Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kualitatif Pemecahan Masalah dan Ketergantungan Kognitif Mahasiswa Calon Guru dalam Penggunaan Generative AI Thierry Ferdinanda; Tiara Anggia Dewi; Desi Budiono
Jurnal Simki Pedagogia Vol 9 No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v9i1.1491

Abstract

This qualitative descriptive study analyzes Generative Artificial Intelligence (GenAI) usage patterns and their impact on pre-service teachers' problem-solving capabilities through Polya’s framework. Data from ten informants were analyzed using the Miles and Huberman model. Findings reveal that GenAI serves as effective "cognitive scaffolding" during the understanding and planning phases. However, a "dependency paradox" emerged during execution, while the evaluation phase showed critical literacy deficiencies due to automation bias. The study concludes that uncontrolled GenAI use jeopardizes students' procedural skills and epistemic agency. It recommends reorienting curricula toward Critical AI Literacy and AI-TPACK frameworks to safeguard intellectual autonomy.
Analisis Kualitatif Pemecahan Masalah dan Ketergantungan Kognitif Mahasiswa Calon Guru dalam Penggunaan Generative AI Ferdinanda, Thierry; Dewi, Tiara Anggia; Budiono, Desi
Jurnal Simki Pedagogia Vol 9 No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v9i1.1491

Abstract

This qualitative descriptive study analyzes Generative Artificial Intelligence (GenAI) usage patterns and their impact on pre-service teachers' problem-solving capabilities through Polya’s framework. Data from ten informants were analyzed using the Miles and Huberman model. Findings reveal that GenAI serves as effective "cognitive scaffolding" during the understanding and planning phases. However, a "dependency paradox" emerged during execution, while the evaluation phase showed critical literacy deficiencies due to automation bias. The study concludes that uncontrolled GenAI use jeopardizes students' procedural skills and epistemic agency. It recommends reorienting curricula toward Critical AI Literacy and AI-TPACK frameworks to safeguard intellectual autonomy.
Membangun Wirausaha Kreatif Berbasis Lingkungan: Pelatihan Recycle Botol Kaca untuk Kelompok Dasawisma ES, Yeni Rahmawati; Agustina, Rina; Septiani, Ana; Dewi, Tiara Anggia
SINAR SANG SURYA Vol 10, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4637

Abstract

Kelompok Dasawisma merupakan komunitas masyarakat yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan di tingkat lokal. Namun, rendahnya akses terhadap pelatihan dan teknologi pengelolaan limbah, khususnya botol kaca, menjadi tantangan tersendiri. Padahal, limbah botol kaca memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Berdasarkan survei awal di Desa Sidodadi Dusun IV, ditemukan bahwa limbah botol kaca belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu Kelompok Dasawisma dalam mengolah botol kaca bekas menjadi lampu hias yang bernilai jual. Metode yang digunakan adalah demonstrasi dan praktik langsung dengan melibatkan 26 peserta. Materi pelatihan meliputi proses pembuatan lampu hias botol kaca tanpa semen maupun dengan semen. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, meningkatnya keterampilan praktis, serta terciptanya produk kreatif yang siap dijual. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi dalam membentuk kelompok Dasawisma sebagai pelopor wirausaha kreatif berbasis lingkungan yang berkelanjutan.