Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

GEOKIMIA FLUIDA PANAS BUMI DAERAH PEKASIRAN DAN SEKITARNYA, DIENG, KECAMATAN BATUR, KABUPATEN BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA: - Dzaky Sotha; Fajar - Hendrasto; Untung Sumotarto; Wahyu Robiul Ashari; Mira Meirawaty
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i`3.14395

Abstract

Energi Panas bumi merupakan sumber daya alam berupa air panas atau uap yang terbentuk di dalamreservoir bumi melalui pemanasan air bawah permukaan oleh batuan panas. Hal ini mendorong Timpenulis untuk memahami sistem panas bumi yang berkembang di Desa Pekasiran dan sekitarnya,Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Terdapat enam lokasi pengambilansampel air, serta dilakukannya analisis geokimia air. Dari hasil analisis geothermometer air diperolehhasil bahwa air pada lapanngan penelitian tidak dapat digunakan untuk menentukan temperaturreservoir karena termasuk kedalam immature water, yang berarti telah banyak mengalami pencampurandan belum lama terpanaskan. Berdasarkan analisis geoindikator menunjukkan adanya zona upflow yangberada di Desa Gerlang dan Kawah Candradimuka sedangkan zona outflow berarah ke barat laut beradadi sekitar Kawah Sileri
ANALISIS MINERAL ALTERASI UNTUK MENGETAHUI SISTEM PANASBUMI DAERAH PEKASIRAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BATUR, KABUPATEN BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA TENGAH: - Wahyu Robiul Ashari; Fajar - Hendrasto; Untung Sumotarto; Dzaky Sotha; Mira Meirawaty; Budi Wijaya
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 11 No. 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v11i3.14399

Abstract

Alterasi hidrotermal adalah perubahan mineralogi akibat interaksi antara batuan dengan fluida air panas, disebut fluida hidrotermal (hydrothermal fluids). Fluida-fluida ini membawa unsur-unsur logam (metal) dalam larutan, baik dari sumber batuan beku dekat ataupun dari peluruhan sejumlah batuan di sekitarnya. Lokasi penelitian di Daerah Pekasiran dan sekitarnya, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, menjadi lokasi panasbumi yang baik untuk diteliti mineral alterasi yang terbentuk di permukaan sehingga dapat mengetahui sistem panasbumi yang terbentuk. Zona Pegunungan Serayu Utara, bagian dari orogen sunda, yang dikontrol oleh subduksi lempeng India-Australia ke bawah lempeng Eurasia yang menghasilkan rantai volkanik Kuarter berarah baratlaut-tenggara dan batuan penyusunnya adalah batuan gunungapi berupa endapan lava dan piroklastik. Metode dalam penelitian ini dengan melakukan pemetaan geologi dan mengambil sampel batuan alterasi. Selanjutnya dilakukan analisis laboratorium petrografi dan X-Ray Diffraction untuk mengetahui tekstur dan himpunan mineral yang terbentuk, sehingga dapat diinterpretasikan zona alterasi yang berkembang pada daerah Pekasiran dan sekitarnya. Zona alterasi yang terbentuk di permukaan yaitu zona alterasi argilik lanjut dengan temperatur diperkirakan antara 160 – 310 °C dengan pH rendah <4, zona alterasi argilik dengan temperatur diperkirakan 210-300 °C dengan pH sedang 4-5 dan propilitik dengan temperatur diperkirakan 210-300°C dengan pH mendekati netral sampai alkalin.
Alat Pengering Bertenaga Panasbumi Di Daerah Cogreg-Bogor Fajar Hendrasto; Untung Sumotarto; Mira Meirawaty; Eko Widianto; Wahyu Robiul; Dzaky Sotha
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v4i2.14390

Abstract

Daerah Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor memiliki potensi panas bumi cukup besar. Meskipun belum dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan tenaga listrik, energi panas bumi telah dimanfaatkan secara tradisional antara lain untuk pemandian air panas. Masyarakat setempat memiliki produk pertanian, perkebunan serta mampu memanfaatkan endapan mata air panas karena kandungan mineral sulfur antara lain untuk obat kulit. Sebuah alat pengering telah dirancang-bangun untuk membantu masyarakat daerah Cogreg, Bogor yang dapat digunakan untuk proses pengeringan hasil pertanian, perkebunan, maupun pengeringan endapan sulfur menjadi tepung bahan obat kulit. Pada alat ini energi panas diserap dan dialirkan ke ruang pengering sederhana yang dapat dibuat duplikat oleh masyarakat setempat. Sebagai bentuk dari pengabdian masyarakat telah dilakukan percontohan operasi alat untuk pengeringan endapan surfur menjadi bahan obat kulit.
PENENTUAN TOP RESERVOIR PANAS BUMI DAERAH TULEHU BERDASARKAN PEMODELAN 3D MENGGUNAKAN DATA GEOKIMIA, LOG PADA SUMUR X DAN INTERPRETASI DATA MAGNETOTELLURIK (MT): DETERMINATION OF TOP GEOTHERMAL RESERVOIR OF TULEHU AREA WITH IDENTIFICATION OF MINERALS IN WELL X BASED ON LOG DATA AND COMPLIANCE WITH MAGNETOTELLURIC DATA (MT) Thoriq Muzakki yudistian; Fajar Hendrasto; Yudistian Yunis
Journal of Geoscience Engineering & Energy (JOGEE) VOLUME 4, NOMOR 1, FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jogee.v4i1.13350

Abstract

Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Tulehu yang merupakan penugasan pemerintah kepada PLN menjadi objek penulisan penelitian ini. WKP Tulehu terletak di Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Maksud dari penelitian adalah untuk mengaplikasikan interpretasi data geofisika magnetotellurik untuk menentukan bagian atas zona reservoir (top reservoir) pada kegiatan eksplorasi dan produksi panasbumi, Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkonfirmasi suatu model konseptual panasbumi dengan hasil korelasi dari data magnetotellurik dan data sumur. Data yang dihasilkan merupakan hasil pengolahan data 3D menggunakan software Leapfrog Geothermal untuk mengetahui lebih lanjut pada sistem geothermal yang berada di daerah Tulehu. Berdasarkan hasil interpretasi dan pemodelan dapat disimpulkan bahwa top reservoir berdasarkan atas nilai resistivity nya, karena top reservoir mengandung konduktivitas yang tinggi maka saat di konversikan kedalam resistivitas maka berada pada nilai resistivity yang rendah, yang terletak pada kedalaman relatif 700 – 1000m.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS REKAHAN DENGAN STRUKTUR GEOLOGI DAERAH CIPANAS, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN Evan Reystephen Sammuel; Fajar Hendrasto; Ramadhan Adhitama
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterdapatan suatu segmen sesar memiliki kaitan dengan jumlah rekahan yang terbentuk pada zona sesar tersebut. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut hubungan dari intensitas kekar terhadap keberadaan struktur geologi. Daerah penelitian memiliki lokasi didaerah Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Daerah penelitian dipilih karena adanya interpretasi keberadaan struktur geologi berdasarkan peta geologi regional lembar leuwidamar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan intensitas rekahan dengan kehadiran daripada struktur geologi yang berperan pada lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan pemetaan geologi dan pengukuran kekar di lapangan dengan menggunakan metode scanline linear yang mana didukung dengan bantuan data intensitas kelurusan melalui citra satelit. Pengolahan data struktur geologi dibantu dengan metode strereografi untuk mengetahui jenis sesar yang berperan pada daerah penelitian. Dimana hubungan diketahui bahwa intensitas kekar yang banyak terdapat pada daerah sekitar segmen sesar, intensitas rekahan tertinggi terdapat di wilayah fault intersection. Kata-kata kunci: Cipanas, Fault Intersection,Intensitas Rekahan, Scanline Linear Abstract The density of a fault segment is related to the number of fractures formed in the fault zone. Based on this, researchers are interested in finding out more about the relationship of muscular intensity to the presence of geological structures. The research area has a location in the area of ​​Cipanas, Lebak Regency, Banten Province. The research area was chosen because of the interpretation of the existence of geological structures based on regional geology maps of the leuwidamar sheet. This study was conducted to determine the relationship between fracture intensity and the presence of geological structures that play a role in the study site. Data collection is carried out by geological mapping and muscular measurements in the field using the linear scanline method which is supported with the help of straightness intensity data through satellite imagery. Geological structure data processing is assisted by the method of strereography to determine the type of fault that plays a role in the study area. Where the relationship is known that a large stocking intensity is found in the area around the fault section. The highest fracture intensity is in the fault intersection region. Keywords: Cipanas, Fault Intersection, Fracture Intensity, Scanline Linear
PEMODELAN SISTEM PANAS BUMI BERDASARKAN DATA GEOKIMIA DAN ISOTOP LAPANGAN PANAS BUMI “F” PROVINSI JAWA TIMUR Fakhmi Idzni Faza Fakhrudin; Fajar Hendrasto; Untung Sumotarto
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 3 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lapangan panas bumi “F” berada pada Kabupaten Mojokerto, Malang, dan Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Karakteristik dari geokimia dan kondisi geologi daerah penelitian menjadi tujuan dari penelitian lapangan panas bumi ini sehingga menjadi model sistem panas bumi. Pada penelitian ini dilakukan berdasarkan metode geokimia berupa air, gas, dan isotop untuk penentuan dari temperatur bawah permukaan dan zona aliran fluida yang dikaitkan dengan kondisi geologi daerah penelitian. Secara geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi 14 satuan bagian gunungapi. Sistem panas bumi termasuk ke dalam liquid dominated system high relief. Terdapat empat manifestasi pada daerah penelitian, yaitu manifestasi air hangat, fumarol, dan solfatara. Tipe dari mata air berupa air bikarbonat, berdasarkan perhitungan geothermometer air didapati temperatur berkisar antara 152.02°C-166.17°C. Sumber gas panas bumi berasal dari magmatik. Perhitungan menggunakan geothermometer gas didapati hasil temperatur berkisar 255.34°C-306.63°C. Hal tersebut menunjukkan bahwa daerah penelitian termasuk ke dalam sistem bertemperatur tinggi. Analiis dari isotop menunjukkan bahwa sumber air berasal dari air meteorik dan andesitic water. Zona upflow berada pada Puncak Welirang sedangkan zona outflow berada pada bagian barat dan baratlaut daerah penelitian. Berdasarkan model geokimia panas bui daerah penelitian, gas CO2 secara dominan membentuk pembentukan dari manifestasi air dan gas. Struktur pada daerah penelitian menjadi jalur migrasi tersingkapnya manifestasi air pada daerah penelitian. Kata-kata kunci : Geokimia, isotop, outflow, sistem panas bumi, upflow AbstractThe "F" geothermal field is in Mojokerto, Malang, and Pasuruan, East Java Province. The characteristics of the geochemical and geological conditions of the study area are the objectives of this geothermal field research so that they become models of geothermal systems. This research was carried out based on geochemical methods in the form of water, gas, and isotopes for the determination of subsurface temperatures and fluid flow zones that are associated with the geological conditions of the study area. Geomorphologically the research area is divided into 14 volcanic units. Geothermal systems are included in the high relief liquid dominated system. There are four manifestations in the study area, namely manifestations of warm water, fumaroles, and solfatara. The type of spring in the form of bicarbonate water, based on the calculation of the water geothermometer, found temperatures ranging from 152.02°C-166.17°C. The source of geothermal gas comes from magmatics. Calculations using a gas geothermometer found temperature results ranging from 255.34°C306.63°C. This shows that the study area is included in the high temperature system. Analysis of isotopes shows that the source of water comes from meteoric water and andesitic water. The upflow zone is at the Welirang Peak while the outflow zone is at the western and northwestern parts of the study area. Based on geothermal geochemical models in the study area, CO2 gas predominantly forms the formation of water and gas manifestations. The structure in the study area is the migration pathway for the manifestation of water manifestations in the study area.Keywords: Geochemistry, geothermal system, istope, outflow, upflow
ANALISIS GEOKIMIA AIR DARI MANIFESTASI PERMUKAAN PADA PROSPEK PANASBUMI FF, KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT: GEOCHEMISTRY WATER ANALYSIS FROM SURFACE MANIFESTATIONS AT FF GEOTHERMAL PROSPECT, CIANJUR REGENCY, WEST JAVA PROVINCE Faiz Fazli; Fajar Hendrasto; Budi Wijaya
Journal of Geoscience Engineering & Energy (JOGEE) VOLUME 4, NOMOR 2, AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jogee.v4i2.16068

Abstract

Lokasi penelitian prospek panasbumi FF yang terletak di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat mempunyai sumber daya panas bumi yang berpotensi cukup baik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data (sekunder) dari Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) berupa data geokimia fluida serta isotop stabil untuk menghasilkan suatu model konseptual aliran fluida pada lapangan penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan lebih detail melalui data permukaan sehingga dapat memberikan gambaran model untuk panasbumi yang terdapat di daerah FF. Terdapat dua tipe air pada daerah penelitian yaitu peripheral water pada lokasi manifestasi MG01, MG02, dan MG05 serta tipe suphate water pada lokasi manifestasi MG03, dan MG04. Pada lokasi MG01 yang terletak di bagian timurlaut daerah penelitian merupakan zona outflow, sedangkan pada lokasi sekitar puncak gunung (bagian baratdaya daerah penelitian) merupakan zona upflow. Sumber air pada daerah penelitian merupakan sea water berupa tipe immature water. The location of the observation field includes the FF geothermal prospect area, Cianjur Regency, West Java Province which has the potential of geothermal resources. This research was conducted by using secondary data from General Directorate of New Renewable Energy and Energy Conservation (EBTKE) in the form of geochemical and stable isotope data so as to produce a fluid flow conceptual model in the research field. Therefore, this study was conducted to look in more detail through surface data so that it can provide an overview for the geothermal model in the FF area. There are two types of water in the research area, namely peripheral water at the of manifestation location of MG01, MG02, and MG05 and the type of suphate water at the manifestation location of MG03, and MG04. At location MG01 which is located in the northeastern part of the research area is an outflow zone, while the location around the top of the mountain (southwestern part of the study area) is an upflow zone. The water source in the research area is sea water in the form of immature water
ANALISIS GEOKIMIA AIR DARI MANIFESTASI PERMUKAAN PADA PROSPEK PANASBUMI FF, KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT: GEOCHEMISTRY WATER ANALYSIS FROM SURFACE MANIFESTATIONS AT FF GEOTHERMAL PROSPECT, CIANJUR REGENCY, WEST JAVA PROVINCE Fazli, Faiz; Hendrasto, Fajar; Wijaya, Budi
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 4, NOMOR 2, AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jogee.v4i2.16068

Abstract

Lokasi penelitian prospek panasbumi FF yang terletak di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat mempunyai sumber daya panas bumi yang berpotensi cukup baik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data (sekunder) dari Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) berupa data geokimia fluida serta isotop stabil untuk menghasilkan suatu model konseptual aliran fluida pada lapangan penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan lebih detail melalui data permukaan sehingga dapat memberikan gambaran model untuk panasbumi yang terdapat di daerah FF. Terdapat dua tipe air pada daerah penelitian yaitu peripheral water pada lokasi manifestasi MG01, MG02, dan MG05 serta tipe suphate water pada lokasi manifestasi MG03, dan MG04. Pada lokasi MG01 yang terletak di bagian timurlaut daerah penelitian merupakan zona outflow, sedangkan pada lokasi sekitar puncak gunung (bagian baratdaya daerah penelitian) merupakan zona upflow. Sumber air pada daerah penelitian merupakan sea water berupa tipe immature water. The location of the observation field includes the FF geothermal prospect area, Cianjur Regency, West Java Province which has the potential of geothermal resources. This research was conducted by using secondary data from General Directorate of New Renewable Energy and Energy Conservation (EBTKE) in the form of geochemical and stable isotope data so as to produce a fluid flow conceptual model in the research field. Therefore, this study was conducted to look in more detail through surface data so that it can provide an overview for the geothermal model in the FF area. There are two types of water in the research area, namely peripheral water at the of manifestation location of MG01, MG02, and MG05 and the type of suphate water at the manifestation location of MG03, and MG04. At location MG01 which is located in the northeastern part of the research area is an outflow zone, while the location around the top of the mountain (southwestern part of the study area) is an upflow zone. The water source in the research area is sea water in the form of immature water
KARAKTERISASI SIFAT FISIK AIRTANAH PADA SUMUR GALI KECAMATAN JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN, DKI JAKARTA : GROUNDWATER PHYSICAL PROPERTIES CHARACTERIZATION AT THE DUG WELLS IN JAGAKARSA SUBDISTRICT, SOUTH JAKARTA, DKI JAKARTA Mahabbatan, Raizar; Amri, Muhammad Adimas; Hendrasto, Fajar
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 5, NOMOR 2, AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/m9bhz934

Abstract

Kecamatan Jagakarsa akan mengalami penurunan ketersediaan air tanah hingga tahun 2030 akibat pemanfaatan oleh masyarakatnya yang menggunakan air tanah secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah yang menerima masukan air dari air sungai sehingga dapat dilakukan tindakan terhadap pemakaian air tanah pada daerah penelitian. Untuk mengetahui daerah yang menerima masukan air dari air sungai, penelitian ini metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pengukuran tinggi muka air tanah dan air sungai, mengukur sifat fisik air tanah dan pembuatan peta sebaran MAT. Tahap selanjutnya melakukan interpretasi pada daerah yang memasukkan air sungai ke dalam aliran air tanah. Jagakarsa district will experience a decrease in the availability of ground water until 2030 due to the uses by its people who use groundwater excessively. This study aims to determine the areas that receive water input from river water so that actions can be taken on the uses of groundwater in the research area. To find out the areas that receive water input from river, this research uses the method of measuring groundwater and river water levels, measuring the physical properties of groundwater and making groundwater table stream distribution.
PEMANFAATAN ISOTOP LINGKUNGAN DI DAERAH CEKUNGAN AIRTANAH BANDUNG Hendrasto, Fajar; Sunarwan, Bambang
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 14, No 2 (2013): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v14i2.422

Abstract

Hal yang dilakukan dalam survey Survey untuk melakukan delineasi daerah resapan adalah: Sampling environment isotope, yaitu 180, 2H, dan 3H yang terdapat pada mataair, sumurgali, dan sumur pantau dalam yang dipilih.Dua isotop yang pertama akan digunakan untuk menentukan posisi ketinggian daerah resapan, sementara isotop yang ketiga akan digunakan untuk melakukan analisis umur airtanah.Dalam hubungannya  dengan  penentuan  ketinggian  daerah  resapan,  air  hujan pada  berbagai ketinggian juga dilakukan pengambilan sampel dan dilakukan analisis untuk tujuan melakukan rekonstruksi local meteoric water line.Air dari mataair yang keluar ke permukaan merupakan suatu komponen sistem hidrologi dalam siklus hidrologi. Pada dasarnya, siklus hidrologi melibatkan proses pendinginan awan dan kondensasi di atmosfir penyebab terjadinyai hujan.Air pada sistem akifer tergantung kondisi hidrogeologi setempat, bisa berasal dari air hujan yang terjadi di atas tanah atau dikenal sebagai resapan lokal (local recharge). Namun bisa juga berasal dari air hujan yang terjadi pada area lebih tinggi dan lebih jauh kemudian meresap ke dalam tanah yang mampu bersifat menyimpan selanjutnya mengalir sebagai airtanah. Kata-kata Kunci   :   mataair, sumurgali, dan sumur pantau , siklus hidrologi, environment isotope, local meteoric water line, (local recharge).