Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Gawe Rapah sebagai Model Resolusi Konflik Berbasis Kearifan Lokal di Pulau Seribu Masjid, Lombok Kamar, Mohammad Zaenul; Casmini, Casmini; Sa'adah, Nurus
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v5i3.6413

Abstract

This study aims to analyze the role of the “gawe rapah” tradition in addressing three forms of violence—direct, structural, and cultural—and to explore its contributions to peacemaking, peacekeeping, and peacebuilding within the multicultural context of Mareje Timur Village, Lombok Island. Employing a qualitative descriptive approach, the research utilizes direct observation, in-depth interviews, and document analysis. Data were analyzed using Galtung's conflict resolution theory. The findings reveal that the “gawe rapah” tradition effectively mitigates direct violence through dialogue, addresses structural inequalities by fostering social inclusion, and reduces cultural violence through tolerance education. Additionally, the tradition contributes to maintaining social stability (peacekeeping) and fostering long-term harmony (peacebuilding), including integration into formal education and the utilization of digital technology. This study underscores the relevance of the “gawe rapah” tradition as a conflict resolution mechanism rooted in local wisdom and highlights its potential to serve as an inclusive and sustainable model for conflict resolution in other multicultural contexts. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi “gawe rapah” dalam mengatasi tiga bentuk kekerasan—langsung, struktural, dan budaya—serta mengeksplorasi kontribusinya pada peacemaking, peacekeeping, dan peacebuilding dalam konteks masyarakat multikultural di Desa Mareje Timur, Pulau Lombok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan teori resolusi konflik Johan Galtung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi “gawe rapah” efektif dalam meredakan kekerasan langsung melalui dialog, mengatasi ketimpangan struktural dengan menciptakan inklusi sosial, dan mengurangi kekerasan budaya melalui pendidikan toleransi. Tradisi ini juga berkontribusi pada menjaga stabilitas sosial (peacekeeping) dan membangun harmoni jangka panjang (peacebuilding), termasuk melalui integrasi dalam pendidikan formal dan penggunaan teknologi digital. Kajian ini menegaskan bahwa tradisi “gawe rapah” tetap relevan sebagai mekanisme resolusi konflik berbasis kearifan lokal dan memiliki potensi untuk menjadi model penyelesaian konflik yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat multikultural lainnya.
Peta Hasil Intervensi Perilaku Agresif Anak Pada Masa Taman Kanak - Kanak Sampai Sekolah Dasar Mumtahanah, Silma; Casmini, Casmini
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-April 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i1.1399

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kontribusi intervensi yang sudah dilakukan dalam menanggani perilaku agresif pada anak. Manfaat dari penelitian ini akan menjadikan masyarakat dewasa terutama orang tua lebih sadar dalam membantu mencegah perilaku agresif yang sering terjadi di usia anak – anak sehingga dapat diminimalisir dan tidak diulangi kembali ketika nanti anak menginjak usia remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Artikel jurnal penelitian terdahulu yang digunakan berhubungan dengan topik tentang intervensi perilaku agresif pada anak dengan rentan waktu sepuluh tahun terakhir yaitu 2013 – 2023 melalui Google Scholar, dan didapatkan sebanyak 13 artikel yang relevan. Berdasarkan beberapa hasil review artikel dapat dirumuskan bahwa pendekatan intervensi perilaku agresif pada anak yang tepat terdiri menjadi dua yaitu diberikan sekaligus kepada anak dan orang tua/lingkungan sekitar anak. Intervensi dengan pendekatan metode belajar sosial diberikan kepada orang tua/lingkungan sekitar anak dan intervensi dengan metode token ekonomi diberikan kepada anak.
Implementasi Islamic Art Therapy untuk Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi Anak di UPT Rumah Pengasuhan Anak Wiloso Projo Yogyakarta Yurika, Rara Eka; Khofifah, Reni; Mudrikah, Ai Euis; Rahmawati, Rahmawati; Hamdani, Hunaizan; Casmini, Casmini; Irsyadunnas, Irsyadunnas
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1090

Abstract

Islamic art therapy menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan sebagai upaya untuk melatih kemampuan regulasi emosi negatif pada anak-anak di UPT Wiloso Projo Yogyakarta. Penelitian ini termasuk penelitian pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan di UPT Rumah Pengasuhan Anak (RPA) Wiloso Projo Yogyakarta. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi melalui Islamic art therapy. Program ini menawarkan pendekatan inovatif dengan mengintegrasikan nilai keislaman dalam pelaksanaan art therapy. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan yakni observasi, identifikasi masalah, perumusan masalah, treatment (kegiatan) dan output. Temuan penting hasil pengabdian ini menunjukan bahwa kelima anak telah memiliki kemampuan regulasi emosi yang tinggi. Hasil ini dapat dibandingkan dengan hasil tes sebelum pelaksanaan intervensi yang menunjukkan masih ada dua anak yang berada di kategori sedang. Berdasarkan hasil uji paired samples test yang digunakan untuk melihat pengaruh intervensi Islamic art therapy menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan berpengaruh terhadap regulasi emosi anak. Kesimpulannya yakni pelaksanaan intervensi Islamic art therapy berpengaruh dalam meningkatkan regulasi emosi anak, sehingga anak-anak dapat memahami dan mengekspresikan emosi yang dirasakan melalui seni lukis dan mampu meregulasikan emosi melalui seni lukis.
KONTROL DIRI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN UPAYA PENINGKATANNYA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM Mansyur, S; Casmini, Casmini
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v5i2.15084

Abstract

This study seeks to provide a conceptual framework about self-control in an Islamic perspective and efforts to improve it through Islamic counseling and guidance services. This research is library research with descriptive type, the data collection is taken from various books and journals related to the theme and discussion. The results showed that self-control in Islam is a person's ability to direct his attitude and behavior based on faith and piety to Allah SWT. Efforts that can be made in increasing self-control are to provide Islamic counseling guidance services through individual counseling services using a Sufistic approach (takhalli, tahalli, and tajalli).
Penanganan perempuan korban kekerasan di lembaga Kiprah Perempuan Yogyakarta Ilham, Lailul; Casmini, Casmini
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5 No 2 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v5i2.3356

Abstract

Woman victims of violence contrives problems on stability of psychological function which needs a quick and effective treatment in favor of being healed from trauma. This research aims to explore treatment method and its implications towards psychological aspect of women traumatized by past in KIPPER institution. It is as a descrpitive-qualitative research which uses documentation, observing, interviewing method to collect the data. This research subsequently finds that the method used is self-healing method which varies mediation-in-group technique, taking care of self, stone and flower, and body map. The method used affects towards the psychological aspects like secure feeling, having life enthusiasm, dare to speak personally in public, having chances to live normally and freedom to gather and tell their stories with others.
Child grooming: Sex education as a preventive solution Khotimah, Rauhul; Casmini, Casmini
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 11 No 1 (2024): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v11i1.15345

Abstract

Child grooming is sexual, psychological, and physical violence that has now been integrated and mutated with digital technology. Cases of child abuse are of particular concern because they have a long-term impact on children’s development. This research was carried out to provide answers regarding preventive approaches or efforts that can be taken to overcome the phenomenon of child grooming. This research was carried out qualitatively using a phenomenological approach. Data was collected through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique was carried out using the Mills & Huberman technique. The validity of this research data applies source triangulation techniques. The results of the research show that child grooming in the form of sexual harassment is more susceptible to girls due to the way they dress less in line with their age, while for boys, it is caused by the physical deficiencies they experience. This research found that there is a need for holistic sex education through approaches to children, parents, teachers, and the social environment in which children live.
Patience in the Perspective of Sufism: Spiritual Strategies for Students to Maintain Mental Health Casmini, Casmini; Pihasniwati, Pihasniwati; Nuristighfari Masri Khaerani; Aurora Kholiev Nabila
Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/tos.v14i1.27087

Abstract

The high prevalence of mental health issues among university students highlights the need for a holistic treatment approach that includes not only medical and psychological care but also spiritual support. This study examines the concept of patience in Sufism as a practical spiritual strategy for coping with mental pressure. Using a qualitative phenomenological method, it explores the subjective experiences of eight students through in-depth interviews and focus group discussions. The findings indicate that students who practice patience through Sufi practices achieve enhanced emotional regulation, inner calmness, and spiritual resilience. Rather than mere endurance, patience functions as a spiritual framework that helps students reframe academic stress as divine tests, fostering steadfastness and a deeper sense of purpose. Contribution: This study contributes to the discourse on Islamic spirituality in psychology, offering an integrative, culturally rooted approach to student mental well-being. It also adds practical insight into applying Sufi teachings in modern contexts.
Mahasantri and Rational Choice: Shift of Obedience to the Kiai Rochmawati, Nur Anis; Casmini, Casmini; Kholis, Nor; Ramadlani, Ilyas Fahmi
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 32 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.32.2.23153

Abstract

Persepsi tentang kesakralan bentuk komunikasi satu arah dengan orientasi ketaatan total seorang santri kepada kiai bukan lagi gambaran yang ditunjukkan oleh seluruh santri. Melalui kajian etnografi, penelitian ini melihat tingkat ketaatan seorang santri kepada kiai setelah ia masuk perguruan tinggi (Mahasantri). Dengan melakukan observasi partisipan, dimana selama masa penelitian peneliti menjadi bagian dari Mahasantri di dua pesantren di kota Surabaya dan Yogyakarta, temuan penelitian mengidentifikasi bahwa ketaatan Mahasantri kepada kiai tetap ada. Akan tetapi, pilihan-pilihan rasional yang dimiliki Mahasantri tersebut membentuk pemahaman baru tentang konsep ketaatan, dimana ada bagian-bagian tertentu dari aspek ketaatan tersebut yang mengalami pergeseran, atau dapat disebut dari ketaatan absolut menjadi ketaatan kondisional.
PENERIMAAN DIRI DARI KEGAGALAN AKADEMIK PEREMPUAN PERFEKSIONISME Tresnani, Lia Dwi; Casmini, Casmini
Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 18 No. 2 (2021): Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan (AJAIP)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/al-hikmah:jaip.2021.vol18(2).4473

Abstract

This research aims to describe how academic perfectionism women rise from failure. This research uses a qualitative method with a case study approach. The number of participants in this study was four people obtained by purposive sampling technique with the characteristics of middle-aged adult women, the type of perfection in completing academic tasks, had experienced academic failure, and were willing to become research participants. In-depth interviews and observations collect data. This study indicates that educated perfectionist women always try to achieve maximum results io doing academic work. They also always have high targets that must be completed in their academic life. When they experience academic failures, at first, they tend to be sad, but after that, they can get up quickly. That is because they have a good self-concept of achievement, emotional maturity, belief in God's destiny, and a sense of optimism in themselves, and they also get reinforced motivation through social support from close relatives.
Redefining CRM for the Digital Age: The Role of Customer Data Protection from an Islamic Perspective Furwanti, Reni; Casmini, Casmini; Wibowo, Muhammad Ghafur
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.22521

Abstract

ABSTRACT - This study refines Customer Relationship Management (CRM) as a strategic approach for the digital era. It proposes Customer Data Protection (CDP) as a crucial new dimension for a more holistic CRM framework. This revised framework addresses inconsistencies in past CRM definitions, which have contributed to implementation failures across industries. The urgency for this refinement is further emphasized by Indonesia's weak data security landscape. Employing a quantitative survey methodology, the study gathers data from 412 respondents selected through purposive sampling. Confirmatory Factor Analysis (CFA) is then utilized to analyze each CRM dimension within the collected data. The empirical findings establish five significant dimensions of CRM, forming a strategic framework referred to as the "5C CRM." This framework encompasses processes for cultivating positive stakeholder relationships, preserving company value, and ultimately enhancing customer satisfaction. From an Islamic perspective, data protection aligns with the Maqāṣid Sharia principle of hifdz al-nafs (protecting life). By securing customer data, companies safeguard customers from potential dangers associated with cybercrime and unauthorized access. This aligns with the Quranic verse An-Nur:27, which emphasizes seeking permission before entry. This verse signifies the company's responsibility to secure and protect customer data from unauthorized access. Ultimately, businesses that actively safeguard personal information are more likely to cultivate customer satisfaction and loyalty. The findings suggest that prioritizing data security not only aligns with Islamic principles but also fosters stronger customer relationships.========================================================================================================ABSTRAK - Redefinisi CRM untuk Era Digital: Peran Perlindungan Data Konsumen dalam Perspektif Islam. Penelitian ini meredefinisi konsep Customer Relationship Management (CRM) sebagai pendekatan strategis untuk era digital dengan mengusulkan dimensi baru, yaitu Perlindungan Data Konsumen (Customer Data Protection - CDP), untuk menciptakan kerangka kerja CRM yang lebih komprehensif. Penyempurnaan ini bertujuan untuk mengatasi persoalan inkonsistensi definisi CRM yang berakibat pada kurang efektifnya implementasi di berbagai sektor. Urgensi penyempurnaan ini disebabkan oleh kondisi keamanan data di Indonesia yang masih lemah sehingga sering terjadi kebocoran data. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang mengumpulkan data melalui survei kuesioner dari 412 responden yang dipilih secara purposif. Confirmatory Factor Analysis (CFA) digunakan untuk menganalisis dimensi-dimensi CRM dari data yang terkumpul. Hasil kajian menetapkan lima dimensi kunci CRM yang membentuk kerangka strategis yang disebut “5C CRM”. Kerangka ini mencakup proses yang dilakukan perusahaan untuk membina hubungan positif dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal, menjaga nilai perusahaan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Dari perspektif Islam, perlindungan data konsumen sejalan dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya aspek hifdz al-nafs (melindungi kehidupan). Dengan pengamanan data konsumen, perusahaan akan melindungi pelanggan dari bahaya kejahatan dunia maya dan akses yang tidak sah. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Qur’an An-Nur:27 yang menekankan pentingnya meminta izin sebelum memasuki suatu tempat, yang menandakan tanggung jawab perusahaan untuk mengamankan dan melindungi data konsumen dari akses tidak sah. Pada akhirnya, perusahaan yang secara aktif melindungi informasi pribadi cenderung meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prioritas terhadap keamanan data tidak hanya sejalan dengan prinsip Islam tetapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan.