Alternatif pemenuhan air bersih dapat dilakukan melalui sumur gali di sekitar kolam Bone atau pemboran di dataran tinggi Banbiu–Kuanana dengan potensi debit 1 liter per detik yang kemudian dialirkan ke Dusun 4.
PEMETAAN BENTANG ALAM KARST BAUMATA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Klau, Maria Genoveva; Banunaek, Noni; Ahmad, Aisyah
Jurnal Teknologi Vol 19 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Baumata berada pada Kecamatan Taebenu dengan luas wilayah 106,42 km2. Desa Baumata terdapat Hutan Taman Wisata Alam atau Hutan Konservasi (SK: 357/Menlhk/Setjen/PLA.0/5/2016), dan Kawasan Bentang Alam Karst (Permen ESDM No. 17 Tahun 2012 Kawasan Deliniasi KBAK level (1) yang belum ditetapkan sebagai bentang alam karst yang harus dikonservasi. Selain itu ada juga mata air Baumata yang keluar melalui gua-gua dan rongga karst basah yang khas pelarutan batugamping baik di permukaan maupun di bawah permukaan, sehingga dapat berkembang juga bentang alam karst. Di duga bentang alam karst ini sangat penting perannya bagi aliran sungai bawah tanah dan mata air. Bentang alam karst di daerah Baumata dan sekitarnya menunjukan adanya bentuk-bentuk bentang alam karst dipermukaan dan dibawah permukaan. Dipermukaan terdapat bukit dan lembah-lembah pelarutan doline, uvala dan polje, gua dan rongga masuknya air. Dipermukaan juga terdapat kawasan hutan konservasi yang sangat lebat dengan berbagai jenis flora dan fauna. Sedangkan bentuk bentang alam karst dibawah permukaan di lokasi ini berupa gua dan rongga yang mengalirkan air tanah permanen. Di dalama gua-gua ini juga didapati stalaktit. Adapun beberapa sumur dengan kedalaman dangkal (4,23 m) dan kedalaman yang cukup dalam sekitar (21,5 m).
DESIGN PIT DAN PERENCANAAN PRODUKSI BATUBARA DI SITE PT BGG Lodongo, Maria Veronika; Rumbino, Yusuf; Banunaek, Noni
Jurnal Teknologi Vol 19 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan tambang merupakan proses persiapan sistematis untuk kegiatan penambangan. Bentuk dari perencanaan tambang salah satunya adalah design pit. Target produksi PT UN Tbk adalah 112.494 MT batubara dan 610.688 BCM overburden pada bulan September 2024. PT UN Tbk menginginkan sebuah design pit yang dapat melebihi dari target produksi tersebut. Adapun data-data yang diperhatikan dalam pembuatan design pit meliputi pit limit, lebar bench, tinggi bench, dan kemiringan lereng. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui cara membuat design pit dan menghitung besaran cadangan tertambang dari design pit yang telah dibuat, serta merencanakan produksinya. Hasil cadangan tertambang berdasarkan perhitungan menggunakan software MineScape 5.7, diperoleh cadangan tertambang sebesar 149.883,94 MT dan volume overburden sebesar 831.998,53 BCM, sedangkan untuk mencapai target produksi pada kegiatan overburden removal pada bulan September menggunakan 6 fleet armada, di mana target produksi yang diperoleh berdasarkan kemampuan alat sebesar 832.226 BCM, dan pada kegiatan coal getting menggunakan 2 fleet armada dengan target produksi berdasarkan kemampuan alat sebesar 153.557 MT.
SOSIALISASI GEOWISATA SPELEOLOGI DUSUN BONEN, DESA BAUMATA (DALAM MENDUKUNG DESA BINAAN FAKULTAS) Banunaek, Noni; Kotta, Herry Z.; Sinuhaji, Andreas; Ahmad, Aisyah; Rumbino, Yusuf
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu destinasi geowisata, Dusun Bonen, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, perlu dikembangkan, ditata dan dilestarikan. Salah satunya dengan memanfaatkan sumber mata air yang keluar dari rongga dan gua karst dengan total debit rata-rata >150 ltr/dtk, yang keluar dari cekungan air tanah Karst Baumata. Mata air dan air tanah di daerah keluaran (discharge) perlu dijaga kuantitas dan kualitasnya, mengingat penurunan kuantitas air tanah dapat terjadi apabila fungsi daerah imbuhannya terganggu. Penurunan kualitas akibat pencemaran air tanah sangat mudah terjadi karena prinsip aliran air tanah daerah karst yang dapat berupa sungai bawah tanah. Keseimbangan dan saling ketergantungan antara pengembangan penataan potensi wisata dengan pelestarian sumber daya alam karst, hutan wisata perlu selalu terjaga. Disisi yang lain sebagai daerah yang dekat dengan ibu kota provinsi, perubahan lahan, pertumbuhan permukiman, dapat menyebabkan perubahan kawasan bentang alam karst dan potensi pencemaran air tanah. Maka dari itu, staf pengajar di Prodi Teknik Pertambangan mendukung kegiatan Program Kemitraan Masyarakat dengan melakukan kegiatan Sosialisasi Geowisata Speleologi Dusun Bonen, Desa Baumata (dalam mendukung desa binaan fakultas). Kegiatan Sosialisasi ini juga dilakukan bersamaan dengan kegiatan penelitian berupa pemetaan dan identifikasi jalur gua (speleologi), melakukan wawancara dengan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BKSDA NTT), tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Kemudian melakukan ceramah berupa sosialisasi bentang alam karst, peran hutan wisata dan Geowisata Speleologi.
PEMETAAN TEROWONGAN BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK PADA LOKASI GUDANG MINYAK BONEN, KABUPATEN KUPANG Leba, Yohanes S.M.C; Banunaek, Noni; Krisnasiwi, Ika F.
Jurnal Teknologi Vol 19 No 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan terowongan bawah tanah peninggalan Tentara Jepang di Kampung Bonen, Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner. Terowongan ini merupakan bagian dari situs sejarah penting yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata minat khusus maupun konservasi budaya. Metode geolistrik digunakan karena mampu mendeteksi perbedaan resistivitas bawah permukaan yang dapat mengidentifikasikan adanya rongga atau struktur tidak homogen seperti terowongan. Penelitian dilakukan pada lima lintasan pengukuran dengan spasi elektroda 2–3 meter, menggunakan perangkat Res2Dinv untuk proses inversi data dan visualis penampang bawah permukaan. Hasil interpretasi menunjukkan adanya variasi nilai resistivitas antara 0,0068 hingga 141 Ωm, yang mengindikasikan keberadaan lapisan lempung, napal, dan gamping. Zona resistivitas tinggi di beberapa lintasan menunjukkan indikasi keberadaan rongga yang konsisten dengan posisi terowongan berdasarkan pemetaan 3D menggunakan Total Station. Meskipun terdapat sedikit perbedaan arah dan bentuk, hasil penelitian membuktikan bahwa metode geolistrik efektif digunakan untuk mendeteksi struktur bawah permukaan seperti terowongan.
PEMBERDAYAAN PARIWISATA LOKAL MELALUI PENGEMBANGAN WEBSITE: STUDI KASUS GEOWISATA SUMBA BARAT DAYA Banunaek, Noni; Rumbino, Yusuf; Kadji, Robertho; Boymau, Irene Augusta; Sundari, Woro; Metboki, Matilda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi sektor pariwisata melalui inovasi digital menjadi strategi penting dalam pemberdayaan ekonomi daerah, terutama di wilayah berkembang seperti Kabupaten Sumba Barat Daya. Pelaksanaan pengabdian ini berupa pelatihan pembuatan website untuk promosi pariwisata yang dilaksanakan pada tanggal 17–18 Juli 2025 di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya, dan diakhiri dengan peluncuran resmi situs https://geowisatasbd.id/ pada 18 Juli 2025. Pelatihan ini melibatkan pelaku wisata lokal dengan fokus pada literasi digital, pengelolaan website, dan pengembangan konten untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Dengan menggunakan model Waterfall, proyek ini mengikuti tahapan terstruktur mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, hingga peluncuran. Website yang dihasilkan memuat informasi geowisata di seluruh wilayah Sumba Barat Daya, termasuk geosite, warisan budaya, dan daya tarik berbasis masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi digital dan pengelolaan konten peserta. Website ini kini berfungsi sebagai platform digital terpadu untuk promosi geowisata, diseminasi pengetahuan, dan peningkatan visibilitas daerah. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan digital yang terstruktur dapat berperan transformasional dalam memperkuat pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat dan daya saing daerah.
Identifikasi Mata Air dan Penentuan Batas Hutan Konservasi Pada Bentang Alam Karst Desa Baumata Ahmad, Aisyah; Banunaek, Noni
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70561/jal.v17i1.50601

Abstract

Secara geomorfologi, Cekungan Air Tanah (CAT) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, merupakan kawasan bentang alam karst yang memiliki sistem mata air dengan total debit rata-rata lebih dari 150 L/detik. Arah aliran serta kapasitas tampungan air tanah di kawasan ini dikontrol oleh morfologi batas bawah batu gamping, ketebalan lapisan batu gamping, serta pola rekahan, rongga, dan gua bawah permukaan. Penelitian ini dilakukan dengan mengintegrasikan pemetaan tutupan lahan, analisis morfologi karst, serta pendugaan bawah permukaan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner 2D dan Vertical Electrical Sounding (VES). Hasil sintesis antara data lapangan, citra permukaan, dan geolistrik memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi tutupan lahan, potensi kawasan Hutan Taman Wisata Alam Baumata, serta arah aliran air tanah yang berperan dalam pembentukan dan keberlanjutan mata air. Berdasarkan hasil pemetaan, kawasan hutan pada daerah penelitian memiliki total luas tutupan vegetasi lebat sebesar 58.68 ha, dengan 36.21 ha di antaranya termasuk dalam kawasan Hutan Konservasi/ Taman Wisata Alam Baumata, dan sekitar 4,23 ha berupa lahan semak belukar. Analisis geolistrik menunjukkan bahwa aliran air tanah di daerah penelitian mengalir melalui sistem rongga dan gua karst menuju Gua Mata Air Baumata, yang berperan sebagai titik keluaran utama sistem akuifer karst setempat.