Rif'atul Fani
Institut Teknologi, Sains, Dan Kesehatan RS Dr. Soepraoen Kesdam V/BRW Malang, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Program Tutor Sebaya Melalui Home Visit Terhadap Kepatuhan Berobat pada Pasien Diabetes Mellitus Daud, Vebriyanti; Fani, Rif'atul; Nawangwulan, Tama Mega
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic condition marked by increased blood glucose levels resulting from a gradual reduction in insulin production. This research seeks to assess the impact of a peer tutoring program conducted via home visits on medication adherence and blood glucose levels in diabetes mellitus patients in the hamlet of Bube, Suwawa district. This research used a one-group pretest-posttest pre-experimental design including 30 diabetes patients who were purposively chosen due to their prior non-adherence to treatment. Blood glucose levels were quantified using a glucometer, and patient adherence was evaluated by pre- and post-test questionnaires. Data were analyzed using the McNemar test for adherence and paired t-test for blood glucose. Results showed a significant increase in adherence, from 13 (43.3%) to 27 (90%), and a decrease in mean blood glucose from 244.03 mg/dL to 220.97 mg/dL (t = 2.77; df = 29; p < 0.05) after the intervention. These findings indicate that the peer tutor home visit program effectively improves adherence and reduces blood glucose, providing a feasible community-based strategy for diabetes management.
Hubungan penggunaan gadget dengan kualitas tidur remaja Guntur, Aisya Nur Alita; Koesrini, Juliati; Fani, Rif'atul
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/n2dnhx37

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget pada remaja meningkat pesat seiring perkembangan teknologi, terutama untuk hiburan dan jejaring sosial. Intensitas penggunaan gadget tinggi pada malam hari dapat mengganggu pola tidur dan berdampak pada konsentrasi, prestasi belajar, serta kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan gadget dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 1 Saradan, Kabupaten Madiun.Metode: Menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh siswa kelas XI dan XII sebanyak 420 orang, dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Tingkat penggunaan gadget diukur menggunakan Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV), sedangkan kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman Rank.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja memiliki penggunaan gadget kategori ringan (52,3%), namun mayoritas mengalami kualitas tidur buruk (63,3%). Uji Spearman’s rho memperoleh nilai r = 0,469 dengan p < 0,001, yang menunjukkan hubungan positif sedang. Artinya, semakin tinggi penggunaan gadget, semakin buruk kualitas tidur remaja.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penggunaan gadget dan kualitas tidur remaja semakin tinggi penggunaan gadget, semakin buruk kualitas tidur. Edukasi sleep hygiene dan manajemen penggunaan gadget diperlukan untuk meningkatkan kualitas tidur remaja
The Relationship Between Compliance with Antihypertensive Medication and the Quality of Life of Hypertensive Patients at Jailolo Regional Hospital, North Maluku Dwi Fortuna, Ananda; Fani, Rif'atul
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 8, No 2 (2025): JKPBK Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v8i2.24208

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memberikan dampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan dan menjadi tantangan utama dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi memiliki peran sentral dalam menjaga kestabilan tekanan darah sekaligus mempertahankan kondisi fisik dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di RSUD Jailolo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien hipertensi yang menjalani pengobatan di RSUD Jailolo, Maluku Utara pada tahun 2024 sebanyak 272 orang, dengan 162 responden dipilih sebagai sampel menggunakan rumus Slovin melalui metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen utama, yaitu Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat dan WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis karena hasil uji normalitas menunjukkan distribusi data tidak normal. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien pada pada domain psikologis (H=9,220; p=0,010) serta domain lingkungan (H=8,616; p=0,013). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada domain fisik (H=2,180; p=0,336) dan hubungan sosial (H=4,949; p=0,084). Temuan ini menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat berkontribusi secara selektif terhadap aspek tertentu dari kualitas hidup pasien hipertensi. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi peningkatan kepatuhan yang lebih komprehensif dalam pelayanan hipertensi serta mendukung penguatan konsep perilaku kesehatan, khususnya Health Belief Model, dalam menjelaskan implikasi kepatuhan terhadap luaran kualitas hidup yang multidimensional.
Basic Life Support Training On Ability And Self- Confidence Student In Handling Cardiac Arrest Cahyadi, Faisal Ahmad; Hastuti, Apriyani; Indari, Indari; Kurniawan, Ardhiles Wahyu; Laksono, Bayu Budi; Jamil, Mokhtar; ristanto, riki; Fani, Rif'atul; Roesardhyati, Ratna; Soares, Domingos
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27738

Abstract

Background: Basic life support or BLS is a series of first aid measures in emergency situations to save the life of someone experiencing cardiac arrest or respiratory problems. Objective This research aims to determine the effect of BLS (basic life support) training on students' knowledge and self-confidence in handling cardiac arrest in students Bachelor of Nursing Study Program ITSK RS Dr Soepraoen Malang. Method In this study, a pre-experimental research design was used, namely research in which before the research was carried out, the sample was given first in the form of a pre-test on December 18th 2024 and at the end of the study the sample was given a post-test on December 22 2024. The population in this study were college study in Department of Nursing with 160 students involving 160 students as samples using the Cluster sampling method. The independent variable in this research is Basic Life Support (BLS) training and the dependent is knowledge and self-confidence, the data from the examination results are analyzed using univariate and bivariate analysis. Results The research results showed that students' knowledge in handling cardiac arrest was mostly poor, as many as 128 students (80%). and after students took part in the training, there was an increase in students, namely to 44 people (27.50%) who answered correctly and those who answered with less marks decreased to 66 students (41.25%). Meanwhile, the level of self-confidence of students in handling cardiac arrest was found to be mostly good, 112 people (70%). Students' self-confidence also increased for the better, to 138 people (86.25%) who answered good and the remaining 22 people (13.75%) answered enough. Conclusion There is an influence of basic life support training on students' level of knowledge and self-confidence in handling cardiac arrest. It is hoped that students can apply the knowledge they have gained from BLS training and continue to increase their knowledge and self-confidence to help victims with cardiac arrest.
Hubungan Diabetes Melitus dengan Penyakit Ginjal Kronis pada Lansia di Indonesia: Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Maharani, Ananda Sagita; Asri, Yuni; Fani, Rif'atul
Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (2025): Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (July-December 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.15592

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia, terutama pada lansia yang memiliki risiko lebih tinggi akibat penuaan fisiologis dan gangguan metabolik. Diabetes melitus merupakan penyebab utama PGK secara global, namun bukti berbasis populasi pada lansia Indonesia masih terbatas. Tujuan: Menganalisis pengaruh diabetes melitus serta faktor sosiodemografi dan klinis terhadap PGK pada lansia Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode: Studi potong lintang ini menganalisis 97.339 responden berusia ≥60 tahun dari dataset SKI 2023. Status PGK ditentukan melalui diagnosis dokter yang dilaporkan sendiri. Analisis survei kompleks pada IBM SPSS Statistics 25 menggunakan pembobotan, stratifikasi, dan pengelompokan untuk menyesuaikan desain survei. Uji chi-square digunakan dengan batas signifikansi p < 0.05. Hasil: Prevalensi PGK sebesar 0,5% (n = 452). Diabetes melitus menunjukkan asosiasi terkuat dengan PGK (p = 0.001). Jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tempat tinggal juga signifikan, sedangkan kelompok umur, status perkawinan, dan pekerjaan tidak signifikan. Kesimpulan: Diabetes melitus merupakan determinan utama PGK pada lansia Indonesia, sehingga perlu penguatan pengendalian glikemik, skrining rutin, dan edukasi kesehatan yang lebih terarah. Kata Kunci: Diabetes Melitus; Indonesia Health Survei; Lansia; Penyakit Ginjal Kronik.
Korelasi Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Derajat Dismenore Primer pada Remaja Putri Priska Meilinda Priardhana; Ardhiles Wahyu Kurniawan; Rif’atul Fani
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v5i1.8027

Abstract

Adolescent girls represent a population that commonly experiences primary dysmenorrhea. Inadequate dietary habits may contribute to inflammatory responses, while low levels of physical activity can reduce the body’s natural pain regulation, both of which may intensify menstrual pain. This study aimed to analyze the association between dietary habits and physical activity with the severity of primary dysmenorrhea among adolescent girls. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted. Participants were selected using proportional random sampling, involving 71 eleventh-grade students at SMAN 6 Malang. Dietary intake was assessed using a FFQ, physical activity levels were measured through the PAL indicator, and dysmenorrhea severity was evaluated using the WaLIDD score. The results showed that nearly half of the respondents had adequate dietary habits (49.3%) and moderate physical activity levels (47.9%), while most participants experienced moderate primary dysmenorrhea (53.5%). Statistical analysis using Somers’ d and Gamma tests yielded p-values of 0.039 and <0.001, indicating significant associations between dietary habits, physical activity, and dysmenorrhea severity. Correlation analysis demonstrated a moderate inverse relationship between dietary habits and dysmenorrhea severity (r = −0.301) and a strong association between physical activity and dysmenorrhea severity (r = 0.690).
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi Naza Angel, Rachel; Fani, Rif'atul
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/wcs2ym76

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi diklasifikasikan sebagai penyakit tidak menular yang prevalensinya bertambah seiring proses penuaan, terutama pada kelompok lansia. Aktivitas fisik berperan penting sebagai intervensi nonfarmakologis dalam pengendalian tekanan darah. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan kerangka kerja cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 36 lansia penderita hipertensi yang seluruhnya dijadikan sampel melalui total sampling. Data yang berkaitan dengan aktivitas fisik diperoleh dengan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi pearson untuk menentukan hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan p value = 0,001, yang berarti nilai tersebut jauh lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Kesimpulan : Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah pada responden. Perawat dianjurkan untuk mendorong lansia secara aktif melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, senam lansia, atau berkebun, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik untuk pengendalian tekanan darah guna mengurangi risiko hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup.
Survey Of Socio-Demographic, Behavioral, and Clinical Factors Associated with Stroke in The Elderly in Indonesia Pratiwi, Nadia Rahmi Amelia; Asri, Yuni; Fani, Rif'atul; Patria, Dion Kunto Adi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2026): EDITION MARCH 2026
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v14i1.8054

Abstract

Stroke is the leading cause of death and disability throughout the world, with a higher burden in low- and middle-income countries, including Indonesia. As the elderly population grows, identifying factors linked to stroke is essential for prevention and policy-making. This study aims to examine the association between sociodemographic, behavioral, and clinical factors and stroke among Indonesians aged ? 60 years using data from the 2023 Indonesian Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia/SKI). This study employed a cross-sectional design using secondary data from a nationally representative survey. A total of 97,339 older adults were included in the analysis. Stroke status was based on self-reported physician-diagnosed status. Independent variables included age, sex, education, marital status, employment, residence, hypertension, heart disease, smoking, and alcohol consumption. Data were analyzed using complex survey analysis with sampling weights, utilizing descriptive statistics and Chi-square tests to examine associations between variables. Analyses were conducted using IBM SPSS Statistics version 27.0.1, adjusting stratification and clustering in the survey design. The prevalence of stroke was 3.2%. Significant associations were found between stroke and age, gender, education, occupation, place of residence, hypertension, heart disease, smoking habits, and alcohol use (all p0.05). Stroke was more common among individuals with hypertension, heart disease, lower educational attainment, those who were unemployed, and those living in urban areas. Stroke in older Indonesians is strongly influenced by modifiable factors, particularly hypertension and lifestyle behaviors. Targeted prevention, early detection, and lifestyle interventions are critical to mitigating the stroke burden in Indonesia’s aging population.
LEVEL OF KNOWLEDGE AND PERSONAL GENITAL HYGIENE BEHAVIORS WITH THE DEGREE OF VAGINAL DISCHARGE IN ADOLESCENT GIRLS Jasmine, Auriel; Wahyusari, Shinta; Fani, Rif'atul
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.22231

Abstract

Vaginal discharge is a reproductive health problem that is often experienced by adolescent girls, but is often considered normal so it is not taken seriously. In fact, vaginal discharge can be a sign of certain diseases so good knowledge is needed to prevent the risks. Increasing knowledge and behavior of genetically modified personal hygiene is important to form adolescent awareness in maintaining the cleanliness of the reproductive organs. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and personal hygiene genetalia with the degree of vaginal discharge in adolescent girls. This study used a cross sectional analytical design with a research sample consisting of 182 adolescent girls in grades 7 and 8 at SMPN 1 Wajak. Data collection was carried out using a questionnaire, then the data was analyzed using a Gamma statistical test. The research instruments used were based on indicators of knowledge, personal hygiene behavior, and degree of vaginal discharge. The results of this study show that there is a relationship between the level of knowledge and vaginal discharge in adolescent girls with a ρ value of 0.011 and there is also a relationship between genetic personal hygiene behavior and the degree of vaginal discharge in adolescent girls with a ρ value of 0.042. These findings indicate that adolescent girls' understanding of vaginal discharge and genetic personal hygiene behaviors still needs to be improved, so schools and health workers need to strengthen reproductive education, and further research is recommended to develop.