Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Google Sketchup  untuk Menggambar Produk Teknik berupa Clamp Bagi Siswa SMA Gutama Jakarta Timur W.Tedja Bhirawa; Nurwijayanti; Erwin Wijayanto; Darmawan Yulianto; Indramawan; Arie Rahmadi; M A Bintoro Dibyoseputro; Hari Moekti Wibowo; Basuki Arianto; Sungkono; Agus Sugiharto
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/yk37gs69

Abstract

Google SketchUp adalah perangkat lunak pemodelan 3D yang intuitif dan mudah digunakan, yang telah menjadi alat populer dalam berbagai bidang desain, termasuk dalam pembuatan gambar produk teknik. Penggunaan SketchUp dalam konteks ini memungkinkan para desainer dan insinyur untuk membuat model produk yang akurat dan realistis dengan cepat dan efisien. Melalui fitur-fitur seperti alat penggambaran geometris, kemampuan untuk membuat dan mengedit komponen, serta integrasi dengan plugin tambahan, SketchUp memungkinkan pengguna untuk membuat representasi visual dari konsep teknik yang kompleks. Selain itu, kemampuan SketchUp untuk mengekspor model dalam berbagai format file memfasilitasi integrasi dengan perangkat lunak CAD dan CAM yang lebih lanjut digunakan dalam proses manufaktur. Studi ini menyoroti manfaat penggunaan SketchUp dalam desain produk teknik, termasuk peningkatan kolaborasi antar tim, penurunan biaya prototyping melalui visualisasi digital, dan percepatan siklus desain. Meskipun SketchUp memiliki keterbatasan dalam hal detail teknis dibandingkan dengan perangkat lunak CAD yang lebih canggih, fleksibilitas dan kemudahan penggunaannya menjadikannya alat yang sangat berharga dalam tahap awal desain dan pengembangan produk teknik.   Google SketchUp is an intuitive and easy-to-use 3D modeling software that has become a popular tool in a variety of design fields, including the creation of engineering product drawings. The use of SketchUp in this context allows designers and engineers to create accurate and realistic product models quickly and efficiently. Through features such as geometric drawing tools, the ability to create and edit components, and integration with additional plugins, SketchUp allows users to create visual representations of complex engineering concepts. In addition, SketchUp's ability to export models in a variety of file formats facilitates integration with CAD and CAM software that is further used in the manufacturing process. This study highlights the benefits of using SketchUp in engineering product design, including increased collaboration between teams, reduced prototyping costs through digital visualization, and accelerated design cycles. Although SketchUp has limitations in terms of technical detail compared to more sophisticated CAD software, its flexibility and ease of use make it an invaluable tool in the early stages of engineering product design and development.
ANALISIS SISTEM PEMELIHARAAN DAN PERSEDIAAN IGNITER PADA PESAWAT AIRBUS A320 DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KEANDALAN AMMARUDIN, MUHAMMAD RAKI; ARIANTO, BASUKI; WIJAYANTO, ERWIN; YULIANTO, DARMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 1 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Analisis Pemeliharaan Dan Persediaan Igniter Pada Tipe Pesawat Airbus A320 Dengan Mempertimbangkan Keandalan. Fokus masalah yang dianalisis adalah mengetahui nilai MTBF dan Stock Minimum Spare Part. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka dilakukan perhitungan MTBF dengan menggunakan metode Distribusi Weibull; perhitungan Safety Stock dengan menggunakan metode Distribusi Poisson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai MTBF yang dihasilkan menggunakan Metode Distribusi Weibull Igniner Pesawat A-320 adalah sebesar 1.243 cycle atau dibawah nilai yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 1.600 cycle, Jumlah stock minimum Spare Part Igniter berdasarkan perhitungan mempertimbangkan nilai Safety Stock yaitu sebanyak 153 unit dengan nilai kepercayaan berdasarkan perhitungan distribusi poisson adalah sebesar 97,27%; dan Efektivitas sistem tidak tercapai dengan indikasi hasil perhitungan dibawah 1 (satu) yaitu sebesar 0,981. Kata Kunci: Airbus A320, MTBF, Distribusi Weibull, Safety Stock, Distribusi Poisson
PERANCANGAN ULANG TROLI MAKANAN YANG ERGONOMIS DI RS. UKI DENGAN PENDEKATAN RULA (RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT) DAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSISSMENT) AYUNINGTYAS, THERESIA NANCY; ARIANTO, BASUKI; WIJAYANTO, ERWIN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 1 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai perancangan ulang troli makanan yang ergonomis di RS. UKI dengan pendekatan RULA (Rapid Upper Limb Assessment) Dan REBA (Rapid Entire Body Assissment), yang bertujuan untuk mengidentifikasi spesifikasi troli makanan berdasarkan posisi postur tubuh aktivitas ahli gizi pada saat mengantar makanan dengan troli menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) dan metode REBA (Rapid Entire Body Assessement), merancang troli makanan yang ergonomis dalam penggunaan yang lebih nyaman saat dipakai untuk mengantar makanan sesuai dengan data antropometri ahli gizi, serta Menganalisis estimasi biaya yang dikeluarkan untuk membuat perancangan troli makanan Perancangan troli makanan ini menggunakan konsep dasar ergonomi, antropometri, RULA (Rapid Upper Limb Assessment), dan REBA (Rapid Entire Body Assesment). Agar dapat menentukan bentuk, ukuran, dan dimensi yang tepat dalam perancangan troli makanan yang ergonomi ini memerlukan data ukuran dimensi antropometri ahli gizi. Untuk mengidentifikasi postur tubuh dan posisi tidak nyaman ahli gizi pada saat mengambil makanan dari troli, penelitian menggunakan metode RULA dan metode REBA. Penelitian ini menghasilkan rancangan troli makanan yang ergonomis yang dengan kondisi dan kebutuhan pengguna dengan dimensi dari hasil perhitungan data antropometri. Perhitungan antropometri menghasilkan ukuran dan dimensi untuk merancang troli makanan, yaitu: tinggi troli dan tinggi rak ke-1 99,50 cm, lebar troli 43,78 cm, panjang troli 71,03 cm, tinggi rak ke-2 60,48 cm, tinggi rak ke-3 40,66 cm. Troli makanan dirancang sesuai dengan pendekatan antropometri agar pengguna mendapatkan rasa nyaman.Perancangan troli makanan yang ergonomis ini menggunakan bahan baku berupa besi plat galvanis, besi holo galvanis, besi siku, dan plat strip. Dari hasil keseluruhan perancangan troli makanan mengelurkan biaya sebesar Rp.577.000.- Kata kunci : Ergonomis, Antropometri , Troli ,RULA (Rapid Upper Limb Assessment) , REBA (Rapid Entire Body Assissment)
PERANCANGAN TEMPAT TIDUR LIPAT YANG ERGONOMIS DENGAN PENDEKATAN NBM (NORDIC BODY MAP) DAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSSMENT) ANNISA, ANNISA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; WIJAYANTO, ERWIN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 1 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai perancangan tempat tidur lipat yang ergonomis dalam penggunaan yang lebih nyaman serta merancang lemari untuk mengatasi masalah keterbatasan ruangan pada kamar kost. Peletakkan perabot kamar yang salah akan berpengaruh terhadap terganggunya kesehatan penghuni kamar, sehingga penggunaan furnitur dengan fungsi lebih dari satu dapat berpengaruh pada pola sirkulasi ruang. menghemat ruang agar tidak membuat sirkulasi kost menjadi lebih kecil tetapi memenuhi kebutuhan penghuni akan furnitur. Perancangan tempat tidur lipat ini menggunakan konsep dasar Ergonomi, Antropometri, dan menggunakan Nordic Body Map dan REBA. Agar dapat menentukan bentuk, ukuran, dan dimensi yang tepat dalam perancangan tempat tidur lipat yang ergonomis ini memerlukan data ukuran dimensi antropometri penghuni kost an. Untuk mengidentifikasi perancangan tempat tidur dengan menggunakan Nordic Body Map dan REBA. Data antropometri disajikan dalam bentuk persentil yaitu pada tinggi berdiri tegak digunakan P95 untuk bagian tinggi dengan ukuran 170,32. Lebar tempat tidur lipat dengan ukuran rentang siku digunakan P95 agar pengguna yang memiliki ukuran besar dapat tidur dengan nyaman dengan ukuran lebar 92,39 cm, tinggi dudukan dengan tinggi lutut bagian dalam digunakan P50 agar tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek dengan ukuran 47,50 cm, dan tinggi tempat tidur dan rak menggunakan pengukuran tinggi bahu berdiri digunakan P50 dengan ukuran 134,90 cm. Nilai persentil tersebut digunakan dengan harapan hasil perancangan dapat mengakomodasi populasi yang memiliki ukuran dominan dan yang memiliki ukuran kurang dominan. Kata kunci : Ergonomik , Antropometri ,Tempat Tidur Lipat, Nordic Body Map , REBA (Rapid Entire Body Assissment)
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE ARC DI TARZAN PHOTO ALBERT, ALBY; YULIANTO, DARMAWAN; SETIAWAN, DEDI; WIJAYANTO, ERWIN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarzan photo is a photography company operating in the photo studio on Jl.KH. Hasyim Ashari, Gambir Jakarta, the center of the problem with this photo company is the route that consumers take and less efficient service which causes chaos on the route and this photo company has not been able to meet demand optimally. the layout is still not quite right, where to transfer materialsbetween departments, the distance required is quite far so it takes quite a long time. Apart from that, this causes the flow of service to become irregular and the relationship between departmentsto be less effective, such as the location of the traffic room being too far from the sales room. Giventhese existing problems, research was carried out using the Activity Relation Chart (ARC) methodwith the hope of minimizing the length of the material and consumer paths, indirectly shortening the traffic distance in handling photo services and gaining customer satisfaction. The results of the layout design obtained that the distance length in the initial conditions was 166 m, while the length of the track distance in the proposed conditions was 119 m. This means that when designing the proposed layout conditions using the Activity Relation Chart (ARC) method, the length of the track distance can be minimized by 47 m, from the initial conditions.
ANALISIS KOMPARATIF IMPLEMENTASI ENERGY STORAGE SYSTEM BATERAI LITHIUM-ION (LI-ION) DAN PUMPED HYDRO ENERGY STORAGE (PHES) Tateng Sukendar; Wijayanto, Erwin
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 14 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v14i1.1581

Abstract

As the demand for clean and sustainable energy continues to rise, energy storage systems (ESS) have become a crucial element in supporting the stability and efficiency of power systems, particularly in the integration of renewable energy sources. This study aims to conduct a comparative analysis of various energy storage technologies, including lithium-ion batteries, flow batteries, supercapacitors, and mechanical energy storage systems (pumped hydro and flywheels), in terms of efficiency, capacity, cost, reliability, and application potential. The research methodology involves literature review, technical and economic analysis, as well as evaluation of implementation cases in several countries. The results of the analysis indicate that no single technology is universally superior; instead, the selection of storage technology should be tailored to system requirements, energy source characteristics, and geographical and economic conditions. This study also discusses the potential implementation in Indonesia and the challenges faced, such as regulations, infrastructure, and investment costs. Policy recommendations and implementation strategies are presented as part of efforts to promote the adoption of energy storage technologies in the transition toward a sustainable energy system. Keywords: energy storage technology, batteries, supercapacitors, efficiency, renewable energy, Indonesia.
Analisis Persediaan Bahan Oil Smoke Trail Untuk Pesawat Jupiter Aerobatic Team Di Lanud Adi Sucipto Dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Ripdho Utomo; Sungkono Sanusi; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Erwin Wijayanto
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.1997

Abstract

Penelitian ini menganalisis manajemen persediaan bahan Oil Smoke Trail yang digunakan oleh Jupiter Aerobatic Team (JAT) di Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Oil Smoke Trail merupakan bahan habis pakai yang berperan penting dalam memperkuat manuver udara dan memperjelas formasi saat pertunjukan maupun latihan. Karena pola konsumsi yang fluktuatif, diperlukan pengelolaan persediaan yang efisien untuk menghindari kekurangan stok menjelang event penting maupun kelebihan stok yang meningkatkan biaya penyimpanan. Metode Economic Order Quantity (EOQ) digunakan untuk menghitung jumlah pemesanan optimal, frekuensi pengadaan, safety stock, dan titik pemesanan ulang (ROP). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jumlah pemesanan optimal menghasilkan stok awal sebesar 559 unit (Q + S = 239 + 320), dengan frekuensi pemesanan dilakukan dua kali dalam setahun. Titik pemesanan ulang (Reorder Point) ditetapkan pada 283 unit, dengan mempertimbangkan kebutuhan harian, lead time selama 90 hari, serta safety stock sebesar 320 unit. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan EOQ dapat menekan total biaya persediaan dengan menyeimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, sekaligus menjamin kesiapan operasional JAT. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar EOQ diterapkan secara konsisten, dilakukan monitoring kebutuhan secara berkala, serta dikembangkan sistem informasi logistik terintegrasi untuk mendukung pengelolaan stok yang efisien..