Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Implementasi Virtual Reality dalam Visualisasi Arsitektur Kampus Menggunakan Game Development Life Cycle (GDLC) Hidayat, Muhammad Hafid; Maulana, Oka Wahyu; Oktavianto, Hardian; Muharom, Lutfi Ali; Cahyanto, Triawan Adi; Saifudin, Ilham
BIOS : Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer Vol 6 No 2 (2025): September
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/bios.v6i2.169

Abstract

Campus promotions often still rely on conventional media such as brochures, mockups, or 2D videos which are less attractive to the digital generation. This presents a challenge in effectively conveying the university's image and excellence to prospective students, especially high school students. To overcome these problems, this research aims to develop a campus architectural visualization system based on Virtual Reality (VR) technology as a promotional media for Muhammadiyah University. This system was developed using the Game Development Life Cycle (GDLC) method, which includes initiation, pre-production, production, testing, and post-production stages. 3D models of the campus buildings were created using Blender and integrated into Unity to build an interactive VR environment. Key features include virtual campus navigation, detailed 3D visualizations, and interactive information presentation. Testing was conducted using the black-box method and usability evaluation. The results show that the VR application is able to provide an interesting and informative campus exploration experience. This system is expected to be an effective and modern promotional media, and is able to increase prospective students' interest in the campus.
Informasi Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Kompentensi Tim Pelaksana Tugas dan Masyarakat Desa Sehat Berbasis IFHE Indriyani, Diyan; Asmuji, Asmuji; Cahyanto, Triawan Adi; Maharani, Astrid; Andriani, Sri Wahyuni
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i4.6010

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk mewujudkan masyarakat sehat dengan mengoptimalkan potensi masyarakat untuk terlibat secara aktif. Prakarsa masyarakat  mencapai tujuan pembangunan kesehatan perlu didorong guna mewujudkan tatanan hidup masyarakat melalui paradigma “Desa Sehat” dengan harapan berimplikasi langsung bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Guna mewujudkan cita-cita tersebut di Desa Tutul Kecamatan Balung telah dibangun pola Desa Sehat yang didasari kemandirian keluarga dalam mengevaluasi kesehatan keluarga secara mandiri. Hal ini dioptimalkan dengan peran Tim Pelaksana Tugas (SATGAS) sebagai koordinator manajemen Desa Sehat berbasis Independent Family Health Evaluation (IFHE). Pemberian informasi kesehatan merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi Tim SATGAS Desa Sehat berbasis IFHE serta masyarakatnya. Menggunakan sampel 47 responden yang terdiri dari Tim Satgas, perwakilan RW dan perwakilan Posyandu, dengan Pra Experiment Pre-Post Test Design dan analisa data Paired T-Test (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan informasi kesehatan meliputi kesehatan komunitas pendukung desa sehat (p value 0,01), optimalisasi gizi dalam pencegahan stunting (p value 0,02), mengenal penyakit gangguan kardiovaskuler (p value   0,01 ), kehamilan risiko tinggi dan pencegahan kematian periode perinatal (p value   0,04 ). Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian informasi kesehatan efektif dalam meningkatkan kompetensi pengetahuan Tim SATGAS Desa Sehat Berbasis IFHE serta masyarakat Desa Tutul.
PEMBINAAN BUDIDAYA PERTANIAN BERBASIS SMART VERTICAL FARMING UNTUK PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DI DAERAH PERUMAHAN Cahyanto, Triawan Adi; Murwanti, Retno
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 1 (2022): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i1.1533

Abstract

Pembangunan perumahan di perkotaan yang sangat pesat, cenderung tidak mempertimbangkan faktor konservasi lingkungan dengan memberikan sumbangsih ruang terbuka hijau yang terbatas. Pekarangan merupakan lahan yang potensial untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif terutama untuk pemenuhan kebutuhan pangan yang bergizi bagi si pemilik. Keterbatasan lahan bukanlah hal yang menjadi hambatan untuk mengaktualisasi potensi nilai ekonomi. Lahan di lingkungan perumahan yang cenderung terbatas dapat dioptimalkan untuk ditanami tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti tanaman pangan, tanaman hias, tanaman obat dan tanaman penyuplai oksigen dalam jumlah besar. Salah satu model optimalisasi lahan terbatas untuk mendukung pertanian sederhana di lingkungan perumahan yaitu model smart vertical farming. Metode pelaksanaan kegiatan antara lain dengan memberikan pelatihan teknik vertical farming, praktik budidaya vertical farming, pembuatan model smart vertical farming dan cara melakukan perawatan. Paparan pelatihan dan praktik disampaikan oleh narasumber dari bidang agribisnis, sedangkan pemodelan smart vertical farming disampaikan oleh narasumber dari bidang teknik informatika. Opini yang berkembang di masyarakat bahwa menerapkan konsep vertical farming adalah sesuatu yang mahal dan rumit, nyatanya tidak semuanya benar. Dengan bermodalkan bibit tanaman, paralon atau botol bekas, maka masyarakat dapat membuat model pertanian vertikal. Model tersebut akan menjadi lebih efisien apabila menerapkan konsep pertanian cerdas berbasis sensor dalam pemantauan dan pengelolaan tanaman. Hasil dari kegiatan baik pelatihan, praktik, maupun pembuatan model smart vertical farming sangat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Analisis Kinerja Quality Of Service Menggunakan Metode Queue Tree Dan Simple Queue Elisama, Yokhebed; Taufiq Timur Warisaji; Triawan Adi Cahyanto
JUSTINDO (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2025): JUSTINDO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/justindo.v10i2.3264

Abstract

Manajemen bandwidth merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas layanan jaringan, terutama di lingkungan dengan banyak pengguna. Mikrotik menyediakan beberapa metode untuk mengelola bandwidth, di antaranya Simple Queue dan Queue Tree, yang memiliki mekanisme berbeda dalam mengalokasikan bandwidth kepada klien. Penelitian ini merupakan studi komparatif yang bertujuan untuk menganalisis kinerja kedua metode tersebut berdasarkan parameter Quality of Service (QoS), meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss. Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan langsung di jaringan nyata milik ID-NET di Desa Umbulrejo, Jember, dengan spesifikasi objek berupa koneksi padat 300 Mbps, 64 klien aktif, penggunaan perangkat Mikrotik RB750, serta analisis gabungan antara data teknis dan wawancara pengguna. Data dikumpulkan melalui konfigurasi perangkat dan pemantauan menggunakan Wireshark. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Queue Tree menghasilkan throughput rata-rata 38,6 Kbps (unggul 22,5% dibandingkan Simple Queue sebesar 31,5 Kbps), serta jitter lebih rendah (0,5 ms dibanding 1,3 ms). Berdasarkan temuan tersebut, metode Queue Tree direkomendasikan untuk jaringan bertrafik tinggi yang memerlukan manajemen bandwidth dan kestabilan throughput secara optimal.
Healthy Islamic Boarding School Through Healthy House Services at the Baitul Arqom Islamic Boarding School in Jember Regency Hidayat, Cahya Tribagus; Elmaghfuroh, Dian Ratna; Cahyanto, Triawan Adi; Dewi, Sofia Rhosma
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 23, No 2 (2023): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.04650

Abstract

Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari, oleh, dan untuk masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang tidak saja mahir dalam aspek pembangunan moral dan spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, namun dapat pula menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan bagi masyarakat sekitar. Kondisi kesehatan di pondok pesantren pada umumnya masih memerlukan perhatian khususnya meliputi tiga aspek, yaitu akses pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat serta kesehatan lingkungan. wujud pemberdayaan masyarakat dikenal dengan istilah UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) salah satunya yaitu dengan Gerakan Pesantren Sehat (GPS) melalui Healthy House Service. Layanan yang diberikan meliputi layanan edukasi PHBS, pelatihan kader PHBS, layanan Kesehatan santri, dan layanan telenursing serta SIM-RS (Sistem Informasi Manajemen-Rumah Sehat) yang memfasilitasi layanan Kesehatan berbasis online dan juga mengakomodir database yang merekam data jumlah penyakit di pondok pesantren. Hasil kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang PHBS sebesar 82,67% dan peningkatan keterampilan sebesar 40%. Healthy House Service ini diharapkan dapat membawa pesantren menuju Kesehatan yang optimal.’
Analysis of the Dynamic Source Routing Protocol on the Performance of File Transfer Protocol and Video Conference Services in the Mobile AdHoc Network Simulation Cahyanto, Triawan Adi; Antoko, Rizky Dwi; Warisaji, Taufiq Timur; Santosa, Santosa; Rodianto, Rodianto
ILKOM Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Informatika FIK Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkom.v15i1.1526.165-174

Abstract

Current technological advancements make it easier for users to do their work effectively and efficiently, including the use of wireless networks to exchange data via File Transfer Protocol (FTP) and video conferencing services (VCS). A Mobile AdHoc Network (MANET) is a wireless network technology that applies a dynamic set of nodes. Data transmission on the MANET does not require the use of devices such as base stations. Because each node on the MANET can act as a router in determining the direction of the data sent, the number of nodes in the MANET will influence the quality of the data sent. Using the OPNET Modeler simulator, this paper shows how to assess the quality of FTP and VCS based on delay, jitter, and packet loss parameters. The simulation scenario employs five, fifteen, and thirty nodes with low, medium, and high traffic loads, using the Dynamic Source Routing (DSR) protocol. According to the measurement results, the FTP service with the bad category is the packet loss parameter in high traffic loads, which has the highest packet loss value of 56.6 percent with 15 nodes. In contrast, good results for VCS are only produced on the delay parameter. The jitter increases with the number of nodes, and it is 5 in this case. In all scenarios, the packet loss parameter yields poor results, with the highest packet loss value approaching 100%.
Muhammadiyah-Based Community Engagement: Qur’anic Literacy, Worship Discipline, and Financial Empowerment: Keterlibatan Komunitas Berbasis Muhammadiyah: Literasi Al-Qur’an, Disiplin Ibadah, dan Pemberdayaan Keuangan Daryanto, Daryanto; Wijayantini, Bayu; Siswa, Taghfirul Azhima Yoga; Arif, Alfi; Nursaid, Nursaid; Sobri, Taufik; Cahyanto, Triawan Adi
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v6i1.2629

Abstract

This community service program aimed to strengthen Qur'anic literacy, worship discipline, and basic financial literacy among the congregation of Surau Wang Ulu, Kangar, Perlis, Malaysia, through a Muhammadiyah values-based empowerment approach. The ten-week program employed Participatory Action Research (PAR) across five stages: needs assessment, planning, implementation, evaluation, and follow-up. A total of 50 main participants took part, comprising 38 children aged 7–15 and 12 adults, with 25 parents and surau administrators serving as supporting participants. Interventions included talaqqi-based Qur'anic instruction, structured salah simulation, individual mentoring, parental engagement workshops, and basic financial literacy sessions. Data were collected through pre- and post-assessments, observation checklists, attendance records, and participant feedback, and analyzed descriptively. Post-programme assessments showed improvements across all measured indicators: tahsin recitation accuracy (72%), tajwid application (70%), beginner Qur'anic reading progression (65%), salah movement accuracy (68%), congregational prayer participation (75%), and basic financial literacy (60%). Community attendance throughout the programme reached 85%. These findings indicate that an integrated Muhammadiyah-based community service model combining spiritual, worship, and life-skills components can yield measurable improvements across religious and socioeconomic domains.