Articles
Peningkatan Kapasitas Terapi Berhenti Merokok Bagi Tenaga Kesehatan Melalui Hypnoteraphy Di Puskesmas
Tohari, Sabit;
Anisah, Laelatul
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): September
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.65 KB)
|
DOI: 10.31100/matappa.v1i2.130
Tujuan dari kegiatan ini yaitu (1) melatih para tenaga medis dapat berhenti merokok melalui hypnoterapy, (2) meningkatkan potensi yang ada dalam diri tenaga medis. Subjek dalam kegiatan ini adalah tenaga medis di Pukesmas dan relawan berhenti merokok. Metode kegiatan yang dilakukan dengan pelatihan yaitu dengan memberikan pengenalan mengenai hypnoteraphy kemudian melakukan simulasi mengenai hypnoteraphy yang difokuskan untuk mengurangi merokok. Adapun tahapan dari hypnotreraphy yaitu pre induction, induction, deeping, sugestion, termination, post hipotic, normal. Hasil kegiatan pelatihan ini peserta yaitu melatih para tenaga medis dalam menanggulangi berhenti merokok dan meningkatkan potensi yang ada dalam diri para peserta kegiatan yaitu tenaga medis. Saran dalam kegiatan ini yaitu (1) perlunya waktu kegiatan yang lebih lama agar dalam melaksanakan simulasi, (2) perlunya tindak lanjut berkenaan dengan hypnoteraphy di puskesmas agar biasa diterapkan dan termonitoring sehingga keterampilannya dapat meningkat sesuai dengan jam terbang yang sudah dimiliki, (3) perlunya kegiatan lanjutan berkenaan dengan hypnoteraphy karena pelatihan baru sampai di dasar hypnoteraphy belum sampai teknik
Peningkatan Kapasitas Terapi Berhenti Merokok Bagi Tenaga Kesehatan Melalui Hypnoteraphy Di Puskesmas
Tohari, Sabit;
Anisah, Laelatul
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): September
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/matappa.v1i2.130
Tujuan dari kegiatan ini yaitu (1) melatih para tenaga medis dapat berhenti merokok melalui hypnoterapy, (2) meningkatkan potensi yang ada dalam diri tenaga medis. Subjek dalam kegiatan ini adalah tenaga medis di Pukesmas dan relawan berhenti merokok. Metode kegiatan yang dilakukan dengan pelatihan yaitu dengan memberikan pengenalan mengenai hypnoteraphy kemudian melakukan simulasi mengenai hypnoteraphy yang difokuskan untuk mengurangi merokok. Adapun tahapan dari hypnotreraphy yaitu pre induction, induction, deeping, sugestion, termination, post hipotic, normal. Hasil kegiatan pelatihan ini peserta yaitu melatih para tenaga medis dalam menanggulangi berhenti merokok dan meningkatkan potensi yang ada dalam diri para peserta kegiatan yaitu tenaga medis. Saran dalam kegiatan ini yaitu (1) perlunya waktu kegiatan yang lebih lama agar dalam melaksanakan simulasi, (2) perlunya tindak lanjut berkenaan dengan hypnoteraphy di puskesmas agar biasa diterapkan dan termonitoring sehingga keterampilannya dapat meningkat sesuai dengan jam terbang yang sudah dimiliki, (3) perlunya kegiatan lanjutan berkenaan dengan hypnoteraphy karena pelatihan baru sampai di dasar hypnoteraphy belum sampai teknik
Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam Menurunkan Social Anxiety Disorder (SAD) dan Obsessive Compulsive Disorder (OCD) Pada Remaja
Sri Ayatina Hayati;
Sabit Tohari
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 1 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/bocp.v4i2.163
Terapi perilaku kognitif adalah pendekatan terapi yang berfokus pada aspek kognitif masalah dan gangguan kecemasan perilaku. Dalam upaya memberikan layanan terapi perilaku kognitif untuk mengurangi gangguan kecemasan sosial dan gangguan obsesif kompulsif pada remaja yang memperhatikan konteks waktu dan aplikatif khususnya di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif eksperimental. Penelitian ini memiliki rancangan eksperimen kasus tunggal, berupa rancangan eksperimen A-B-A. tugas peneliti adalah memastikan bahwa perubahan yang terjadi pada perilaku subjek harus merupakan akibat dari suatu kewajiban berupa intervensi menggunakan CBT, dan bukan disebabkan oleh sumber lain (variabel asing).
Peningkatan Kapasitas Terapi Berhenti Merokok Bagi Tenaga Kesehatan Melalui Hypnoteraphy di Puskesmas
Sabit - Tohari;
Laelatul Anisah
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.746 KB)
|
DOI: 10.24176/mjlm.v1i1.3110
The benefits of this activity are (1) training medical personnel in overcoming smoking cessation, (2) increasing the potential that exists in medical personnel. The subjects in this activity were medical staff at the Pukesmas and volunteers stopped smoking. The results of this activity are orphanage students improve communication, deepen the potential within themselves and be able to make decisions according to their abilities. In this activity received a positive response from the participants. Not only is the occurrence of public trust regarding the counseling profession.
PELATIHAN KETERAMPILAN MINDFUL PARENTING TERHADAP POLA PENGASUHAN ANAK USIA DINI DI TK ISLAM RAUDHATUL JANNAH
Aminah Aminah;
Ainun Heiriyah;
Sabit Tohari;
Mahfuz Mahfuz
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.95 KB)
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.3934
Tumbuh kembang pada anak usia dini sangat penting untuk diketahui oleh orang tua.Mindful parenting merupakan salah satu cara pola pengasuhan terhadap anak usia dinidimana orang tua mampu menghargai tindakan dan pendapat anak, mampu menjalankanhubungan yang harmonis kepada anak dan mampu melaksanakan peran sebagai orangtua. Penyebab munculnya masalah bagi orang tua di seputar pengasuhan anakdiantaranya adalah atribusi negatif orangtua terhadap perilaku anak, kontrol kemarahanyang rendah pada orangtua, dan kurangnya pengetahuan orang tua tentang pengasuhananak sehingga mereka mengalami kesulitan dan berdampak pada hubungan orang tuadengan anak. Pada dasarnya kepribadian anak terbentuk dari bagaimana pola asuh yangdilakukan oleh orangtuanya. Namun sayangnya banyak orangtua yang tidak menyadarihal tersebut. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra disebabkan karena kurangnyapemahaman orang tua tentang keterampilan yang diperlukan dalam pola asuh anak usiadini dan kurangnya keterampilan orang tua dalam pengasuhan anak dengan mindfulparenting. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampumemberikan wawasan dan pengetahuan para orang tua (ibu) tentang keterampilanmindful parenting yang diperlukan dalam pola asuh anak usia dini sehingga orang tuadapat membangun komunikasi yang efektif untuk menciptakan pengasuhan positif.Metode yang digunakan adalah dengan memberikan materi, pelatihan, dan evaluasi.Hasil dari kegiatan ini secara umum gambaran keterampilan Mindful Parenting orangtuasiswa sebelum dilaksanakan pelatihan berada pada kategori rendah dengan perolehrata-rata 13.13, setelah dilakukan pelatihan Mindful Parenting secara umum gambaranketerampilan orangtua siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata 23.26 yangtermasuk dalam kategori sedang.
Studi Perbandingan Tingkat Resiliensi Pengguna Narkoba Ditinjau Berdasarkan Tingkat Usia
Farial Farial;
Eka Sri Handayani;
Sabit Tohari
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36835/jcbkp.v3i1.818
The various problems and difficulties faced by prisoners are challenges that must be faced in serving a sentence. Efforts in overcoming changes and challenges faced by prisoners are closely related to resilience. Resilience is the ability of individuals to deal with conditions of difficulty or suffering (Connor & Davidson, 2003). Quantitative research methods in this study use comparative research. According to Silalahi Ulber (2005) comparative research is research that compares two or more symptoms. Comparative research can be in the form of descriptive comparative (descriptive comparative) or correlative comparative (correlation comparative). In this study, researchers wanted to compare the level of drug user resilience reviewed based on the age level of women fostered citizens in Lapas II A Martapura. Research Results Respondents used in this study were 110 Former Citizens of Former Drug Users in Class II A Women's Prison in Martapura, with details as follows from 110 assisted residents, as many as 36 (32.7%) are inmates aged 40 - 65 years, and 74 (67.3%) are inmates under the age of 40 years. Based on data analysis that has been done using Pearson Product Moment analysis, obtained a coefficient (r) of 0.195 with a significance value (p) of 0.041 <0.05, this shows that there is a positive relationship between age and resilience ability. From the results of data analysis, the coefficient of variable determination (r2) was 0.038 (3.8%). This shows that the effect of age on increasing resilience ability is 3.8%, and the remaining 96.2% is influenced by other factors. Keywords: Resilience, Drug Users, Assisted Residents
PELATIHAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS BAGI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TINGKAT SMP UNTUK MEMBANTU MENGURANGI KECEMASAN SISWA DI LINGKUNGAN LAHAN RAWA KABUPATEN BARITO KUALA
Ainun Heiriyah;
Sri Ayatina Hayati;
Sabit Tohari
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 1 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i1.7412
Setiap siswa juga pasti pernah merasa cemas, dan hal yang dirasakan ini adalah hal yang normal, jika dialami apabila sedang dirundung masalah. Dalam upaya untuk mengetahui apakah siswa mengalami kecemasan atau tidak, diperlukan penelaahan yang seksama dengan cara mengenai gejala beserta faktor yang melatarbelakangi kecemasnnya. Guru BK di haruskan menguasai model teknik konseling tertentu untuk dapat menangani dan menurunkan tingkat kecemasan yang dialami siswa. Permasalahan mitra yang dalam kegiatan pengabdian ini dirinci sebagai berikut: (1) Kurangnya wawasan guru BK dalam teknik konseling desensitisasi sistematis secara mutlak untuk membantu mengurangi kecemasan siswa; (2) Kurangnya kemampuan guru BK dalam melakukan teknik desensitisasi sistematis dalam proses konseling secara penuh untuk membantu mengurangi kecemasan siswa. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam kegiatan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 38 orang guru BK Kab. Batola dengan 24 instansi yang berbeda. Hasil kegiatan pelatihan Teknik Desensitisasi Sistematis benar dapat membantu Guru BK (MGBK) Kab. Batola dalam mengurangi Kecemasan Siswa terjadi peningkatan tingkat Keterampilan Teknik Desensitisasi Sistematis menjadi tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis pretest kategori tinggi terdapat 4 orang guru BK dengan skor 16. Kategori sedang terdapat 28 orang guru BK dengan skor 8 hingga 13. Kategori rendah terdapat 6 orang guru BK dengan skor 4 hingga 6. Dan Hasil analisis post test kategori tinggi terdapat 16 orang guru BK dengan skor 15 hingga 16. Kategori sedang terdapat 19 orang guru BK dengan skor 12 hingga 14. Kategori rendah terdapat 3 orang guru BK dengan skor 8 hingga 11.Kata kunci : Desensitisasi sistematis, kecemasan
Implementasi Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengatasi Perilaku Perundungan Pada Remaja Awal (12-15 tahun)
Sabit Tohari;
Muhammad Eka Prasetia;
Sri Ayatina Hayati
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56013/jcbkp.v6i1.2031
Today’s young generation is not fully able to fulfil the aspects of the ideal character needed to sustain the progress and success of a nation in the future. Strawberry Generation represents strawberries that are beautiful but easily brittle and crumble when stepped on. The emergence of Strawberry Generation is influenced by several factors, one of which is parenting in educating and raising their children. Researchers are interested in studying more about the skills of parents in educating children today. The use of phenomenological methods as an effort to describe and reveal how the skills of parents in educating children today and how behavioural changes that occur as a result of parenting to the parable of the term often referred to as generation Z, namely strawberry generation. The results of this study found that the skills of parents in educating children who have the potential to grow them to be part of the strawberry generation, including overprotective parenting, authoritarian parenting, lack of appreciation and communication. Solutions to minimize children becoming Strawberry Generation include: 1) mental build; 2) give confidence to children to carry out responsibilities that can make them learn and upgrade themselves, so that children feel they contribute and feel valuable; 3) attachment between parents and children; 4) train children to make decisions; 5) always understand the the child’s condition; 6) instilling a growth mindset. Keywords: Counseling Teacher Strategy, Bullying behavior
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Masyarakat Desa Tunggul Irang Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar
Noorhidayah Noorhidayah;
Elsi Setiandari Lely Octaviana;
Ari Widyarni;
Khairul Anam;
Parman Komarudin;
Sabit Tohari
AKM Vol 4 No 1 (2023): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/akm.v4i1.740
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan pada bidang kesehatan mengenai upaya penerapan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bertujuan untuk memberikan edukasi dan penerapan dalam menjaga kesehatan serta pendekatan kepada masyarakat. Pada proses pelaksanaan penyuluhan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab serta menampilkan video mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil evaluasi yang dilakukan kepada masyarakat yaitu mereka sangat antusias dan berpartisipasi dalam mengikuti rangkaian kegiatan penyuluhan, Disamping itu juga menumbuhkan kreativitas serta motivasi dalam diri masyarakat dalam menjaga dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menjaga kesehatan masing-masing anggota masyarakat
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN HOME REMEDIES UNTUK MENGURANGI MASALAH KESEHATAN MENTAL
Nily Su'aida;
Yulistia Budianti Soemarie;
Karina Erlianti;
Sabit Tohari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15884
Abstrak: Masalah kesehatan mental merupakan salah satu permasalahan kesehatan nasional yang masuk dalam prioritas program kesehatan nasional. Fakta menjukkan bahwa 1 dari 3 remaja dengan usia 10-19 tahun di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. MAN 2 Model Banjarmasin merupakan salah satu sekolah percontohan dengan berbagai kegiatan akademik yang diantaranya dapat menjadi faktor pencetus terjadinya gangguan kesehatan mental seperti academic stress dan bullying. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan mental serta memberikan pelatihan pembuatan home remedies sebagai terapi sederhana untuk membantu mengurangi masalah kesehatan mental. Mitra pada pengadian ini yaitu siswa kelas X MAN 2 Model Banjarmasin berjumlah 37 siswa. Metode yang digunakan yaitu pemberian penyuluhan, hipnomotivasi, diikuti dengan pelatihan pembuatan home remedies. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini yaitu mitra mendapatkan ilmu pengetahuan terkait kesehatan mental yang ditunjukkan dari peningkatkan rata-rata nilai pre-test dan post-test sebesar 33% serta keterampilan dalam pembuatan home remedies yang dapat digunakan untuk terapi alternatif dalam mengurangi masalah kesehatan mental.Abstract: Mental health disorders are national health problems that are included in the priorities of the national health program. It is reported that one in three adolescents aged 10-19 in Indonesia experience mental health disorders. It is known that school is a risk factor for mental health disorders. MAN 2 Model Banjarmasin is a school with various academic activities that can trigger mental health disorders such as academic stress and bullying. The implementation of this community service activity (PKM) aims to provide education related to the importance of maintaining mental health and training in making home remedies as a simple therapy to help reduce mental health problems. A total of 37 students from the MAN 2 Model Banjarmasin participated in this public service. The methods used were counseling and hypnomotivation followed by training in making home remedies. The results obtained from this PKM are that partners gain knowledge related to mental health, as shown by an increase in the average pre-test and post-test scores by 33%, and skills in making home remedies that can be used for alternative therapy in reducing mental health problems.