Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK PROGRAM LATIHAN FISIK PENCAK SILAT TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX DAN KESEHATAN KARDIOVASKULAR PADA ATLET BKMF PENCAK SILAT FIKK UNM Muhammad Qasash Hasyim
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jis.v26i1.5603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program latihan fisik pencak silat terhadap peningkatan VO2max dan kesehatan kardiovaskular pada atlet BKMF Pencak Silat FIKK UNM. Desain eksperimen digunakan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan VO2max dan detak jantung istirahat. Sebanyak 24 atlet berusia 18-25 tahun, yang sudah berlatih pencak silat selama minimal satu tahun, dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang menjalani program latihan fisik pencak silat selama 6 minggu dan kelompok kontrol yang tidak menjalani program latihan khusus. Program latihan terdiri dari pemanasan, latihan teknik dasar, latihan kekuatan, serta latihan ketahanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program latihan fisik pencak silat berhasil meningkatkan VO2max dan kesehatan kardiovaskular atlet. Pada post-test, nilai rata-rata VO2max meningkat dari 45,23 ml/kg/menit menjadi 48,50 ml/kg/menit, dan rata-rata detak jantung istirahat menurun dari 70,25 bpm menjadi 64,15 bpm. Uji t-berpasangan menunjukkan bahwa perubahan ini signifikan secara statistik dengan p-value masing-masing 0,001 untuk VO2max dan 0,002 untuk detak jantung istirahat. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan fisik pencak silat efektif dalam meningkatkan kapasitas aerobik dan efisiensi sistem kardiovaskular atlet.
DIABETES EXERCISE AS AN ALTERNATIVE TO PREVENT DIABETES MELLITUS IN ADOLESCENTS Poppy Elisano Arfanda; Ians Aprilo; M. Adam Mappaompo; Muhammad Qasash Hasyim; Retno Farhana Nurulita
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 11: April 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i11.7623

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) has been an important problem, along with increasing obesity which is currently a cause of death. This service aims to create reliable pioneers in Diabetes Exercise (DE). These pioneers are provided with DE which can have direct implications in society. This DE is designed with 7 warm-up movements, 4 core movements, and 5 cool-down movements. Before carrying out the service, the subject is given material in the form of a video, then the service member takes a pretest score. After that, the teacher provides good and correct movement material to the subject by giving examples of each movement. Then the subjects were divided into small groups to learn diabetes exercise movements, at the end of the meeting a pretest score was taken to determine the subject's mastery of the movements. The final results showed that 41 subjects or 46.1% were in the good category
Pelatihan Manajemen Waktu dan Aktivitas Fisik bagi Mahasiswa untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesehatan Mental Sudirman; M.Adnan Hudain; Muhammad Qasash Hasyim; Retno farhana Nurulita; Nurliani
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.5241

Abstract

Mahasiswa menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola waktu dan menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan akademik yang tinggi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan manajemen waktu dan aktivitas fisik kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesehatan mental mereka. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 85 mahasiswa dari berbagai program studi di FIKK UNM. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, praktik langsung aktivitas fisik, dan simulasi penyusunan jadwal kegiatan harian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa tentang pentingnya manajemen waktu dan aktivitas fisik, yang diukur melalui pre-test dan post-test dengan peningkatan skor rata-rata sebesar 38,5%. Evaluasi jangka pendek menunjukkan 82% peserta melaporkan adanya perbaikan dalam pengelolaan waktu mereka dan 76% mengalami penurunan tingkat stres setelah menerapkan teknik yang diajarkan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup mahasiswa dan diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan di lingkungan kampus untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa secara holistik.
Elementary School The Influence of Mental Training on Volleyball Team Performance at SMA 13 Makassar Muhammad Qasash Hasyim
Journal Physical Health Recreation (JPHR) Vol 6 No 1 (2025): Journal Physical Health Recreation (JPHR)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jphr.v6i1.5210

Abstract

Volleyball is a team sport that requires optimal physical and mental coordination. The mental aspect in sports is often overlooked even though it has an important role in determining the performance of athletes. The SMA 13 Makassar volleyball team experienced a decline in performance in regional competitions which was allegedly caused by psychological factors such as anxiety, lack of concentration, and low confidence. This study aims to analyze the influence of mental training on the performance of the volleyball team at SMA 13 Makassar and identify the mental aspects that have the most influence on improving team performance. This study uses a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design approach. The subjects of the study were 24 students who were members of the volleyball team of SMA 13 Makassar which were divided into an experimental group (n=12) and a control group (n=12). The experimental group received 8 weeks of mental training with a frequency of 3 times per week, while the control group received only physical training and conventional techniques. The instruments used included volleyball technique performance tests, sports anxiety scale (SAS-2), athlete confidence scale (TSCI), and concentration test (d2 test). Data analysis used paired sample t-test and independent sample t-test with significance level of α = 0.05. The results showed that there was a significant difference in the performance of the volleyball team between the experimental group and the control group after the provision of mental training (p < 0.05). The experimental group showed significant improvements in serving accuracy (from 68.5% to 84.2%), passing accuracy (from 72.3% to 88.7%), spike effectiveness (from 65.8% to 82.4%), and blocking quality (from 58.9% to 76.3%). The psychological aspect also experienced significant improvement with a decrease in anxiety levels (from 3.4 to 2.1), an increase in self-confidence (from 3.2 to 4.3), and an increase in concentration (from 78.5 to 92.1). Mental training has proven to be effective in improving the performance of the volleyball team at SMA 13 Makassar. Structured mental training programs can be an alternative training method to optimize the potential of young athletes in the sport of volleyball.
AI-Based Footwork Pattern Detection and Its Impact on Response Time: An A-B Single-Case Study Sudirman; Muhammad Qasash Hasyim; Muhammad Rizky Alfarizi
Journal Physical Health Recreation (JPHR) Vol 6 No 1 (2025): Journal Physical Health Recreation (JPHR)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jphr.v6i1.5217

Abstract

Footwork patterns play a critical role in athletic performance, particularly in sports requiring rapid directional changes and agility. This single-case A-B experimental design study investigated the effectiveness of artificial intelligence-based footwork pattern detection systems in improving response time among athletes. The study involved one elite athlete participant engaged in a controlled environment over 12 weeks, comprising 6 weeks of baseline (A) assessment and 6 weeks of intervention (B) with AI-supported real-time feedback. Response time was measured using photographic timing systems, while footwork patterns were analyzed through computer vision algorithms. Results indicated a mean reduction in response time of 8.7% during the intervention phase compared to baseline, with visual analysis suggesting clinically meaningful improvement in pattern consistency. The findings suggest that AI-based footwork detection systems may serve as effective tools for enhancing athletic performance and response time through real-time biomechanical feedback. However, the single-case design limits generalizability, indicating the need for larger-scale studies to corroborate these findings. This research contributes to the growing literature on artificial intelligence applications in sports science and performance optimization.
PELATIHAN SENAM KETANGKASAN LOMPAT KANGKANG UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK MAHASISWA PJKR Farhana Nurulita, Retno; Poppy Elisano Arfanda; Muhammad Qasash Hasyim; Ahmad Adil; M. Said Zainuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5886

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan motorik mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) melalui pelatihan teknik senam ketangkasan lompat kangkang. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi analisis kebutuhan, pembekalan keselamatan, demonstrasi teknik, latihan terbimbing, drill progresif, dan evaluasi performa. Sebanyak 45 mahasiswa mengikuti pelatihan dan dinilai pada sejumlah komponen keterampilan motorik seperti ritme awalan, kekuatan tolakan, tumpuan tangan, pembukaan tungkai, serta kontrol pendaratan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada koordinasi gerak, kepercayaan diri, keseimbangan, dan ketepatan teknik mahasiswa. Peserta yang awalnya mengalami hambatan berupa rasa takut, tolakan lemah, serta pendaratan tidak stabil mampu menampilkan gerakan lompat kangkang dengan lebih baik setelah memperoleh umpan balik dan latihan bertahap. Program ini juga meningkatkan kesiapan mahasiswa sebagai calon guru PJOK melalui pemahaman tentang instruksi senam yang sistematis dan berorientasi keselamatan. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan motorik mahasiswa dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna dalam penguasaan keterampilan dasar senam.
EDUKASI POLA HIDUP SEHAT MELALUI KEGIATAN SENAM PROGRAM KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT Hasyim; Muslim Bin Ilyas; Ikadarny; Muhammad Qasash Hasyim; M. Imran Hasanuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6425

Abstract

Pola hidup sehat perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar untuk mendukung tumbuh kembang dan kesiapan belajar siswa. Program edukasi pola hidup sehat melalui kegiatan senam yang dilaksanakan di UPT SPF SD Negeri Gunungsari 2 bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif dengan melihat langsung proses edukasi, pelaksanaan senam, serta respon siswa selama program berlangsung. Edukasi diberikan melalui penjelasan interaktif mengenai pola hidup sehat dan praktik senam yang disesuaikan dengan program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan, antusiasme, serta kemampuan siswa dalam mempraktikkan gerakan senam. Siswa kelas IV dan V menunjukkan perkembangan paling menonjol, baik dari segi pemahaman maupun keterlibatan aktif dalam kegiatan. Program ini membuktikan bahwa penggabungan edukasi dan praktik langsung efektif dalam membentuk kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan kebugaran serta kesiapan belajar siswa.
Pelatihan Literasi Media Sosial Bagi Pemilih Pemula Tentang Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign Masni; Muhammad Asriadi; Asriati; Muhammad Qasash Hasyim
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 2 (Juni 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i2.458

Abstract

Mitra dalam program kemitraan masyarakat ini adalah pemilih pemula pada Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Masalah yang dialami adalah 1). Kurang pahamnya masyarakat secara komprehensif tentang etika dalam bersosial media dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, 2). Kurangnya kemampuan dalam mengidentifikasi informasi yang ada di dunia maya terkait Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, 3). Kurangnya pengetahuan terkait kewajiban akan peran dalam mencegah penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang kerap terjadi dimasyarakat. Solusi yang ditawarkan dari permasalahan mitra adalah melaksanakan kegiatan workshop Pelatihan Literasi Media Sosial Bagi Pemilih Pemula Tentang Hoax, Hate Speech Dan Negative Campaign Menghadapi Tahun Politik 2024 Di Desa Batetangnga, Kec. Binuang, Kab. Polewali Mandar yang terdiri dari tiga kegiatan yakni memberikan Edukasi Dimensi dan Ruang Lingkup Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, mendemonstrasikan implementasi Peraturan Perundang-undangan terkait Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, serta Strategi Pemilih Pemula dalam Menghadapi Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign serta Perannya dalam Mencegah Penyebaran Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign Melalui Literasi Digital. Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah ceramah, demonstrasi/ilustrasi, tanya jawab, diskusi dan pendampingan. Hasil yang diharapkan dapat dicapai adalah 1). Peserta memahami dimensi dan ruang lingkup Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, 2). Peserta mampu mendemonstrasikan implementasi Peraturan Perundang-undangan terkait Hoax, Hate Speech dan Negative Campaign, 3). Peserta mampu membuat strategi dalam menghadapi Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign serta mengambil peran dalam mencegah penyebaran Hoax, Hate Speech, dan Negative Campaign melalui Literasi Digital.
Sport Analytics in Tactical Decision-Making: Integration of GPS Data, Player Tracking, and Artificial Intelligence in Football Muhammad Qasash Hasyim; M. Imran Hasanuddin
SHOOTING: Journal of Sport, Health, and Education Vol. 3 No. 2 (2026): May
Publisher : ILIN Education Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of sports technology has fundamentally transformed how football clubs analyze performance and make tactical decisions. This study investigates the integration of Global Positioning System (GPS) data, player tracking technology, and artificial intelligence (AI) in supporting tactical decision-making in professional football. Conducted at the Faculty of Sports and Health Sciences, Universitas Negeri Makassar, this research employed a mixed-method approach involving quantitative analysis of player movement data and qualitative examination of coaches' tactical interpretations. Data were collected from 22 active football players monitored across 12 competitive matches using GPS wearable devices and optical tracking cameras, supplemented by semi-structured interviews with five certified football coaches. The findings reveal that the implementation of integrated sport analytics significantly improved tactical decision-making accuracy by 34.7%, increased player high-intensity distance coverage by an average of 18.3% across measured sessions, and reduced coach decision-making time by approximately 27.5% during halftime intervals. The AI-powered predictive models demonstrated 82.4% accuracy in anticipating opposing team formations. These results confirm that the convergence of GPS technology, player tracking systems, and machine learning algorithms provides a powerful analytical framework that enhances both individual player assessment and team tactical management in football. The study concludes that sport analytics represents an indispensable component of modern football management and provides evidence-based recommendations for Indonesian football institutions seeking to adopt data-driven approaches
SOSIALISASI MODEL LATIHAN SKYFA DALAM PEMBINAAN ATLET PENCAK SILAT BKMF FIKK UNM Fahrizal; Andi Sri Dewi Anggraeni; Ikadarny; Hasbi Asyhari; Muhammad Qasash Hasyim
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6669

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan atlet serta pelatih BKMF Pencak Silat FIKK UNM mengenai penerapan Model Latihan Skyfa berbasis sport science. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih diterapkannya metode latihan konvensional yang belum terstruktur dan kurang efektif dalam meningkatkan performa atlet. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Method yang dilakukan melalui tahapan sosialisasi teoretis, demonstrasi gerakan, dan pendampingan intensif (drilling). Kegiatan ini melibatkan 40 atlet dan pelatih BKMF Pencak Silat FIKK UNM. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pre-test, post-test, Skill Performance Checklist, observasi, dan wawancara terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 45% menjadi 88% setelah mengikuti sosialisasi. Selain itu, sebanyak 85% peserta mampu memperagakan rangkaian gerakan Model Latihan Skyfa dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini juga meningkatkan antusiasme atlet dan pemahaman pelatih mengenai pentingnya latihan berbasis periodisasi dan biomekanika olahraga. Dengan demikian, Model Latihan Skyfa dapat menjadi alternatif model latihan modern dalam mendukung pembinaan atlet pencak silat secara sistematis dan berkelanjutan.