Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Membangun Kewirausahaan Generasi Muda melalui Pelatihan Pembuatan Sampo di Desa Bitungsari Bogor Yakobus Suharyono; R. Koesmaryanto Oetomo; Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Natalia Titiek Wiyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 8, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v8i1.8027

Abstract

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah membuat semakin kecilnya peluang bekerja di perusahaan, termasuk bagi para remaja di Desa Bitungsari Bogor. Selain itu, keterbatasan kompetensi dan keterampilan juga menjadi faktor utama para remaja Desa Bitungsari dalam bekerja di perusahaan. Karang Taruna Desa Bitungsari dibentuk dengan harapan mampu memberdayagunakan para remaja desa hingga menjadi generasi muda yang mandiri. Pelatihan pembuatan sampo merupakan kegiatan awal untuk memulai wirausaha bagi generasi muda di Desa Bitungsari. Metode pelatihan yang digunakan adalah praktik langsung dalam membuat sampo. Kepada para peserta pelatihan diberikan pengenalan wawasan mengenai bahan-bahan pembuatan sampo, cara pemanfaatan dan bagaimana menggunakannya. Selanjutnya melalui pendampingan intensif di dalam kelompok kecil, kepada peserta diajarkan bagaimana melakukan proses pembuatan sampo. Langkah pelatihan yang diberikan berikutnya berupa analisa hasil produk yang dihasilkan oleh peserta yang mencakup tekstur kekentalan dan aroma serta efektifitas penggunaan sampo tersebut. Selanjutnya, kepada peserta pelatihan diajarkan prinsip dasar kewirausahaan skala mikro. Hasil pelatihan ini adalah produk sampo dan kesiapan peserta untuk memulai wirausaha.
MULTIMEDIA BASED APPLICATION DESIGN OF SELECTION EXAMINATION AS A SUPPORT FOR PAPERLESS OFFICE IN PPKD EAST JAKARTA Henri Septanto; Petrus Dwi Ananto
Prosiding International conference on Information Technology and Business (ICITB) 2015: INTERNATIONAL CONFERENCE ON INFORMATION TECHNOLOGY AND BUSINESS (ICITB) 1
Publisher : Proceeding International Conference on Information Technology and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selection test potential trainees an early stagethat must be passed by the prospectivetrainees PPKD Vocational ComputerOperator in East Jakarta . If they pass the testof selection then they will be declaredacceptable in Vocational Computer OperatorPPKD East Jakarta . Exam selection ofparticipants aimed to screen potentialparticipants vocational training ComputerOperator to produce the trainees who have theability to match qualifications set by PPKDEast Jakarta.Selection is done through two kinds of tests,the first test on paper contains questionsabout the basic knowledge of the computerafter it conducted the interview. Applicationdesign exam multimedia-based selection wemade is aimed at reducing the use of paper atthe reception the selection of trainees so thatthe concept of paperless office that has beensocialized can also be applied in East JakartaPPKD albeit merely in vocational ComputerOperatorApplication design exam multimedia -basedselection is expected to bring some positiveimpacts, among others, about the inspectionsaves time and also save paper exams andanswer sheets, further away from the examapplication design multimedia-basedselection can help preserve nature because itsaves material usage raw paper derived fromnature that the trees in the forest.Keywords: Aplication Design, SelectionExamination, multimedia, paperless office
Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Kelurahan Bitungsari Bogor Menggunakan Kep/25/M.PAN/2/2004 Petrus Dwi Ananto Pamungkas
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 1 No 1 (2016): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Desember 2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.201 KB)

Abstract

Abstrak: Aparatur pemerintah sebagai pemberi jasa layanan kepada masyarakat merupakan ujung tombak dari citra pemerintah secara keseluruhan. Kepuasan masyarakat terhadap pelayanan aparatur negara menjadikan target utama yang harus dicapai oleh unit pelayanan, mulai dari tingkatan yang kecil hingga yang lebih luas. Unit pelayanan kelurahan Bitungsari merupakan salah satu dari sekian banyak unit pelayanan pemerintah yang dilakukan di Bogor. Berdasarkan data tahun 2014 bahwa unit pelayanan kelurahan Bitungsari menangani 7.356 orang penduduk dengan 1.745 orang kepala keluarga. Sebanyak 59% penduduk kelurahan Bitungsari berada pada masa produktif, 27% jumlah penduduk memiliki pekerjaan sebagai wirasasta tetapi masih 32% jumlah penduduk belum memiliki pekerjaan, sedangkan sisanya bekerja sebagai petani, buruh lepas, ibu rumah tangga, dan lain-lain. Melalui indeks kepuasan masyarakat diharapkan ada ukuran yang jelas mengenai harapan dari masyarakat kelurahan Bitungsari terhadap pelayanan di kelurahan. Berdasarkan hasil teknik pengambilan sampel accident sampling dan metode pengolahan data menurut KEP/25/M.PAN/2/2004 dapat diketahui bahwa secara keseluruhan bahwa tingkat pelayanan aparatur negara di kelurahan Bitungsari berada pada tingkatan BAIK (78,74) dimana kepastian biaya pelayanan dan kenyamanan lingkungan mendapatkan apresiasi SANGAT BAIK (82,64 dan 81,94) sedangkan kecepatan pelayanan mendapat sorotan yang harus lebih diperhatikan meskipun masih berada pada tingkatan BAIK (73,61). Kata Kunci : indeks kepuasan masyarakat, kepuasan masyarakat, pelayanan. Abstract: Government apparatus as a service provider to the public service is the spearhead of the government's image as a whole. Community satisfaction with the services of the state apparatus made the main targets to be achieved by the service unit, begins from small to large. Bitungsari administrative services unit is one of the many units of government services that are performed in Bogor. Based on data from 2014 that Bitungsari administrative services unit to handle 7356 people by 1745. This population households. As many as 59% of the population Bitungsari villages that are in the productive period, 27% of the population has a job as wirasasta but still 32% of the population do not have a job, while the rest work as farmers, casual workers, housewives, and others. Through community satisfaction index is expected to have a clear measure of the expectations of the community village Bitungsari to services in the village. Based on the results of the sampling technique accident sampling and data processing method according KEP / 25 / M.PAN / 2/2004 can be seen that the overall level of services that the state apparatus in the village Bitungsari at the level of GOOD (78.74) where the certainty of the cost of services and environmental comfort appreciated VERY GOOD (82.64 and 81.94), while the speed of service under the spotlight should be noted though is still at the level of GOOD (73.61). Keywords: people's satisfaction, community satisfaction index, service.
Membuat Portofolio Pribadi Menarik dalam Mempersiapkan Diri Melamar Pekerjaan bagi Orang Muda Binaan Marga Sejahtera Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Yoseph Hendrik Maturbongs; R. Koesmaryanto Oetomo
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.488 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v1i2.144

Abstract

Portfolio is one of the main administrative requirements if someone wants to apply for a job. In a portfolio you can see what and how a person is. In this training, participants are invited to directly practice on making attractive portfolios so that they have the opportunity to be accepted by the company. Even though using the zoom meeting media, participants can still practice directly according to the instructions from the lecturer team as a training supervisor. With time constraints and some participants experiencing problems related to internet connection, the training supervisor team provided portfolio creation materials by utilizing the templates available in the document management application. The great enthusiasm of the participants made the training supervisor team even more enthusiastic, especially the continuation of mentoring through the email media of the training supervisor team. In a short time, we were able to produce several examples of participant portfolios sourced from supporting documents, such as diplomas and certificates as well as experiences.
DIGITAL ETHICS PERCEPTION OF STARKI’ STUDENTS DURING THE COVID-19 ENDEMIC Pamungkas, Petrus Dwi Ananto; Oetomo, Robertus Koesmaryanto; Septianingsih, Nithania
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i3.5542

Abstract

Entering the Covid-19 endemic period, the learning process at the Tarakanita College of Communication and Secretary (STARKI) has been carried out face to face between lecturers and students. Students' abilities in using digital media have increased. It's just that the problem is student ethics in using digital media. Based on several problems, such as the many screenshots of private conversations circulating in social media groups and uploading photos with other people without permission, research was conducted to determine the digital ethics index of STARKI students. Through descriptive quantitative research methods using the Proportionate Stratified Random Sampling technique, 196 people were obtained as respondents. From the results of the questionnaire, it can be explained that the digital ethics index for STARKI students for the 2022/2023 academic year is 79.23, which is included in the high category. This means that STARKI students understand to support government programs to prevent the spread of hate speech which often occurs in digital media by not inviting other people to comment negatively on digital media. However, there are still some STARKI students who still upload photos with other people without permission, still spontaneously upload photos of accidents, without permission still include other people in groups and even mark other people as friends, and share screenshots of private conversations via digital media. Thus, STARKI students' understanding of digital ethics still needs to be improved further until it reaches the maximum index.
Literasi Digital Mahasiswa Menggunakan Kerangka Pengukuran Literasi Digital Kominfo Oetomo, Robertus Koesmaryanto; Pamungkas, Petrus Dwi Ananto; Septianingsih, Nithania
Jurnal MENTARI: Manajemen, Pendidikan dan Teknologi Informasi Vol 2 No 1 (2023): September
Publisher : Pandawan Sejahtera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/mentari.v2i1.356

Abstract

Digitalisasi menjadi hal penting saat pandemi Covid-19, dimana ada pembatasan interaksi sehingga segala kegiatan dilakukan secara daring, termasuk pembelajaran. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita memiliki keterampilan digital, terutama pemanfaatan media sosial, yang diperoleh selama pembelajaran dari rumah. Tetapi perlu diketahui sampai sejauh mana keterampilan digital tersebut, bagaimana keterampilan pengamanan data pribadi dalam bermedia sosial, dan bagaimana kebiasaan berdigital yang terbentuk selama pemanfaatan media sosial. Melalui metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan mendeskripsikan hasil distribusi kuesioner terhadap pendapat dan persepsi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita maka dapat diketahui tingkat literasi digital yang termasuk sangat tinggi dimana atribut mahasiswa mampu melakukan kegiatan digital secara mandiri bahkan mampu membantu orang lain yang mengalami kesulitan. Sayangnya, hal tersebut harus mendapatkan perhatian lebih besar karena mahasiswa masih kurang paham pentingnya kerahasiaan data pribadi dan privacy orang lain dalam bermedia sosial.
PELATIHAN MICROSOFT WORD DALAM MENUNJANG PEMBUATAN LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN SISWA SMKN 2 JAKARTA Pamungkas, Petrus Dwi Ananto
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v8i2.34710

Abstract

ABSTRACT. Field Work Practice or PKL is an activity that must be followed by all students of SMKN 2 Jakarta to practice the theories that have been obtained during learning. In order for the school to know what the students have done during PKL and also to be well documented so that it can be used as a reference when evaluating PKL activities, a PKL Report needs to be made. However, there are still many PKL Reports that are not neatly arranged and seem as is. For this reason, training is carried out in compiling PKL Reports so that it is hoped that the PKL Report will be neater and in accordance with existing guidelines. In this activity, an understanding is first given in the use of the Microsoft Word application and direct practice in compiling a PKL Report in general. Direct practice via each student's laptop so that several facility settings can be immediately saved and used directly if needed. Not all facilities in the Microsoft Word application are studied in this training activity, only a few facilities related to compiling PKL Reports so that students remain focused on following this training activity until it is finished. The results of this training activity are seen in the increasing enthusiasm of students in compiling PKL Reports and many students increasingly understand the use of facilities in the Microsoft Word application that make it easier to compile PKL. Thus, this training activity can be said to have succeeded in increasing the insight, knowledge, and skills of students who took part in this training. ABSTRAK. Praktik Kerja Lapangan atau PKL merupakan suatu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik SMKN 2 Jakarta untuk mempraktikkan teori-teori yang sudah didapatkan selama pembelajaran. Agar pihak sekolah dapat mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan para peserta didik selama PKL dan juga agar terdokumentasi dengan baik sehingga dapat dijadikan salah satu referensi saat evaluasi kegiatan PKL maka perlu dibuatkan sebuah Laporan PKL. Tetapi masih banyak juga Laporan PKL yang kurang tersusun dengan rapi dan terkesan apa adanya. Oleh sebab ini maka dilakukan pelatihan dalam menyusun Laporan PKL sehingga diharapkan Laporan PKL menjadi lebih rapi dan sesuai dengan panduan yang ada. Dalam kegiatan ini diberikan pemahaman terlebih dahulu dalam penggunaan aplikasi Microsoft Word dan langsung praktik menyusun sebuah Laporan PKL secara umum. Praktik langsung melalui laptop masing-masing para peserta didik sehingga bisa langsung tersimpan beberapa setting fasilitas dan langsung digunakan jika dperlukan. Tidak semua fasilitas dalam aplikasi Microsoft Word dipelajari dalam kegiatan pelatihan ini, hanya beberapa fasilitas yang terkait dengan penyusunan Laporan PKL saja sehingga para peserta didik tetap fokus mengikuti kegiatan pelatihan ini hingga selesai. Adapun hasil kegiatan pelatihan ini terlihat semakin meningkatnya antusiasme para peserta didik dalam penyusunan Laporan PKL dan banyak para peserta didik yang semakin paham penggunaan fasilitas-fasilitas dalam aplikasi Microsoft Word yang memudahkan dalam penyusunan PKL. Dengan demikian kegiatan pelatihan ini dapat dikatakan berhasil menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan para peserta didik yang mengikuti pelatihan ini.
Menghadapi Isu Etika Dalam Media Digital Melalui Peningkatan Digital Ethics: Facing Ethical Issues in Digital Media Through Improving Digital Ethics Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Uus Rusmawan; Hieronimus Erwin Indrawan; Kusuma Hati
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v4i1.797

Abstract

Mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat terdidik ternyata masih kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Beberapa waktu lalu muncul berita terkenal mengenai pengusiran beberapa mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa. Kurangnya pemahaman mengenai etika bermedia digital membuat kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman agar lebih bijak dalam bermedia digital melalui kegiatan webinar. Mahasiswa, pelajar, dosen, dan guru yang menjadi peserta webinar ini memiliki peluang yang sama menjadi pelaku sekaligus menjadi korban saat menggunakan media sosial. Sebelum kegiatan webinar ini berlangsung, para peserta diminta untuk menyelesaikan pretest dan setelah selesai juga diminta menyelesaikan posttest. Dari hasil kedua tes tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman para peserta mengenai etika digital dalam menggunakan media sosial, terutama saat akan mengunggah peristiwa sehingga tidak merugikan orang lain.
Pelatihan Pendukung bagi Pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) dalam Digitalisasi Pemasaran Yakobus Suharyono; Robertus Koesmaryanto Oetomo; Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Gabriella Novianty Soedjarwo; Uus Rusmawan; Badie Uddin
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 3 No 1: JANUARI 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/9yz45q89

Abstract

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pula bagi para pelaku UMKM yang secara umum berskala kecil, baik modal, tenaga kerja, produk hingga pangsa pasarnya. Tidak sedikit para pelaku UMKM yang membuka usahanya di rumah karena tidak sanggup membayar sewa tempat berjualan atau bahkan menutup usahanya. Berawal dari keprihatinan inilah maka dilaksanakan kegiatan pelatihan bagi para pelaku UMKM yang berada di wilayah Jabodetabek dengan tujuan memberikan pengetahuan, wawasan, dan kemampuan untuk mampu bertahan melalui diversifikasi produk yang dijual hingga pemanfaatan teknologi. Pelatihan ini dilakukan secara online dengan media Zoom, demi tetap mendukung program pemerintah guna mengakhiri pandemi Covid-19 ini, dengan materi membangun jejaring pemasaran, fotografi sebagai kemampuan dasar kegiatan pemasaran digital produk UMKM, dan media sosial sebagai wahana pemasaran. Dalam pelatihan ini berhasil memaksimalkan gadget dan media sosial yang dimiliki oleh para peserta, terutama grup-grup yang sudah ada, untuk meningkatkan penjualan. Antusias yang tinggi dari para peserta dalam bertanya dan pendampingan dalam praktik langsung membuat pelatihan terasa berarti bagi para peserta pelatihan.
Pelatihan Daring Optimalisasi Pemanfaatan E-Learning dalam Mendukung Pembuatan Soal Ujian Daring bagi Dosen Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Hydriana Ananta Win; Cresensiana Widi Astuti; Evvy Silalahi; Rosalia Kurni Setyawati
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1 No 2: JULI 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/wnmgb327

Abstract

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita (STARKI) menerapkan kuliah daring selama pandemi (penyebaran) Covid-19 ini, mulai dari proses pembelajaran hingga pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Genap 2019/2020. Untuk pembuatan soal ujian dapat menggunakan aplikasi e-learning STARKI sehingga pelaksanaan UAS daring dapat berjalan lancar sesuai harapan. Tetapi tidak semua dosen memahami penggunaan dan manfaatnya. Padahal dalam e-learning STARKI sudah lengkap beberapa tipe soal ujian yang dapat dibuat, mulai dari soal pilihan ganda hingga soal esai. Untuk itu dilakukan pelatihan daring dengan metode eksperimen di mana para peserta langsung melakukan latihan pembuatan soal ujian menggunakan akun e-learning yang sudah dibuatkan sebelumnya. Media komunikasi yang digunakan adalah aplikasi Zoom Meeting. Dari hasil evaluasi formulir pre-test dan post-test yang sudah diisi oleh para peserta, dapat diketahui adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan e-learning STARKI. Demi memaksimalkan pemahaman dan keterampilan pemanfaatan e-learning STARKI maka dapat dilakukan dengan peserta dibuat berdasarkan rumpun bidang matakuliah yang diampunya.