Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Kader Dalam Pengelolaan Obat Rumah Tangga Di Lingkungan Kelurahan Padang Harapan Kota Bengkulu : Pengabdian Avrilya Iqoranny Susilo; Zamharira Muslim; Dira Irnameria
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1168

Abstract

Salah satu perilaku masyarakat yang meningkat dalam pengobatan akhir-akhir ini adalah pengobatan mandiri atau swamedikasi. Kemudahan dalam informasi membuat masyarakat cenderung mencari pengobatan sendiri tanpa banyak mengeluarkan biaya untuk membayar tenaga medis terkait dengan penyembuhan penyakit yang sedang diderita. Permasalahan yang timbul dari perilaku swamedikasi ini adalah banyaknya kesalahan dalam pengelolaan penyimpanan obat dalam rumah tangga. Salah satu upaya dalam penyelesaian masalah ini adalah dengan pemberdayaan kader posyandu yang ada di masyarakat untuk menyalurkan informasi yang diperoleh dari kegiatan ini. Kegiatan diawali dengan Pre Test untuk menilai tingkat pengetahuan para kader tentang pengelolaan obat di rumah tangga. Tahap selanjutnya dilakukan sosialisasi tentang materi pengelolaan obat, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan diakhiri dengan Post Test untuk menilai pengetahuan kader setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan selanjutnya merupakan pemberdayaan kader, yaitu dengan kegiatan masing-masing kader mendatangi lima rumah warga di lingkungan sekitar untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh selama sosialisasi ke warga yang lain. Tahap akhir para kader akan melakukan monitoring evaluasi ke rumah warga bagaimana pengelolaan obat dalam rumah tangga setelah mendapat sosialisasai cara pengelolaan obat dalam rumah tangga yang benar. Pada evaluasi kegiatan didapatkan masih adanya penyimpangan dalam penyimpanan obat dalam rumah tangga, antara lain masih ada obat yang disimpan dalam lemari pendingin yang seharusnya di suhu ruang, obat kadaluarsa yang masih disimpan dan pembuangan obat yang belum sesuai. Hasil ini menunjukkan bahwa masih perlunya pendampingan kepada warga dalam pengelolaan obat dalam rumah tangga yang tepat dan benar.Adanya peningkatan pengetahuan kader dari sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah pelatihan.
Pemahaman Ibu Mengenai Pengelolaan Di Obat Rumah Tangga Di Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu Permatasari, Wanda; Muslim, Zamharira; Irnameria, Dira
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 2 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i2.143

Abstract

Pengelolaan obat di lingkungan masyarakat, khususnya dalam satuan rumah tangga, apabila tidak diikuti dengan pengetahuan yang benar tentang obat akan memicu timbulnya penggunaan yang tidak rasional serta cara penyimpanan yang tidak tepat. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode proporsive sampling. Jumlah responden yang mengikuti penelitian ini sebanyak 99 responden. Hasil penelitian menunjukan 66,66% responden sumber mendapatkan obatnya dari apotek. Sebanyak 69,69% responden menyimpan semua jenis obat ke dalam satu wadah, dan sebagian besar responden menyimpan obat golongan keras. Responden mendapatkan infiormasi terkait obat dari membaca brosur pada kemasan. Sebanyak 74,74% responden memilih alasan menyimpan obat karena dapat digunakan kembali, serta ibu yang memili peran dalam penyimpanan obat. Ibu rumah tangga memilih menyimpan obat pada lemari/laci karena lebih dianggap praktis serta ibu rumah tangga cenderung membuang langsung obat tablet ataupun cair langsung ke tempat sampah. Tren penyimpanan obat oleh ibu rumah tangga yang telah dilakukan, didapatkan bahwa penyimpanan obat di laci/lemari memiliki persentase paling tinggi, yaitu sebesar 38,38% responden.
Empowerment of PKK Members in Utilizing Fragrant Lemongrass Oil as a Floor Cleaner Production Material in Sukasari Village, Seluma Regency, Bengkulu Province, 2023 Krisyanella; Meinisasti, Resva; Khasanah, Heti Rais; Pudiarifanti, Nadia; Susilo, Avrilya Iqoranny; Muslim, Zamharira; Baharyati , Delta; Irnameria, Dira
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v2i2.212

Abstract

The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of PKK members in Sukasari village in developing products from lemongrass oil. This can increase the selling value of lemongrass oil that has been produced, so that it can increase community income. The methods used were socialization, demonstration and self-assistance in making cleaners, packaging and labeling fragrant lemongrass floor cleaner products. At the socialization stage, participants received material and there was a discussion session. Participants were given a questionnaire to see their level of understanding of the material provided. After the participants were given counseling and demonstrations of product making, it was seen that there was an increase in the knowledge and skills of the participants in making these products independently. Also, it was seen that participants were interested in developing this product into a commercial product. The conclusion of this activity is that participants are able to produce this product independently. This product will be used for personal household needs and developed by the local BUMDes to become a commercial preparation.
Sahabat Sehat: Pemberdayaan Guru Dalam Edukasi Pengenalan Obat Kepada Anak Usia Sekolah Dengan Menggunakan Media Motion Graphic: Penelitian Avrilya Iqoranny Susilo; Dira Irnameria; Halimah; Sri Mulyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3170

Abstract

Peningkatan literasi kesehatan pada anak usia sekolah dasar merupakan langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal, termasuk pemahaman tentang penggunaan obat secara tepat dan bertanggung jawab. Namun, observasi lapangan menunjukkan masih banyak anak yang belum memahami perbedaan golongan obat, cara penyimpanan yang benar, serta risiko penggunaan obat yang tidak sesuai aturan. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilaksanakan program “Sahabat Sehat: Pemberdayaan Guru dalam Edukasi Pengenalan Obat kepada Anak Usia Sekolah dengan penggunaan media Motion Graphic, melalui tiga tahapan: sosialisasi kepada guru menggunakan media Motion Graphic, pemberdayaan guru untuk mengajarkan materi kepada siswa disertai pre-test dan post-test, serta monitoring dan evaluasi secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test, yang menandakan peningkatan pemahaman guru mengenai penggunaan obat yang tepat. Guru juga menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk menyalurkan pengetahuan kepada siswa dan masyarakat. Hasil ini menegaskan bahwa program pemberdayaan berbasis media motion graphic efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan memiliki potensi dampak berkelanjutan di lingkungan sekolah. Simpulan, melalui pemberdayaan guru dalm proses edukasi pada anak usia sekolah dasar dengan penggunaan media motion graphic efektif untuk peningkatan pengetahuan tentang penggunaan obat yang benar.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C SIRUP KALAMANSI DENGAN METODE TITRASI IODIMETRI Meika, Usi Dwi; Irnameria, Dira; Krisyanella, Krisyanella
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.514 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i1.178

Abstract

Jeruk Kalamansi adalah jenis buah jeruk yang berkembang pesat di Bengkulu, berbau harum, dan memiliki rasa yang asam ketika sudah masak, dan pahit ketika masih mentah. Vitamin C merupakan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh dan bersifat antioksidan. Namun kandungan vitamin C ini belum diketahui pada berbagai olahan buah jeruk kalamansi, terutama sirup kalamansi. Oleh karena itu diperlukan suatu penelitian untuk mengetahui kadar vitamin C dalam sirup kalamansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Vitamin C pada Sirup Kalamansi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan yang bersifat eksperimental dengan metode Iodimetri. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar Vitamin C pada Sirup Kalamansi sentra Padang Serai diperoleh rata-rata kadar Vitamin C sebesar 0,046% b/b, pada Sirup Kalamansi sentra Beringin Raya diperoleh rata-rata kadar Vitamin C sebesar 0,048% b/b dan pada Sirup Kalamansi sentra Teluk Sagara diperoleh rata-rata kadar Vitamin C sebesar 0,050% b/b. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan “Penetapan Kadar Vitamin C Pada Sirup Kalamansi dengan Metode Titrasi Iodimetri” didapatkan kesimpulan Sirup Kalamansi sentra Padang Serai, sentra Beringin Raya dan sentra Teluk Sagara positif mengandung Vitamin C dan kadar Vitamin C tertinggi terdapat pada Sirup Kalamansi sentra Teluk Sagara sebesar 0,050% b/b.
Uji Efektifivitas Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum) Sebagai Hemostasis Terhadap Luka Potong Pada Mencit Jantan Galur Swiss-Webster Septiani Putri, Tria; Rais Khasanah, Heti; Irnameria, Dira; Farizal, Jon; Pudiarifanti, Nadia
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.392 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i2.264

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat digunakan dalam pengobatan tradisional adalah daun rambutan (Nephelium lappaceum). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa daun rambutan memiliki senyawa berupa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin, dimana flavonoid dan tanin merupakan senyawa utama yang berperan dalam proses hemostasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum). Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperiment laboratorium dengan desain penelitian yaitu Posttest Only Control Group Design. Hasil pengujian menunjukkan adanya perbedaan efek yang bermakna pada ekstrak daun rambutan. Dalam hal ini ekstrak daun bandotan memiliki efek yang paling efektif sebagai hemostatis dan berbeda nyata dengan pemberian povidon iodin sebagai pembanding.  Ekstrak daun rambutan dengan konsentrasi 10% , 20% , dan 40% dapat memberikan efek hemostatis pada mencit. Pemberian ekstrak daun rambutan dengan konsentrasi 40 % memberikan efek hemostatis yang efektif dengan waktu perdarahan yang lebih singkat yaitu 154,92 detik, tetapi efeknya belum seoptimal dengan pemberian povidon iodin sebagai pembanding.
SKRINING UJI AKTIFITAS ANTIJAMUR DARI EKSTRAK DAN FRAKSI JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA KLT-BIOAUTOGRAFI Rahmawati, Tri Ayu; Baharyati, Delta; Irnameria, Dira
Jurnal Pharmacopoeia Vol 2 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v2i2.506

Abstract

Latar belakang : Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan keadaan berdebu serta dengan temperatur yang hangat dan lembab sehingga mendukung mikroba untuk terus berkembang biak. Jamur atau fungi yang dapat menyebabkan penyakit infeksi di Indonesia antara lain adalah Candida albicans. Salah satu bahan alam yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai agen antimikroba adalah rimpang jahe merah (Zingiber officinale var rubrum). Tujuan : mengetahui senyawa metabolit sekunder serta aktivitas antijamur yang terdapat pada ekstrak dan fraksi jahe merah terhadap pertumbuhan candida albicans secara KLT-Bioautografi. Metode: Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pada ekstrak, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan jahe merah memiliki aktivitas antijamur pada masing-masing nilai Rf 0,5 untuk ekstrak, Rf 0,2 untuk fraksi etil asetat serta Rf 0,78 dan Rf 0,44 untuk fraksi n-heksan . Kesimpulan : Hasil bioautografi menampakkan zona hambat pada aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans pada variasi sampel ekstrak etanol jahe merah pada nilai Rf 0,5, fraksi etil asetat pada Rf 0,2, dan fraksi n-heksan pada Rf 0,44 dan 0,78 sedangkan pada fraksi air tidak terdapat aktivitas senyawa antijamur.