Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sanlat dalam Membangun Karakter Religius Anak Prabowo, Muhammad Aras; Zuhri, Saifuddin; Umar, Nasaruddin; Raya, Ahmad Thib; Saenong, Farid F.; Hannase, Mulawarman; Ahmadi, Lusiana Putri; Hasan, Hamka; Naif, Naif; Nurhayati, Cucu; Iskandar, Syahrullah; Muid N, Abd.; Nurhidaya, Nurhidaya; Andini, Ayu
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.603

Abstract

Latar Belakang: Pesantren Kilat (Sanlat) merupakan salah satu strategi pendidikan keagamaan yang dilakukan dalam waktu singkat namun intensif, terutama pada momentum Ramadan. Program ini kerap dijadikan sarana efektif untuk membentuk karakter religius pada anak-anak sejak usia dini. Tujuan:  artikel ini  untuk menguraikan bagaimana kegiatan Sanlat mampu menjadi medium strategis dalam membentuk karakter religius anak-anak melalui pendekatan kisah-kisah dalam Al-Qur’an dan keteladanan para nabi. Penelitian ini berbasis pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim PKUMI, dengan Metode: Pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis data lapangan. Hasil: Pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan Sanlat yang terstruktur, disertai narasi-narasi profetik dan metode interaktif, secara signifikan meningkatkan pemahaman nilai religiusitas seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, dan ketauhidan pada anak-anak. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan penguatan kurikulum Sanlat berbasis karakter untuk program serupa di masa mendatang.
IMPLEMENTASI PSIKOTERAPI QUR’ANI DALAM MENANGGULANGI PROBLEMATIKA PORNOGRAFI DI ERA DIGITAL Rismanuddin, Rismanuddin; Hude, M. Darwis; Iskandar, Syahrullah
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 4 (2025): PeTeKa : Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i4.1208-1224

Abstract

Fenomena pornografi pada era digital telah menjadi persoalan serius yang berdampak luas, khususnya bagi generasi muda. Akses yang mudah melalui internet dan media digital menjadikan pornografi sebagai bentuk adiksi yang menyerupai narkotika, dengan konsekuensi kerusakan psikologis, sosial, dan moral. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika pornografi dan menawarkan solusi melalui pendekatan psikoterapi Qur’ani. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan isu pengendalian diri, moralitas, dan pemeliharaan kehormatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pornografi berdampak negatif terhadap fungsi otak, terutama prefrontal cortex, yang berimplikasi pada gangguan pengendalian diri, hilangnya konsentrasi, dan penurunan motivasi hidup. Al-Qur’an memberikan respon komprehensif melalui perintah menundukkan pandangan, menjaga kemaluan, serta menjauhi zina. Selain itu, strategi aktualisasi Al-Qur’an dalam konteks modern dapat diwujudkan melalui penguatan ibadah, dzikir, pendidikan keluarga, dan pengawasan sosial. Secara struktural, regulasi hukum diperlukan untuk membatasi peredaran pornografi, sementara secara kultural diperlukan pembentukan budaya anti-pornografi melalui pendidikan moral sejak dini. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan integratif yang memadukan dimensi spiritual, psikologis, sosial, dan hukum dalam mengatasi dampak pornografi di era globalisasi
Pandangan Ali Jum‘Ah Mengenai Riba dan Tantangannya Terhadap Konsep Mata Uang Fiat Gofar, Muhamad Mushollih Abdul; Febriani, Nur Arfiyah; Iskandar, Syahrullah
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i4.336

Abstract

The issue of usury and the use of fiat currency is a crucial debate in contemporary Islamic economic discourse. One figure who has paid serious attention to this issue is Ali Jum'ah, an Egyptian cleric and former Mufti of al-Diyâr al-Mi?riyyah. This article aims to analyze Ali Jum'ah's views on verses about usury and his conceptual challenges to the existence and legitimacy of fiat currency in the modern monetary system. This research uses a qualitative method with a content analysis approach to Ali Jum'ah's studies delivered through his official YouTube channel. The data were analyzed by examining the interpretation arguments, the Islamic jurisprudence approach, and the socio-economic context underlying his views. The results show that Ali Jum'ah views usury as a practice expressly prohibited in the Qur'an, but its application in the modern economic system requires a contextual understanding. He emphasized that fiat currencies cannot be automatically categorized as usurious instruments as long as they do not contain elements of oppression, exploitation, and injustice. This view demonstrates an effort to reconstruct an understanding of usury that is adaptive to contemporary economic realities without ignoring sharia principles. This research is expected to enrich the body of Islamic economic studies, particularly in responding to the dynamics of the modern monetary system.
DALIL AL-QUR’AN FATWA MUI SULAWESI SELATAN TENTANG UANG PANAI’ (Analisis Maqâshid al-Qur’ân) Zulfikar, Haedir Zulfikar; Hude, M.Darwis; Iskandar, Syahrullah
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4285

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa fatwa MUI Sulawesi Selatan No. 02 Tahun 2022 tentang Uang Panai’ merepresentasikan upaya serius dalam merespons permasalahan sosial-keagamaan masyarakat Bugis-Makassar melalui pendekatan yang moderat dan berkeadilan. Seluruh ayat Al-Qur’an yang dirujuk dalam fatwa tersebut mencerminkan nilai-nilai maqâshid al-Qur’ân: irâdat al-taysîr, al-ihsân wa al-‘adâlah, al-Sakînah wa al-rahmah, al-amanah wa al-mas’uliyyah, takrîm al-insân, al-‘urf al-shâliẖ, al-‘ubûdiyyah wa al-ikhlâsh. Analisis menunjukkan bahwa fatwa ini memiliki fondasi normatif yang kuat untuk mengarahkan tradisi uang panai’ agar tetap sejalan dengan prinsip-prinsip Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur tentang maqâshid al-Qur’ân, fatwa, Majelis Ulama Indonesia, uang panai’, serta tafsir-tafsir klasik dan kontemporer. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif-analitis yang berusaha menggambarkan secara sistematis dan menganalisis secara mendalam substansi dalil al-Qur’an dalam perspektif maqâshid al-Qur’ân.