Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Desain Hypothetical Learning Trajectory Sebagai Alternatif Learning Obstacle Pada Materi PLSV Syabina, Raisya Hizkiya; Ratnaningsih, Nani; Prabawati, Mega Nur
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v4i3.2025

Abstract

This study aims to design a Hypothetical Learning Trajectory (HLT) as an alternative approach to overcoming learning obstacles in teaching the topic of linear equations in one variable at the junior high school level. Based on observations and diagnostic tests conducted with 23 seventh-grade students at Junior High School 1 Sariwangi, four major learning obstacles were identified: (1) difficulty in understanding variables as representations of numbers (ontogenic obstacle), (2) difficulty in translating word problems into linear equations of one variable form (ontogenic obstacle), (3) lack of visual aids to grasp the concept of balance (didactical obstacle), and (4) a procedural teaching approach that lacks conceptual reinforcement (didactical obstacle). This research follows the preliminary design phase of a design research methodology, with data collected through observations, diagnostic tests, and qualitative analysis. The findings were used to develop an HLT that includes learning objectives, student activities, predictions of students’ thought processes, and teacher interventions. The HLT was constructed progressively, beginning with real-world contexts, followed by visual representations (model of), conceptual thinking tools (model for), and culminating in symbolic (abstract) solutions. This HLT design is expected to serve as a practical guide for teachers in developing more meaningful, adaptive instruction that aligns with students’ ways of thinking and bridges conceptual difficulties in learning linear equations of one variable.
Enhancing Mathematical Modeling and Ethnomathematics Learning Through Virtual Reality: A Case Study in Higher Education Santika, Satya; Nugraha, Depi Ardian; Prabawati, Mega Nur
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2021

Abstract

Penelitian ini menjawab kebutuhan inovasi dalam pembelajaran matematika dengan mengintegrasikan Virtual Reality (VR) pada mata kuliah Pemodelan Matematika dan Etnomatematika, sebuah terobosan yang membedakannya dari studi sejenis yang terbatas pada geometri. Berlandaskan teori konstruktivisme, pendekatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar aktif yang meningkatkan keterlibatan, pemahaman konseptual, dan motivasi mahasiswa. Metode pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) digunakan dengan evaluasi melalui tes, survei (reliabilitas α=0,85), dan observasi. Hasil uji coba awal membuktikan efektivitas model ini, ditunjukkan oleh peningkatan signifikan dalam ketiga aspek tersebut. Konten VR yang dikembangkan telah memperoleh sertifikat HaKI, menjamin orisinalitasnya. Temuan penelitian ini tidak hanya menawarkan model integrasi teknologi imersif yang dapat diadopsi perguruan tinggi, tetapi juga merekomendasikan penelitian lanjutan dengan desain eksperimental dan evaluasi retensi pengetahuan jangka panjang untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Belajar secara lebih luas dan efektif. This study addresses the need for innovation in mathematics learning by integrating Virtual Reality (VR) into the Mathematical Modelling and Ethnomathematics courses, a breakthrough that distinguishes it from similar studies limited to geometry. Based on constructivist theory, this approach is designed to create an active learning experience that increases student engagement, conceptual understanding, and motivation. The 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) development method was used with evaluation through tests, surveys (reliability α=0.85), and observations. Initial trial results proved the effectiveness of this model, as shown by significant improvements in all three aspects. The developed VR content has obtained an intellectual property rights certificate, guaranteeing its originality. The findings of this study not only offer an immersive technology integration model that universities can adopt but also recommend further research with experimental designs and long-term knowledge retention evaluations to support the broader and more effective implementation of the Merdeka Belajar Curriculum.
Efektivitas Penggunaan Media Wordwall dengan Model Brain Based Learning terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik Pitriani, Windi; Muslim, Siska Ryane; Prabawati, Mega Nur
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1765

Abstract

Minimnya penelitian yang mengintegrasikan Brain Based Learning dan media interaktif seperti Wordwall, penelitian ini menjadi penting untuk mengetahui apakah pendekatan ini efektif meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) efektivitas penggunaan media Wordwall dengan model Brain Based Learning terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik, (2) minat belajar peserta didik yang pembelajarannya menggunakan media Wordwall dengan model Brain Based Learning, dan (3) hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang menggunakan media Wordwall dengan model Brain Based Learning. Kami menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One-Shot Case Study. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas VII di SMP Negeri 13 Tasikmalaya. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan komunikasi matematis dan angket minat belajar peserta didik. Teknik analisis data menggunakan binomial test dan uji korelasi spearman. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: (1) penggunaan media Wordwall dengan model Brain Based Learning efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik, (2) minat belajar peserta didik yang pembelajarannya menggunakan media Wordwall dengan model Brain Based Learning termasuk kategori tinggi, dan (3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang menggunakan media Wordwall dengan model Brain Based Learning.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBANTUAN NEARPOD PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI Maryah, Sofa; Rustina, Ratna; Prabawati, Mega Nur
JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) Vol 8 No 3: JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop a Nearpod-assisted E-LKPD on the topic of relations and functionsthat is both valid and practical to use. The method used is Research and Development (R&D) with theADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data collectiontechniques included unstructured interviews and questionnaires. Research instruments consisted ofinterview grids, E-LKPD quality assessment sheets, and student response questionnaires. Data wereobtained from material experts, media experts, and Grade VIII students of MTs Leuwiseeng. Data analysisinvolved calculating percentage scores from validators and questionnaires, which were then interpretedinto feasibility and practicality categories. The development process began with analysis, revealingstudents’ difficulties in understanding the concept. The design stage produced an initial draft, which wasdeveloped and validated by experts during development. Revisions were made based on expert input. Thevalidated product was tested in a small group, leading to further improvements and a second developmentphase. A broader field test was then conducted during the second implementation stage. Based onevaluation results, the final E-LKPD was considered appropriate, feasible, and practical for use.
Analisis Kemampuan Literasi Matematik Mahasiswa Calon Guru Matematika Prabawati, Mega Nur
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2018): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.481

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan kemampuan literasi matematika mahasiswa calon guru matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Negeri berdasarkan kemampuan matematika. Untuk mengetahui kemampuan literasi matematik mahasiswa berdasarkan kemampuan matematika terlebih dahulu dilakukan pengelompokan kemampuan matematik mahasiswa yaitu tingkat kemampuan matematika rendah, sedang dan tinggi. Masing-masing pada tingkatan tersebut dipilih 1 orang untuk dijadikan sebagai subjek penelitian, sehingga terpilih 3 mahasiswa yang dijadikan sebagai subjek penelitian., yaitu M1 (mahasiswa berkemampuan tinggi), M2 (mahasiswa berkemampuan sedang), M3 (mahasiswa berkemampuan rendah). Semua subjek penelitian diberikan soal tes kemampuan literasi matematik kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk mengetahui sudah sampai level berapa dan pada indikator mana kemampuan literasi matematik yang telah mereka capai. Berdasarkan analisis yang telah dilaksanakan M1 berada pada level 4 kemampuan literasi matematik, M2 berada pada level 3 kemampuan literasi matematik, dan M3 berada pada level 2 kemampuan literasi matematik.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Masalah dengan Strategi Heuristic untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Prabawati, Mega Nur; Herman, Tatang; Turmudi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.533

Abstract

Memiliki kemampuan literasi matematis yang baik diharapkan dapat membantu siswa memecahkan masalah yang berkaitan dengan matematika. Fokus keterampilan literasi matematika pada siswa adalah kemampuan untuk menganalisis, membenarkan, dan mengkomunikasikan ide secara efektif, merumuskan, memecahkan dan menafsirkan masalah matematika dalam berbagai bentuk dan situasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan lembar kerja siswa berbasis masalah yang valid dan praktis untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa dalam materi sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (Research and Development), yang terdiri dari tahap-tahap studi literatur, studi, observasi, wawancara, pengembangan lembar kerja siswa. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil ujicoba dalam skala kecil dan skala besar menunjukan angka 70,66% dan 75,08%, ini berarti LKS berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan literasi matematika dapat digunakan dan didistribusikan sebagai bahan pembelajaran dalam pembelajaran matematika untuk SMP.
Studi Etnomatematika terhadap Para Pengrajin Payung Geulis Tasikmalaya Jawa Barat Muslim, Siska Ryane; Prabawati, Mega Nur
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i1.592

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi pertentangan opini mengenai hubungan matematika dengan budaya, yang mengarah pada ethnomathematics. Tujuan penelitian untuk mengetahui serta mendeskripsikan etnomatematika pada pembuatan Payung Geulis Tasikmalaya. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan metode etnografi. Subjek penelitian dipilih melalui metode purposive sampling, yaitu tiga orang pengrajin Payung Geulis yang berada di Panyingkiran, Indihiang, Kota Tasikmalaya serta telah menjadi pengrajin selama lebih dari 10 tahun. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dengan didukung beberapa instrumen lainnya yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, alat rekam dan kamera. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa terdapat kaitan antara Payung Geulis dengan matematika yang ditunjukkan dengan adanya unsur-unsur matematika berdasarkan konsep geometri. Konsep geometri tersebut diantaranya berupa geometri bangun datar, geometri bangun ruang, simetri, geometri transformasi (refleksi, translasi, dan rotasi) serta kekongruenan. Research is motivated by conflicting opinions about the relationship between mathematics and culture, which leads to ethnomathematics. This research aims to determine and describe ethnomathematics in the manufacture of Tasikmalaya Geulis Umbrellas. The research method is qualitative with ethnographic methods. The subjects in this study were selected using a purposive sampling method where the subject was a Payulis Geulis craftsman in Panyingkiran, Indihiang, Tasikmalaya City and had been a craftsman for more than 10 years. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The research instrument was the researcher himself, supported by several other instruments, namely observation guidelines, interview guidelines, recording equipment, and cameras. Data analysis techniques used in this study are data reduction, data presentation and drawing conclusions or verification. Based on the results of data analysis, it was concluded that there is a relationship between Umbrella Geulis with mathematics which is indicated by the existence of mathematical elements based on the concept of geometry. The geometrical concepts include the geometry of the flat structure, geometry of geometry, symmetry, the geometry of transformation (reflection, translation, and rotation) and concordance.
Etnomatematika:Filosofi dan Konsep Matematis Kalender Sunda Prabawati, Mega Nur; Muslim, Siska Ryane
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 3 (2022): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.728

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk membuktikan adanya keterkaitan antara budaya dengan matematika, dan untuk merubah paradigma masyarakat yang menganggap bahwa matematika tidak ada kaitannya dengan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui filosofi dari kalender sunda dan konsep-konsep matematika yang terdapat pada kalender Sunda yang ditinjau dari perhitungan penyusunannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan di kediaman pakar kalender sunda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Kalender Sunda terdapat nama dan istilah yang kaya akan filosofi dan makna, serta adanya keterkaitan antara matematika dengan budaya yang dapat ditunjukkan dengan adanya konsep matematis pada sistem kalender Sunda seperti kaidah pencacahan dalam pancawuku atau selapan, konsep pembagian pada penentuan tunggul taun, dan konsep modulo pada penentuan indung poe, dewa taun, naktu taun, naktu bulan, naktu tanggal, dan menentukan suatu tanggal. This research is an attempt to prove the relationship between culture and mathematics and tries to straighten out the paradigm of society which considers mathematics to be complex and has nothing to do with mathematics and culture. The purpose of this study was to determine the mathematical concepts contained in the Sundanese calendar in terms of computation calculations. This research is qualitative research with an ethnographic method. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and field notes. This research was conducted at the residence of Mrs. Miranda Halimah Wihardja an expert on the Sundanese calendar. The results of this study indicate that in the Sundanese calendar some names and terms are rich in philosophy and meaning, and there is a link between mathematics and culture which can be shown by the existence of mathematical concepts in the Sundanese calendar system such as the rules of enumeration in pancawuku or selapan, the concept of division in determining the stump of the year, and the concept of modulo in determining the parent poe, the god of the year, the time of the year, the time of the month, the time of the date, and the determination of a date.
Determining Auspicious Days for Weddings and Circumcisions in Kuta Traditional Village Prabawati, Mega Nur; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1733

Abstract

Penelitian ini menyelidiki filosofi dan aktivitas matematika yang tertanam dalam menentukan hari baik untuk upacara pernikahan dan khitanan di Desa Adat Kuta. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tetua adat, dan anggota masyarakat. Temuan ini mengungkapkan enam aktivitas matematika mendasar yang selaras dengan nilai-nilai budaya lokal: penghitungan (digunakan untuk menghitung kesesuaian dan menentukan hari baik), penempatan (untuk mengidentifikasi tanggal terlarang dan posisi spasial), pengukuran (untuk mengurutkan hari dan menyelaraskan waktu), perancangan (untuk mengatur tanggal dan waktu menurut adat istiadat), bermain (mengamati aturan dan menafsirkan hasil), dan menjelaskan (memberikan interpretasi perhitungan yang bermakna). Studi ini menunjukkan bahwa praktik etnomatematika ini tidak hanya mendukung tradisi lokal tetapi juga memperkuat identitas budaya dan warisan masyarakat Kuta. Integrasi konsep matematika seperti penjumlahan, pembagian, modulo aritmatika, dan barisan aritmatika dalam kebiasaan ini mengungkapkan hubungan rumit antara matematika dan praktik budaya, menawarkan perspektif unik untuk pendidikan matematika yang responsif terhadap budaya. This study investigates the philosophy and mathematical activities embedded in determining auspicious days for marriage and circumcision ceremonies in Kuta Traditional Village. Employing qualitative research methods with an ethnographic approach, data were gathered through observations, interviews, and documentation from traditional leaders, elders, and community members. The findings reveal six fundamental mathematical activities that align with local cultural values: counting (used in calculating compatibility and determining favorable days), locating (for identifying restricted dates and spatial positions), measuring (for sequencing days and aligning timings), designing (for organizing dates and times according to customs), playing (observing rules and interpreting outcomes), and explaining (providing meaningful interpretations of calculations). This study demonstrates that these ethnomathematical practices not only support local traditions but also reinforce the cultural identity and heritage of the Kuta community. The integration of mathematical concepts such as addition, division, modulo arithmetic, and arithmetic sequences within these customs reveals the intricate relationship between mathematics and cultural practices, offering a unique perspective for culturally responsive mathematics education.   Keyword: Ethnomathematic; philosophy; mathematical activities; goodday of marriage and circumcision. 
Design of Mathematics Teaching Materials Based on Local Wisdom for Strengthening Mathematical Literacy on Social Arithmetic Material Prabawati, Mega Nur; Santika, Satya; Mulyani, Eva
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1868

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil awal kemampuan literasi matematis siswa, merancang dan mengembangkan bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi matematis, dan mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, yang meliputi lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, tingkat literasi matematika siswa kelas 9 di empat sekolah menengah pertama (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) ditemukan pada level 2-3, berdasarkan kerangka kerja PISA. Pada tahap desain, dibuatlah rencana pembelajaran yang mengintegrasikan unsur-unsur kearifan lokal Tasikmalaya. Pada tahap pengembangan, handout interaktif dibuat dengan menggunakan Canva, dengan menggabungkan pilihan font, warna, dan grafik tematik. Soal pre-test/post-test dan kuesioner persepsi siswa juga dikembangkan dan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, yang menghasilkan nilai kelayakan sebesar 92% (sangat layak). Siswa menyelesaikan pre-test sebelum menggunakan handout dan post-test setelahnya, diikuti dengan kuesioner tentang kepraktisan dan persepsi. Analisis data menunjukkan peningkatan rata-rata penguasaan pembelajaran dari 50,84% (pre-test) menjadi 71,18% (post-test). Siswa memberikan tanggapan yang sangat positif mengenai isi, desain, dan relevansi budaya dari materi. Abstract This study aims to identify students' initial profiles of mathematical literacy skills, design and develop mathematics teaching materials based on local wisdom to enhance mathematical literacy, and describe students’ learning outcomes after using these materials. The research employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. In the analysis phase, the mathematical literacy level of 9th-grade students at four junior high schools (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) was found to be at levels 2–3, based on the PISA framework. During the design phase, lesson plans were created that integrated elements of Tasikmalaya’s local wisdom. In the development phase, interactive handouts were created using Canva, incorporating thoughtful choices of fonts, colors, and thematic graphics. Pre-test/post-test questions and student perception questionnaires were also developed and validated by a content expert and a media expert, resulting in a feasibility score of 92% (highly feasible).The implementation took place over four class sessions across the selected schools. Students completed a pre-test before using the handouts and a post-test afterward, followed by a questionnaire on practicality and perception. Data analysis showed an increase in average learning mastery from 50.84% (pre-test) to 71.18% (post-test). Students gave highly positive responses regarding the content, design, and cultural relevance of the materials.