Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peran Becak Babel sebagai Komunitas Peduli Lingkungan dalam Pengembangan Nilai-nilai Civic Virtue Generasi Muda Hijran, Muhamad; Suntara, Reza Adriantika
Academy of Education Journal Vol. 16 No. 1 (2025): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v16i1.2669

Abstract

In facing global environmental challenges, the importance of developing civic virtues in the younger generation is increasingly crucial. Global environmental crises such as pollution, climate change and natural resource degradation require proactive action from various parties. However, the lack of environmental awareness and responsibility among the younger generation is a challenge in itself. This research discusses the role of the Becak Babel community in developing environmental awareness and civic virtue among the younger generation. This research uses a qualitative approach with a case study method to reveal how the role of the Babel Becak Community involves the younger generation in environmental care activities. The results of this research show that the Becak Babel community is a proactive agent of change in preserving the environment through sharing initiatives and educational programs such as tree planting, cleanliness campaigns and environmental education. This community has succeeded in instilling virtuous values such as social responsibility, active participation so that it has great potential in forming the character of the younger generation who care more about their environment.
Peran Mahasiswa Sebagai Generasi Muda dalam menghadapi Era Society 5.0 Muhamad Hijran; Dini Oktariani; Zikri Rahmani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.632 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i4.3793

Abstract

Abstrak Berbagai peristiwa yang terjadi saat ini terjadinya perselisihan karena adanya setiap warga negara tidak menghargai keberagaman. Selain itu pula, perilaku Mahasiswa yang cenderung individualis menjadi sorotan tajam dalam mayarakat. Disadari atau tidak, teknologi informasi juga turut andil dalam merebaknya pola budaya Barat (westernisasi) yang sangat mudah digandrungi oleh sebagian besar Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran mahasiswa dalam mengahadapi Era Society 5.0. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa Mahasiswa haruslah setidaknya mempunyai 3 (tiga) kompetensi kewarganegaraan, yang meliputi Pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skills), dan Watak kewarganegaraan (civic disposition). Dengan terjalinya kompetensi kewarganegaraan tersebut, diharapkan dapat mewujudkan mahasiswa yang terlibat aktif dalam suatu tatanan negara dan mengahadapi Era Society 5.0. Kata Kunci: Mahasiswa, Generasi Muda, Era Society 5.0 Abstract Various events that occurred at this time the occurrence of disputes because every citizen does not respect diversity. Apart from that, the behavior of youth who tend to be individualistic has become a sharp focus in society. Whether we realize it or not, information technology has also contributed to the spread of Western cultural patterns (westernization) which are very easily loved by most students. This study aims to find out how the role of students in dealing with Era Society 5.0. The results of this study found that students must have at least 3 (three) citizenship competencies, which include civic knowledge, civic skills, and civic disposition. With the establishment of civic competence, it is hoped that students will be actively involved in a state system and face the Era of Society 5.0. Keywords: Students, Young Generation, Era Society 5.0
Building the Nation's Character: A Study of 7 Habits of Indonesian Children in the Perspective of Civic Education Hijran, Muhamad; Indrayati, Tri; Farid, Akbar
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.5965

Abstract

Instilling character values through daily habits is an integral part of civic education, especially at the stage of child development. This study aims to examine the relationship between the seven habits of Indonesian children and the strengthening of civic education values through a literature study approach. The method used is a literature review of various scientific journals, research reports, and other relevant sources. The results of the study show that the seven habits have a close relationship with civic values, such as social care, active participation in community life, obedience to norms and laws, and respect for diversity. These findings affirm the importance of strengthening citizenship-based character education through the integration of positive habits in the family, school, and community environment. This study recommends that citizenship education be not only provided cognitively, but also through the internalization of national values that are manifested in children's daily behavior. 
Pendampingan Implementasi P5 Berbasis Kearifan Lokal ‘Cerita Rakyat’ di SMK Negeri 1 Belinyu Oktariani, Dini; Hijran, Muhamad; Zahri, Tsulia Amiruddin; Fauzi, Padlun; Tohari, Mustofa
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5966

Abstract

Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berkaitan dengan bidang ilmu yang mereka pelajari. Kondisi tersebut, membatasi ruang gerak pendamping, dalam hal ini guru untuk membuat kegiatan P5 menghasilkan karya yang inovatif. Pendampingan untuk pelaksanaan P5 lebih kreatif dan inovatif, maka diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak. Hal tersebut yang mendasari tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Universitas Bangka Belitung untuk mendampingi guru dan siswa di SMK Negeri 1 Belinyu memiliki gagasan inovatif dalam pelaksanaan P5. Kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif melalui permainan cerdas cermat yang dikemas sederhana dan menghasilkan karya buku cerita rakyat di wilayah Bangka. Kegiatan permainan cerdas cermat diberi nama “Game GEMAS 2045” yang membawa semangat generasi emas 2045. Sedangkan dalam penulisan buku cerita rakyat, dilakukan pendampingan 4 kali pertemuan virtual dan diakhiri dengan proses review oleh tim dosen Bahasa Indonesia yang khusus memfasilitasi perbaikan ejaan dan diksi yang digunakan. Hasilnya, siswa SMK Negeri 1 Belinyu memiliki minat dan bakat yang potensial dalam kecerdasan kognitif dan karya tulis.
Pendampingan Implementasi P5 Berbasis Kearifan Lokal ‘Cerita Rakyat’ di SMK Negeri 1 Belinyu Oktariani, Dini; Hijran, Muhamad; Zahri, Tsulia Amiruddin; Fauzi, Padlun; Tohari, Mustofa
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5966

Abstract

Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berkaitan dengan bidang ilmu yang mereka pelajari. Kondisi tersebut, membatasi ruang gerak pendamping, dalam hal ini guru untuk membuat kegiatan P5 menghasilkan karya yang inovatif. Pendampingan untuk pelaksanaan P5 lebih kreatif dan inovatif, maka diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak. Hal tersebut yang mendasari tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Universitas Bangka Belitung untuk mendampingi guru dan siswa di SMK Negeri 1 Belinyu memiliki gagasan inovatif dalam pelaksanaan P5. Kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif melalui permainan cerdas cermat yang dikemas sederhana dan menghasilkan karya buku cerita rakyat di wilayah Bangka. Kegiatan permainan cerdas cermat diberi nama “Game GEMAS 2045” yang membawa semangat generasi emas 2045. Sedangkan dalam penulisan buku cerita rakyat, dilakukan pendampingan 4 kali pertemuan virtual dan diakhiri dengan proses review oleh tim dosen Bahasa Indonesia yang khusus memfasilitasi perbaikan ejaan dan diksi yang digunakan. Hasilnya, siswa SMK Negeri 1 Belinyu memiliki minat dan bakat yang potensial dalam kecerdasan kognitif dan karya tulis.
INOVASI PEMBELAJARAN PANCASILA BERBASIS DEEP LEARNING DI SMK NEGERI 1 BELINYU Hijran, Muhamad; Zahri, Tsulis Amiruddin
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 4 No. 9 (2025)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v4i9.3382

Abstract

This research aims to explore the innovation of teaching the Pancasila subject by integrating deep learning technology at SMK Negeri 1 Belinyu. The background of this study is based on the need for an adaptive and contextual learning approach to improve students' understanding and internalization of Pancasila values in the digital generation. The method used is qualitative descriptive with a case study approach. Data collection techniques include in-depth interviews with Pancasila teachers, observation of learning activities, and documentation of digital-based teaching devices. The results show that the application of deep learning in Pancasila learning can provide a more personalized, interactive, and reflective learning experience for students. This innovation not only increases students' active participation but also encourages a deeper understanding of Pancasila values. However, there are still some obstacles, one of which is the lack of adequate digital infrastructure. This research recommends the importance of digital pedagogical training for teachers and school policy support to optimize the integration of technology in Pancasila learning.
Building the Nation's Character: A Study of 7 Habits of Indonesian Children in the Perspective of Civic Education Hijran, Muhamad; Indrayati, Tri; Farid, Akbar
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.5965

Abstract

Instilling character values through daily habits is an integral part of civic education, especially at the stage of child development. This study aims to examine the relationship between the seven habits of Indonesian children and the strengthening of civic education values through a literature study approach. The method used is a literature review of various scientific journals, research reports, and other relevant sources. The results of the study show that the seven habits have a close relationship with civic values, such as social care, active participation in community life, obedience to norms and laws, and respect for diversity. These findings affirm the importance of strengthening citizenship-based character education through the integration of positive habits in the family, school, and community environment. This study recommends that citizenship education be not only provided cognitively, but also through the internalization of national values that are manifested in children's daily behavior. 
Implementasi Digital citizenship untuk Kalangan Gen Z Mahasiswa Pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Setyawan, Ryand Daddy; Hijran, Muhamad; Rozi, Rozi
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11 No 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i2.6867

Abstract

Digital citizenship pada kalangan Gen Z sangat penting untuk dipahami dan merupakan generasi yang tumbuh serta terbiasa dengan teknologi digital sejak dini. Namun, sebagai pengguna internet yang aktif, Gen Z memiliki tanggung jawab untuk memahami kewarganegaraan digital. Hal ini mencakup pemahaman tentang etika digial, privasi, keamanan siber dan juga harus memahami konsekuensi dari tindakan online mereka, termasuk cyberbullying, penggunaan media sosial, dan konsumsi konten yang tidak layak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan melalui berupa dokumen-dokumen yang relevan seperti jurnal, prosiding, dan artikel ilmiah yang berhubungan dengan tema penelitian untuk dijadikan sebagai data penelitian. Hasil yang diperoleh dari implementasi Digital citizenship di kalangan Gen Z pada mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat penting untuk membantu mereka menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab dan beretika. Hal ini juga dapat membantu para mahasiswa di kalangan Gen Z membangun kemampuan untuk memilih konten digital yang layak dan memperkuat kesadaran akan pentingnya keamanan siber.Dalam lingkungan digital yang semakin kompleks dan berubah cepat, keberadaan Digital citizenship menjadi kunci penting untuk membantu para mahasiswa Gen Z menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab dan beretika.
Penguatan Karakter Moderasi Beragama bagi Generasi Z di SMA Negeri 1 Puding Besar Suntara, Reza Adriantika; Zahri, Tsulis Amiruddin; Tohari, Mustofa; Hijran, Muhamad; Rozani, Muhammad; Fauzi, Padlun
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.21983

Abstract

The diversity of religions adhered to by Indonesian citizens is very high, characterized by the existence of six religions that are administratively and legally recognized by the state. This has become a gift from God that must be guarded and cared for properly so that differences do not trigger the growth of division. The process of maintaining harmonization of religious diversity needs to be supported in various ways, one of which is by strengthening the character of religious moderation in citizens. Religious moderation is a perspective, attitude, and behavior that takes a middle position, characterized by acting fairly and not being extreme in religion. This is a concept that needs to be instilled in Indonesian citizens, especially the younger generation as the backbone of the nation's progress in the future. Through community service carried out at SMA Negeri 1 Puding Besar, it is hoped that this can be a means of strengthening the character of religious moderation in generation Z in the Bangka Belitung Islands province, as one of the regions that also has high religious diversity. The implementation of service is carried out using socialization methods and group games, this is intended to support the goals and hopes to be achieved in service activities, namely the growth of attitudes of tolerance and cooperation.
Peran Civic Resilience Kaum Disabilitas Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan di Bangka Belitung Hijran, Muhamad; Oktariani, Dini
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep civic resilience (ketahanan kewarganegaraan) pada kaum disabilitas dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Civic resilience dipahami sebagai kemampuan warga negara untuk menghadapi tantangan sosial, politik, dan budaya, serta berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan berbangsa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengkaji teori kewargaan inklusif, ketahanan sosial, dan pendidikan karakter sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan civic resilience pada kaum disabilitas di Bangka Belitung masih menghadapi berbagai hambatan struktural, seperti terbatasnya akses pendidikan, rendahnya partisipasi publik, dan adanya stereotip sosial yang membatasi ruang gerak mereka. Pendidikan Kewarganegaraan memainkan peran yang sangat penting dalam menumbuhkan kesadaran kritis, empati sosial, serta keterampilan advokasi bagi warga disabilitas, agar mereka dapat berpartisipasi secara setara dalam kehidupan masyarakat. Kesimpulannya, civic resilience pada kaum disabilitas dapat diperkuat melalui kurikulum kewarganegaraan yang inklusif dan praktik pendidikan yang berfokus pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, serta partisipasi demokratis. Kata kunci: Civic Resilience, Pendidikan Kewarganegaraan, Kaum Disabilitas