Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KETAHANAN KELUARGA DI MASA PANDEMI (STUDI KASUS PADA ISTRI YANG MENJALANI LONG DISTANCE MARRIAGE) DI KABUPATEN KENDAL Laelatul Anisah; Cahya Milia Tirta Safitri
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 7, No 2 (2021): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.249 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v7i2.5780

Abstract

Menjalani long distance marriage bukanlah hal yang mudah, terutama di masa pandemi. Salah satu faktor terbesar yang melatarbelakangi hal tersebut adalah faktor ekonomi. Problematika mengenai long distance marriage ini lebih banyak dirasakan oleh istri, sehingga berdampak pada rentannya ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana ketahanan keluarga di masa pandemi pada istri yang menjalani long distance marriage. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif  dengan pendekatan fenomenologis. Adapun pengumpulan data mengunakan observasi dan wawancara mendalam. Analisa data dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.Partisipan berjumlah tiga orang dengan kriteria istri yang menjalani long distance marriage. Adapun hasil penelitian dari ketiga partisipan menunjukkan bahwa long distance marriage membuat mereka kesulitan dalam berkomunikasi secara efektif, sehingga mengakibatkan perselingkuhan, perubahan perilaku dan pertengkaran yang tidak ada habisnya. Saran dari penelitian ini diharapkan bagi pasangan yang menjalani long distance marriage dapat meningkatkan komunikasi yang intim dan efektif baik melalui media sosial maupun telepon supaya ketahanan yang dibangun sejak awal perkawinan dapat berjalan harmonis._____________________________________________________________________Living a long distance marriage is not an easy thing, especially during a pandemic. One of the biggest factors behind this is the economic factor. The problem with long distance marriage is mostly felt by the wife, so it has an impact on the vulnerability of the family's resilience. This study aims to dig deeper into how family resilience during the pandemic is for wives who undergo long distance marriage. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach. The data collection uses observation and in-depth interviews. Analysis of the data used is descriptive data analysis. Data analysis was carried out in three stages, namely data reduction, data presentation and data verification.There are three participants with the criteria of a wife undergoing long distance marriage. The results of the research from the three participants showed that long distance marriage made it difficult for them to communicate effectively, resulting in infidelity, behavior changes and endless fights. Suggestions from this research are expected for couples who undergo long distance marriage can improve intimate and effective communication both through social media and telephone so that the resilience that was built since the beginning of the marriage can run harmoniously.
BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN ETIKA PERGAULAN DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 MARTAPURA Rama Rama; Sultani Sultani; Laelatul Anisah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.685 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2160

Abstract

Observasi awal di SMPN 2 Martapura ditemukan siswa kurang menghargai teman lain. Seperti siswa yang mengejek teman, siswa berbicara kasar terhadap teman, siswa mengolok-olok nama orang tua teman, siswa keluar masuk kelas saat guru mengajar. Informasi guru BK ada permasalahan siswa saling pandang memandang dengan siswa lain yang berujung perkelahian dan siswa yang adu mulut dengan siswa lain yang berujung perkelahian, Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan etika pergaulan siswa kelas VIII  SMP Negeri 2 Martapura dengan teknik sosiodrama dalam  layanan bimbingan kelompok. Penelitan ini adalah penelitian eksperimen yaitu pre-eksperimental design one-group pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan Hasil pretest siswa ditemukan 10 siswa dengan skor terendah. Hasil posttest siswa ada peningkatan skor dari 10 siswa. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh  bimbingan kelompok teknik sosiodrama._________________________________________________________ The purpose of this study was to improve the social ethics of eighth grade students of SMP Negeri 2 Martapura with sociodrama techniques in group guidance services. The background of this research is the existence of a problem in students of SMP Negeri 2 Martapura, namely the lack of awareness of good ethical students in relationships in the school environment. This research is an experimental study, namely pre-experimental design one-group pretest and posttest. The procedure of this study was a pretest-treatment-posttest. The sample used was 10 students from 85 students in class VIII D, VIII E and VIII F in SMP Negeri 2 Martapura in the 2019/2020 school year with a purposive sampling technique. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. The validity of the questionnaire using Pearson Correlation and the reliability of the questionnaire using alpha cronbach. Analysis of the data in this study used descriptive statistical calculations and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25. The conclusions of the results of this study indicate that there is an influence of sociodrama technical group guidance on improving the social ethics of class VIII students of SMP Negeri 2 Martapura or acceptable.
KONSELING KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAY UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 31 BANJARMASIN Purnama Sari; Sultani Sultani; Laelatul Anisah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.836 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v5i2.2181

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kerena siswa yang kurang memiliki kepercayaan diri akan kemampuan yang dimilikinya. Orang yang kurang percaya diri bisanya sering menutup diri, memilih untuk diam karena takut diejek oleh orang lain.Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri sebelum dilaksanakan konseling kelompok dengan teknik Role Play, untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri sesudah dilaksanakan konseling kelompok dengan teknik Role Play dan untuk mengetahui apakah kepercayaan diri dapat ditingkatkan melalui konseling kelompok dengan teknik Role Play pada siswa. Penelitian menggunakan pre-eksperimental design yaitu one-group pretest dan posttest design. Prosedur penelitian pretest-treatment-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 8 responden dari 30 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pengukuran melalui angket. Validitas angket menggunakan Pearson Correlation dan reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data menggunakan hitungan statistik deskriptif, dan uji wilcoxon dengan aplikasi IBM SPSS Statistik 25. Hasil pretest siswa ditemukan 8 siswa dengan skor terendah. Hasil posttest siswa ada peningkatan skor dari 8 siswa. Perhitungan uji wilcoxon pada data keseluruhan diperoleh nilai signifikansi (Sig). Sebesar 0,005 kurang dari 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh konseling kelompok dengan teknik Role Play. Saran, Bagi guru BK agar menerapkan konseling kelompok dengan teknik roly play . Bagi siswa agar meningkatkan kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan waktu sebaik-baiknya. __________________________________________________________ This research is motivated because studenst who lack confidence in their abilities. Confident people usually shut down, choosing to be quiet for fear of being ridiculed by others. The purpose of this research is to determine the level of confidence before group counseling with Role Play technique is carried out, to find out  the level of confidence after group counseling with Role Play technique and to determine whether confidence can be increased through group counseling with Role Play technique for students. The study used a pre- experimental design namely one-group pretest and posttest design. Pretest-treatment-posttest research procedure. The sampling technique uses purposive sampling. Sample 8 respondents from 30 populations. Data collection techniques using a measurement scale through a questionnaire. The validity of the questionnaire using Pearson Correlation and reliability using alpha cronbach. Data analysis techniques using descriptive statistical calculations, and Wilcoxon test with the application of IBM SPSS Statistics 25.Student pretest results found 8 students with the lowest score. The students' posttest results increased scores from 8 students. Wilcoxon test calculations on the overall data obtained significance value (Sig). For 0.005 is less than 0.05. This means that there is an influence of group counseling with the Role Play technique. Suggestion, for BK teachers to  apply group counseling with the roly play technique. For students to increase self-confidence in daily life. For future researchers to make the best use of time.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS X DI YOGYAKARTA Prayuda Nur Rifki; Laelatul Anisah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 7, No 2 (2021): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.547 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v7i2.5655

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah kematangan karir yang rendah atau ketidakmatangan karir di kalangan mahasiswa, kemampuan merencanakan karir masih menjadi masalah dimana kecerdasan emosional juga dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapai calon sarjana baru seperti kehawatiran dan ketakutan tidak mendapatkan pekerjaan, merasa kurang memiliki informasi suatu pekerjaan dan merasa tidak dapat beradaptasi dengan suatu pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kematangan karier pada mahasiswa semester akhir Fakultas Psikologi Universitas X di Yogyakarta. Adapun metode penelitian menggunakan kuantitatif dan metode pengambilan sampel yang dipakai penelitian ini adalah teknik simple random sampling. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas X Yogyakarta. Jumlah mahasiswa semester akhir berjumlah 158 orang, sehingga jumlah sampel total penelitian 61 orang atau 71,5% dari jumlah populasi. Hasil dari penelitian ini nilai koefisien korelasi diperoleh r = 0,159  dengan nilai p = 0,000. Nilai signifikansi sebesar 0,000 menunjukan signifikansi pada taraf 1% (p = 0,01) artinya p<0,01. Hal ini menunjukan adanya korelasi yang sangat signifikan antara kecerdasan emosional dengan kematangan karir pada mahasiswa tingkat semester akhir Univeristas X di Yogyakarta. Hal ini berarti dengan dimilikinya kecerdasan emosional yang tinggi maka akan diikuti dengan dimilikinya kematangan karir yang tinggi juga. Begitu pula sebaliknya, dengan dimilikinya kecerdasan emosional yang rendah juga akan diikuti dengan kematangan karir yang rendah pula.____________________________________________________________________The background of this research is low career maturity or career immaturity among students, the ability to plan a career is still a problem where emotional intelligence is also needed to overcome the problems faced by prospective new graduates such as worries and fears of not getting a job, feeling lack of information. a job and feel unable to adapt to a job. The purpose of this study was to determine the relationship between emotional intelligence and career maturity in final semester students of the Faculty of Psychology, University X in Yogyakarta. The research method uses quantitative and the sampling method used in this study is a simple random sampling technique. The population of this study were final year students of the Faculty of Psychology, University X Yogyakarta. The number of final semester students amounted to 158 people, so the total sample of the study was 61 people or 71.5% of the total population. The results of this study obtained the value of the correlation coefficient r = 0.159 with a value of p = 0.000. A significance value of 0.000 indicates a significance level of 1% (p = 0.01) meaning p <0.01. This shows that there is a very significant correlation between emotional intelligence and career maturity in final semester students of University X in Yogyakarta. This means that having high emotional intelligence will be followed by having high career maturity as well. Vice versa, having low emotional intelligence will also be followed by low career maturity as well.
LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN GESTALT UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA INTROVERT PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 MARTAPURA Pri Agung Warjono; Sultani Sultani; Laelatul Anisah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.232 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v6i1.2173

Abstract

Pada observasi awal di SMP Negeri 2 Martapura ditemukan siswa yang mempunyai sikap kepercayaan diri rendah, seperti siswa takut maju kedepan untuk menjawab soal karena teman dikelasnya suka mengejek tulisan siswa membuat siswa tersebut takut mengeluarkan pendapat dan bertanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan rasa percaya diri siswa introvert melalui layanan konseling individual dengan pendekatan gestalt pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Martapura. Penelitian ini menggunakan metode eskperimen dengan singel subject design.subjek penelitian sebanyak 3 siswa yang memiliki rasa kepercayaan diri rendah. Teknik pengumpulan data dengan skala percaya diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percaya diri pada siswa introvert di kelas VII di SMP Negeri 2 Martapura dalam hasil analisis data dengan Wilcoxon dengan nilai sig 0,109 maka dengan demikian maka analisis tersebut ditolak karena pada dasarnya pengambilan Wilcoxon adalah > 0,05 jika hasilnya lebih besar pada hasil yang sudah ditentukan maka (Ho) ditolak ditolak maka dapat dikatakan jika sampel 3 siswa dapat mempengaruhi hasil signifikan terhadap kepercayaan diri siswa dalam memberikan layanan konseling individual dengan pendekatan gestalt.Saran yang diberikan : kepada guru bimbingan konseling hal menarik dalam siswa agar siswa tertarik menceritakan permasalah mengalami kesulitan dalam kehidupannya, agar siswa berani memiliki sikap, perilaku, dan kepribadian yang positif. Kepada peneliti selanjutnya agar menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya._________________________________________________________ In the initial observation at SMP Negeri 2 Martapura, students who had low self-confidence attitudes were found, as students were afraid to come forward to answer questions because their classmates like to mock students' writing making them afraid to express their opinions and ask questions. The purpose of this study was to determine the increase in self-confidence of introverted students through individual counseling services with a gestalt approach in class VII students at SMP Negeri 2 Martapura. This study used the experimental method with single subject design. The research subjects were 3 students who had low self-esteem. Techniques for collecting data with a scale of confidence.The results showed that confidence in introverted students in class VII in SMP Negeri 2 Martapura in the results of data analysis with Wilcoxon with a sig value of 0.109 so that the analysis was rejected because basically taking Wilcoxon is> 0.05 if the results are greater on the results which has been determined then (Ho) is rejected rejected so it can be said if the sample of 3 students can influence the significant results on students' confidence in providing individual counseling services with a gestalt approach.
EFEKTIVITAS KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF SISWA KELAS VII B DI SMP NEGERI 4 ALALAK BARITO KUALA Putri Mawarni; Sultani Sultani; Laelatul Anisah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.734 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v5i3.2271

Abstract

Perilaku agresif dipicu ketika seseorang mengalami suatu hal dalam kondisi tertentu, seperti yang seringkali terlihat munculnya perasaan emosi, dan rasa marah. Dalam menangani perilaku agresif pada siswa sangatlah diperlukan adanya peran dari guru BK melalui layanan yang ada dalam bidang bimbingan dan konseling. Tujuan utama dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana efektivitas konseling individual dengan CBT untuk mengurangi tingkat perilaku agresif siswa di SMP Negeri 4 Alalak Barito Kuala.  Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental design yaitu single subject design (SSD). Adapun hasil kondisi awal ditemukan 3 siswa dengan skor perilaku agresif tinggi. Hasil akhir setelah diberikan layanan 3 siswa mengalami penurunan skor. Dari perhitungan uji wilcoxon nilai sig <0.05 maka berhubungan dengan nilai  untuk nilai -1.604  = .109. berdasarkan hasil penghitungan uji Wilcoxon menggunakan SPSS versi  25 maka di peroleh  untuk nilai zig .109 jadi  sebesar -1.604. hasil diatas menunjukan nilai Asymp.Sig sebesar 0,109 > 0,05 dengan demikian dapat dikatakan bahwa analisis tersebut ditolak yang berarti Ha diterima dan Ho di tolak, maka dapat dikatakan penggunaan sampel dengan 3 siswa dapat mempengaruhi hasil signifikansi terhadap penurunan perilaku agresif pada siswa.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF YANG TERJADI PADA ANGGOTA KOMUNITAS VANSHEAD KENDAL Ahmad Fahmi Rijal; laelatul anisah; Mochamad Widjanarko
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.929 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan kepercayaan diri dengan perilaku konsumtif yang terjadi pada anggota komunitas Vanshead Kendal, hubungan antara konformitas dan perilaku konsumtif, hubungan antara kepercayaan diri dan perilaku konsumtif, dan besarnya sumbangan efektif konformitas dan kepercayaan diri terhadap perilaku konsumtif. Subjek penelitian berjumlah 63 orang anggota komunitas Vanshead Kendal yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku konsumtif, konformitas, dan kepercayaan diri. Hasil pengujian dengan menggunakan analisis regresi dua predictor menunjukkan Rx1x2y = 0,361 dengan F = 4,496 dan p = 0,000 (p<0,01). Artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara konformitas dan kepercayaan diri dengan perilaku konsumtif. Hipotesis minor satu dan dua diuji menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil uji hipotesis minor satu menunjukkan adanya hubungan positif antara konformitas dengan perilaku konsumtif, dimana nilai rx1y = 0,346 dan p = 0,000 (p<0,01). Pada uji hipotesis minor dua  menunjukkan adanya hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan perilaku konsutif, dimana nilai rx2y = -0,183 dan p = 0,000 (p<0,01). Penelitian ini juga menunjukkan nilai R square konformitas dan kepercayaan diri sebesar 0,130. Artinya konformitas dan kepercayaan diri mempengaruhi perilaku konsumtif yang terjadi pada anggota komunitas Vanshead Kendal sebesar 13%, sisanya 87% dipengaruhi oleh faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN ANAK PADA IBU DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KEMANDIRIAN SISWA TK IT ULUL ALBAAB WELERI Siti Lismawati; Laelatul Anisah; Mochamad Widjanarko
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.848 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5620

Abstract

Anak memiliki kelekatan dengan ibu akan memberikan efek rasa aman walaupun figure lekat (ibu) tidak tampak dalam pandangan anak. Dengan demikian anak yang memiliki kelekatan yang aman dengan ibu akan menunjukkan perilaku positif seperti mandiri dan memiliki kepercayaan diri serta memiliki hubungan baik dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan anak pada Ibu dan kepercayaan diri dengan kemandirian siswa TK IT Ulul Albaab Weleri. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini ada tiga yakni: hipotesis mayor menunjukan adanya hubungan antara kelekatan anak pada Ibu dan kepercayaan diri dengan kemandirian siswa TK IT Ulul Albaab Weleri. Hipotesis minor satu menunjukan adanya hubungan positif antara kelekatan anak pada ibu dengan dengan kemandirian siswa TK IT Ulul Albaab Weleri. Sedangkan hipotesis minor dua menunjukan adanya hubungan positif antara kepercayaan diri dengan kemandirian siswa TK IT Ulul Albaab Weleri. Subjek penelitian ini adalah 60 wali murid TK IT Ulul Albaab Weleri. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil pengujian hipotesis mayor dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil Rx1,2y = 0,587 dengan F = 14,986 dan p = 0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kelekatan anak pada ibu, kepercayaan diri dengan kemandirian  pada siswa di TK IT Ulul Albaab Weleri. Variabel kelekatan ada pada kategori tinggi dengan prosentase 13% sebanyak 8 anak dan kepercayaan diri ada pada kategori tinggi dengan prosentase 15 % sebanyak 15 anak. Variabel kemandirian memiliki kategori tinggi dengan prosentase 10 % sebanyak 6 anak.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA SMP NEGERI 1 PELAIHARI Laelatul Anisah; Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.417 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v6i3.3771

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek yang bisa mengantarkan siswa sukses dalam proses pembelajaran. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, siswa mampu mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Mengingat kepercayaan diri sangat penting bagi seorang siswa, maka guru bimbingan dan konseling atau konselor di sekolah menyediakan berbagai layanan bimbingan dan konseling agar dapat membantu siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri, salah satu layanan yang dapat diberikan adalah bimbingan kelompok dengan teknik modelling.Penelitian ini mempunyai tujuan antara lain: (1) mengetahui gambaran kepercayaan diri di SMP Negeri 1 Pelaihari, (2) mengetahui gambaran kepercayaan diri sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan kelompok dengan teknik modelling pada siswa SMP Negeri 1 Pelaihari, (3) mengetahui kepercayaan diri siswa SMP Negeri 1 Pelaihari dapat diatasi melalui bimbingan kelompok dengan teknik modelling.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental (non parametris). Penelitian ini termasuk jenis quasi-eksperimental design, dengan menggunakan one group pretest and posttest design. Dengan metode one group pretest and posttest design berarti sampel diberikan tes sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan tertentu, sehingga subyek dikenakan dua kali pengukuran.Hasil penelitian ini adalah (1) Kepercayaan diri siswa sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling sebesar 101 termasuk dalam kategori rendah dan setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling sebesar 197 termasuk dalam kategori tinggi, (2) Peningkatan kepercayaan diri siswa sebelum dan setelah mendapatkan treatment berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling sebesar 96, (3) Hasil perhitungan pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa t hitung (18,569) > t tabel (0,703), jadi Ho (Hipotesis Nol ditolak) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kepercayaan diri siswa antara sebelum dan sesudah dilaksanakan bimbingan kelompok dengan teknik modelling.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN AKTUALISASI DIRI DENGAN RESILIENSI MAHASISWA UNIVERSITAS SELAMAT SRI KENDAL YANG BEKERJA Mujidah Mujidah; Laelatul Anisah; Mochamad Widjanarko
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.275 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan aktualisasi diri dengan resiliensi mahasiswa Universitas Selamat Sri Kendal yang bekerja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ada tiga yakni : hipotesis mayor menunjukkan adanya hubungan antara konsep diri dan aktualisasi diri dengan resiliensi mahasiswa Universitas Selamat Sri Kendal yang bekerja.Hipotesis minor pertama menunjukkan adanya hubungan antara konsep diri dengan resiliensi mahasiswa Universitas Selamat Sri Kendal yang bekerja. Hipotesis minor kedua menunjukkan adanya hubungan antara aktualisasi diri dengan resiliensi mahasiswa Universitas Selamat Sri Kendal yang bekerja. Subjek dalama penelitian ini adalah 50 mahasiswa Universitas Selamat Sri Kendal yang bekerja. Penelitian ini menggunakan teknik aksidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala resiliensi, konsep diri dan aktualisasi diri. Hasil pengujian hipotesis mayor dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil Rx1,x2,y = 0,751 dengan F = 30,480 dan p = 0,000 (p< 0,01).Hal tersebut menunjukkan adanya  hubungan yang sangat signifikan antara konsep diri, aktualisasi diri dengan resiliensi mahasiswa yang bekerja. Sedangkan hasil pengujian hipotesis minor menggunakan metode analisis data dengan teknik korelasi product moment. Berdasarkan analisis pada hipotesis minor satu menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dengan resiliensi mahasiswa yang bekerja, ditunjukkan dengan nilai rx1,y= 0,617 dan p=0,000 (p<0,01). Pada uji hipotesis minor dua menunjukkan adanya hubungan positif antara aktualisasi diri dengan resiliensi mahasiswa yang bekerja, ditunjukkan dengan nilai rx2,y= 0, 327 dan p = 0,006 (p<0,01).