Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Legal Protection For Consumers Against The Exoneration Clause On The Goods Stated If The Goods Are Broken Or Damaged Is The Same As Buying In The Review Of Law Number 8 Of 1999 On Consumer Protection Simarmata, Judika; Wijaya, Andika; Sanggalang, Rizki Setyobowo
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i6.2070

Abstract

An exoneration clause is a part of a contract that contains a provision that transfers responsibility from a creditor or business actor to another party. the basis for the creation of this clause is the principle of freedom of contract, which gives the parties the right to determine the content of their agreement. legal protection for consumers is very important to create a fair and balanced relationship between consumers and businesses. in indonesia, Law No. 8 of 1999 on consumer protection has been widely recognized, both in practice and in theory. this study aims to examine the legal responsibility in protecting consumers from exoneration clauses that are considered harmful and override the responsibility of business actors and the role of consumer protection agencies in enforcing consumer rights against adverse exoneration clauses. this research uses normative juridical research methods, namely research that focuses on the analysis of legal norms that apply in a legal system. this method aims to explore and evaluate legislation, legal doctrine, and existing legal principles, without involving empirical data or field observations. this study concluded that the legal responsibility to consumers is derived from the consumer protection law1 no. 8 of 1999 provides a legal framework to protect consumer rights, including prohibiting the inclusion of adverse standard clauses and forms the role of consumer protection institutions is that they supervise, provide education, and help resolve disputes, as well as encourage changes to stricter regulations.
Inheritance Distribution under Dayak Ngaju Customary Law in the Kedamangan of Jekan Raya, Palangka Raya City (A Case Study of the Decision of the Kedamangan of Jekan Raya District, Palangka Raya City Number 056/DKA-KJR/V/2022) Marselino, Fernando; Wijaya, Andika; Nugraha, Satriya
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i6.2073

Abstract

This article examines the implementation of inheritance distribution based on the Dayak Ngaju customary law through a case study of Decision Number 056/DKA-KJR/V/2022 by the Customary Court of Kedamangan Jekan Raya, Palangka Raya City. The study adopts a juridical-empirical approach by combining normative legal analysis with field observations on how inheritance disputes are resolved within the community. The findings reveal that inheritance settlement among the Dayak Ngaju people is carried out through a customary court forum known as the Kerapatan Mantir Adat, led by Damang and Mantir (customary judges). The dispute in this case arose when the father (Respondent) sold inherited land without sharing the proceeds with his children (Petitioners) as rightful heirs. The resolution process involved stages from pre-conflict negotiation to formal adjudication, emphasizing the principles of deliberation, consensus, harmony, and justice in accordance with Dayak Ngaju customary values. The final decision of the customary court affirmed gender equality in inheritance rights and mandated a fair and equal distribution of the estate. This study underscores the vital role of customary institutions not only in conflict resolution but also in preserving social harmony and sustaining local wisdom within Indonesia’s pluralistic legal system.
Kajian Hukum Pidana Terhadap Perampasan Aset dalam Proses Pembuktian Tindak Pidana Pencucian Uang Pieresky, Andrea; Wijaya, Andika; Nugraha, Satriya
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perampasan aset merupakan instrumen penting dalam sistem hukum pidana untuk memastikan bahwa kejahatan tidak memberikan keuntungan kepada pelakunya serta memulihkan kerugian negara dan korban. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta menganalisis regulasi yang berlaku seperti KUHP, KUHAP, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengaturan hukum mengenai perampasan aset telah tersedia, implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti celah hukum yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku, inkonsistensi putusan pengadilan, lemahnya koordinasi antar lembaga penegak hukum, dan keterbatasan kemampuan aparat dalam menelusuri transaksi keuangan yang kompleks. Selain itu, aspek perlindungan terhadap korban belum mendapat perhatian yang memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan regulasi melalui pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta penguatan kerja sama nasional dan internasional agar perampasan aset dapat lebih efektif menekan ruang gerak tindak pidana pencucian uang sekaligus mewujudkan keadilan substantif.
Community Participation In Corporate Social Responsibility Program Arrangement Ekawaty, Dian; Tamma, Sukri; Sesa, Muh. Alfatihah; Wijaya, Andika; Khairunnisa, Andini; Tangdi Alla, Alysyah Syahrani; Mustamin, Muhajirin
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 10 No. 2 (2025): Palita : Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v10i2.7919

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) is a mandatory obligation for companies in Indonesia to balance economic, social, and environmental interests, particularly for communities living around production areas that often experience negative impacts from industrial activities such as air pollution, economic inequality, and health problems. This study aims to explain the extent of community involvement in CSR implementation in Biring Ere Village, Pangkep Regency. The research employed a qualitative method using interviews and observations conducted in 2025. The forms and levels of community aspirations were analyzed based on Arnstein's ladder of participation. The findings reveal that, in the early stages, community participation in CSR program planning was limited to village officials. However, there is now a growing trend of broader participation involving people from diverse backgrounds. These results indicate a shift toward a more participatory CSR model, which contributes to greater program effectiveness and sustainability for local communities.
Sertifikasi Halal: Analisis Hukum dan Impementasinnya Pada UMKM Kuliner di Palangka Raya Indah Dwi Lestari; Murhaini, Suriansyah; Wijaya, Andika
Palangka Law Review Vol. 4 No. 1 (2024): VOLUME 4, ISSUE 1, MARET 2024
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/palarev.v4i1.14811

Abstract

Penetapan Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal bertujuan untuk menciptakan keamanan bagi masyarakat Indonesia, terutama komunitas agama Muslim, terkait jaminan kehalalan untuk makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Namun, kenyataannya masih ada pelaku UMKM makanan dan minuman yang belum memenuhi kewajiban tersebut. Rumusan masalah yang penulis angkat adalah: Bagaimana pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal pada usaha UMKM makanan dan minuman di kota Palangka Raya? Bagaimana mekanisme jaminan produk halal pada makanan dan minuman berdasarkan Undang-Undang No.33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal?Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Yuridis Empiris yang merupakan penelitian hukum berdasarkan fakta di lapangan yang diperoleh melalui wawancara atau tanya jawab dari beberapa narasumber di lokasi penelitian sebagai bahan untuk menjawab masalah hukum yang terjadi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, pelaksanaan Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal terhadap kewajiban sertifikasi halal UMKM makanan dan minuman di kota Palangka Raya telah dilaksanakan meskipun masih belum efektif karena masih ada pelaku UMKM Makanan dan Minuman yang belum memiliki sertifikat halal serta mekanisme jaminan produk halal berdasarkan Undang-Undang No.33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal melalui beberapa tahapan termasuk pengajuan permohonan hingga penerbitan sertifikat halalnya oleh Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Implikasi Hukum Perdata terhadap Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Kontrak Komersial Anovanko, Uria Bernandus; Wijaya, Andika; Nugraha, Satriya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18718

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah memunculkan tantangan baru dalam praktik hukum kontrak di Indonesia, khususnya dalam kerangka hukum perdata yang masih berlandaskan paradigma klasik. Kontrak berbasis AI, seperti smart contracts, memperlihatkan karakteristik otonomi, otomatisasi, dan ketidakpastian algoritmik yang seringkali bertentangan dengan syarat sah kontrak menurut Pasal 1320 KUH Perdata, yang mensyaratkan adanya konsensus, kecakapan hukum, objek tertentu, dan causa yang halal. Ketidakcocokan ini diperparah oleh ketiadaan pengaturan hukum yang secara khusus mengakomodasi peran AI dalam hubungan kontraktual, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan potensi kerugian bagi para pihak, terutama konsumen. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif untuk menganalisis benturan antara prinsip hukum kontrak Indonesia dengan karakteristik AI, serta menawarkan model regulasi alternatif yang adaptif dan responsif. Temuan penelitian menunjukkan perlunya pengakuan normatif terhadap AI sebagai proxy kehendak manusia, penerapan prinsip explainable AI (XAI) untuk transparansi algoritma, integrasi prinsip fairness by design dalam desain teknologi, serta penguatan tanggung jawab hukum berbasis pengendalian manusia atas sistem AI. Dengan demikian, hukum kontrak Indonesia dituntut untuk merekonstruksi prinsip-prinsip klasiknya agar tetap relevan dan mampu memberikan perlindungan hukum yang adil dalam menghadapi era digital berbasis AI.
Klausula Baku dalam Perjanjian Layanan Digital: Analisis Perbandingan Prinsip Hukum Perdata dan UU Perlindungan Konsumen Seran, Diego Fernando; Wijaya, Andika; Nugraha, Satriya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18721

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental hubungan hukum antara pelaku usaha dan konsumen, khususnya dalam perjanjian layanan digital yang banyak menggunakan Klausula baku. Klausula ini umumnya disusun sepihak oleh pelaku usaha dan wajib disetujui oleh konsumen tanpa negosiasi. Dalam perspektif KUH Perdata, Klausula baku dinilai sah selama memenuhi syarat-syarat perjanjian, namun dalam praktiknya sering kali mencederai hak konsumen. Untuk menanggapi hal tersebut, UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen memberikan batasan terhadap kebebasan berkontrak, khususnya dengan melarang pencantuman Klausula yang merugikan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan Klausula baku dalam KUH Perdata, meninjau bentuk perlindungan hukum bagi konsumen dalam UU Perlindungan Konsumen, serta mengkaji problematika dan kedudukan Klausula baku dalam perjanjian layanan digital. Temuan menunjukkan adanya benturan prinsip antara kebebasan berkontrak dan perlindungan konsumen, sehingga dibutuhkan pembaruan regulasi, penguatan standar Klausula baku, serta literasi hukum bagi konsumen untuk menciptakan kontrak yang lebih adil dan seimbang di era digital
Kajian Hukum terhadap Penyalahgunaan Narkotika oleh Anak di Bawah Umur dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Agustin, Rizky Ade; Wijaya, Andika; Nugraha, Satriya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19347

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap anak penyalahguna narkotika dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia. Fokus utama kajian adalah pengaturan hukum yang mengatur kedudukan anak sebagai pelaku, korban, atau saksi, serta dualisme pendekatan antara penegakan hukum pidana dan rehabilitasi. Selain itu, penelitian ini mengevaluasi penerapan sistem peradilan pidana anak, khususnya mekanisme diversi dan keadilan restoratif, serta permasalahan yang muncul mulai dari tahap penyidikan hingga pemidanaan. Studi ini juga mengkaji kesesuaian praktik peradilan dengan asas kepentingan terbaik bagi anak dan prinsip perlindungan anak secara menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, melibatkan analisis peraturan perundang-undangan, literatur, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum Indonesia telah mengakomodasi perlindungan khusus bagi anak, terdapat kelemahan regulasi dan kendala dalam praktik yang menghambat perlakuan rehabilitatif yang optimal. Kurangnya fasilitas rehabilitasi khusus, pemahaman aparat hukum yang bervariasi, dan minimnya pendampingan psikososial menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, optimalisasi penerapan diversi dan keadilan restoratif, pengembangan fasilitas rehabilitasi terpadu, serta peningkatan pendampingan dan pengawasan dalam proses peradilan anak. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat mewujudkan sistem peradilan pidana anak yang lebih responsif, humanis, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.
Pencegahan dan Penindakan Penggelapan Dana BOS di Indonesia: Tinjauan Hukum Pidana dan Kebijakan Pendidikan Elpriadi, Elpriadi; Wijaya, Andika; Yuni Pramita, Claudia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20805

Abstract

Penggelapan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu tindak pidana yang merugikan sektor pendidikan di Indonesia. Fenomena ini mencemari tujuan pengalokasian dana BOS yang seharusnya digunakan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan akses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pencegahan dan penindakan terhadap penggelapan dana BOS melalui tinjauan hukum pidana serta kebijakan pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa meskipun pemerintah telah mengimplementasikan berbagai kebijakan pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana BOS, namun masih banyak tantangan dalam penegakan hukum, terutama terkait dengan kesulitan dalam memperoleh bukti dan ketidaktahuan masyarakat mengenai prosedur pelaporan. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan sistem pengelolaan dana BOS, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, serta penguatan pengawasan oleh aparat penegak hukum agar tindak pidana penggelapan dana BOS dapat diminimalisir.
Peran Lembaga Hukum Dalam Mewujudkan Restorative Justice Bagi Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum Di Indonesia Meru, Agustinus; Wijaya, Andika; Nugraha, Satriya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20806

Abstract

Pendekatan restorative justice dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia merupakan respon terhadap kebutuhan akan sistem hukum yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan, bukan sekadar penghukuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran lembaga hukum dalam mengimplementasikan prinsip keadilan restoratif, khususnya melalui mekanisme diversi dan restitusi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan analisis terhadap norma hukum positif dan literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum telah tersedia, implementasinya masih terkendala oleh kurangnya koordinasi antar-lembaga, minimnya pelatihan aparat, keterbatasan infrastruktur, serta resistensi sosial dari masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas lembaga hukum, peningkatan koordinasi, dan sosialisasi publik sebagai langkah strategis untuk mewujudkan sistem peradilan anak yang lebih adil dan inklusif.