Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengukuran Motivasi Masyarakat terhadap Keberlangsungan Ekologi di Desa Wisata Rawabogo Berbasis Neurosains Nurrhisma Yuniar; Imam Indratno
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v2i2.1233

Abstract

Abstract. Differences in attitudes and behavior of the community of Rawabogo Village in utilizing ecology are driven by differences in motivation to fullfill their needs. One measurement of motivation that can be applied is the use of electroencephalography (EEG) waves. The purpose of this study was to identify the motivation of the community of Rawabogo Tourism Village towards ecological sustainability in the Rawabogo Tourism Village by using electroencephalographic measurements indicatively and to develop agro-ecotourism development efforts in increasing community motivation for ecological sustainability in Rawabogo Village. This research method uses a neuroscience approach by performing entropy analysis and signal wave analysis also supported by questionnaires and eye tracking. The results of this study indicate that the motivation of the people of Rawabogo Village towards ecological sustainability is still low, so efforts need to be made to increase community’s motivation. Abstrak. Perbedaan sikap dan perilaku masyarakat Desa Rawabogo dalam memanfaatkan ekologi didorong oleh perbedaan motivasi dalam pemenuhan kebutuhan. Salah satu pengukuran motivasi yang dapat diterapkan adalah dengan penggunaan gelombang elektroensefalografi (EEG). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi motivasi masyarakat Desa Wisata Rawabogo terhadap keberlangsungan ekologi di Desa Wisata Rawabogo dengan menggunakan pengukuran elektroensefalografi secara indikatif dan menyusun upaya pengembangan agroekowisata dalam meningkatkan motivasi masyarakat terhadap keberlangsungan ekologi di Desa Rawabogo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan neurosains dengan melakukan analisis entropi dan analisis sinyal gelombang serta didukung oleh hasil kuisioner dan pelacakan mata. Hasil dari penelitian ini, diindikasikan motivasi masyarakat Desa Rawabogo terhadap keberlangsungan ekologi masih rendah sehingga perlu dilakukan upaya-upaya dalam peningkatan motivasi masyarakat.
Community interest in developing tourist villages based on neuroscience methods Imam Indratno; Chusarini Chamid; Tonny Judiantono; Vermanda Maharani Sonya; Nurrhisma Yuniar
Jurnal Teknosains Vol 12, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.78610

Abstract

Rawabogo Village is one of the tourist villages in Bandung Regency with insignificant development since its establishment. Community participation is important in the stages of development. However, measuring context in real time and accurately is generally difficult. Neuroscience can be used to control the validity and subjectivity of the questionnaire and interview methods used to examine neural responses to tourism conditions. Thus this study aims to identify the people of Rawabogo Village's interest in developing a tourism village based on neuroscience methods. The results of the data analysis show that the people of Rawabogo Village have a strong interest in developing a tourist village. The result is indicated by the entropy value obtained and the results of the questionnaire scoring. The neuroscience method in tourism village development acts as a method that supports, complements, and validates existing tourism village development concepts or methods such as Community Based Tourism (CBT).
Pengaruh Land Value Capture terhadap Pembiayaan Kawasan Heritage Kota Lama Tangerang Mochamad Rifky Ferbiyandani; Imam Indratno; Tarlani Ernawati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.7440

Abstract

Abstract. Heritage area located in the City of Tangerang. This area has a lot of history, such as the history of the Chinese nation and the Islamic community that developed since the 80th century. Complex conservation efforts do not accompany this historical character, so gradually the Old City of Tangerang experiences a degradation of historical values; the influencing factor is budget constraints. One way to be observed is by applying land value capture as a measurement instrument in heritage areas through structural equation modeling. This measurement can identify causal relationships obtained from the results of land value capture hypotheses and heritage ecosystems that influence the development of the old Tangerang City area. The final results show a relationship between land value and heritage ecosystem in developing the Kota Lama Tangerang heritage area. The existence of 9 accepted hypotheses indicates this. This research has a novelty in its implementation because the application of land value capture to heritage areas with cases in Indonesia has yet to be carried out by anyone, so this research can contribute to increasing insight into land value capture in a broader scope. Abstrak. Kawasan heritage yang berada di Kota Tangerang. Kawasan ini menyimpan banyak sejarah didalamnya, seperti sejarah bangsa cina dan masyarakat islam yang berkembang sejak abad-80. Karakter sejarah tersebut tidak diiringi dengan upaya pelestarian yang kompleks sehingga lambat laun Kota Lama Tangerang mengalami degradasi value sejarah, faktor yang mempengaruhinya yaitu keterbatasan anggaran. Salah satu cara yang dapat diamati yaitu dengan menerapkan land value capture sebagai instrument pengukuran pada Kawasan heritage melalui pemodelan structural equational modelling. pengukuran ini mampu mengidentifikasi hubungan sebab akibat yang diperoleh dari hasil hipotesis land value capture dan ekosistem heritage yang berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan kota lama Tangerang. Hasil akhir menunjukan bahwa adanya hubungan antara land value dan ekosistem heritage terhadap pengembangan Kawasan heritage Kota Lama Tangerang. Hal ini ditunjukan dengan adanya 9 hipotesis yang diterima. Penelitian ini memiliki kebaharuan dalam pelaksanaannya, karena penerapan land value capture terhadap Kawasan heritage dengan kasus di Indonesia belum dilakukan oleh siapapun, sehingga penelitian ini mampu berkontribusi terhadap peningkatan wawasan land value capture dalam lingkup yang lebih luas.
Kajian Lanskap Budaya sebagai Identitas Budaya di Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis Hafifah Akbar; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8043

Abstract

Abstract. The Kuta Indigenous People are located in Ciamis Regency. The indigenous people of Kuta are closely related to the natural environment, culture and are still bound by traditions that have been passed down from generation to generation. The purpose of this research is to identify the cultural landscape, and develop an eco-culture based tourism plan in Kampung Kuta. The researcher used the structuralism approach method and used the cultural landscape analysis method. The results of the analysis of the cultural landscape produce a formal identity that is formed from Leuweung Gede's spiritual values ​​with the existence of traditional and spiritual activities. This spiritual value is a manifestation of natural and cultural values ​​towards ambu rama or ancestors. Then in substantial identity emerges the cultural value of the tritangtu philosophy in bhuana where the manifestation of this philosophical concept is to regulate and maintain human attitudes, both with others and with nature and God. The resulting value is constructed as a new value creation (friendship value) which will later be used for tourism development in Kampung Kuta. The implementation of the development of eco-culture tourism is carried out by developing eco-culture tourism products, namely offering tour packages. In addition, by conducting training to improve the quality of tourism human resources. Eco-cultural tourism activities can be supported by improving accessibility and basic facilities based on the DED documents of Kampung Kuta, Ciamis Residence. Abstrak. Masyarakat Adat Kuta terletak di Kabupaten Ciamis. Masyarakat adat Kuta erat hubungannya dengan lingkungan alam, budaya dan masih terikat dengan adat istiadat yang turun-temurun. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi lanskap budaya, dan mengembangkan rencana paiwisata berbasis eco-culture di Kampung Kuta. Penulis menggunakan metode pendekatan strukturalisme serta menggunakan metode analisis lanskap budaya. Hasil analisis lanskap budaya menghasilkan identitas formal yang terbentuk dari nilai spiritual Leuweung Gede dengan adanya aktivitas adat dan spiritual. Nilai spiritual ini merupakan manifestasi dari nilai alam dan budaya terhadap ambu rama atau leluhur. Kemudian pada identitas substansial muncul nilai budaya dari filosofi tritangtu di bhuana dimana manifestasi dari konsep filosofi tersebut untuk mengatur dan menjaga sikap manusia, baik dengan sesama maupun dengan alam dan Tuhan. Nilai yang dihasilkan di konstruksi sebagai penciptaan nilai baru (nilai sahabat) yang nantinya digunakan untuk pengembangan pariwisata di Kampung Kuta. Implementasi pengembangan eco-culture tourism dilakukan dengan pengembangan produk eco culture tourism yaitu menawarkan paket-paket wisata. Selain itu juga dengan melakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata. Kegiatan wisata eko-budaya dapat ditunjang dengan perbaikan aksesibilitas dan fasilitas dasar berdasarkan dokumen DED Kampung Kuta, Kabupaten Ciamis.
Kajian Genius Loci Ruang Permukiman Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis Rahmah Aulia; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8312

Abstract

Abstract. The Kuta Indigenous People is an indigenous community based in Karangpaningal Village, Ciamis Regency. The Kuta Traditional Village Community adheres to maintaining the cultural values ​​of the order of life that have been mandated by their ancestors long ago. The purpose of this study is to reveal the genius loci of the settlement space of the Kuta Traditional Village. The researcher uses a structuralism approach with data collection methods, namely interviews, observation and literature studies and uses the genius loci analysis method. The results of the genius loci analysis represent that all the teachings along with spatial manifestations have a special meaning, namely the meaning of nature and culture which essentially have a single orientation, namely ancestor because it is seen that the whole structure has a connection with the ancestor. The sense of obedience to Ambu Rama, Bima Raksa, Kalijaga becomes unconscious of the indigenous people of Kuta so that they have very high determination in defending the values ​​and existence of the indigenous community of Kuta which is manifested by the presence of ancepan/tebet or places sacred by indigenous peoples. Abstrak. Masyarakat Adat Kuta merupakan suatu komunitas adat yang berpusat di Desa Karangpaningal, Kabupaten Ciamis. Komunitas Kampung Adat Kuta taat dalam mempertahankan nilai-nilai kultural tata kehidupan yang diamanahkan para leluhur sejak dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan genius loci ruang permukiman Kampung Adat Kuta. Peneliti menggunakan metode pendekatan strukturalisme dengan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi literatur serta menggunakan metode analisis genius loci. Hasil analisis genius loci merepresentasikan bahwa seluruh ajaran beserta manifestasi ruang memiliki makna khusus, yaitu makna alam dan budaya yang pada hakikatnya memiliki orientasi tunggal yaitu leluhur sebab terlihat bahwa keseluruhan struktur memiliki keterkaitan terhadap leluhur. Rasa patuh terhadap Ambu Rama, Bima Raksa, Kalijaga menjadi nirsadar dari masyarakat adat Kuta sehingga memiliki keteguhan yang sangat tinggi dalam mempertahankan nilai-nilai dan eksistensi dari komunitas masyarakat adat Kuta yang dimanifestasikan oleh adanya ancepan/tebet atau tempat-tempat yang disakralkan oleh masyarakat adat.
Kesiapan Pemerintah Desa Ciburial pada Tata Kelola Pariwisata Halal Nina Agustina; Bambang Pranggono; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8359

Abstract

Abstract. Halal tourism is present as a tourism trend that has the potential to increase the current economy. Therefore, as a country where the majority of the population adheres to Islam, Indonesia is very suitable to describe halal tourism. The first step taken by Indonesia is to determine the province and the participation of 6 districts/cities as priority halal destinations, one of which is Bandung Regency. handle Bandung Regency is supported by the issuance of Bandung Regency Regional Regulation No. 6 of 2020 and shocks to areas that are able to present halal tourism such as Cimenyan District. Cimenyan District is a strategic area in West Java. Therefore, as the only Tourism Village in Cimenyan District, Ciburial Village has the potential to be developed as halal tourism. Ciburial Village is a tourist village with a low level of visits. Therefore, one of the strategies that must be carried out is to increase the support of the village government in regulating the governance of halal tourism so that it can fulfill the desire to increase visiting tourists. But before that, the Village Government needed to equip themselves to improve quality in managing halal tourism. In order to see the quality of the Village Government, it is necessary to measure the level of readiness of the Village Government towards the management of halal tourism. This study aims to determine and analyze the readiness of the Ciburial Village Government in managing halal tourism in Ciburial Village. Data collection techniques used in this study were field observations, questionnaires, and literature studies using the readiness model analysis method. Based on the results of the analysis it is known that the readiness level of the Ciburial Village Government for halal tourism governance is at the initiation stage with a score of 3.07. Abstrak. Pariwisata halal hadir menjadi tren pariwisata yang berpotensi meningkatkan ekonomi saat ini. Oleh karena itu, sebagai negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, Indonesia sangat cocok untuk mempraktikkan pariwisata halal. Langkah awal yang dilakukan Indonesia adalah menetapkan provinsi dan keikutsertaan 6 Kabupaten / Kota sebagai destinasi halal prioritas, yang mana salah satu yang terlibat adalah Kabupaten Bandung. Keterlibatan Kabupaten Bandung ini didukung dengan penerbitan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung No. 6 Tahun 2020 dan pemetaan terhadap wilayah yang mampu mempresentatifkan pariwisata halal seperti Kecamatan Cimenyan. Kecamatan Cimenyan termasuk kawasan strategis Jawa Barat. Oleh sebab itu, sebagai satu – satunya Desa Wisata yang berada di Kecamatan Cimenyan, Desa Ciburial memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pariwisata halal. Desa Ciburial merupakan desa wisata yang tingkat kunjungan masih rendah. Maka dari itu, salah satu strategi yang harus dilakukan adalah meningkatkan dukungan Pemerintah Desa dalam mengatur tata kelola pariwisata halal sehingga dapat memenuhi keinginan untuk meningkatkan wisatawan yang berkunjung. Namun sebelum itu, Pemerintah Desa perlu membekali diri guna meningkatkan kualitas dalam tata kelola pariwisata halal. Untuk melihat kualitas Pemerintah Desa perlu diukur tingkat kesiapan Pemerintah Desa terhadap tata kelola pariwisata halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa kesiapan Pemerintah Desa Ciburial pada tata kelola pariwisata halal di Desa Ciburial. Teknik pegumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, kuesioner, dan studi literatur dengan metode analisis model kesiapan. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa tingkat kesiapan Pemerintah Desa Ciburial pada tata kelola pariwisata halal berada di tahap initation dengan skor 3,07.
Pengembangan Inklusivitas Pariwisata Halal Berdasarkan Atensi Masyarakat Desa Alamendah Berbasis Neurosains Ghafira Shofia Kusnandar; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8493

Abstract

Abstract. Desa Alamendah has the potential to develop the concept of halal tourism compared to other villages. However, there are challenges due to the lack of human resources with a proper understanding of halal tourism concepts and limited response from industry players. To address this, a cognitive approach is used, employing electroencephalography (EEG) measurements to gather real-time and valid data, enabling the formulation of effective development strategies.The main objective of this research is to identify the community's attention towards the development of inclusive Halal Tourism in Desa Wisata Alamendah, utilizing an innovative neuroscientific approach through EEG measurements, and formulating development concepts that can be applied in Desa Alamendah. The research findings indicate a significant level of attention among stakeholders towards the development of inclusive halal tourism. Additionally, survey results and psychological approaches show that the majority of respondents have comprehended the concept of halal tourism and support its implementation in Desa Wisata Alamendah, as it can provide benefits to the community. Therefore, efforts are needed to integrate socio-cultural values in organizing tourism activities in Desa Alamendah and preserve the socio-cultural heritage, which forms the foundation for creating halal tourism. Abstrak. Desa Alamendah memiliki potensi untuk mengembangkan konsep pariwisata halal dibandingkan desa lainnya. Namun, terdapat tantangan akibat kurangnya sumber daya manusia yang memahami konsep pariwisata halal secara baik dan respon terbatas dari para pelaku industri. Untuk mengatasi hal ini, digunakan pendekatan kognitif dengan menggunakan pengukuran elektroensefalografi (EEG) untuk mengumpulkan data real-time yang valid sehingga dapat merumuskan strategi pengembangan yang efektif. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi atensi masyarakat terhadap pengembangan Pariwisata Halal yang inklusif di Desa Wisata Alamendah, dengan pendekatan neurosains inovatif melalui pengukuran EEG serta merumuskan konsep pengembangan yang dapat diaplikasikan pada Desa Alamendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat atensi yang signifikan pada stakeholder terhadap pengembangan pariwisata halal yang inklusif. Selain itu, hasil kuesioner dan pendekatan psikologi menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memahami konsep pariwisata halal dan mendukung penerapannya di Desa Wisata Alamendah, serta dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat. Sehingga dalam pengembangannya diperlukan upaya dalam mengintegrasikan nilai sosial budaya dalam penyelenggaraan kegiatan wisata di Desa Alamendah, serta mewujudkan pelestarian sosial budaya yang menjadi landasan masyarakat dalam menciptakan wisata yang halal.
Pengaruh Ekosistem terhadap Pembiayaan Heritage di Kota Lama Tangerang Muhamad Fahri Al Hakim; Imam Indratno; Tarlani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8882

Abstract

Abstract. Heritage area located in the City of Tangerang. This area holds a lot of history in it, such as the history of the Chinese nation and the Islamic community that developed since the 80th century. This historical character is not accompanied by complex conservation efforts so that gradually the Old City of Tangerang experiences a degradation of historical values, the influencing factor is budget constraints. One way that is considered to be an alternative financing is to apply Land Value Capture as a measurement instrument in heritage areas from an ecosystem perspective through Structural Equation Modeling. This measurement is able to identify the relationships that affect the land values and heritage ecosystems that make up the Old City Area of Tangerang. The final results show that there is a strong relationship between land value and heritage ecosystem on the development of the Kota Lama Tangerang heritage area. This research has a novelty in its implementation, because the application of Land Value Capture to heritage areas with cases in Indonesia has not been carried out by anyone, so this research is able to co. Abstrak. Kawasan heritage yang berada di Kota Tangerang. Kawasan ini menyimpan banyak sejarah didalamnya, seperti sejarah bangsa cina dan masyarakat islam yang berkembang sejak abad-80. Karakter sejarah tersebut tidak diiringi dengan tupaya konservasi yang kompleks sehingga lambat laun Kota Lama Tangerang mengalami degradasi value sejarah, faktor yang mempengaruhinya yaitu keterbatasan anggaran. Salah satu cara yang dinilai dapat menjadi alternative pembiayaan adalah dengan menerapkan Land Value Capture sebagai instrument pengukuran pada Kawasan heritage dari perspektif ekosistem melalui pemodelan structural equational modelling. pengukuran ini mampu mengidentifikasi hubungan yang mempengaruhi land value dan ekosistem heritage yang membentuk Kawasan Kota Lama Tangerang. Hasil akhir menunjukan bahwa adanya hubungan yang kuat antara land value dan ekosistem heritage terhadap pengembangan Kawasan heritage Kota Lama Tangerang. Penelitian ini memiliki kebaharuan dalam pelaksanaannya, karena penerapan land value capture terhadap Kawasan heritage dengan kasus di Indonesia belum dilakukan oleh siapapun, sehingga penelitian ini mampu berkontribusi terhadap peningkatan wawasan land value capture dalam lingkup yang lebih luas.
Optimalisasi Pariwisata Halal Berkelanjutan: Analisis Neurosains ‎terhadap Atensi dan Motivasi Masyarakat di Desa Alamendah Shania Aviandro; Imam Indratno
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8894

Abstract

Abstract. Starting with a focus on the perspective of the local community, tourism is expected to create a more positive impact, enhance the well-being of the community, and provide significant benefits to the local population. Tourism activities involve interactions between the host community and tourists. In everyday life, religion plays a crucial role in influencing the behavior of some individuals, including their holiday preferences and visits to tourism destinations. For Muslims, religion serves as a guiding principle encompassing all aspects of human life, including the pursuit of delightful experiences through tourism. The implementation of neurosciences in halal tourism is anticipated to assist village developers and tourism managers in understanding the perceptions of local communities and tourism stakeholders, based on their emotions. The primary goal of this research is to identify the attention and motivation of the community towards sustainable Halal Tourism development in Alamendah Village. This study employs an innovative neuroscientific approach, utilizing EEG measurements to gather accurate data. Additionally, it aims to formulate effective development concepts applicable to Alamendah Village. The research reveals that stakeholders demonstrate significant attention to the sustainable development of halal tourism. Moreover, the results from questionnaires and psychological approaches indicate that the majority of respondents comprehend the concept of halal tourism and support its implementation in Alamendah Village, acknowledging the benefits it brings to the community. Abstrak. Beranjak dengan mengedepankan perspektif masyarakat pariwisata diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih positif, meningkatkan ‎kesejahteraan komunitas, dan memberikan manfaat yang signifikan bagi ‎masyarakat setempat. Kegiatan pariwisata melibatkan interaksi antara masyarakat tuan rumah dan wisatawan. Dalam keseharian, agama memiliki peranan penting yang memengaruhi tingkah laku sebagian orang dan kegiatan-kegiatan, termasuk waktu berlibur dan mengunjungi tempat pariwisata. Bagi umat Islam, agama merupakan panduan yang mencakup seluruh aktivitas kehidupan manusia, termasuk dalam menggapai pengalaman indah melalui pariwisata. Pengimplementasian ilmu neurosains dalam pariwisata halal diharapkan dapat membantu pengembang desa dan pengelola pariwisata dalam memahami persepsi masyarakat lokal dan pemangku kepentingan pariwisata, berdasarkan emosi mereka. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi atensi dan motivasi masyarakat terhadap pengembangan Pariwisata Halal yang berkelanjutan di Desa Wisata Alamendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan neurosains inovatif dengan melakukan pengukuran menggunakan EEG untuk mendapatkan data yang akurat. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk merumuskan konsep pengembangan yang dapat diimplementasikan secara efektif di Desa Alamendah. Penelitian ini mengungkapkan bahwa stakeholder menunjukkan tingkat perhatian yang signifikan terhadap pengembangan pariwisata halal yang berkelanjutan. Selain itu, hasil dari kuesioner dan pendekatan psikologi menunjukkan bahwa mayoritas responden telah memahami konsep pariwisata halal dan mendukung implementasinya di Desa Wisata Alamendah, serta menyadari manfaat yang dapat diperoleh bagi masyarakat.
Pengukuran Motivasi Masyarakat terhadap Keberlangsungan Ekologi di Desa Wisata Rawabogo Berbasis Neurosains Nurrhisma Yuniar; Imam Indratno
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v2i2.1233

Abstract

Abstract. Differences in attitudes and behavior of the community of Rawabogo Village in utilizing ecology are driven by differences in motivation to fullfill their needs. One measurement of motivation that can be applied is the use of electroencephalography (EEG) waves. The purpose of this study was to identify the motivation of the community of Rawabogo Tourism Village towards ecological sustainability in the Rawabogo Tourism Village by using electroencephalographic measurements indicatively and to develop agro-ecotourism development efforts in increasing community motivation for ecological sustainability in Rawabogo Village. This research method uses a neuroscience approach by performing entropy analysis and signal wave analysis also supported by questionnaires and eye tracking. The results of this study indicate that the motivation of the people of Rawabogo Village towards ecological sustainability is still low, so efforts need to be made to increase community’s motivation. Abstrak. Perbedaan sikap dan perilaku masyarakat Desa Rawabogo dalam memanfaatkan ekologi didorong oleh perbedaan motivasi dalam pemenuhan kebutuhan. Salah satu pengukuran motivasi yang dapat diterapkan adalah dengan penggunaan gelombang elektroensefalografi (EEG). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi motivasi masyarakat Desa Wisata Rawabogo terhadap keberlangsungan ekologi di Desa Wisata Rawabogo dengan menggunakan pengukuran elektroensefalografi secara indikatif dan menyusun upaya pengembangan agroekowisata dalam meningkatkan motivasi masyarakat terhadap keberlangsungan ekologi di Desa Rawabogo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan neurosains dengan melakukan analisis entropi dan analisis sinyal gelombang serta didukung oleh hasil kuisioner dan pelacakan mata. Hasil dari penelitian ini, diindikasikan motivasi masyarakat Desa Rawabogo terhadap keberlangsungan ekologi masih rendah sehingga perlu dilakukan upaya-upaya dalam peningkatan motivasi masyarakat.