Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Literature Learning with AI Support: A Case Study of Teaching the Novel of Laut Bercerita Saraswati, Ekarini
Proceeding International Conference on Education Volume 03, Agustus Tahun 2025: International Conference on Education
Publisher : Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study seeks to investigate the function of artificial intelligence (AI) in fostering inclusive literary education, specifically through a case study of the teaching of Leila S. Chudori's novel Laut Bercerita. The novel explores issues of government violence, forced disappearances, and historical trauma within the framework of the New Order dictatorship. The novel's historical complexity and emotional depth require a pedagogical approach that accommodates the diverse linguistic, cultural, and psychological backgrounds of students. Using a descriptive qualitative methodology with a case study framework, data was collected through observation, comprehensive interviews, and digital documentation at two high schools that have adopted AI-based learning. This study employs three main theoretical frameworks: reader response theory, critical digital pedagogy, and trauma-informed education. Findings indicate that AI significantly contributes to five dimensions of learning: (1) eliminating linguistic barriers through automatic glossaries and contextual translation; (2) enhancing historical understanding through interactive media; (3) offering emotional support through trigger warning features and guided journals; (4) fostering inclusive discourse through anonymous participation; and (5) enabling locally informed interpretations shaped by students’ experiences. This research primarily contributes by providing an AI-based literary learning model that integrates critical and trauma-informed pedagogical strategies with digital technology. This study advocates for the integration of AI as an ethical and adaptive pedagogical ally in humanities education, emphasizing the need for teacher training and educational policies that acknowledge student diversity and the complexities of literary texts.
Personalized Learning Pathways with AI in Reader Response Theory: A Case Study of Laskar Pelangi by Andrea Hirata Saraswati, Ekarini
Proceeding International Conference on Education Volume 02, Agustus Tahun 2024: International Conference on Education
Publisher : Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Engaging students with Andrea Hirata's Laskar Pelangi poses challenges due to the diverse backgrounds and interpretive abilities of students when analyzing the novel's themes of education, poverty, and hope in Indonesia. This study aims to enhance student engagement and understanding by applying Personalized Learning Pathways (PLPs) enhanced by Artificial Intelligence (AI) within the framework of Reader Response Theory (RRT) to tailor learning experiences. The method employs AI-driven PLPs to assess students' prior knowledge, cultural backgrounds, and learning preferences, allowing for individualized content delivery. AI provides personalized feedback, guiding students through the novel's key themes—such as the importance of education and the characters' perseverance despite poverty—while encouraging them to reflect on their own experiences. By dynamically adjusting the learning path based on each student's progress, the AI fosters deeper connections between the novel's narrative and the students' personal contexts. The study concludes that integrating PLPs with AI significantly improves students' comprehension and engagement with Laskar Pelangi by creating an interactive, reflective learning environment. This personalized approach enables students to relate more closely to the novel's themes while also addressing challenges such as varying levels of reading proficiency. However, successful implementation depends on addressing cultural sensitivity, technology access, and ensuring a balanced integration of AI with teacher-led discussions.
ANALISIS KATA SAPAAN GEN-Z PADA KOMUNIKASI WHATSAPP PERTEMANAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 KOTA SERANG Sitti Fitriyanti; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39926

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam sapaan yang digunakan Generasi Z dalam komunikasi WhatsApp pertemanan siswa kelas X di SMA Negeri 2 Kota Serang serta mengidentifikasi faktor sosiolinguistik yang memengaruhinya. Latar belakang penelitian berangkat dari perkembangan komunikasi digital yang dipengaruhi teknologi, media sosial, dan budaya populer, sehingga sapaan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas kelompok dan dinamika sosial remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, dokumentasi screenshot, dan wawancara terhadap 50 siswa, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi, koding, dan interpretasi berbasis teori sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan lima kategori sapaan, yaitu sapaan nama diri, kekerabatan, jabatan atau peran sosial, identitas kelompok, serta sapaan nonformal atau slang. Pemilihan sapaan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, status sosial, konteks percakapan, dan budaya populer. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi digital telah melahirkan ragam sapaan yang dinamis, kreatif, dan kontekstual, sehingga pemahaman terhadap fenomena ini penting untuk mendukung pembelajaran bahasa Indonesia yang relevan dan membantu guru serta orang tua memahami pola komunikasi generasi muda.
Language Games dalam Pemakaian Bahasa Indonesia di Media Sosial Tiktok Iffah Masfufah; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, makna sosial, serta pemanfaatan language games dalam pemakaian bahasa Indonesia di media sosial TikTok terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMKN 1 Cikulur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori language games Ludwig Wittgenstein, sosiolinguistik, dan pragmatik untuk memahami praktik kebahasaan dalam ruang komunikasi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan angket. Data penelitian berupa unggahan video, caption, dan komentar pengguna TikTok yang dikumpulkan pada periode November hingga Desember 2025, serta data pendukung dari guru dan siswa SMKN 1 Cikulur. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa language games di TikTok muncul dalam bentuk bahasa gaul, modifikasi ejaan, pemendekan kata, penciptaan kata baru, serta penggunaan emoji dan hashtag. Dari aspek fungsi dan makna sosial, language games berfungsi sebagai sarana ekspresi, hiburan, pembangun keakraban sosial, dan penanda identitas kelompok. Selain itu, pemanfaatan language games dalam pembelajaran Bahasa Indonesia mampu meningkatkan motivasi, kreativitas berbahasa, dan pemahaman siswa terhadap variasi bahasa dalam konteks digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa language games merupakan fenomena kebahasaan yang relevan untuk dikaji dan dimanfaatkan secara kritis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual
Analisis Penyimpangan Etik dalam Bahasa Iklan Kuliner di Youtube dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII Anisa Kapeanis; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.15913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyimpangan etik dalam bahasa iklan kuliner di YouTube serta pemanfaatannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII. Penelitian ini memfokuskan kajian pada bentuk, fungsi, dan makna penggunaan bahasa iklan yang menyimpang dari norma dan etika berbahasa, khususnya aspek diksi, gaya bahasa, dan tindak tutur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pisau analisa pisau analisa etika komunikasi, semantik, dan pragmatik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan transkripsi terhadap iklan kuliner yang diunggah di YouTube pada periode Januari 2024 hingga Januari 2025. Data penelitian terdiri atas 40 iklan kuliner namun dalam penelitian ini yang di tampilkan hanya 5 data, yang dianalisis berdasarkan indikator penyimpangan etik meliputi klaim berlebihan, penyamaran fakta atau informasi menyesatkan, serta manipulasi emosi dan stereotip sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan etik dalam bahasa iklan kuliner di YouTube dominan ditandai oleh penggunaan diksi hiperbolis, gaya bahasa manipulatif, dan tindak tutur persuasif yang menyiratkan jaminan tanpa dasar faktual. Penyimpangan etik digunakan sebagai strategi untuk menarik perhatian, membangun citra produk, dan menggugah emosi audiens secara tidak proporsional. Praktik tersebut mencerminkan pergeseran fungsi bahasa iklan dari media informasi menjadi alat pembentuk persepsi dan emosi konsumen, yang berdampak pada citra bahasa Indonesia dan kesantunan berbahasa di ruang digital. Peneliti menyimpulkan bahwa bahasa iklan kuliner di YouTube masih memerlukan penguatan prinsip etika komunikasi agar tidak menyesatkan publik. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII untuk menumbuhkan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi teks iklan di media digital.
PEMBELAJARAN RESPONS PEMBACA HUJAN DI BULAN JUNI: EMOSI, BUDAYA, REFLEKSI Ekarini Saraswati
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v7i1.101

Abstract

Studi ini melihat bagaimana novel Hujan di Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono dapat digunakan untuk mengajar sastra dengan menggunakan pendekatan respons pembaca. Metode ini menekankan bahwa pembaca bertanggung jawab untuk menciptakan makna berdasarkan pengalaman pribadi, konteks budaya, dan tanggapan emosional mereka. Novel ini, yang berkembang dari puisi liris, menyajikan tema cinta yang dihalangi oleh perbedaan budaya dan identitas. Dengan simbolisme yang mendalam seperti hujan, diam, dan jarak, itu sangat layak untuk pembacaan yang berpikir kritis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan melibatkan siswa di kelas XI SMA. Kegiatan pembelajaran berfokus pada membaca, berbicara, menulis jurnal, dan membuat puisi atau surat fiktif. Hasil menunjukkan bahwa respons siswa termasuk dalam empat kategori utama: afektif, psikologis, sosiokultural, dan estetis. Pembelajaran berbasis tanggapan pembaca dapat mendorong kreativitas literer, empati, dan pemahaman budaya siswa. Metode respons pembaca disarankan untuk diterapkan pada karya sastra Indonesia kontemporer lainnya. Metode ini mendukung pembelajaran sastra yang lebih humanistik, inklusif, dan kontekstual selain meningkatkan minat baca. Agar siswa tidak hanya memahami teks, tetapi juga mengalami dan memaknainya secara pribadi, guru harus mendorong tanggapan pembaca secara kreatif dan kritis.
KEPRIBADIAN MYTHOMANIA TOKOH ATHA DALAM NOVEL TAKE OFF MY RED SHOES KARYA NAY SHARAYA Widyawati, Mega; Saraswati, Ekarini
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 4 No. 1 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jbip.v4i1.2127

Abstract

Abstrak-Mythomania merupakan kecenderungan berbohong di mana penderitanya sering tidak sadar ketika sedang berbohong dan menceritakan khayalan yang ada di dalam kepalanya kepada orang lain. Pemahaman mengenai bentuk kepribadian mythomania masih jarang diketahui oleh masyarakat umum menjadi latar belakang penulisan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian dan penyebab mythomania yang dialami tokoh Atha. Untuk menjawab permasalahan ini akan digunakan pendekatan psikologi-sastra. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel Take Off My Shoes yang ditulis oleh Nay Sharaya (2015).  Proses pengumpulan data menggunakan teknik baca-catat. Analisis data  terbagi menjadi tiga bagian; mendeskripsikan penyebab gejala mythomania pada tokoh Atha, gejala-gejala yang dialami tokoh Atha, dan akibat mythomania yang terjadi pada tokoh Atha. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut. Pertama, kepribadian mythomania yang dialami tokoh Atha adalah bentuk kepribadian yang muncul secara batiniah akibat dari proses realitas kehidupan yang tidak dapat diterimanya. Kedua, kondisi sosial di sekitar tokoh Atha menjadi faktor pendukung ia menjadi terobsesi warna merah dan  mythomaniac.
INTERFERENSI DIALEK LOKAL SORONG DALAM BAHASA INDONESIA LISAN FORMAL DI SMA MUHAMMADYAH AL-AMIN Riyadi Rumain; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.43521

Abstract

Indonesia is a unitary country that has a diversity of ethnicities, races, religions, and languages, with Indonesian as the national language and a unifying tool. In its development, the use of Indonesian language often experiences code mixing and language interference, especially in the Papua region such as Sorong City which has high linguistic complexity. From a linguistic point of view, this region shows a variety of typologies and language clusters, so this study focuses on the interference of the local dialect of Sorong on the use of oral formal Indonesian in students of Muhammadiyah Al-Amin High School. The research aims to analyze and identify these forms of interference. The research uses a qualitative approach with a descriptive method to describe the linguistic phenomena that occur. Data was collected through field observations, recordings, field notes, and interviews with subject teachers. The focus of the study is the use of a mixture of regional language and Indonesian vocabulary that appear simultaneously in student communication. The results of the study show that there is a phenomenon of language mixing with the discovery of fifty-five regional vocabulary used in Indonesian conversations. This interference gives rise to linguistic variations in phonology, morphology, lexical, syntactic, and semantic aspects as students interact in class. These findings show the importance of developing a language curriculum that emphasizes a balance between mastery of regional languages and Indonesian through an educational approach.