Jeff Wilfred Mesah
Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Dari Barter sampai Monopoli: Perdagangan Cendana dan Pengaruh Eropa di Wilayah Timor Barat Abad Ke-18 Jeff Wilfred Mesah
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol 6, No 2 (2022): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hm.v6i2.20406

Abstract

The aroma of Timor sandalwood has attracted many traders from Asia and Europe to come to this region to get it. Because of its very high profit and selling value, Europeans began to compete to obtain large amounts of sandalwood. Therefore, the purpose of reconstructing the historical processes that occur related to this theme is very important to be exposed. So the question arises: How was the influence and dominance of Europeans about the sandalwood trading in West Timor in the 18th century? In order to obtain answers, the critical historical method is used as well as the use of primary and secondary sources and the study of relevant references. Thus, it is a fact that, with the increasingly bustling sandalwood trade, Timor is included in the world trade network. But on the other hand, it caused discord among Europeans. Each of them instills influence and dominance in order to control this sandalwood-producing area. So the Europeans implemented a political intervention aimed on the economical monopoly, because sandalwood which was originally a trading commodity for the local community was then controlled by European powers. The result of this dispute was the division of the island of Timor into two parts.
Peningkatan Prestasi Belajar IPS Tentang Mengenal Masalah Sosial Di Lingkungan Setempat Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning STAD Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Siuf Kec. Amarasi Timur Kab. Kupang: Indonesia Banu, Reky; Mesah, Jeff Wilfred; Djami, Yolis
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v6i2.130

Abstract

Penulisan ilmiah dengan judul: “Peningkatan Prestasi Belajar IPS Tentang Mengenal Masalah Sosial di Lingkungan Setempat Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning – STAD Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Siuf Kec. Amarasi Timur Kab. Kupang”. Masalah penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan prestasi belajar IPS tentang mengenal masalah sosial di lingkungan setempat melalui model pembelajaran Cooperative Learning – STAD pada siswa Kelas IV SD Negeri Siuf. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan prestasi belajar IPS tentang masalah sosial di lingkungan setempat melalui model pembelajaran Cooperative Learning – STAD pada Siswa Kelas IV SD Negeri Siuf. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi. Tindakan pembelajaran yang dilakukan berprinsip pada peningkatan hasil pembelajaran yang dialami oleh siswa – siswi sendiri dalam belajar tentang masalah sosial di lingkungan setempat. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari tahapan – tahapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan model pembelajaran Cooperative Learning – STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran tentang mengenal masalah sosial di lingkungan setempat yang dikhususkan tentang masalah kebakaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru yang mengajarkan masalah sosial lingkungan setempat pada kelas IV SD Negeri Siuf dengan menggunakan metode ceramah bervariasi rata – rata nilai hasil tes formatif adalah 57, 14 yakni yang tuntas mencapai KKM 19 orang. Setelah melakukan tindakan pada siklus I dengan menggunakan pendekatan Cooperative Learning –STAD siswa yang mampu menjadi 19 orang dengan nilai rata - rata 62,06 %, siswa yang tidak mampu 37,04%. Hasil observasi siklus I belum dapat dihentikan karena kemampuan siswa dalam menyampaikan hasil diskusi dan mengerjakan soal latihan belum mencapai KKM yang ditetapkan sekolah yakni 65%, untuk itu penelitian dilanjutkan pada siklus II. Setelah melakukan tindakan pada siklus II hasilnya meningkat 28 siswa yang mengikuti tes yang mampu, meningkat menjadi 85,71%, dan siswa yang tidak mampu menjadi 14,29%. Dengan demikian belajar menggunakan pendekatan Cooperative Learning – STAD pada materi mengenal masalah sosial lingkungan setempat khususnya kebakaran dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar pada siswa kelas IV SD Negeri Siuf Kec. Amarasi Timur Kab. Kupang.
Fungsi Bahasa Ibu dalam Kegiatan Pembelajaran Siswa Kelas 1 (Satu) di SD. Negeri Bilese Desa Hueknutu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang: Indonesia Kolnel, Arnol; Mesah, Jeff Wilfred
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v6i1.131

Abstract

Language is a communication tool for humans, this shows that the smoothness of a communication depends on the mastery of a language. A child in his communication development will use the language used in his family environment and that is the first language of the child and becomes the mother tongue for the child. This study aims to determine the function of mother tongue in learning grade 1 students at SD Negeri Bilese,Desa Hueknutu, KecamatanTakarti Kabupaten Kupang . The theory used is Psycholinguistic theory. The results showed that the function of mother tongue in learning activities for first grade students at SD Negeri Bilese, Huekntutu Village, Takari sub-district, Kupang Regency consisted of social functions and referential functions.
Implementasi Program IDUKA (Link and Match) di Sekolah Menengah Kejuruan: Indonesia Lamijan, Lamijan; Waluwandja, Petrisia Anas; Anabokay, Yanrini Martha; FanggidaE, Yenssy Mervilen; Kolnel, Arnot Apsalon; Taebenu, Yulinda; Mesah, Jeff Wilfred
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v7i1.148

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui: (1) konteks (context) Program IDUKA (Link and Match) meliputi (a) kualitas kompetensi siswa, (b) kebijakan dan tujuan Program IDUKA (Link and Match), (c) kesiapan pengelolaan Program IDUKA (Link and Match) Hasil penelitian menunjukkan: (1) Evaluasi terhadap konteks program IDUKA tergolong tinggi aspek ini terdiri dari: (a) Kualitas kompetensi yang dimiliki oleh siswa. (b) Kesesuaian pelaksanaan progam IDUKA dengan kebijakan dan tujuan yang ditetapkan oleh sekolah. (c) Kesiapan pengelolaan pelaksanaan yang dilakukan oleh sekolah tergolong tinggi.
Makna Tuturan Adat Ika Suti Masyarakat Desa Napi Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan: Indonesia Fallo, John Darwis; Oematan, Richard; Ingunau, Temmy M. E.; Mesah, Jeff Wilfred
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v7i2.186

Abstract

Ritual adat ika suti dalam perkawinan adat menggunakan bahasa budaya yang terbilang halus dan unik. Selain itu, Bahasa yang digunakan dalam tuturan ritual adat ika suti dalam perkawinan adat tersebut memiliki makna budaya kebahasaan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan makna budaya kebahasaan tuturan ritual adat ika suti masyarakat Desa Napi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori lingusistik kebudayaan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan wawancara. Dalam melakukan teknik simak, diterapkan teknik perekaman sebagai teknik dasarnya. Kemudian dilanjutkan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Selanjutnya dilakukan teknik wawancara terstruktur dan tak terstruktur. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif dielektif. Hasil penelitian ditemukan berbagai makna budaya kebahasaan yang terdapat dalam tuturan ritual adat ika suti masyarakat Desa Napi pada masyarakat suku Amanuban di Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni, Pertama, makna psikologis yang didalamnya terdapat makna percaya diri, makna motivasi dan makna kasih sayang. Kedua, makna filosofis yang didalamnya terdapat, makna menyadari kedudukan sebagai istri, makna berpengertian dan makna keterampilan.
Makna Kenoto dalam Upacara Adat Perkawinan Etnis Sabu Di Desa Raerobo Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua: Indonesia Wadu, Indrawati; Meluk, Oktoviana Derice; Mesah, Jeff Wilfred
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i2.238

Abstract

Penelitian dengan judul Makna “Kenoto” Dalam Upacara Adat Perkawinan Etnis Sabu Di Desa Raerobo Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu Raijua memiliki tujuana). untuk mengetahui proses “kenoto” dalam adat perkawinan masyarakat sabu b). Untuk menggetahui Makna dan nilai “kenoto” dalam perkawinan adat etnis Sabu di Desa Raerobo. Alasan peneliti mengambil lokasi ini karna di Desa Raerobo masih melakukan tradisi ini, Penentuan informan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu penelitian informan berdasarkan pertimbangan penelitian. Oranng yang menjadi informen adalah tokoh adat dan tokoh masyarakat yang benar-benar mengetahui tentang “Kenoto”.  Sumber data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif yakni dimana data akan di reduksi,untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah penelitian, suatu kebudayaan dapat di jadikan sebagai nilai-nilai dan cara bersikap yang telah melekat dan menjadi ciri kas masyarakatnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa “kenoto” dalam adat perkawinan etnis sabu, merupakan warisan budaya yang di turunkan dari generasi ke generasi sehingga masyarakat sabu masih sangat berpegang tegu pada adat istiadat mereka. Masyarakat sabu meyakini bahwa “kenoto” bukan hanya sebagai tempat sirih pinang, namun memiliki nilai dan makna bagi kehidupan rumah tangga. Research entitled The Meaning of "Kenoto" in the Traditional Sabu Ethnic Marriage Ceremony in Raerobo Village, Sabu Liae District, Sabu Raijua Regency. a). to find out the process of "kenoto" in the marriage customs of the Sabu community b). To find out the meaning and value of "kenoto" in the traditional marriage of the Sabu ethnic group in Raerobo Village. The reason the researcher took this location was because Raerobo Village still carries out this tradition. Determining the informants used in this research was purposive sampling, namely informant research based on research considerations. The people who become informants are traditional leaders and community leaders who really know about "Kenoto".  The data sources used in this research are primary and secondary data sources. Then the data is analyzed using qualitative descriptive techniques, namely where the data will be reduced, to provide a clearer picture and make research easier. A culture can be used as values ​​and ways of behaving that are inherent and characteristic of its society. The results of the research show that "kenoto" in the Sabu ethnic marriage customs is a cultural heritage that has been passed down from generation to generation so that the Sabu people still adhere strictly to their customs. The shabu community believes that "kenoto" is not only a place for betel nut, but has value and meaning for household life.
Ritual Adat Hapo Ana (Syukuran Bayi Baru Lahir) Oleh Penganut Jingitiu Di Sabu Raijua: Indonesia Nawa, Mani S.; Mesah, Jeff Wilfred; Sabu, Omiano
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i1.239

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Apa makna dan nilai dari ritual adat hapo ana (syukuran bayi baru lahir) oleh penganut jingitiu di Desa Eimadake Kecamatan sabu Tengah Kabupaten sabu raijua. Yang menjadi lokasi penelitian adalah Desa eimadake Kecamatan sabu tengah Tengah Kabupaten sabu raijua, alasan peneliti mengambil lokasi ini karena di Desa eimadake masih melakukan tradisi ini dan belum pernah ada yang melakukan penelitian ilmiah tentang kebudayaan. Suatu kebudayaan dapat dirumuskan sebagai seperangkat nilai-nilai dan cara berlaku (artinya kebiasaan) yang dipelajari pada umumnya dimiliki oleh para warga dari suatu masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam ritual adat hapo ana (syukuran bayi baru lahir) oleh penganutu jingitiu  dikatakan membudaya, karena dalam setiap masyarakat jingitiu yang melahirkan harus ada ritual adat hapo ana di Desa Eimadake.  Makna ritual adat hapo ana (syukuran bayi baru lahir) oleh penganut jingitiu  yakni merupakan ungkapan rasa syukur keluarga atas karunia yang diberikan dan juga proses ritual yang dilakukan merupakan proses dimana seorang anak secara resmi diakui keberadaannya di tengah masyarakat dengan keyakinan bahwa anak yang di Hapo Ana nantinya akan tumbuh menjadi anak yang berguna dalam kehidupan keluarga serta membanggakan keluarga.
Makna dan Nilai Tuturan dalam Upacara Adat Mulha’i Duik pada Masyarakat Suku Rote Termanu Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang: Indonesia Ingunau, Kinenty; Boimau, Sanhedri; Oematan, Richard; Ingunau, Temy Miswan Elifas; Mesah, Jeff Wilfred
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i2.485

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah Makna dan Nilai yang terkandung dalam tuturan upacara adat Mulha’i Duik pada masyarakat suku Rote Termanu Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna dan nila tuturan dalam upacara adat Mulha’i Duik pada masyarakat suku Rote Termanu Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami juga sebagai sumbangan referensi untuk acuan (literatur) bagi peneliti selanjutnya. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori linguistik kebudayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh terkait makna yang terkandung dalam upacara adat Mulha’i Duik adalah Makna sejarah, kekeluargaan, kesedihan, Kebersamaan, Simbolis. Sedangkan nilai yang terdapat nilai budaya, gotong royong, religious, sosiologis, edukatif. The problem in this study is the meaning and value contained in the speech of the Mulha'i Duik traditional ceremony in the Rote Termanu tribe community of Pukdale Village, East Kupang District, Kupang Regency. The purpose of this study is to describe the meaning and value of speech in the Mulha'i Duik traditional ceremony in the Rote Termanu tribe community of Pukdale Village, East Kupang District, Kupang Regency. The expected benefits of this study are to know and understand as well as a contribution of references for references (literature) for further researchers. The theory used in the study is the theory of cultural linguistics. The method used in this study is descriptive qualitative. The results obtained related to the meaning contained in the Mulha'i Duik traditional ceremony are the meaning of history, kinship, sadness, togetherness, symbolic. While the values contained are cultural values, mutual cooperation, religious, sociological, educational.
Transportasi dan Jaringan Perdagangan Cendana Timor Barat Abad XIX Mesah, Jeff Wilfred
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol. 9 No. 2 (2025): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The sandalwood trade of the past is an interesting historical study topic to discuss, which is also one of the reasons why this theme is important to raise. Research on the transportation and sandalwood trade network in West Timor in the 19th century aims to reconstruct the historical process that occurred with the sandalwood trade in West Timor, which opened trade routes and networks with other regions in Asia and Europe. The main problem is how the transportation and trade network of West Timor sandalwood in the 19th century when West Timor was under the influence of the Dutch government? This is then explained in several research questions such as who were the main actors involved and what was the transportation model or system in the sandalwood trade in West Timor in the 19th century. To obtain answers to these main questions, a critical history method is used with the use of primary and secondary sources such as archives, journals, reports, photographs, and relevant reference reviews as well as archival analysis and literature studies to complete the data. The stages in this method include heuristics and data verification or source criticism, followed by interpretation and historiography or historical writing. This research found that Dutch government controls, such as shipping taxes, actually led to a decline in the sandalwood trade. Furthermore, local trade, initially conducted by indigenous traders from the Bugis, Makassarese, Javanese, and Chinese, began to be dominated by Chinese traders, while the outbound trade network was dominated by European traders. Similarly, sandalwood transportation and shipment were heavily influenced by West Timor's geography.
Makna Upacara Adat Reba (Syukuran Atas Hasil Panen) Bagi Masyarakat Bajawa Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur: Indonesia Fono, Vercelli Elisabeth; Sabu, Omiano; Mesah, Jeff Wilfred
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Meaning of the Reba Traditional Ceremony (Thanksgiving for the Harvest) for the Bajawa Community, Ngada Regency, East Nusa Tenggara Province." The results of this research show that, (1) Reba is a ceremony of thanksgiving to ancestors which is carried out in the Bajawa community, especially Bobou village. Crops will fail and people will get various kinds of diseases. In carrying out the Reba ceremony in the Bajawa community, especially Bobou village. The values ​​and meanings contained in the traditional reba ceremony in the Bajawa community, especially in Bobou village, namely a). Historical meaning (history). b) The meaning of brotherhood. A). Social value, b). Cultural values, c). The value of fortitude and hope, d). magical value, e). Peace value, f). Moral values.