Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Membangun Kewirausahaan Generasi Muda melalui Pelatihan Pembuatan Sampo di Desa Bitungsari Bogor Yakobus Suharyono; R. Koesmaryanto Oetomo; Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Natalia Titiek Wiyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 8, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v8i1.8027

Abstract

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah membuat semakin kecilnya peluang bekerja di perusahaan, termasuk bagi para remaja di Desa Bitungsari Bogor. Selain itu, keterbatasan kompetensi dan keterampilan juga menjadi faktor utama para remaja Desa Bitungsari dalam bekerja di perusahaan. Karang Taruna Desa Bitungsari dibentuk dengan harapan mampu memberdayagunakan para remaja desa hingga menjadi generasi muda yang mandiri. Pelatihan pembuatan sampo merupakan kegiatan awal untuk memulai wirausaha bagi generasi muda di Desa Bitungsari. Metode pelatihan yang digunakan adalah praktik langsung dalam membuat sampo. Kepada para peserta pelatihan diberikan pengenalan wawasan mengenai bahan-bahan pembuatan sampo, cara pemanfaatan dan bagaimana menggunakannya. Selanjutnya melalui pendampingan intensif di dalam kelompok kecil, kepada peserta diajarkan bagaimana melakukan proses pembuatan sampo. Langkah pelatihan yang diberikan berikutnya berupa analisa hasil produk yang dihasilkan oleh peserta yang mencakup tekstur kekentalan dan aroma serta efektifitas penggunaan sampo tersebut. Selanjutnya, kepada peserta pelatihan diajarkan prinsip dasar kewirausahaan skala mikro. Hasil pelatihan ini adalah produk sampo dan kesiapan peserta untuk memulai wirausaha.
MULTIMEDIA BASED APPLICATION DESIGN OF SELECTION EXAMINATION AS A SUPPORT FOR PAPERLESS OFFICE IN PPKD EAST JAKARTA Henri Septanto; Petrus Dwi Ananto
Prosiding International conference on Information Technology and Business (ICITB) 2015: INTERNATIONAL CONFERENCE ON INFORMATION TECHNOLOGY AND BUSINESS (ICITB) 1
Publisher : Proceeding International Conference on Information Technology and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selection test potential trainees an early stagethat must be passed by the prospectivetrainees PPKD Vocational ComputerOperator in East Jakarta . If they pass the testof selection then they will be declaredacceptable in Vocational Computer OperatorPPKD East Jakarta . Exam selection ofparticipants aimed to screen potentialparticipants vocational training ComputerOperator to produce the trainees who have theability to match qualifications set by PPKDEast Jakarta.Selection is done through two kinds of tests,the first test on paper contains questionsabout the basic knowledge of the computerafter it conducted the interview. Applicationdesign exam multimedia-based selection wemade is aimed at reducing the use of paper atthe reception the selection of trainees so thatthe concept of paperless office that has beensocialized can also be applied in East JakartaPPKD albeit merely in vocational ComputerOperatorApplication design exam multimedia -basedselection is expected to bring some positiveimpacts, among others, about the inspectionsaves time and also save paper exams andanswer sheets, further away from the examapplication design multimedia-basedselection can help preserve nature because itsaves material usage raw paper derived fromnature that the trees in the forest.Keywords: Aplication Design, SelectionExamination, multimedia, paperless office
Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Kelurahan Bitungsari Bogor Menggunakan Kep/25/M.PAN/2/2004 Petrus Dwi Ananto Pamungkas
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 1 No 1 (2016): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Desember 2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.201 KB)

Abstract

Abstrak: Aparatur pemerintah sebagai pemberi jasa layanan kepada masyarakat merupakan ujung tombak dari citra pemerintah secara keseluruhan. Kepuasan masyarakat terhadap pelayanan aparatur negara menjadikan target utama yang harus dicapai oleh unit pelayanan, mulai dari tingkatan yang kecil hingga yang lebih luas. Unit pelayanan kelurahan Bitungsari merupakan salah satu dari sekian banyak unit pelayanan pemerintah yang dilakukan di Bogor. Berdasarkan data tahun 2014 bahwa unit pelayanan kelurahan Bitungsari menangani 7.356 orang penduduk dengan 1.745 orang kepala keluarga. Sebanyak 59% penduduk kelurahan Bitungsari berada pada masa produktif, 27% jumlah penduduk memiliki pekerjaan sebagai wirasasta tetapi masih 32% jumlah penduduk belum memiliki pekerjaan, sedangkan sisanya bekerja sebagai petani, buruh lepas, ibu rumah tangga, dan lain-lain. Melalui indeks kepuasan masyarakat diharapkan ada ukuran yang jelas mengenai harapan dari masyarakat kelurahan Bitungsari terhadap pelayanan di kelurahan. Berdasarkan hasil teknik pengambilan sampel accident sampling dan metode pengolahan data menurut KEP/25/M.PAN/2/2004 dapat diketahui bahwa secara keseluruhan bahwa tingkat pelayanan aparatur negara di kelurahan Bitungsari berada pada tingkatan BAIK (78,74) dimana kepastian biaya pelayanan dan kenyamanan lingkungan mendapatkan apresiasi SANGAT BAIK (82,64 dan 81,94) sedangkan kecepatan pelayanan mendapat sorotan yang harus lebih diperhatikan meskipun masih berada pada tingkatan BAIK (73,61). Kata Kunci : indeks kepuasan masyarakat, kepuasan masyarakat, pelayanan. Abstract: Government apparatus as a service provider to the public service is the spearhead of the government's image as a whole. Community satisfaction with the services of the state apparatus made the main targets to be achieved by the service unit, begins from small to large. Bitungsari administrative services unit is one of the many units of government services that are performed in Bogor. Based on data from 2014 that Bitungsari administrative services unit to handle 7356 people by 1745. This population households. As many as 59% of the population Bitungsari villages that are in the productive period, 27% of the population has a job as wirasasta but still 32% of the population do not have a job, while the rest work as farmers, casual workers, housewives, and others. Through community satisfaction index is expected to have a clear measure of the expectations of the community village Bitungsari to services in the village. Based on the results of the sampling technique accident sampling and data processing method according KEP / 25 / M.PAN / 2/2004 can be seen that the overall level of services that the state apparatus in the village Bitungsari at the level of GOOD (78.74) where the certainty of the cost of services and environmental comfort appreciated VERY GOOD (82.64 and 81.94), while the speed of service under the spotlight should be noted though is still at the level of GOOD (73.61). Keywords: people's satisfaction, community satisfaction index, service.
Membuat Portofolio Pribadi Menarik dalam Mempersiapkan Diri Melamar Pekerjaan bagi Orang Muda Binaan Marga Sejahtera Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Yoseph Hendrik Maturbongs; R. Koesmaryanto Oetomo
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.488 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v1i2.144

Abstract

Portfolio is one of the main administrative requirements if someone wants to apply for a job. In a portfolio you can see what and how a person is. In this training, participants are invited to directly practice on making attractive portfolios so that they have the opportunity to be accepted by the company. Even though using the zoom meeting media, participants can still practice directly according to the instructions from the lecturer team as a training supervisor. With time constraints and some participants experiencing problems related to internet connection, the training supervisor team provided portfolio creation materials by utilizing the templates available in the document management application. The great enthusiasm of the participants made the training supervisor team even more enthusiastic, especially the continuation of mentoring through the email media of the training supervisor team. In a short time, we were able to produce several examples of participant portfolios sourced from supporting documents, such as diplomas and certificates as well as experiences.
Pemahaman Literasi Digital bagi Remaja Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI) Bekasi Yoseph Hendrik Maturbongs; Yakin Bakhtiar Siregar; Robertus Koesmaryanto Oetomo; Linus Kali Palindangan; Petrus Dwi Ananto Pamungkas
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v4i1.870

Abstract

Literasi digital menjadi hal yang harus ditingkatkan oleh generasi muda guna menghadapi era globalisasi. Kemudahan memperoleh informasi dengan dukungan ketersediaan peralatan dan teknologi membuat informasi menjadi berlimpah. Tanpa pengawasan dari orang yang lebih tua maka para remaja Panti Asuhan Komunitas Anak Maria Immaculata (KAMI) Bekasi menjadi rentan terpapar informasi negatif yang merusak. Untuk itu, para dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita melakukan Pelatihan Pemahaman Literasi Digital dengan tujuan membekali para peserta dengan pengetahuan dan wawasan sehingga lebih bijak dalam mengelola informasi yang diterimanya. Adapun metode yang digunakan adalah pemberian materi dan pelatihan mengenai bagaimana memperoleh informasi dan mengelolanya secara bijak sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat. Pelatihan singkat ini memang tidak sepenuhnya merubah pola pikir semua peserta terhadap informasi yang diterima tetapi sebagian besar peserta mulai memahami pentingnya literasi digital bagi mereka. Klarifikasi informasi dengan membandingkan informasi yang diterima terhadap informasi sejenis lainnya menjadi salah satu hal meningkatnya pemahaman literasi digital. ABSTRACT The younger generation need to increase their digital literacy if they want to succeed in the globalization era. Information has become easier to obtain and more abundant as a result of the availability of equipment and technology. Without supervision from older people, the teenagers at the Maria Immaculata Children's Community (KAMI) Orphanage in Bekasi are vulnerable to being exposed to harmful negative information. Therefore, lecturers and students of the Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita (Tarakanita School of Communication and Secretarial Studies) conducted Digital Literacy Understanding Training with the goal of providing participants with knowledge and insight to help them manage the information they receive more wisely. The method used is the presentation of materials and training on how to obtain information and manage it wisely so as to produce useful information. This short training did not completely change the mindset of all participants regarding the information received. However, most of the participants started to understand the importance of digital literacy for them. Clarification of information by comparing the information received with other similar information is one of the things that increases understanding of digital literacy.
Pelatihan Daring Optimalisasi Pemanfaatan E-Learning dalam Mendukung Pembuatan Soal Ujian Daring bagi Dosen Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Hydriana Ananta Win; Cresensiana Widi Astuti; Evvy Silalahi; Rosalia Kurni Setyawati
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v1i2.393

Abstract

Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita (STARKI) menerapkan kuliah daring selama pandemi (penyebaran) Covid-19 ini, mulai dari proses pembelajaran hingga pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Genap 2019/2020. Untuk pembuatan soal ujian dapat menggunakan aplikasi e-learning STARKI sehingga pelaksanaan UAS daring dapat berjalan lancar sesuai harapan. Tetapi tidak semua dosen memahami penggunaan dan manfaatnya. Padahal dalam e-learning STARKI sudah lengkap beberapa tipe soal ujian yang dapat dibuat, mulai dari soal pilihan ganda hingga soal esai. Untuk itu dilakukan pelatihan daring dengan metode eksperimen dimana para peserta langsung melakukan latihan pembuatan soal ujian menggunakan akun e-learning yang sudah dibuatkan sebelumnya. Media komunikasi yang digunakan adalah aplikasi Zoom Meeting. Dari hasil evaluasi formulir pre-test dan post-test yang sudah diisikan oleh para peserta, dapat diketahui adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan e-learning STARKI. Demi memaksimalkan pemahaman dan keterampilan pemanfaatan e-learning STARKI maka dapat dilakukan dengan peserta dibuat berdasarkan rumpun bidang matakuliah yang diampunya.
Pelatihan Pendukung bagi Pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) dalam Digitalisasi Pemasaran Yakobus Suharyono; Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Robertus Koesmaryanto Oetomo; Gabriella Novianty Soedjarwo; Uus Rusmawan; Badie Uddin
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v3i1.673

Abstract

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak pula bagi para pelaku UMKM yang secara umum berskala kecil, baik modal, tenaga kerja, produk hingga pangsa pasarnya. Tidak sedikit para pelaku UMKM yang membuka usahanya di rumah karena tidak sanggup membayar sewa tempat berjualan atau bahkan menutup usahanya. Berawal dari keprihatinan inilah maka dilaksanakan kegiatan pelatihan bagi para pelaku UMKM yang berada di wilayah Jabodetabek dengan tujuan memberikan pengetahuan, wawasan, dan kemampuan untuk mampu bertahan melalui diversifikasi produk yang dijual hingga pemanfaatan teknologi. Pelatihan ini dilakukan secara online dengan media Zoom, demi tetap mendukung program pemerintah guna mengakhiri pandemi Covid-19 ini, dengan materi membangun jejaring pemasaran, fotografi sebagai kemampuan dasar kegiatan pemasaran digital produk UMKM, dan media sosial sebagai wahana pemasaran. Dalam pelatihan ini berhasil memaksimalkan gadget dan media sosial yang dimiliki oleh para peserta, terutama grup-grup yang sudah ada, untuk meningkatkan penjualan. Antusias yang tinggi dari para peserta dalam bertanya dan pendampingan dalam praktik langsung membuat pelatihan terasa berarti bagi para peserta pelatihan.
Pemanfaatan Aplikasi Pencari Kerja Online Dalam Meraih Peluang Kerja bagi Orang Muda Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Robertus Koesmaryanto Oetomo; Yoseph Hendrik Maturbongs
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v1i1.313

Abstract

Bekerja menjadi tujuan utama bagi sebagian besar orang muda setelah lulus sekolah. Harapannya, dengan bekerja nantinya akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Namun saat ini perbandingan antara pekerjaan dengan pencari kerja menjadi tidak seimbang. Mendapatkan informasi lowongan kerja merupakan langkah awal. Dengan semakin banyaknya informasi lowongan kerja yang didapat maka semakin besar pula peluang mendapatkan pekerjaan. Masalah muncul saat akan mengirimkan surat lamaran beserta dokumen-dokumen pendukung. Berapa besar biaya yang harus dikeluarkan, mulai dari biaya fotokopi dokumen-dokumen pendukung sampai dengan biaya transportasi atau biaya pos atau biaya jasa pengiriman dokumen. Tetapi jika mengurangi pengiriman surat lamaran beserta dokumen-dokumen pendukungnya maka berkurang pula peluang mendapatkan panggilan kerja. Melalui pemanfaatan aplikasi pencari kerja secara online maka sangat berkurang biaya yang harus dikeluarkan. Para pencari kerja dapat mengirimkan surat lamaran beserta dokumen-dokumen pendukungnya ke banyak perusahaan dalam waktu singkat sehingga peluang mendapatkan panggilan kerja pun semakin besar. Untuk itu, maka para peserta kegiatan diajak untuk mencoba secara langsung pemanfaatan pemanfaatan aplikasi pencari kerja secara online dengan didampingi oleh para pengajar yang sudah berpengalaman dalam dunia komputer maupun internet. Walaupun waktu kegiatan yang terbatas tetapi sebagian besar peserta sudah mampu melakukan secara sendiri prosesnya. Kata kunci: dokumen pendukung, pekerjaan, situs pencari kerja, surat lamaran.
Membangun Komunikasi Antar Pribadi Generasi Muda Karang Taruna Bitung Sari Bogor Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Petrus Dwi Ananto Pamungkas; Natalia Titik Wiyani; Yakobus Suharyono; Robertus Koesmaryanto Oetomo
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v4i2.974

Abstract

Seperti halnya dengan generasi muda pada umumnya, sebagian besar dari generasi muda di Kelurahan Bitung Sari Bogor berpikiran bahwa mereka mengenal semua orang melalui media sosial sehingga segalanya dapat dikomunikasikan secara cepat dan mudah, termasuk dalam hal mencari pekerjaan. Mereka lupa bahwa mereka berada dalam dunia nyata dimana segala sesuatu tergantung kepada kemampuan diri sendiri dan harus memiliki daya juang dalam berusaha menjadi lebih baik. Hal ini menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan bagi ibu lurah bersama staf serta para orang tua terhadap generasi muda Kelurahan Bitung Sari Bogor. Ternyata hanya sebagian kecil saja generasi muda yang terserap oleh dunia kerja sebagai karyawan tetap. Informasi dari Sekretaris Kelurahan Bitung Sari Bogor bahwa kemampuan dan ketrampilan sebagian besar generasi muda masih harus ditingkatkan lagi melalui pelatihan-pelatihan. Dalam pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini, selain dilatih keterampilan dan kreativitas pembuatan produk juga dilatih berkomunikasi langsung dengan peserta pelatihan yang lainnya. Hasil pelatihan berupa produk sabun cuci piring dengan berbagai variasi juga sedikit memperlancar komunikasi antar peserta yang ditunjukkan dengan berbaurnya para peserta, dimana awalnya mereka hanya mengenal dua atau tiga peserta saja. ABSTRACT As is the case with the younger generation in general, most of the younger generation in Kelurahan Bitung Sari Bogor think that they know everyone through social media so that everything can be communicated quickly and easily, including in terms of finding a job. They forget that they are in the real world where everything depends on their own abilities and they must have the fighting spirit to try to be better. This is something that is quite worrying for the lurah along with staff and parents for the young generation of the Bitung Sari Bogor Village. It turns out that only a small portion of the younger generation is absorbed by the world of work as permanent employees. Information from the Secretary of Kelurahan Bitung Sari Bogor that the abilities and skills of most of the younger generation still need to be improved through training. In this dish soap making training, apart from being trained in skills and creativity in making products, they are also trained in communicating directly with other training participants. The results of the training in the form of dish soap products with various variations also facilitated communication between participants a little as shown by the mixing of the participants, where at first they only knew two or three participants.
DIGITAL ETHICS PERCEPTION OF STARKI’ STUDENTS DURING THE COVID-19 ENDEMIC Pamungkas, Petrus Dwi Ananto; Oetomo, Robertus Koesmaryanto; Septianingsih, Nithania
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i3.5542

Abstract

Entering the Covid-19 endemic period, the learning process at the Tarakanita College of Communication and Secretary (STARKI) has been carried out face to face between lecturers and students. Students' abilities in using digital media have increased. It's just that the problem is student ethics in using digital media. Based on several problems, such as the many screenshots of private conversations circulating in social media groups and uploading photos with other people without permission, research was conducted to determine the digital ethics index of STARKI students. Through descriptive quantitative research methods using the Proportionate Stratified Random Sampling technique, 196 people were obtained as respondents. From the results of the questionnaire, it can be explained that the digital ethics index for STARKI students for the 2022/2023 academic year is 79.23, which is included in the high category. This means that STARKI students understand to support government programs to prevent the spread of hate speech which often occurs in digital media by not inviting other people to comment negatively on digital media. However, there are still some STARKI students who still upload photos with other people without permission, still spontaneously upload photos of accidents, without permission still include other people in groups and even mark other people as friends, and share screenshots of private conversations via digital media. Thus, STARKI students' understanding of digital ethics still needs to be improved further until it reaches the maximum index.