Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI PRIANGAN ABAD KE-19 Mumuh Muhsin Zakaria
Sosiohumaniora Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i1.5464

Abstract

Abad ke-19 bagi Priangan khususnya dan Pulau Jawa umumnya merupakan moment penetrasi kolonial yang sangat intens. Hal ini dilakukan melalui pelibatan hampir sebagian besar komponen masyarakat dalam mengusahakan tanaman komersial yang laku di pasar internasional, seperti nila, kopi, teh, dan kina. Hal tersebut tidak serta-merta mematikan aktivitas perekonomian dan pertanian subsitem penduduk Priangan. Malah yang terjadi adalah hubungan komplementer antar-keduanya. Hal ini dimungkinkan selain karena faktor geografis-ekologis yang kondusif juga karena jenis tanaman yang diusahakan dan jenis tanah yang digunakan tidak menyaingi sektor ekonomi pertanian. Peran elit lokal sangat besar dalam menciptakan keseimbangan dan harmonisasi relasi antar penduduk pribumi, pemerintah kolonial, dan elit lokal sendiri yang pada gilirannya berpengaruh terhadap peningkatan produk dan terciptanya suasana aman. Fakta historis yang ditemukan di Priangan menjadi indikator penting yang menjelaskan derajat relatif kesejahteraan masyarakatnya. Penelitian yang saya lakukan ini menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahapan kerja: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Kata Kunci: Sejarah, Priangan, Ekonomi, Kolonial.
THE REPRESENTATION OF SUNDANESE FOLKLORE NYI MAS SANGHYANG DEWI SRI IN THREE LANGUAGES Erlina Zulkifli Mahmud; Taufik Ampera; Mumuh Muhsin Zakaria
Sosiohumaniora Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i2.35494

Abstract

Folklore about Dewi Sri, the goddess of fertility in Indonesian culture has various versions. The version of the folklore used in this article is the Sundanese version “Nyi Mas Sanghyang Dewi Sri” collected in a research done by lecturers of Faculty of Cultural Sciences, Universitas Padjadjaran. The folklore is represented in a written text in Sundanese language as the source language text and from the text, it is represented in Indonesian language as the first target language text, then in English language as the second target language text. How the folklore is represented in three languages and what methods of translation are used in target language texts are the objectives of this research. The research method used is descriptive-comparative method. The results show that the folklore is represented in different ways; some additional information are added particularly in the English target text and the method of translation used in the two target languages is mostly communicative translation but in the second target language text, free translation is also found. Despite these differences, the message that needs to be conveyed about Nyi Mas Sanghyang Dewi Sri as the goddess of fertility remains the same in all texts.