Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

UJI KUALITAS PERANGKAT LUNAK APLIKASI MOBILE SMART DESA BERDASARKAN DROMEY MODEL MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN PROFILE MATCHING Pangestu , Ageng Puji; Aldiansyah, Agitha Rizky; Purbaningtyas, Rani; Wulandari, Sholihah Ayu
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 3 (2024): JATI Vol. 8 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i3.9675

Abstract

Perkembangan teknologi informasi kian hari makin pesat tak terbendung. Hal ini memaksa publik untuk cakap dalam berteknologi. Aplikasi Mobile SmartDesa di Desa Sidokerto memudahkan masyarakatnya, misalnya layanan informasi, layanan pengaduan, dan lainnya. Namun dalam penggunaan Aplikasi Mobile SmartDesa tersebut pasti memiliki kendala sistem atau yang dinamakan bug. Studi ini menguji kualitas dari Aplikasi Mobile SmartDesa untuk mengumpulkan data identifikasi. Tujuannya adalah mengukur kualitas platform dengan model Dromey dan menggunakan metode pengukuran profile matching yaitu metode pengambilan keputusan dengan asumsi variabel prediktor ideal untuk subyek yang diteliti. Dari hasil penelitian Aplikasi SmartDesa Desa Sidokerto mencapai kualitas 4,88 "Responden Puas" "Baik" menurut Model Dromey. Cukup layak digunakan dan optimal dalam pelayanan desa.
PENGUJIAN KUALITAS PERANGKAT LUNAK MY-LEARNING BERDASARKAN DROMEY MODEL MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN EUCLIDIAN DISTANCE Affandi, Ahmad; Putera Maulana, Wahyu; Purbaningtyas, Rani; Ayu Wulandari, Sholihah
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 4 (2024): JATI Vol. 8 No. 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i4.9702

Abstract

Perangkat lunak aplikasi My-Learning merupakan sebuah platform pembelajaran daring yang membutuhkanpengujian kualitas yang cermat untuk memastikan kehandalan dan kinerjanya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan sebuah pendekatan pengujian yang didasarkan pada Model Dromey dan menggunakan Metode Include Distance. Model Dromey digunakan untukmerancang serangkaian tes yang mencakup berbagai aspek fungsionalitas dan kebutuhan pengguna aplikasi.Metode Include Distance digunakan sebagai alat untuk mengukur jarak antara perilaku aktual perangkat lunakdengan perilaku yang diharapkan, sehingga memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kualitas aplikasi.Penelitian ini mengusulkan sebuah kerangka kerja yang mencakup proses pengujian, langkah-langkah implementasi, serta evaluasi hasil pengujian. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta kehandalan aplikasi My-Learning, sehingga memberikan pengalaman pembelajaran daring yang lebih baik bagi penggunanya. Dari hasil penelitian Aplikasi My-Learning mengcapai kualitas 79% “Baik” menurut Model Dromey. Cukup layak untuk digunakan dan optimal dalam pendidikan.
UJI KUALITAS PERANGKAT LUNAK APLIKASI MOBILE SEKAONE BERDASARKAN DROMEY MODEL MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN PROFILE MATCHING Romadloni, Irsyad; Dwi Saputra, Hendra; Purbaningtyas, Rani; Rifki Ulil Albaab, Mochammad
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 4 (2024): JATI Vol. 8 No. 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i4.9709

Abstract

Teknologi di Indonesia saat ini sudah berkembang yang menyebabkan mudahnya untuk berpromosi dan menyebarkan informasi. Salah satu alternatif dari masalah tersebut adalah dengan membuatkan aplikasi berbasis mobile dimana aplikasi ini efektif dan efisien dalam penggunaannya. Dalam menilai kualitas suatu sistem informasi, penelitian ini mengadopsi Dromey''s Quality Model, yang dikenal sebagai kerangka kerja evaluasi kualitas perangkat lunak. Model ini memberikan penekanan khusus pada perbandingan kualitas suatu produk perangkat lunak dengan produk serupa, memungkinkan identifikasi cacat dan mengungkap faktor-faktor yang berkontribusi pada kecacatan tersebut. Penelitian ini mengadopsi Dromey''s Quality Model, yang dikenal kerangka evaluasi kualitas perangkat lunak. Setiap indikator harus minimal memiliki satu Faktor Inti (CF) dan satu Faktor Sekunder (SF). Selain itu, bobot akan diberikan untuk setiap indikator, di mana total bobot harus sama dengan 100%. Berdasarkan hasil pengujian kualitas perangkat lunak menggunakan model Dromey, diperoleh persentase kelayakan sebesar 77,0%, menandakan bahwa Aplikasi SekaOne telah mencapai tingkat kualitas yang tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa aplikasi tersebut telah memenuhi sebagian besar kriteria yang telah ditetapkan dalam proses pengembangannya.
PENGUKURAN MANAJEMEN KUALITAS APLIKASI MOBILE ICE RANGER BERDASARKAN ISO 25010 MENGGUNAKKAN EUCLIDEAN DISTANCE Igor Ibnu Listanto, Kevin; Putri Martinez, Megawati; Purbaningtyas, Rani; Rifki Ulil Albaab, Mochammad
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 3 (2024): JATI Vol. 8 No. 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i3.9783

Abstract

Sistem Informasi Akademik melalui variable budaya TIK memberikan pengaruh positif terhadap kinerja. PT PrimaTeknikindo menjadi perusahaan yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Dengan sebuah aplikasi yang bernama Ice Ranger. Ice ranger merupakan aplikasi tracking pengiriman es yang dapat diakses oleh beberapa user yaitu admin, super admin. Metode yang digunakan dalam pengujian adalah pengukuran langsung dengan menggunakan metode euclidean distance. Data yang diambil berdasarkan pengukuran manajemen kualitas pada aplikasi“Ice Ranger“ yang telah didapat berdasarkan ISO 25010. Euclidean Distance pengumpulan data primer diambil dengan observasi serta wawancara. Pada pengambilan data observasi dilakukan dengan mengamati sistem bekerja pada PT. PrimaTeknikindo Raya untuk mengetahui apa kendala ataupun masalah yang dialami oleh pekerja selama ini, sedangkan pada tahap wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan wawancara kepada narasumber yaitu owner dari PT. Prima Teknikindo. Data yang diperoleh pada wawancara antara lain kebutuhan PT.Prima Teknikindo dan kendala pada pengiriman es. Maka hasil nilai akhir dari rata - rata responden yaitu memiliki rata – rata 86,3%. Semua input dan luaran dapat berjalan sesuai dengan pengguna, sehingga aplikasi ice ranger dapat digunakan dengan baik. Aplikasi ice ranger dikatakan layak untuk digunakan berdasarkan hasil pengukuran manajemen kualitas yang telah dilakukan
PENGUJIAN KUALITAS PERANGKAT LUNAK APLIKASI HIDROPONIK AEE BERDASARKAN SQO OSS MODEL MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN PROFILE MATCHING Rifky Alfiansyah, Mochammad; Argo Maulana, Niskala; Purbaningtyas, Rani; Rifki Ulil Albab, Mochammad
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 4 (2024): JATI Vol. 8 No. 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i4.10233

Abstract

Perangkat lunak (PL) dalam sistem Aplikasi Hidroponik AEE (Automated Environment Enhancement) memiliki peran penting dalam mengatur parameter lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Pengujian kualitas PL menjadi krusial untuk memastikan kinerjanya sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas PL Aplikasi Hidroponik AEE berdasarkan SQO OSS Model menggunakan metode perhitungan Profile Matching. Metode ini memanfaatkan model SQO OSS untuk menetapkan kriteria kualitas PL dan mengukur tingkat kesesuaian PL dengan kriteria tersebut melalui perhitungan Profile Matching. Studi kasus dilakukan dengan menganalisis PL yang digunakan dalam sistem Aplikasi Hidroponik AEE dan mengukur tingkat kesesuaian antara kualitas PL dengan model SQO OSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PL Aplikasi Hidroponik AEE telah memenuhi sebagian besar kriteria kualitas yang ditetapkan oleh model SQO OSS, dengan tingkat kesesuaian yang tinggi. Namun, terdapat beberapa area yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas secara keseluruhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode perhitungan Profile Matching dapat digunakan sebagai alat yang efektif dalam menguji kualitas PL berdasarkan model SQO OSS, memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejauh mana PL memenuhi kriteria kualitas yang ditetapkan.
IoT for Agricultural Innovation: Enhancing Robusta Coffee Seedling Growth in Controlled Environments with Intelligent Air Quality Control System (IAQCS) Rosdiana, Eva; Ali, Fandyka Yufriza; Pristiwaningsih, Estin Roso; Purbaningtyas, Rani; Hartadi, Didit Rahmat; Utomo, Denny Trias
International Journal of Technology, Food and Agriculture Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/tefa.v2i1.5752

Abstract

Advancements in Internet of Things (IoT) technology have revolutionized agriculture by enabling real-time monitoring and automated environmental control to optimize crop growth. This study focuses on evaluating the impact of IoT implementation on greenhouse environmental stability and the growth of Robusta Coffee Clone BP 308 seedlings, emphasizing plant height and leaf count as key parameters. The IoT system incorporates DHT11/DHT22 sensors for temperature and humidity monitoring, soil pH sensors, and an ESP8266 WiFi module for data transmission to an IoT platform. Additionally, Fuzzy Logic algorithms were employed to analyze the data and regulate environmental conditions such as temperature and humidity automatically. The experimental design compared IoT-based systems with conventional methods in a controlled greenhouse environment. Results demonstrated that the IoT system significantly enhanced environmental stability, maintaining an average temperature of 26.59°C and humidity of 86.46%, compared to conventional systems with greater fluctuations of 28.43°C and 82.69%. This stability positively impacted seedling growth, with IoT-treated plants achieving significantly higher heights and leaf counts at weeks 3, 6, and 9. By week 9, IoT-treated seedlings averaged a height of 24.00 cm with 11.73 leaves, outperforming non-IoT seedlings, which reached only 14.07 cm with 8.27 leaves. These findings highlight IoT's potential to create optimal growth conditions, reduce environmental stress, and enhance photosynthetic efficiency. Furthermore, IoT's precision in managing resources supports sustainable agriculture, making it an essential tool for improving productivity and competitiveness, especially in coffee cultivation, a key commodity in Indonesia.
Identifikasi Kesegaran Ikan Bandeng Non-kontak Menggunakan MobileNetV2 Hidayatullah, Achmad Nasrul; Prasetyo, Eko; Purbaningtyas, Rani
Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak Vol 6, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jinrpl.v6i2.10860

Abstract

Ikan bandeng merupakan komoditas yang diunggulkan di beberapa kabupaten di Indonesia yaitu Sidoarjo, Semarang, dan Banten. Ikan ini juga favorit masyarakat Indonesia karena tinggi gizi tinggi dengan harga terjangkau. Sehingga, bagi pebisnis hasil olahan ikan bandeng, kesegaran ikan bandeng menjadi parameter penting karena kesegaran ikan mempengaruhi kualitas hasil produk olahannya. Penyortiran ikan secara manual menjadi tidak masalah ketika jumlah ikan sangat banyak, karena rawan terjadi kesalahan akibat kelelahan. Selain itu, penyortiran ikan secara manual juga boros biaya dan waktu lama. Maka dari itu, dibutuhkan sistem otomatis non-kontak untuk mengindentifikasi kesegaran ikan berbasis citra digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi identifikasi kesegaran ikan bandeng dengan menerapkan model Convolutional Neural Network (CNN). Kami menerapkan model MobileNetV2 untuk mengidentifikasi kesegaran ikan bandeng menjadi 3 kelas kesegaran yaitu sangat segar, segar, dan tidak segar. Pengujian aplikasi menggunakan model MobileNetV2 pada 312 citra ikan bandeng. Kinerja klasifikasi kesegaran mencapai 95 %, 70% dan 80% masing-masing pada kelas sangat segar, segar, dan tidak segar. Akurasi global sistem mencapai 81.6% menunjukkan bahwa aplikasi dapat bekerja dengan baik. Dari eksperimen dan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem memiliki kemampuan baik dalam mengidentifikasi kesegaran ikan.
Implementation of Digitalization in Budget Management Services Using Smart Finance Purbaningtyas, Rani; Wiryawan, I Gede; Oktaviani, Siska Aprilia; Albaab, Mochammad Rifki Ulil
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budget management plays a crucial role in every type of organization. Effective budget management enables an organization to plan and allocate available resources efficiently. It also serves as a performance measurement tool for the organization. Inefficient budget management can lead to resource wastage. The implementation of the Smart Finance application, developed using a web platform, provides a digital solution for budgeting management services. This Smart Finance application has been tailored to meet the needs of user partners. Adjustments to the Smart Finance application are based on the identification and data collection of partner needs from the previous stages. The implementation of the Smart Finance application has also undergone testing and technical guidance support for users at all levels, ensuring that users find it easier to utilize the Smart Finance application.
Identifikasi Kesegaran Ikan Bandeng Non-kontak menggunakan MobileNetV2 Hidayatullah, Achmad Nasrul; Prasetyo, Eko; Purbaningtyas, Rani
Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Milkfish is a superior commodity in several districts in Indonesia, namely Sidoarjo, Semarang, and Banten. This fish is also a favorite of Indonesians because it is nutritious and affordable. Therefore, for milkfish processed product business people, the freshness of milkfish is an important parameter because the freshness of the fish affects the quality of the processed products. Manual fish sorting is a problem when the number of fish is vast because it is prone to errors due to fatigue. In addition, manual fish sorting is also wasteful and time-consuming. Therefore, a non-contact automatic system is needed to identify fish freshness based on digital images. This study uses the Convolutional Neural Network (CNN) model to develop an application for milkfish freshness identification. We applied the MobileNetV2 model to identify the freshness of milkfish into three freshness classes, namely very fresh, fresh, and not fresh. The application uses the MobileNetV2 model on 312 milkfish images. The freshness classification performance reached 95%, 70%, and 80% in the high-fresh, fresh, and not-fresh classes, respectively. The global accuracy of the system reached 81.6%, indicating that the application can work well. From the experiments and analysis conducted, it can be concluded that the system has good capabilities in identifying fish freshness.
Analisis Penerapan Model Open BRR Dalam Pengujian Kualitas Perangkat Lunak Pada Website Company Profile Sneakcrafters Prasetya, Muhammad Alfinn Eka; Hidayat, Adita Rahmat; Miranda, Nabila Sasa; Salsabilla, Reva Rizqia; Purbaningtyas, Rani
Jurnal Komputer Antartika Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Antartika Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70052/jka.v3i2.749

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas aplikasi company profile berbasis web sebagai media informasi perusahaan bagi pengguna. Evaluasi menggunakan model Open BRR yang mencakup tujuh indikator: Development Process, Documentation, Operational Software, Support, Software Technology, Functionality, serta Community and Adoption. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan metode Euclidean Distance. Hasil analisis menunjukkan bahwa indikator Development Process memperoleh nilai tertinggi sebesar 82%, yang mencerminkan proses pengembangan sistem telah berjalan dengan baik. Disusul oleh Operational Software dengan 81%, serta Support dan Software Technology yang masing-masing mendapat 80%, menunjukkan bahwa aspek operasional, dukungan, dan teknologi sudah cukup andal. Sementara itu, Functionality dan Community and Adoption masing-masing memperoleh 79%, menandakan masih adanya ruang perbaikan pada fitur sistem dan keterlibatan pengguna. Indikator dengan nilai terendah adalah Documentation, yaitu 72%, yang menunjukkan perlunya perbaikan pada dokumentasi agar lebih informatif dan mudah dipahami. Secara keseluruhan, aplikasi ini telah menunjukkan kualitas yang cukup baik, dan evaluasi ini memberikan gambaran objektif serta rekomendasi perbaikan yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan lebih lanjut.   This study was conducted to evaluate the quality of a web-based company profile application that serves as an information medium for users. The evaluation applied the Open BRR quality model, which includes seven indicators: Development Process, Documentation, Operational Software, Support, Software Technology, Functionality, and Community and Adoption. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Euclidean Distance method. The results showed that the Development Process indicator scored the highest at 82%, indicating that the system development process is well-managed. This was followed by Operational Software at 81%, and Support and Software Technology at 80% each, suggesting that operational performance, support, and technology implementation are reliable. Meanwhile, Functionality and Community and Adoption scored 79%, implying that there is still room for improvement in system features and user engagement. The lowest score was found in the Documentation indicator, at 72%, highlighting the need for clearer and more comprehensive user documentation. Overall, the application demonstrates a good level of quality, and this evaluation provides an objective overview along with improvement recommendations that can be used for further development.