Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

BERBAGAI METODE ANALISIS RSIKO ERGONOMI PEKERJAAN MANUAL MATERIAL HANDLING PRODUCT maulina, diina; Dewi, Fitri Sari; Susanto
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.104

Abstract

Banyak perusahaan atau usaha baik dari usaha kecil menengah hingga perusahaan besar menggunakan mesin untuk membantu dalam pekerjaannya, tetapi tidak sedikit pula pekerjaan yang masih menggunakan tenaga manusia secara penuh dalam mengerjakan pekerjaannya. Performa kerja yang tidak ergonomi dapat menimbulkan kelelahan, nyeri dan gangguan kesehatan. Perlunya melakukan penilaian risiko pada pekerjaaan manual handling dengan mengukur postur tubuh pekerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk megentahui keluhan pekerja dan mengidentifikasi serta menganalisa postur tubuh pekerja pada bagian pastille packaging handling di departemen production pastille packaging PPH EOB 1 menggunakan metode OWAS dan RULA. . Penelitian ini menggunakan penelitian mix method, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Penelitian campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengkombinasikan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa untuk keluhan bagian tubuh pekerja dengan mengisi kuesioner nordic body map terdapat bagian tubuh yang memang mengalami keluhan, keluhan yang paling banyak adalah keluhan agak sakit. Untuk hasil pengukuran dengan metode OWAS dan RULA di ketahui bahwa masing- masing metode mempunyai nilai yang berbeda namun yang paling banyak menyebabkan risiko cidera musculoskeletal disorders adalah metode RULA. Many companies or businesses from small and medium businesses to large companies use machines to assist in their work, but not a few jobs that still use human labor in full in doing their jobs. Work performance that is not ergonomic can cause fatigue, pain and health problems. It is necessary to carry out a risk assessment on manual handling by measuring the body posture. The purpose of this study is to knowing workers complaint and to identify and analyze the posture of workers in the pastille packaging handling section of the PPH EOB 1 production pastille packaging department using the OWAS and RULA method. This research uses a mix method research, namely qualitative and quantitative. Mixed research is a research approach that combines qualitative research and quantitative research. The results of the study note that for complaints of body parts of workers by completing the nordic body map questionnaire there are parts of the body that are indeed experiencing complaints, For the results of measurements with the OWAS and RULA methods it is known that each method has a different value but the most common cause of the risk of musculoskeletal disorders is the RULA method . It is known that the work postures of workers in the production section have complaints on parts of the body that are often used during the process of lifting manually and from research it is known that the work postures of workers can cause the risk of musculoskeletal injuries and need to be corrected to work postures.
HUBUNGAN ANTARA UMUR, MASA KERJA DAN POSISI KERJA BERDIRI DENGAN KELUHAN NYERI KAKI PADA KARYAWAN DI DEPARTMENT XIAOMI PT SAT NUSAPERSADA TBK TAHUN 2021 maulina, diina; Utami, Leni; Siregar, Pratiwi Juwita
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) Volume 2 Nomor 2 September 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v2i02.278

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara umur, masa kerja dan posisi kerja berdiri dengan keluhan nyeri kaki pada karyawan di department xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Uji Chi-Square. Jumlah responden 58 karyawan. nstrument penelitian yang digunakan peneliti adalah lembar kuesioner Nordic Body Map dan kuesioner form REBA. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian dari 58 responden (100%) pada karyawan di department xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk. Posisi kerja berdiri karyawan yang tingkat risiko rendah ada 33 orang (57%) dengan tingkat keluhan nyeri kaki sementara dan 18 orang (31%) dengan tingkat keluhan nyeri kaki menetap, sedangkan posisi kerja berdiri karyawan yang tingkat risiko sedang ada 3 orang (5%) sedangkan tingkat keluhan nyeri kaki sementara ada 4 orang (7%) dengan keluhan nyeri kaki menetap. Kesimpulan dari penelitian setelah melakukan Uji SPSS adalah Tidak adanya hubungan antara umur dengan keluhan nyeri kaki pada karyawan di departmet xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk dengan nilai p value .978 > 0,005, Tidak adanya hubungan antara masa kerja dengan keluhan nyeri kaki pada karyawan di department xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk dengan nilai p value .292 > 0,005 dan Tidak adanya hubungan antara posisi kerja berdiri dengan keluhan nyeri kaki pada karyawan di department xiaomi PT Sat Nusapersada Tbk dengan nilai p value .264 > 0.005.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO TERHADAP KELUHAN IRITASI MATA PADA PEKERJA AREA FABRIKASI DI PT. X KOTA BATAM TAHUN 2022 Wati, Handayani Mandaya; diina maulina; fitri sari dewi
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i2.473

Abstract

Iritasi mata merupakan rasa tidak nyaman superfisial yang biasanya terjadi akibat adanya kelainan di permukaan mata yang akan menimbulkan gejala atau keluhan primer, namun iritasi mata timbul karena paparan lingkungan kerja. Pada pekerja di area fabrikasi banyak ditemukan faktor risiko penyebab menculnya keluhan iritasi mata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya hubungan masa kerja, durasi kerja dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan terjadinya keluhan iritasi mata pada pekerja area fabrikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan desain penelitian cross sectional. pengambilan data dilakukan pada bulan Mei – Agustus 2022. Populasi pekerja area fabrikasi di PT. X Kota Batam Tahun 2022 berjumlah 55 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan menggunakan analisis statistik yaitu uji chi square Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara variabel dependen yaitu iritasi mata dan variabel independen yaitu sebagai berikut : 1) Masa Kerja ( = 0,008 (P<0,05)), 2) Durasi Kerja ( = 0,000 (P<0,05)), 3) Kepatuhan Penggunaan APD ( =0,000 (P<0,05)). Disimpulkan dari hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara masa kerja, durasi kerja dan kepatuahan APD terhadap risiko iritasi mata pada pekerja area fabrikasi di PT. X Kota Batam Tahun 2022. Sehingga disarankan kepada pihak perusahaan melakukan pemeriksaan mata secara berkala dan melakukan sosialisasi penggunaan alat pelindung mata yang efektif dan efisien, khususnya bagi pekerja area fabrikasi.
HUBUNGAN PAPARAN BISING DAN MEROKOK DENGAN PENURUNAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI PT. X BATAM TAHUN 2022 Bahar, Krismadies; Maulina, Diina
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v5i1.752

Abstract

Bising merupakan hazard yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran melalui kerusakan telinga bagian dalam. Merokok juga bersifat ototoksik yang memperberat gangguan pendengaran pada pekerja yang terpajan bising. NIOSH memperkirakan 600 juta pekerja di dunia terpajan bising yang melebihi nilai ambang batas yang diperbolehkan. Pekerja yang terpajan bising diatas 90 dB diperkirakan sekitar 14%.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok menyebabkan gangguan pendengaran pada pekerja yang terpajan bising. Pada penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Data diambil dari 116 pekerja di PT.X Batam. Dari hasil penelitian mengenai hubungan paparan bising dan gangguan pendengaran didapatkan nilai P sebesar 0,020 (P<0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat kebisingan dengan gangguan pendengaran di PT. X. Dari hasil analisa hubungan antara kebiasaan merokok dan gangguan pendengaran diperoleh Nilai P sebesar 0,819 (P<0,05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara perokok dengan gangguan pendengaran.
The HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT DAN POLI KLINIK RUMAH SAKIT X PROVINSI KEPULAUAN RIAU Reza, Muhammad Fahreza; Diina Maulina; Leni Utami; Asnil Fauz
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v5i2.1139

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor - faktor dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada perawat di Ruang IGD dan Poliklinik Rumah Sakit X Provinsi Kepulauan Riau serta untuk mengetahui distribusi frekuensi faktor-faktor, yaitu (keluhan MSDs, postur kerja, masa kerja dan indeks massa tubuh). Metodologi jenis penelitian ini penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang diambil menggunakan Teknik total sampling dengan jumlah sampel 40 perawat. Analisis data dilakukan dengan metode chi-square dan uji t-test. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan observasi secara langsung. Hasil penelitian ada hubungan antara postur kerja dengan keluhan MSDs dengan nilai p-value 0,001 < (α = 0,05), tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan MSDs dengan nilai p-value 0,232 > (α = 0,05), dan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan keluhan MSDs dengan nilai p-value 0,286> (α = 0,05). Mayoritas perawat memiliki postur kerja dengan kategori resiko rendah (45%) dan sedang (45%), masa kerja≥ 5 tahun (75%), IMT kategori normal (47.5%), dan keluhan MSDs dalam kategori tingkat keluhan sedang (55%). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara postur kerja dengan keluhan MSDs, dan tidak ada hubungan antara masa kerja, indeks massa tubuh dengan keluhan MSDs. Saran menyediakan fasilitas penyediaan alat bantu ergonomis, pelatihan ergonomi dan peningkatan fasilitas yang mendukung kenyamanan perawat saat bertugas.Kata kunci : Postur Kerja, Masa Kerja
Association of Ergonomic Risk Exposure with Cholesterol Levels in Workers Aged Over 40 Years at PT. X Electronics Manufacturing Batam, 2025 Maulina, Diina; Krismadies, Krismadies; Kartika Wijaya, Juhanda; Sarbiah, Andi; Rahmani, Ardhi Arsala
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 2 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i2.476

Abstract

Introduction: Elevated cholesterol levels among workers aged over 40 years constitute an important risk factor for cardiovascular disease. Work conditions with ergonomic risk exposures such as static postures, repetitive movements, and limited rest periods are presumed to contribute to disturbances in lipid metabolism. Objective: This study aimed to analyze the association between ergonomic risk exposure and cholesterol levels among older workers at PT. X Manufacturing Elektronik Batam. Method: A cross-sectional design was employed involving 173 respondents. Data were collected through ergonomic observations, questionnaires, and laboratory examinations of total cholesterol. Result and Discussion: Bivariate analysis using the Chi-square test revealed that workers with static postures had a higher prevalence of dyslipidemia (36.7%) compared to those with non-static postures (19.2%) (p=0.083). Workers with high repetitive movements also showed a higher prevalence of dyslipidemia (37.0%) compared to those with light–moderate repetition (18.5%) (p=0.063). Furthermore, workers with inadequate rest had a higher prevalence of dyslipidemia (57.1%) compared to those with adequate rest (31.8%) (p=0.143). Although the results were not statistically significant, the observed trends indicate a potential relationship between ergonomic risk factors and cholesterol levels. Conclusion: These findings provide an important foundation for future longitudinal studies and ergonomic interventions aimed at preventing metabolic disorders in the workplace