Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Dekonstruksi Jackques Derrida dalam Novel O Karya Eka Kurniawan Nugraha, Frenky Icksan; Saraswati, Ekarini; Widodo, Joko
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.524 KB) | DOI: 10.25139/fn.v3i1.2394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kritik oposisi biner, logosentrisme, dan differance. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bentuk dekonstruksi Jackques Derrida dalam novel O karya Eka Kurniawan adalah bentuk oposisi biner dengan membandingkan perjalanan monyet berevolusi dan terbantahkan dengan monyet sebagai bentuk tanda atau simbolis. Bentuk logosentrisme yang sebenarnya pada monyet adalah simbolis dari kehidupan manusia yang sesungguhnya mengalami penurunan moral sehingga hewan lebih baik dari manusia. Bentuk Differance yang merupakan kisah monyet sebagai kritik dan nasihat untuk pembaca bahwa semasa hidup harus berbuat kebaikan.
PKM KELOMPOK GURU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SMK MUHAMMADIYAH 9 WAGIR: PEMBELAJARAN PENULISAN PUISI DENGAN PENDEKATAN KAJIAN BUDAYA SARASWATI, EKARINI
Jurnal Abdimas Vol 24, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMalang merupakan kota yang memiliki banyak pesona, dari udaranya yang sejuk hingga beragam destinasi wisata yang indah. Dengan banyak berdirinya universitas mempengaruhi gaya hidup masyarakat sekitarnya untuk menyediakan berbagai fasilitas mulai tempat kontrak kamar hingga tempat kuliner yang menyenangkan. Perkembangan kota Malang tak dapat dipungkiri menjadi inspirasi bagi orang-orang yang bergelut di dunia seni maupun sastra. Malang menjadi inspirasi terbentuknya sebuah lukisan atau puisi. Beberapa puisi lahir karena kecintaannya pada negara, banga atau kota kelahiran. Indonesia menjadi inspirasi bagi penyair seperti W.S. Rendra, Emha Ainun Nadjib, Taufiq Ismail, Sapardi Djoko Damo no juga Hamid Jabbar. PPM  Kelompok Guru Bahasa dan Sastra Indonesia Se Malang Raya: Penulisan Puisi dengan Pendekatan Kajian Budaya Melalui Media Interaktif dapat memberikan masukan.Adapun luaran dari kegiatan pengabdian ini meliputi beberapa produk pembelajaran sastra 1. Pengusul : a. Buku pedoman pembuatan model pembelajaran sastra dengan pendekatan kajian budaya melalui media interaktif, cara mengembangkan cerita melalui kalimat yang indah, cara membuat mading dan blog, dan cara menyusun rancangan pementasan pembacaan karya sastra. b. Buku kumpulan cerpen guru dan siswa yang mereka buat. 2. Mitra:a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memasukkan pendekatan kajian budaya melalui media interaktif. b. Karya sastra berupa cerpen hasil karangan sendiri guru dan siswa. c. Mading yang dapat digunakan di sekolah masing-masing. d. Blog pribadi yang dapat mengakses informasi kegiatan pembelajaran sastra juga hasil karya yang dibuat. e. Rancangan pementasan pembacaan karya sastra yang inovatif .  
Dekonstruksi Jackques Derrida dalam Novel O Karya Eka Kurniawan Nugraha, Frenky Icksan; Saraswati, Ekarini; Widodo, Joko
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.524 KB) | DOI: 10.25139/fn.v3i1.2394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kritik oposisi biner, logosentrisme, dan differance. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bentuk dekonstruksi Jackques Derrida dalam novel O karya Eka Kurniawan adalah bentuk oposisi biner dengan membandingkan perjalanan monyet berevolusi dan terbantahkan dengan monyet sebagai bentuk tanda atau simbolis. Bentuk logosentrisme yang sebenarnya pada monyet adalah simbolis dari kehidupan manusia yang sesungguhnya mengalami penurunan moral sehingga hewan lebih baik dari manusia. Bentuk Differance yang merupakan kisah monyet sebagai kritik dan nasihat untuk pembaca bahwa semasa hidup harus berbuat kebaikan.
PKM KELOMPOK GURU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SMK MUHAMMADIYAH 9 WAGIR: PEMBELAJARAN PENULISAN PUISI DENGAN PENDEKATAN KAJIAN BUDAYA SARASWATI, EKARINI
Jurnal Abdimas Vol 24, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v24i2.17023

Abstract

AbstrakMalang merupakan kota yang memiliki banyak pesona, dari udaranya yang sejuk hingga beragam destinasi wisata yang indah. Dengan banyak berdirinya universitas mempengaruhi gaya hidup masyarakat sekitarnya untuk menyediakan berbagai fasilitas mulai tempat kontrak kamar hingga tempat kuliner yang menyenangkan. Perkembangan kota Malang tak dapat dipungkiri menjadi inspirasi bagi orang-orang yang bergelut di dunia seni maupun sastra. Malang menjadi inspirasi terbentuknya sebuah lukisan atau puisi. Beberapa puisi lahir karena kecintaannya pada negara, banga atau kota kelahiran. Indonesia menjadi inspirasi bagi penyair seperti W.S. Rendra, Emha Ainun Nadjib, Taufiq Ismail, Sapardi Djoko Damo no juga Hamid Jabbar. PPM  Kelompok Guru Bahasa dan Sastra Indonesia Se Malang Raya: Penulisan Puisi dengan Pendekatan Kajian Budaya Melalui Media Interaktif dapat memberikan masukan.Adapun luaran dari kegiatan pengabdian ini meliputi beberapa produk pembelajaran sastra 1. Pengusul : a. Buku pedoman pembuatan model pembelajaran sastra dengan pendekatan kajian budaya melalui media interaktif, cara mengembangkan cerita melalui kalimat yang indah, cara membuat mading dan blog, dan cara menyusun rancangan pementasan pembacaan karya sastra. b. Buku kumpulan cerpen guru dan siswa yang mereka buat. 2. Mitra:a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memasukkan pendekatan kajian budaya melalui media interaktif. b. Karya sastra berupa cerpen hasil karangan sendiri guru dan siswa. c. Mading yang dapat digunakan di sekolah masing-masing. d. Blog pribadi yang dapat mengakses informasi kegiatan pembelajaran sastra juga hasil karya yang dibuat. e. Rancangan pementasan pembacaan karya sastra yang inovatif .  
KEPRIBADIAN MYTHOMANIA TOKOH ATHA DALAM NOVEL TAKE OFF MY RED SHOES KARYA NAY SHARAYA Mega Widyawati; Ekarini Saraswati
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (JBIP) Vol. 4 No. 1 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : BIP: Jurnal Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.93 KB) | DOI: 10.34012/jbip.v4i1.2127

Abstract

Abstrak-Mythomania merupakan kecenderungan berbohong di mana penderitanya sering tidak sadar ketika sedang berbohong dan menceritakan khayalan yang ada di dalam kepalanya kepada orang lain. Pemahaman mengenai bentuk kepribadian mythomania masih jarang diketahui oleh masyarakat umum menjadi latar belakang penulisan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian dan penyebab mythomania yang dialami tokoh Atha. Untuk menjawab permasalahan ini akan digunakan pendekatan psikologi-sastra. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel Take Off My Shoes yang ditulis oleh Nay Sharaya (2015).  Proses pengumpulan data menggunakan teknik baca-catat. Analisis data  terbagi menjadi tiga bagian; mendeskripsikan penyebab gejala mythomania pada tokoh Atha, gejala-gejala yang dialami tokoh Atha, dan akibat mythomania yang terjadi pada tokoh Atha. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut. Pertama, kepribadian mythomania yang dialami tokoh Atha adalah bentuk kepribadian yang muncul secara batiniah akibat dari proses realitas kehidupan yang tidak dapat diterimanya. Kedua, kondisi sosial di sekitar tokoh Atha menjadi faktor pendukung ia menjadi terobsesi warna merah dan  mythomaniac.
Penerapan Lesson Study pada Matakuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMM Sugiarti FKIPUMM; Purwati Anggraini; Ekarini Ekarini Saraswati
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 1 No. 2 (2015): November 2015
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v1i2.2603

Abstract

ABSTRAKTujuan lesson study ini (1) mendeskripsikan penerapan lesson study untuk meningkatkan soft skill mahasiswa dalam mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas, (2) peningkatan kemandirian cara belajar mahasiswa baik di luar kelas maupun di dalam kelas, (3) peningkatan proses pembelajaran yang mengakomodasi kepentingan mahasiswa yang bervariasi, (4) Peningkatan iklim belajar yang kondusif bagi mahasiswa dengan cara asah, asih dan asuh, (5) mengungkapkan praktik baik  (best practices) yang dilakukan dosen dan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung.Lesson study dilaksanakan di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada matakuliah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mulai 2 Juni 2014-13 Juni 2014. Satu siklus lesson study terdiri atas perencanaan (plan), tindakan (do), dan refleksi (see). Pembelajaran ini dibagi dalam empat siklus. Mahasiswa yang menempuh matakuliah PTK terlibat dalam kegiatan lesson study sebagai subjek pembelajaran. Target akhir dalam pembelajaran ini adalah mahasiswa dapat meningkatkan keterampilannya dalam menyusun proposal PTK.Hasil yang dicapai adalah (1) lesson study dilakukan dengan model pembelajaran cooperatif learning untuk meningkatkan soft skill mmahasiswa, (2) kemandirian belajar mahasiswa dapat terlihat dalam sesi diskusi dan ada proses saling asah, asih, dan asuh, (3) mahasiswa lebih bersemangat dan berkonsentrasi dengan adanya pengisian lembar kerja mahasiswa pada setiap proses pembelajaran dan adanya pendekatan khusus dari dosen pengampu mata kuliah, (4) ada proses saling asah, asih, dan asuh dalam proses pembelajaran, (5) ada proses menyusun perencanaan pembelajaran secara bersama-sama oleh tim pengajar, saling memberi koreksi antar kolega, dan proses evaluasi pembelajaran yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Kata kunci: lesson study, soft skill, PTK. ABSTRACTThe purpose of lesson study is (1) describe the application of lesson study to improve the soft skills of students in the subject of a Class Action Research, (2) increase the independence of the way of student learning well beyond the classroom and in the classroom, (3) improvement of the learning process that accommodates the interests of students varied, (4) Improved climate conducive to student learning by way of sharpening, and foster compassion, (5) reveal good practices (best practices) carried lecturers and students during the learning process.Lesson study conducted in Prodi Language and Literature Indonesia in the course of classroom action research (PTK) from 2 June 2014-13 June 2014. One lesson study cycle consists of planning (plan), action (do) and reflection (see). Learning is divided into four cycles. Students who take a course PTK engage in lesson study as a subject of learning. The final target in this study is the students can improve their skills in preparing proposals PTK.The results achieved are: (1) lesson study conducted by the learning model cooperative learning to improve soft skills mmahasiswa, (2) independence of student learning can be seen in the discussion session and a process of mutual grindstones, compassion, and custody, (3) students more excited and concentrate with the charging worksheets students at all learning process and the particular approach of the lecturer of the course, (4) a process of mutual grindstones, compassionate, and foster the learning process, (5) there is the process of planning the learning jointly by teaching team, giving each correction among colleagues, and learning evaluation process involving faculty and students. Keywords: lesson study, soft skills, Classroom Action Research
KARAKTER KEPEMIMPINAN DALAM NOVEL SILAT NAGABUMI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SEKOLAH MENENGAH Ekarini Saraswati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4000

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan karakter pemimpinan tokoh utama dalam novel Silat Nagabumi karya Seno Gumirah Ajidarma. Jenis penelitian ini adalah kualitatif serta pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter tokoh utama dalam Novel Nagabumi cerdik, tangkas, bijaksana, kuat dan tangguh, rendah hati, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, cermat dan teliti, berhati-hati dan tidak gegabah, pejuang sejati, teoritis, tidak mudah tertipu, adil, berpengetahuan yang luas, memiliki semangat yang tinggi, kreatif, sederhana, baik hati, penolong, pendidik. Adapun implikasi bagi pembelajaran sastra di sekolah menengah dapat diterapkan pada kegiatan pembelajaran sastra dengan pendekatan respons pembaca yang memberikan kebebasan pada siswa untuk memberikan tanggapan sesuai dengan pengetahun yang dimiliki. Novel silat dapat dijadikan bahan ajar sastra untuk memperluas wawasan budaya siswa.
Analisis Nilai Keimanan dalam Kehidupan Sosial pada Naskah Drama Balada Langgar Tua Noviatussa’diyah; Ekarini Saraswati
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2020): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.649 KB)

Abstract

Abstrak Ajaran agama yang tekandung dalam sebuah karya sastra tidak hanya membicarakan tentang salah dan benar seperti sebuah ajaran agama, akan tetapi karya sastra yang bercorak agama memberikan kekayaan makna dan berbagai permasalahan yang memberikan gagasan kepada pembacanya, agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.  Salah satu karya sastra yang bercorak agama adalah naskah drama Balada Langgar Tua karya Alfanul Ulum F.S yang mengandung ajaran agama keimanan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan gambaran nilai keimanan dalam kehidupan sosial masyarakat dalam naskah drama Balada Langgar Tua karya Alfanul Ulum F.S. Keimanan sendiri merupakan sebuah prinsip yang harus ada pada setiap hidup manusia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca catat. Maksud dari teknik baca catat yaitu membaca keseluruhan naskah drama, kemudian mencatat hal-hal yang berkaitan dengan bentuk iman dalam kehidupan sosial atau objek penelitian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode deskriptif dalam penelitian ini adalah sebuah penelitian yang dilakukan dengan mengeksplorasi bentuk iman dalam kehidupan sosial serta iman dalam arti teologis yang digambarkan dalam naskah drama Balada Langgar Tua. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah naskah drama Balada Langgar Tua karya Alfanul Ulum F.S. Data berupa narasi dan dialog tokoh dalam naskah drama Balada Langgar Tua karya Alfanul Ulum F.S. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat gambaran nilai keimanan dalam kehidupan sosial masyarakat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci : keimanan, kehidupan social, naskah drama Abstrack The religious teachings contained in a literary work do not only talk about right and wrong like a religious teaching, but literary works with religious characteristics provide a wealth of meaning and various problems that give the reader ideas, so that they can be applied in everyday life. One of the literary works with religious characteristics is the drama script Balada Langgar Tua by Alfanul Ulum F.S which contains the teachings of the religion of faith in it. This study aims to describe the picture of the value of faith in the social life of the community in the drama script Balada Langgar Tua by Alfanul Ulum F.S. Faith itself is a principle that must exist in every human life. The data collection technique used was the reading note technique. The purpose of the reading note technique is reading the entire drama script, then noting things related to the form of faith in social life or the object of research. The method used is descriptive qualitative. The descriptive method in this research is a research which is conducted by exploring the form of faith in social life and faith in the theological sense which is described in the drama script Balada Langgar Tua. The data source used in this research is the drama script Balada Langgar Tua by Alfanul Ulum F.S. Data in the form of narration and character dialogue in the drama script Balada Langgar Tua by Alfanul Ulum F.S. The results of this study indicate that there is a description of the value of faith in social life that can be applied in everyday life. Keywords :  faith, social life, play scirpt
Analisis Trauma Masa Lalu Tokoh Sari dalam Novel “Wanita Bersampur Merah” Karya Intan Andaru: Kajian Psikologisastra Ika Nurdayana; Ekarini Saraswati
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.3011

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan pertama, menguraikan trauma masalalu yang  dialami oleh tokoh Sari.  Kedua, mendeskripsikan  bentuk trauma yang dialami tokoh Sari. Ketiga, menganalisis bentuk penguatan yang terdapat dalam novel “Wanita bersampur Merah”. Untuk mengupas permasalahan  trauma yang dialami oleh tokoh Sari dalam novel “Wanita Bersampue Merah”   digunakan  pendekatan psikologisastra dengan konsep psikologi Behaviorisme Skinner . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.Teknik yang digunakan  padaadalah teknik baca catat,serta  analisis data yang digunakan adalah deskriptif analitik. Sumber data pada penelitian ini yaitu, novel “Wanita Bersampur Merah”  Hasil penelitian ini   ditemukan sub pembahasan pertama, ditemukan  dua faktor  yang melatarbelakngi trauma yang dialami oleh tokoh Sari yakni , (1) Pembunuhan , (2) Diskriminasi. Kedua  ditemukan bentuk trauma yang dialami oleh tokoh Sari yakni, (1) Ketakutan Pada Dunia Luar, (2) Kecemasan Tokoh Sari pada Bahaya yang ditemui  pada  masalalunya. Ketiga,  ditemukan du bentuk penguatan  yang  ada pada diri tokoh sari untuk memulihkan trauma masa kecilnya yakni, (1) Penguatan positif, (2) Penguatan Positif bersifat tetap.
Mekanisme Pertahanan Diri dalam Novel “Gadis Pantai” Karya Pramoedya Ananta Toer Nur Farida; Ekarini Saraswati
Belajar Bahasa Vol 6, No 2 (2021): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indone
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v6i2.4367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk mekanisme pertahanan diri dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Pemilihan novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer pada penelitian ini sangat penting untuk dilakukan karena: (1) novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer banyak mengandung nilai-nilai manusia yang layak ditelaah lebih dalam; (2) di dalam novel Gadis Pantai terdapat beberapa kejiwaan yang dialami oleh tokoh; (3) novel ini menggambarkan realitas kehidupan masyarakat pesisir pada masa feodalisme jawa yang mengandung banyak konflik dan masalah. Sumber penelitian adalah novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Data penelitian ini berupa teks, kalimat, kata-kata, dan wacana yang memperlihatkan permasalahan mengenai mekanisme pertahanan diri yang dialami oleh tokoh dalam novel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simak catat. Teknik analisis data menggunakan penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer  yaitu menunjukkan bahwa mekanisme pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Bendoro, Si Mbok, Agus, dan Mardinah. Mekanisme pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh tersebut memiliki delapan bentuk yaitu; represi, pembentukan reaksi, proyeksi, penempatan yang keliru, rasionalisasi, sublimasi, kompesensi, dan regresi. Hal ini, digunakan untuk mempertahankan dirinya dalam menghadapi masalah yang dialami.