Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Deep Learning dengan Teknik Early Stopping untuk Mendeteksi Malware pada Perangkat IoT Andika Surya, Iwang Moeslem; Cahyanto, Triawan Adi; Muharom, Lutfi Ali
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 12 No 1: Februari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2025128267

Abstract

Perkembangan pesat teknologi, khususnya Internet of Things (IoT), telah memberikan dampak signifikan dalam berbagai sektor kehidupan manusia. IoT memungkinkan pertukaran data antar perangkat secara otomatis melalui jaringan internet, mengubah cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Meskipun IoT memberikan berbagai manfaat seperti kemudahan mengakses perangkat dari jarak jauh, kehadirannya juga membawa potensi bahaya terkait dengan keamanan siber, privasi, dan ketergantungan terhadap teknologi. Artikel ini membahas upaya untuk mengatasi ancaman keamanan siber pada ekosistem IoT dengan mengimplementasikan sistem deteksi berbasis klasifikasi malware. Pendekatan ini memanfaatkan teknik pembelajaran mesin, terutama deep learning, untuk mengidentifikasi dan memitigasi ancaman siber. Penggunaan Convolutional Neural Network (CNN) dalam klasifikasi dataset IoT-23 dengan teknik penyeimbangan data SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) serta fungsi Early Stopping menunjukkan hasil yang tinggi. Meskipun CNN awalnya dirancang untuk pengolahan gambar, algoritma ini juga efektif dalam mendeteksi pola kompleks pada data non-gambar seperti lalu lintas jaringan IoT karena kemampuannya dalam ekstraksi fitur hierarkis. Akurasi yang diperoleh pada dataset tidak seimbang adalah sebesar 99%, sedangkan pada dataset seimbang sebesar 75%. Presisi dan Recall yang diperoleh pada dataset tidak seimbang di kelas 0 adalah 100% dan 35%, sedangkan pada kelas 1 adalah 99% dan 100%. Pada dataset seimbang, presisi dan recall di kelas 0 adalah 67% dan 100%, sedangkan pada kelas 1 adalah 100% dan 51%.   Abstract The rapid development of technology, especially the Internet of Things (IoT), has significantly impacted various sectors of human life. IoT enables automatic data exchange between devices via the internet, changing how humans interact with their surroundings. Although IoT provides multiple benefits, such as ease of accessing devices remotely, its presence also brings potential dangers related to cybersecurity, privacy, and dependence on technology. This article discusses efforts to address cybersecurity threats in the IoT ecosystem by implementing a malware classification-based detection system. This approach utilizes machine learning techniques and intense learning to identify and mitigate cyber threats. The use of Convolutional Neural Network (CNN) in classifying the IoT-23 dataset with the SMOTE (Synthetic Minority Oversampling Technique) data balancing technique and the Early Stopping function shows high results. Although CNN was initially designed for image processing, this algorithm also effectively detects complex patterns in non-image data, such as IoT network traffic, due to its ability to extract hierarchical features. The accuracy obtained on the unbalanced dataset is 99%, while on the balanced dataset, it is 75%. The precision and recall obtained on the unbalanced dataset in class 0 are 100% and 35%, while in class 1 are 99% and 100%. In the balanced dataset, the precision and recall in class 0 are 67% and 100%, while in class 1 are 100% and 51%.
Implementasi Virtual Reality dalam Visualisasi Arsitektur Kampus Menggunakan Game Development Life Cycle (GDLC) Hidayat, Muhammad Hafid; Maulana, Oka Wahyu; Oktavianto, Hardian; Muharom, Lutfi Ali; Cahyanto, Triawan Adi; Saifudin, Ilham
BIOS : Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer Vol 6 No 2 (2025): September
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/bios.v6i2.169

Abstract

Campus promotions often still rely on conventional media such as brochures, mockups, or 2D videos which are less attractive to the digital generation. This presents a challenge in effectively conveying the university's image and excellence to prospective students, especially high school students. To overcome these problems, this research aims to develop a campus architectural visualization system based on Virtual Reality (VR) technology as a promotional media for Muhammadiyah University. This system was developed using the Game Development Life Cycle (GDLC) method, which includes initiation, pre-production, production, testing, and post-production stages. 3D models of the campus buildings were created using Blender and integrated into Unity to build an interactive VR environment. Key features include virtual campus navigation, detailed 3D visualizations, and interactive information presentation. Testing was conducted using the black-box method and usability evaluation. The results show that the VR application is able to provide an interesting and informative campus exploration experience. This system is expected to be an effective and modern promotional media, and is able to increase prospective students' interest in the campus.
Informasi Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Kompentensi Tim Pelaksana Tugas dan Masyarakat Desa Sehat Berbasis IFHE Indriyani, Diyan; Asmuji, Asmuji; Cahyanto, Triawan Adi; Maharani, Astrid; Andriani, Sri Wahyuni
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.6010

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk mewujudkan masyarakat sehat dengan mengoptimalkan potensi masyarakat untuk terlibat secara aktif. Prakarsa masyarakat  mencapai tujuan pembangunan kesehatan perlu didorong guna mewujudkan tatanan hidup masyarakat melalui paradigma “Desa Sehat” dengan harapan berimplikasi langsung bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Guna mewujudkan cita-cita tersebut di Desa Tutul Kecamatan Balung telah dibangun pola Desa Sehat yang didasari kemandirian keluarga dalam mengevaluasi kesehatan keluarga secara mandiri. Hal ini dioptimalkan dengan peran Tim Pelaksana Tugas (SATGAS) sebagai koordinator manajemen Desa Sehat berbasis Independent Family Health Evaluation (IFHE). Pemberian informasi kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi Tim SATGAS Desa Sehat berbasis IFHE serta masyarakatnya. Menggunakan sampel 47 responden yang terdiri dari Tim Satgas, perwakilan RW dan perwakilan Posyandu, dengan Pra Experiment Pre-Post Test Design dan analisa data Paired T-Test (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan informasi kesehatan meliputi kesehatan komunitas pendukung desa sehat (p value 0,01), optimalisasi gizi dalam pencegahan stunting (p value 0,02), mengenal penyakit gangguan kardiovaskuler (p value   0,01 ), kehamilan risiko tinggi dan pencegahan kematian periode perinatal (p value   0,04 ). Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian informasi kesehatan efektif dalam meningkatkan kompetensi pengetahuan Tim SATGAS Desa Sehat Berbasis IFHE serta masyarakat Desa Tutul.
PEMBINAAN BUDIDAYA PERTANIAN BERBASIS SMART VERTICAL FARMING UNTUK PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DI DAERAH PERUMAHAN Cahyanto, Triawan Adi; Murwanti, Retno
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2022): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i1.1533

Abstract

Pembangunan perumahan di perkotaan yang sangat pesat, cenderung tidak mempertimbangkan faktor konservasi lingkungan dengan memberikan sumbangsih ruang terbuka hijau yang terbatas. Pekarangan merupakan lahan yang potensial untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif terutama untuk pemenuhan kebutuhan pangan yang bergizi bagi si pemilik. Keterbatasan lahan bukanlah hal yang menjadi hambatan untuk mengaktualisasi potensi nilai ekonomi. Lahan di lingkungan perumahan yang cenderung terbatas dapat dioptimalkan untuk ditanami tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti tanaman pangan, tanaman hias, tanaman obat dan tanaman penyuplai oksigen dalam jumlah besar. Salah satu model optimalisasi lahan terbatas untuk mendukung pertanian sederhana di lingkungan perumahan yaitu model smart vertical farming. Metode pelaksanaan kegiatan antara lain dengan memberikan pelatihan teknik vertical farming, praktik budidaya vertical farming, pembuatan model smart vertical farming dan cara melakukan perawatan. Paparan pelatihan dan praktik disampaikan oleh narasumber dari bidang agribisnis, sedangkan pemodelan smart vertical farming disampaikan oleh narasumber dari bidang teknik informatika. Opini yang berkembang di masyarakat bahwa menerapkan konsep vertical farming adalah sesuatu yang mahal dan rumit, nyatanya tidak semuanya benar. Dengan bermodalkan bibit tanaman, paralon atau botol bekas, maka masyarakat dapat membuat model pertanian vertikal. Model tersebut akan menjadi lebih efisien apabila menerapkan konsep pertanian cerdas berbasis sensor dalam pemantauan dan pengelolaan tanaman. Hasil dari kegiatan baik pelatihan, praktik, maupun pembuatan model smart vertical farming sangat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Analisis Kinerja Quality Of Service Menggunakan Metode Queue Tree Dan Simple Queue Elisama, Yokhebed; Taufiq Timur Warisaji; Triawan Adi Cahyanto
JUSTINDO (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2025): JUSTINDO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/justindo.v10i2.3264

Abstract

Manajemen bandwidth merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas layanan jaringan, terutama di lingkungan dengan banyak pengguna. Mikrotik menyediakan beberapa metode untuk mengelola bandwidth, di antaranya Simple Queue dan Queue Tree, yang memiliki mekanisme berbeda dalam mengalokasikan bandwidth kepada klien. Penelitian ini merupakan studi komparatif yang bertujuan untuk menganalisis kinerja kedua metode tersebut berdasarkan parameter Quality of Service (QoS), meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss. Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan langsung di jaringan nyata milik ID-NET di Desa Umbulrejo, Jember, dengan spesifikasi objek berupa koneksi padat 300 Mbps, 64 klien aktif, penggunaan perangkat Mikrotik RB750, serta analisis gabungan antara data teknis dan wawancara pengguna. Data dikumpulkan melalui konfigurasi perangkat dan pemantauan menggunakan Wireshark. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Queue Tree menghasilkan throughput rata-rata 38,6 Kbps (unggul 22,5% dibandingkan Simple Queue sebesar 31,5 Kbps), serta jitter lebih rendah (0,5 ms dibanding 1,3 ms). Berdasarkan temuan tersebut, metode Queue Tree direkomendasikan untuk jaringan bertrafik tinggi yang memerlukan manajemen bandwidth dan kestabilan throughput secara optimal.
Healthy Islamic Boarding School Through Healthy House Services at the Baitul Arqom Islamic Boarding School in Jember Regency Hidayat, Cahya Tribagus; Elmaghfuroh, Dian Ratna; Cahyanto, Triawan Adi; Dewi, Sofia Rhosma
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 23, No 2 (2023): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.04650

Abstract

Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari, oleh, dan untuk masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang tidak saja mahir dalam aspek pembangunan moral dan spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, namun dapat pula menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan bagi masyarakat sekitar. Kondisi kesehatan di pondok pesantren pada umumnya masih memerlukan perhatian khususnya meliputi tiga aspek, yaitu akses pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat serta kesehatan lingkungan. wujud pemberdayaan masyarakat dikenal dengan istilah UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) salah satunya yaitu dengan Gerakan Pesantren Sehat (GPS) melalui Healthy House Service. Layanan yang diberikan meliputi layanan edukasi PHBS, pelatihan kader PHBS, layanan Kesehatan santri, dan layanan telenursing serta SIM-RS (Sistem Informasi Manajemen-Rumah Sehat) yang memfasilitasi layanan Kesehatan berbasis online dan juga mengakomodir database yang merekam data jumlah penyakit di pondok pesantren. Hasil kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang PHBS sebesar 82,67% dan peningkatan keterampilan sebesar 40%. Healthy House Service ini diharapkan dapat membawa pesantren menuju Kesehatan yang optimal.’