Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Persepsi Fluktuasi Harga Emas, Ekspektasi Inflasi, dan Literasi Keuangan terhadap Keputusan Investasi Emas (Studi Empiris Nasabah Pegadaian Unit Ketanggungan) Desi Nur Amelia; Roni Roni; Dumadi Dumadi; Hilda Kumala Wulandari; Anisa Sains Kharisma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10411

Abstract

Investasi emas merupakan instrumen keuangan yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mempertahankan nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan inflasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi fluktuasi harga emas, ekspektasi inflasi, dan literasi keuangan terhadap keputusan investasi emas pada nasabah PT Pegadaian (Persero) Unit Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling sebanyak 172 responden yang telah melakukan investasi emas dari total populasi 300 nasabah, menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima kategori dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi fluktuasi harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi emas. Ekspektasi inflasi berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel dengan kontribusi pengaruh paling dominan dengan nilai beta terstandarisasi sebesar 0,767. Literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan, mengindikasikan bahwa investor dengan pemahaman keuangan lebih tinggi cenderung mempertimbangkan diversifikasi instrumen investasi lainnya. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi emas dengan nilai koefisien determinasi sebesar 86,1%. Temuan penelitian menegaskan bahwa keputusan investasi emas terbentuk melalui pertimbangan persepsi kondisi ekonomi, ekspektasi perubahan makroekonomi, serta kapasitas individu dalam memahami dan memanfaatkan informasi keuangan sebagai landasan pengambilan keputusan yang rasional.
Pengaruh Pembelajaran Akuntansi Keuangan, Penggunaan E-Wallet dan Flexing terhadap Perilaku Hedonis Mahasiswa Akuntansi di Kota Cirebon Putri Wulandari; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari; Nasiruddin Nasiruddin; Roni Roni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10510

Abstract

Perilaku hedonis pada mahasiswa akuntansi menjadi fenomena yang semakin relevan di era digital, khususnya di tengah pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon yang stabil dan meningkatnya penetrasi teknologi finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran akuntansi keuangan, penggunaan e-wallet, dan flexing terhadap perilaku hedonis mahasiswa akuntansi di Kota Cirebon yang dilandasi Theory of Planned Behavior (TPB). Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Populasi penelitian berjumlah 1.622 mahasiswa akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cirebon, dengan sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert 1–5. Uji instrumen menunjukkan bahwa seluruh variabel valid dan reliabel. Hasil uji asumsi klasik membuktikan bahwa model regresi terbebas dari masalah normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran akuntansi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku hedonis (sig. 0,120 > 0,10), meskipun memiliki koefisien negatif yang mengindikasikan arah hubungan yang berlawanan. Sebaliknya, penggunaan e-wallet berpengaruh positif dan signifikan (sig. 0,004 < 0,10), begitu pula flexing yang berpengaruh sangat signifikan (sig. 0,000 < 0,10). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap perilaku hedonis dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,514 atau 51,4%. Kesimpulannya, perilaku hedonis mahasiswa lebih dominan dipengaruhi oleh faktor sosial dan teknologi digital daripada faktor akademik, sehingga diperlukan strategi penguatan pengendalian diri dan literasi keuangan.
Pengaruh Financial Knowledge, Penggunaan Pinjaman Online, dan Pengelolaan Utang, terhadap Risiko Gagal Bayar Pinjaman Generasi Z Kecamatan Losari Nurbaeti Rizkiyah; Roni Roni; Dumadi Dumadi; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10604

Abstract

Kemajuan teknologi keuangan (fintech) yang pesat telah memfasilitasi aksesibilitas pinjaman untuk Generasi Z. Namun, perkembangan ini secara bersamaan meningkatkan risiko gagal bayar yang disebabkan oleh pemahaman yang tidak memadai dan manajemen keuangan yang tidak memadai. Investigasi ini bertujuan untuk memeriksa dampak literasi keuangan, pemanfaatan pinjaman online, dan praktik pengelolaan utang terhadap kejadian gagal bayar pinjaman di kalangan Generasi Z yang tinggal di Kabupaten Losari. Kerangka metodologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggabungkan pendekatan deskriptif dan verifikatif secara terpadu. Populasi target penelitian ini terdiri dari individu Generasi Z di Kabupaten Losari, dengan ukuran sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik sampling acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online yang terstruktur, diikuti dengan analisis menggunakan regresi linier ganda yang didukung oleh SPSS versi 22. Temuan menunjukkan bahwa, secara terpisah, pengetahuan keuangan memberikan pengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap risiko gagal bayar, sedangkan pemanfaatan pinjaman online dan manajemen utang menunjukkan korelasi positif dan signifikan secara statistik dengan risiko gagal bayar. Secara kolektif, ketiga variabel independen menunjukkan efek yang signifikan pada kemungkinan gagal bayar pinjaman, sebagaimana dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 79,5%. Hasil ini menggarisbawahi kebutuhan kritis untuk meningkatkan literasi keuangan dan mengatur penggunaan platform pinjaman digital guna mengurangi kerentanan keuangan di kalangan kelompok yang lebih muda.
Pengaruh Green Accounting dan Kinerja Lingkungan terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur di Indonesia Muhamad Gunawan; Anisa Sains Kharisma; Nasiruddin Nasiruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11576

Abstract

Perusahaan tidak hanya dituntut mencari laba, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara empiris pengaruh green accounting dan kinerja lingkungan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan data penilaian PROPER. Sampel penelitian sebanyak 210 observasi dipilih menggunakan teknik purposive sampling selama periode lima tahun berturut-turut. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting dan kinerja lingkungan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Lebih lanjut, masing-masing variabel memiliki koefisien regresi positif dengan signifikansi di bawah 0,05, yang mengindikasikan bahwa peningkatan praktik akuntansi lingkungan maupun perbaikan kinerja ekologis mampu mendorong kenaikan ROA. Selain itu, kedua variabel secara simultan juga terbukti berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan praktik akuntansi lingkungan dan pengelolaan lingkungan yang baik dapat mendukung peningkatan profitabilitas. Implikasi hasil ini menunjukkan bahwa investasi dalam sistem akuntansi berbasis lingkungan serta pengelolaan limbah dan emisi bukan sekadar beban biaya, melainkan strategi bisnis jangka panjang yang mendorong efisiensi operasional dan reputasi. Hal ini sekaligus memperkuat teori legitimasi bahwa komitmen terhadap kelestarian lingkungan berbanding lurus dengan kinerja keuangan perusahaan.