Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Turnover Intention in Female Workers: The Role of Work-Family Conflict and Work Engagement Diyanti, Daffa Dwi Sri; Matulessy, Andik; Rini, Rr. Amanda Pasca
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p61-69

Abstract

Background: The increasingly advanced industrial development increases the need for labor, but the intention to quit remains a significant challenge because it can harm companies through recruitment costs and the loss of high-quality human resources. This issue is particularly relevant for female workers who often face challenges balancing professional roles with family responsibilities. Objective:  This study aims to determine the relationship between work-family conflict and work engagement with intention to quit among working women in East Java. Method: This study used a quantitative correlational design with a sample of 149 female workers obtained through simple random sampling. Data were collected using scales adapted from the Work-Family Conflict scale, the Utrecht Work Engagement Scale (UWES), and the Intention to Quit Scale, then analyzed using multiple regression analysis. Results:  The results showed that work-family conflict and work engagement together were significantly correlated with intention to quit (F = 7.758; p < 0.01). However, individually, work-family conflict did not correlate with intention to quit (p = 0.290), while work engagement showed a significant correlation with intention to quit (p = 0.001). Conclusion: It is concluded that work engagement is a more dominant factor influencing the intention to quit among female workers compared to work-family conflict, providing an effective contribution of 11.89%. Abstrak Latar Belakang: Perkembangan industri yang semakin maju meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, namun niat berhenti kerja tetap menjadi tantangan signifikan karena dapat merugikan perusahaan melalui biaya perekrutan dan hilangnya sumber daya manusia berkualitas tinggi. Masalah ini sangat relevan bagi pekerja perempuan yang sering menghadapi tantangan menyeimbangkan peran profesional dengan tanggung jawab keluarga. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik kerja-keluarga dan keterlibatan kerja dengan niat berhenti kerja di kalangan perempuan yang bekerja di Jawa Timur. Metode:  Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel 149 pekerja perempuan yang diperoleh melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan skala yang diadaptasi dari skala Konflik Kerja-Keluarga, Skala Keterlibatan Kerja Utrecht (UWES), dan Skala Niat Berhenti Kerja, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa konflik kerja-keluarga dan keterlibatan kerja bersama-sama berkorelasi signifikan dengan niat berhenti kerja (F = 7,758; p < 0,01). Namun, secara individual, konflik kerja-keluarga tidak berkorelasi dengan niat berhenti kerja (p = 0,290), sedangkan keterlibatan kerja menunjukkan korelasi yang signifikan dengan niat berhenti kerja (p = 0,001). Kesimpulan:  Disimpulkan bahwa keterlibatan kerja merupakan faktor yang lebih dominan yang memengaruhi niat berhenti kerja pada pekerja perempuan dibandingkan dengan konflik kerja-keluarga. Keterikatan kerja memberikan kontribusi efektif sebesar 11,89% terhadap intention turnover pada perempuan yang bekerja.
Resilience and Work Engagement Among Employees in Multinational Companies: A Phenomenological Study Kusumawati, Elza; Rini, Rr. Amanda Pasca; Syaharani, Salsabila Ratu Kencana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p79-85

Abstract

Background: The work environment becomes more complex due to globalization and cross-cultural performance demands. A multinational manufacturing company in East Java faces significant challenges in sustaining employee work engagement. Objective: This study aims to understand how employees in a multinational company experience and construe resilience in sustaining their work engagement. The research adopts Coulson’s (2006) resilience framework. Method: This qualitative study employed an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), involving 4 participants. Data were analyzed using IPA, with credibility ensured through triangulation, member checking, and peer debriefing. Results: Employees’ resilience in sustaining work engagement within a multinational company context is dynamic, from yielding to thriving. Engagement is initially minimal due to emotional strain, becomes more stable during recovery, and ultimately strengthens when work-related pressure is reinterpreted as a catalyst for continuous growth. Conclusion: Employee resilience is a dynamic and gradual process that shapes the sustainability of work engagement through adaptation to global pressures. This study highlights resilience as a regulatory mechanism and recommends emotional regulation training, coaching interventions, and the development of organizational psychological safety. Abstrak Latar Belakang: Lingkungan kerja semakin kompleks akibat globalisasi, teknologi, restrukturisasi, dan tuntutan kinerja lintas budaya. Perusahaan manufaktur multinasional di Jawa Timur menghadapi tantangan menjaga keterlibatan kerja karyawan akibat tekanan global, restrukturisasi, dan tuntutan kinerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana karyawan di perusahaan multinasional mengalami dan memaknai resiliensi dalam mempertahankan keterlibatan kerja mereka. Penelitian ini mengadopsi teori resiliensi Coulson (2006). Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) melibatkan 4 partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis menggunakan IPA keabsahan melalui triangulasi, member checking, dan diskusi sejawat Hasil: Resiliensi karyawan dalam work engagement di perusahaan multinasional bersifat dinamis dan bertahap, dari mengalah hingga berkembang pesat. Keterlibatan awalnya minimal akibat tekanan emosional, kemudian stabil saat pemulihan, dan akhirnya kuat ketika tekanan dimaknai sebagai tantangan pertumbuhan berkelanjutan. Kesimpulan: Resiliensi karyawan bersifat dinamis dan bertahap, membentuk keberlanjutan work engagement melalui adaptasi terhadap tekanan global. Studi ini menegaskan peran resiliensi sebagai mekanisme regulatif, serta merekomendasikan pelatihan emosi, coaching, dan psychological safety organisasi.