Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Komitmen Pemerintah Daerah , Kompetensi Dan Teamwork Terhadap Efektifitas Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) Di Kota Payakumbuh Irnaldi, Irnaldi; Amelia, Dona
Jurnal Mirai Management Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v9i2.7143

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh, komitmen pemerintah daerah, kompetensi dan kerjasama tim terhadap efektifitas penerapan sistem akuntabilitas kineja instansi pemerintah (SAKIP) di Kota Payakumbuh, Jenis penelitian ini adalah penelitian kausal komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ASN yang mengelola Sistem Akuntabilitas Kineja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada 31 perangkat daerah di pemerintah Kota Payakumbuh. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus, dimana seluruh anggota dijadikan sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui quisioner yang disampaikan secara langsung kepada Sekretaris OPD dan Kepala Sub Bagian Program dan Keuangan dari setiap perangkat daerah, dari 62 quiseioner yang disebar seluruhnya mengembalikan quisioner tersebut. Data diolah dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dan pengujian SEM ini menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian uji hipotesis menunjukan bahwa, komitmen pemerintah daerah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap efektifitas penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), kompetensi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap efektifitas penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan teamwork berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektifitas penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Pemerintah Kota Payakumbuh Kata Kunci: Komitmen Pemerintah Daerah, Kompetensi, Teamwork, Efektifitas Penerapan SAKIP
Analisa Diabetic Self Care Menggunakan Summary of Diabetes Self Care Activities (SDSCA) Pada Penderita Diabetes Melitus Srywahyuni, Ade; Amelia, Dona; Zulita, Ovilia
REAL in Nursing Journal Vol 4, No 3 (2021): REAL in Nursing Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/rnj.v4i3.1487

Abstract

Background: IDF reports that the number of people with Diabetes in 2019 was 463 million. This number will increase to 700 million in 2045. In, 2018 Riskesdas said that there was an increase in diabetes cases in Indonesia based on the results of blood glucose examinations from 6.9% in 2013 to 8.5% in 2018. The increase can be caused by the inability of the patient to carry out self-care optimally. This self-care ability can be assessed through the SDSCA instrument. The purpose of this study was to analyze self-care for people with diabetes in Bukittinggi.  Methods: Study was designed as descriptive analytic with survey. Data were collected using a Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) questionnaire. Samples were taken by consecutive sampling for 155 respondents. Data were analysed by SPSS. Results: The results of this study indicate that self-care of people with diabetes are poor (16.1%), Averrage (66.5%), and good (17.4%). Conclusion: Primary health care is suggested to improve the health promotion programs, especially in terms of self-care for diabetes.
Penguatan Kapasitas Guru dan Masyarakat dalam Manajemen Pendidikan Inklusi Amelia, Dona; Putri, Anne; Heliyani, Heliyani; Ali, Helmi; Suryanto, Dasep; Zuripal, Zuripal; Kuliman, Kuliman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v4i4.1545

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman dan keterampilan guru serta masyarakat dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK). Program dilaksanakan oleh Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (ITB HAS) Bukittinggi bekerja sama dengan narasumber internasional dari Australia dan pakar pendidikan nasional. Kegiaan Pengabdian Masyarakat Internasional dilaksanakan di Happy Kids Montessori, Bukittinggi. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi, pelatihan praktis, dan tanya jawab interaktif, dengan peserta terdiri dari guru PAUD, mahasiswa, orang tua, dan praktisi pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terkait manajemen pendidikan inklusif dan strategi pembelajaran ABK, terbentuknya jejaring kerja sama , serta tersusunnya rencana tindak lanjut pelatihan lanjutan. Implikasi program meliputi penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan inklusif dan mendorong transformasi paradigma pengelolaan sekolah ramah ABK. Kata kunci: Penguatan kapasitas, Manajemen, Pendidikan Inklusi
Exploring Barriers of Diabetic Programs in Primary Health Cares in Bukittinggi; Health Worker’s Perspective Amelia, Dona; Srywahyuni, Ade; Merianti, Liza; Pratama, Engla Rati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.19036

Abstract

ABSTRACT The incidence of Diabetes Mellitus in Indonesia continues to increase each year. Nearly 75% of individuals with diabetes remain undiagnosed, posing a high risk of complications, disabilities, and premature death. Diabetes programs implemented in Primary Health Cares are divided into two categories: integrated within the Non-Communicable Disease (NCD) control program and integrated within the Chronic Disease Management program (Prolanis). However, not all activities are fully realized, so it is necessary to identify the barriers to the implementation of diabetes programs in these health centers. This research aims to investigate and provide an in-depth understanding of the obstacles faced by healthcare workers involved in diabetes programs at Primary health cares. The study sample consisted of 13 individuals selected through purposive sampling techniques. Data collection employed semi-structured interviews, and data analysis utilized the Collaizi method. The research identified six themes as follows: the absence of a specific diabetes program, program interruption during the COVID pandemic, most program participants being elderly, inadequate capacity of exercise fields, a shortage of human resources, and the remote location of the health centers from the working area. Based on the findings of this research, it is expected that future primary health care will establish an integrated diabetes program and increase the number of healthcare workers involved in managing Diabetes to ensure the optimal implementation of the program. Keywords: Barriers, Diabetes programs, Primary Health Care
Design and Development of Credit Scoring Model for Conventional Banks for Individual Borrowing Case Study on PT BPR Sungai Puar District Agam Hendriadi, Rio; Putri, Anne; Amelia, Dona; Syafrina, Rany
Journal of Accounting Research, Organization and Economics Vol 1, No 1 (2018): JAROE, Vol.1 No.1 August 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jaroe.v1i1.10749

Abstract

Objective This research is conducted to design and to develop credit scoring model on conventional bank in order to determine individual loan, the research takes place in PT BPR Sungai Puar, Kabupaten Agam. This model tries to evaluate the credit risk of BPR Sungai Puar.Design/methodology The data are considered as secondary sources as they are taken from BPR Sungai Puar database by classifying them into two analysis tools including discriminant analysis and logistic regression.Results The resuts are presentes inform of model and credit scoring perfection on PT BPR Sungai Puar Kabupaten Agam.Keywords Credit Scoring Model, Conventional Banks, Individual Loan
Pemberdayaan Petani Tebu Dalam Produk Olahan Dan Optimalisasi Limbah Tebu Sebagai Pakan Ternak Dan Pupuk Organik Metri, Yurma; Amelia, Dona; Fatdhillah, Haezah; Qaryana, Gita; Sari, Novita; Habibillah, Muhammad; Haikal, Muhammad; Putri, Yunisa; Jazari, Melani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i1.1645

Abstract

Jorong Andaleh di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, memiliki potensi besar dalam pertanian tebu dan peternakan karena kondisi geografis dan iklim yang mendukung. Namun, pemanfaatan sumber daya belum optimal. Limbah pucuk tebu dan molases belum dikelola dengan baik, menimbulkan dampak lingkungan dan kehilangan potensi ekonomi. Petani juga menghadapi kendala dalam penyediaan hijauan ternak secara berkelanjutan. Padahal, limbah pucuk tebu dapat diolah menjadi silase, dan molases dapat dimanfaatkan sebagai bahan UMB. Selain itu, diversifikasi produk seperti gula semut belum berkembang karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknis.Keyword: Limbah Tebu; Silase; Urea Molasses Blok; Gula Semut; Diversivikasi Produk tebu
Hubungan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan Tingkat Kelelahan Pada Pasien Hemodialisis RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2025 Khairi, Dwiki; Reny Chaidir; Amelia, Dona
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 4 (2026): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/f3h5gh13

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi yang memerlukan hemodialisis jangka panjang, dan kelelahan fisik merupakan salah satu komplikasi yang umum dialami pasien. Salah satu faktor penyebabnya adalah Interdialytic Weight Gain (IDWG), yaitu peningkatan berat badan antara dua sesi dialisis, yang berpengaruh pada kepatuhan terapi dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara IDWG dan tingkat kelelahan pada pasien GGK di Unit Hemodialisa RS Achmad Mochtar Bukittinggi. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dan pendekatan cross‑sectional. Populasi berjumlah 133 pasien yang menjalani hemodialisis rutin pada April 2025, dan seluruhnya diambil sebagai sampel (total sampling), sehingga diperoleh 102 subjek yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. IDWG dihitung menggunakan rumus IDWG%, sedangkan kelelahan diukur dengan kuesioner FACIT‑F. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan hasil sebagai berikut: pada pasien dengan IDWG ringan, 84,4 % mengalami kelelahan ringan; IDWG sedang, 71,1 % mengalami kelelahan berat; dan IDWG berat, 88 % mengalami kelelahan berat. Nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi 0,567 menandakan adanya hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara IDWG dan tingkat kelelahan. Disarankan agar perawat hemodialisis secara aktif memantau IDWG melalui pencatatan intake–output dan penimbangan, memberikan edukasi pembatasan cairan terkait kelelahan, serta berkolaborasi dengan tim interdisipliner untuk intervensi komprehensif.    Chronic kidney disease (CKD) patients undergoing long‑term hemodialysis often suffer from physical fatigue, which negatively impacts their therapy adherence and overall quality of life. A principal contributor to this fatigue is Interdialytic Weight Gain (IDWG)—namely, weight gained between two dialysis sessions. This cross‑sectional analytical study at the Hemodialysis Unit of Achmad Mochtar Hospital Bukittinggi involved 133 patients undergoing routine hemodialysis in April 2025, with 102 subjekts meeting inclusion and exclusion criteria. IDWG was calculated using the IDWG% formula and fatigue levels were measured via the validated FACIT‑F questionnaire. Data analysis using the Spearman rank correlation revealed that among patients with mild IDWG, 84.4% experienced mild fatigue; in the moderate IDWG group, 71.1% suffered severe fatigue; and in the severe IDWG group, 88.0% endured severe fatigue. The test yielded a p‑value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.567, signifying a statistically significant, moderate, and positive association between higher IDWG and more severe fatigue. These findings align with prior studies demonstrating the physiological link between fluid overload and fatigue in hemodialysis patients. As a result, hemodialysis nurses are advised to actively monitor IDWG through intake–output tracking and regular weighing, educate patients on the importance of fluid restriction to reduce fatigue, and collaborate with interdisciplinary teams to implement comprehensive interventions aimed at improving patient outcomes