Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTASI SURAT IZIN KERJA AMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN KETINGGIAN DI PT HEXINDO ADIPERKASA BALIKPAPAN Marzuki, Muhammad Yusuf; Rusba, Komeyni; Saputra, Dharma
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.677

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu upaya untuk menjamin keselamatan, kesehatan kerja beserta lingkungan kerjanya. Izin kerja aman berdasarkan Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 merupakan salah satu prosedur manajemen dari keselamatan dan kesehatan kerja yang juga bisa dipakai sebagai alat untuk mengidentifikasi potensi bahaya pekerjaan dan juga sebagai tindakan pencegahan maupun pengendalian potensi bahaya tersebut yang wajib diterapkan oleh setiap perusahaan. PT Hexindo Adiperkasa Tbk merupakan perusahaan perdagangan alat berat serta memberikan layanan purna jual dengan potensi bahaya yang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini ingin melihat implementasi surat izin kerja aman dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja pada pekerjaan ketinggian di PT Hexindo Adiperkasa Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, checklist, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesisteman Izin kerja aman pada PT Hexindo Adiperkasa Balikpapan merupakan telah sesuai dengan kesesuaian izin kerja aman. Adapun terkait dengan sistem izin kerja aman pada PT Hexindo Adiperkasa Tbk sudah dijalankan dengan baik secara online melalui web/link (barcode) yang ada.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH LATHE SCRAP DI PT XYZ Wicaksono, Muhammad Arif; Mulya, Widya; Saputra, Dharma
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.695

Abstract

Di dunia industri terkait pengelolaan limbah B3 masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh oknum yang mementingkan keuntungan semata tanpa peduli aspek keselamatan baik untuk pekerja maupun lingkungan sekitar. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun karena sifat dan/atau kosentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan,keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya. Salah satu limbah B3 adalah limbah yang dihasilkan dari proses pembubutan yang sering disebut lathe scrap, limbah B3 lathe scrap jika tidak dikelola dengan baik akan menghasilkan bahaya serta kerusakan limgkungan. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian terkait pengelolaan limbah limbah B3 lathe scrap di PT XYZ sebagai perusahaan yang menghasilkna limbah B3 lathe scrap. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif yang bertujuan mengetahui hasil evaluasi pengelolaan limbah B3 lathe scrap untuk kegiatan penyimpanan limbah B3 lathe scrap. Dari hasil evaluasi dengan wawancara serta observasi yang dilakukan peneliti terkait penyimpanan limbah B3 lathe scrap di PT XYZ didapatkan hasil yang masih kurang dalam penerapannya yaitu dari 27 poin penilaian hanya terdapat 3 poin sesuai denga persentase 11% dan sisanya 24 poin tidak sesuai dengan persentase 89%.
PENGENDALIAN BAHAYA DAN ANALISIS RISIKO PEKERJAAN PENGELASAN SMAW DI PT XYZ BALIKPAPAN Saputra, Dharma; Manaseh, Manaseh; Triana, Alvina Alda
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.814

Abstract

Pekerjaan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) merupakan salah satu aktivitas kerja yang memiliki potensi bahaya tinggi karena melibatkan energi panas, listrik, serta paparan gas dan partikel berbahaya. Proses pengelasan di workshop PT XYZ Balikpapan berisiko menimbulkan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan akibat paparan kebocoran gas, asap dan debu las, kebisingan, serta bahaya listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menentukan upaya pengendalian risiko pada pekerjaan pengelasan SMAW. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determine Control). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tahapan utama dalam proses pengelasan dengan tingkat risiko yang didominasi kategori Medium sebesar 88% dan kategori High sebesar 12%. Upaya pengendalian risiko dilakukan berdasarkan Hierarchy of Control, meliputi pengendalian eliminasi dengan memisahkan aktivitas kerja yang menimbulkan kebisingan tinggi dari area pengelasan, pengendalian substitusi dengan mengganti kursi kerja biasa menjadi kursi las ergonomis yang dapat diatur ketinggiannya, pengendalian teknik melalui pemasangan tirai pengelasan dan detektor kebocoran gas otomatis, pengendalian administratif berupa pemasangan rambu peringatan serta pembatasan area berisiko, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan tahan potong (cut-resistant gloves) dan safety helmet. Penerapan pengendalian risiko ini diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan serta kesehatan kerja pada aktivitas pengelasan SMAW di PT XYZ Balikpapan.
PENERAPAN SISTEM PERMIT TO WORK SEBAGAI UPAYA PENDUKUNG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. HEXA PRIMA ENERGI Saputra, Dharma; Gustapo, Luis; Rusba, Komenyi; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.835

Abstract

Penggunaan teknologi yang maju sangat di perlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia secara luas, namun tanpa disertai dengan pengendaian yang tepat akan dapat terjadinya kecelakaan, terutama pada era industrialisasi yang di tandai adanya proses mekanisasi, elektifikasi, dan moderenisasi. Sistem Permit to Work atau sistem ijin kerja adalah sistem tertulis resmi yang digunakan untuk mengontrol jenis pekerjaan tertentu yang diidentifikasikan sebagai pekerjaan yang berpotensi berbahaya. Penelitian inidi fokuskan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Sistem Permit to Work di PT. Hexa Prima Energi Sebagai Upaya Pendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja Balikpapan. Data penelitian yang digunakan terdiri dari 2 (dua) jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer yaitu dengan cara wawancara dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari pihak yang perlu di olah kembali untuk dapat di gunakan sebagai sumber informasi, berupa data sekunder internal yaitu data yang tersedia di dalam perusahaan seperti sejarah perusahaan, stuktur organisasi perusahaan, Standar Prosedur Operasional (SOP) beserta tanggung jawab dan wewenang.