Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Etnomatematika:Filosofi dan Konsep Matematis Kalender Sunda Prabawati, Mega Nur; Muslim, Siska Ryane
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 3 (2022): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i3.728

Abstract

Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk membuktikan adanya keterkaitan antara budaya dengan matematika, dan untuk merubah paradigma masyarakat yang menganggap bahwa matematika tidak ada kaitannya dengan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui filosofi dari kalender sunda dan konsep-konsep matematika yang terdapat pada kalender Sunda yang ditinjau dari perhitungan penyusunannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan di kediaman pakar kalender sunda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Kalender Sunda terdapat nama dan istilah yang kaya akan filosofi dan makna, serta adanya keterkaitan antara matematika dengan budaya yang dapat ditunjukkan dengan adanya konsep matematis pada sistem kalender Sunda seperti kaidah pencacahan dalam pancawuku atau selapan, konsep pembagian pada penentuan tunggul taun, dan konsep modulo pada penentuan indung poe, dewa taun, naktu taun, naktu bulan, naktu tanggal, dan menentukan suatu tanggal. This research is an attempt to prove the relationship between culture and mathematics and tries to straighten out the paradigm of society which considers mathematics to be complex and has nothing to do with mathematics and culture. The purpose of this study was to determine the mathematical concepts contained in the Sundanese calendar in terms of computation calculations. This research is qualitative research with an ethnographic method. The data collection techniques used were observation, interviews, documentation, and field notes. This research was conducted at the residence of Mrs. Miranda Halimah Wihardja an expert on the Sundanese calendar. The results of this study indicate that in the Sundanese calendar some names and terms are rich in philosophy and meaning, and there is a link between mathematics and culture which can be shown by the existence of mathematical concepts in the Sundanese calendar system such as the rules of enumeration in pancawuku or selapan, the concept of division in determining the stump of the year, and the concept of modulo in determining the parent poe, the god of the year, the time of the year, the time of the month, the time of the date, and the determination of a date.
Determining Auspicious Days for Weddings and Circumcisions in Kuta Traditional Village Prabawati, Mega Nur; Mulyani, Eva; Muslim, Siska Ryane
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2024): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i2.1733

Abstract

Penelitian ini menyelidiki filosofi dan aktivitas matematika yang tertanam dalam menentukan hari baik untuk upacara pernikahan dan khitanan di Desa Adat Kuta. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tetua adat, dan anggota masyarakat. Temuan ini mengungkapkan enam aktivitas matematika mendasar yang selaras dengan nilai-nilai budaya lokal: penghitungan (digunakan untuk menghitung kesesuaian dan menentukan hari baik), penempatan (untuk mengidentifikasi tanggal terlarang dan posisi spasial), pengukuran (untuk mengurutkan hari dan menyelaraskan waktu), perancangan (untuk mengatur tanggal dan waktu menurut adat istiadat), bermain (mengamati aturan dan menafsirkan hasil), dan menjelaskan (memberikan interpretasi perhitungan yang bermakna). Studi ini menunjukkan bahwa praktik etnomatematika ini tidak hanya mendukung tradisi lokal tetapi juga memperkuat identitas budaya dan warisan masyarakat Kuta. Integrasi konsep matematika seperti penjumlahan, pembagian, modulo aritmatika, dan barisan aritmatika dalam kebiasaan ini mengungkapkan hubungan rumit antara matematika dan praktik budaya, menawarkan perspektif unik untuk pendidikan matematika yang responsif terhadap budaya. This study investigates the philosophy and mathematical activities embedded in determining auspicious days for marriage and circumcision ceremonies in Kuta Traditional Village. Employing qualitative research methods with an ethnographic approach, data were gathered through observations, interviews, and documentation from traditional leaders, elders, and community members. The findings reveal six fundamental mathematical activities that align with local cultural values: counting (used in calculating compatibility and determining favorable days), locating (for identifying restricted dates and spatial positions), measuring (for sequencing days and aligning timings), designing (for organizing dates and times according to customs), playing (observing rules and interpreting outcomes), and explaining (providing meaningful interpretations of calculations). This study demonstrates that these ethnomathematical practices not only support local traditions but also reinforce the cultural identity and heritage of the Kuta community. The integration of mathematical concepts such as addition, division, modulo arithmetic, and arithmetic sequences within these customs reveals the intricate relationship between mathematics and cultural practices, offering a unique perspective for culturally responsive mathematics education.   Keyword: Ethnomathematic; philosophy; mathematical activities; goodday of marriage and circumcision. 
Design of Mathematics Teaching Materials Based on Local Wisdom for Strengthening Mathematical Literacy on Social Arithmetic Material Prabawati, Mega Nur; Santika, Satya; Mulyani, Eva
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1868

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil awal kemampuan literasi matematis siswa, merancang dan mengembangkan bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi matematis, dan mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, yang meliputi lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, tingkat literasi matematika siswa kelas 9 di empat sekolah menengah pertama (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) ditemukan pada level 2-3, berdasarkan kerangka kerja PISA. Pada tahap desain, dibuatlah rencana pembelajaran yang mengintegrasikan unsur-unsur kearifan lokal Tasikmalaya. Pada tahap pengembangan, handout interaktif dibuat dengan menggunakan Canva, dengan menggabungkan pilihan font, warna, dan grafik tematik. Soal pre-test/post-test dan kuesioner persepsi siswa juga dikembangkan dan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, yang menghasilkan nilai kelayakan sebesar 92% (sangat layak). Siswa menyelesaikan pre-test sebelum menggunakan handout dan post-test setelahnya, diikuti dengan kuesioner tentang kepraktisan dan persepsi. Analisis data menunjukkan peningkatan rata-rata penguasaan pembelajaran dari 50,84% (pre-test) menjadi 71,18% (post-test). Siswa memberikan tanggapan yang sangat positif mengenai isi, desain, dan relevansi budaya dari materi. Abstract This study aims to identify students' initial profiles of mathematical literacy skills, design and develop mathematics teaching materials based on local wisdom to enhance mathematical literacy, and describe students’ learning outcomes after using these materials. The research employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. In the analysis phase, the mathematical literacy level of 9th-grade students at four junior high schools (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) was found to be at levels 2–3, based on the PISA framework. During the design phase, lesson plans were created that integrated elements of Tasikmalaya’s local wisdom. In the development phase, interactive handouts were created using Canva, incorporating thoughtful choices of fonts, colors, and thematic graphics. Pre-test/post-test questions and student perception questionnaires were also developed and validated by a content expert and a media expert, resulting in a feasibility score of 92% (highly feasible).The implementation took place over four class sessions across the selected schools. Students completed a pre-test before using the handouts and a post-test afterward, followed by a questionnaire on practicality and perception. Data analysis showed an increase in average learning mastery from 50.84% (pre-test) to 71.18% (post-test). Students gave highly positive responses regarding the content, design, and cultural relevance of the materials.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARCS (ATTENTION, RELEVANCE, CONFIDENCE, AND SATISFACTION) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Maulidah, Gina Agisni; Kurniawan, Dian; Prabawati, Mega Nur
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2024): ELIPS, September 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v5i2.1400

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode true experiment design yang dilakukan di SMA Terpadu Riyadlul’Ulum. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA reguler dengan sampel yang dipilih terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran ARCS, sedangkan kelas kontrol tidak diberikan perlakuan. Desain penelitian ini menggunakan posttest only control design. Pengumpulan data menggunakan instrumen kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal pada tiap soal yaitu 10. Analisis data yang digunakan yaitu uji T (Independent Sample T-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang menggunakan model pembelajara ARCS lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, sebanyak 17 peserta didik dengan persentase 53% berada pada kategori tinggi, 13 peserta didik dengan persentase 41% berada pada kategori sedang, dan 2 peserta didik dengan persentase 6% berada pada kategori rendah. Sedangkan pada kelas kontrol sebanyak 3 peserta didik dengan persentase 9% berada pada kategori tinggi, 16 peserta didik dengan persentase 50% berada pada kategori sedang, dan 13 peserta didik dengan persentase 41% berada pada kategori rendah. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran ARCS efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik.
Pengembangan Bahan Ajar untuk Konten Learning Management System MOODLE bagi MGMP Matematika SMP Kabupaten Tasikmalaya Mulyani, Eva; Prabawati, Mega Nur; Yulianto, Eko; Mansyur, M. Zulfikar
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56921/cpkm.v3i1.155

Abstract

Moodle is one of the most popular and frequently used LMS in the world of education. This research aims to increase the understanding of junior high school mathematics teachers in the Sukaraja area, Tasikmalaya Regency regarding the development of teaching materials for the MOODLE Learning Management System Content, so that they can utilize this technology to improve the quality of learning and student learning outcomes. The method used is a classical and individual approach. Based on the results of the analysis, it was concluded that the training increased understanding of the use of Moodle LMS in mathematics education, enabling participants to develop interactive teaching materials. Collaboration between Mathematics teachers at MGMP is encouraged, facilitating knowledge exchange. Technology and appropriate instructional design improve mathematics learning in middle school with access to diverse materials and interesting ways of learning.
Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Teknologi Hidroponik dengan Greenhouse Nurhayati, Elis; Prabawati, Mega Nur; Mulyani, Eva; Natalliasari, Ike
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56921/cpkm.v3i1.195

Abstract

Community Service The Program for Implementing Science and Technology in the Community (PbM-PPIM) aims at several things, including motivating and providing education to the community about the importance of meeting food intake needs independently, optimizing Hydroponic technology by building a Greenhouse. To achieve this goal, this program will provide materials and tools in the form of Greenhouses, such as iron, paranet, UV plastic, paralon, netpots, rockwool, water pumps, etc., as well as vegetable seeds to the community.. The method that will be used in this program is through patterned and structured outreach activities by providing information and education to the public about Hydroponic technology and Greenhouse construction. Apart from that, this program will also provide ongoing assistance and evaluation to the community so that they can maximize vegetable production using Hydroponic technology and minimize plant pests. Thus, it is hoped that this program can help the community improve food security and the family economy through Hydroponic technology and Greenhouse construction.
Desain Hypothetical Learning Trajectory pada Materi Persegi dan Persegipanjang untuk mengatasi Learning Obstacle Ali, Nabila Nurhaliza; Ratnaningsih, Nani; Prabawati, Mega Nur
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i2.1399

Abstract

Pada era saat ini, guru sebagai pengajar dituntut untuk mampu mengembangkan model pembelajaran yang memperhatikan karakteristik siswa, sehingga penting bagi guru untuk mengetahui learning trajectory. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain hypothetical learning trajectory (HLT) untuk mendukung siswa SMP dalam mempelajari materi persegi dan persegipanjang. Metode penelitian menggunakan metode design research (DR). Pada penelitian ini diawali dengan melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui learning obstacle yang dialami oleh siswa SMP pada materi persegi dan persegipanjang. Jenis learning obstacle yang didapatkan dari hasil studi pendahuluan pada penelitian ini adalah ontogenic obstacle, epistemology obstacle. Bedasarkan tinjauan tersebut, peneliti merumuskan gambaran alur belajar yang disusun agar dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan memperhatikan kegiatan pembelajaran dan respon siswa, yang disebut hypothetical learning trajectory (HLT). Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa HLT pada materi persegi dan persegipanjang untuk siswa SMP melalui serangkaian kegiatan pembelajaran (Learning Trajectory) yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan konstribusi peningkatan dalam pemahaman konseptual peserta didik pada penyelesaian dalam kehidupan sehari-hari. HLT ini yang terdiri dari tiga elemen yaitu aktivitas pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan hipotesis proses pembelajaran. Rancangan HLT ini bertujuan untuk memperbaharui pemahaman peserta didik dalam memecahkan masalah dikehidupan nyata menjadi model matematika. Diharapkan, rencana belajar hipotesis ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya guna menguji efektivitasnya dalam sebuah eksperimen pembelajaran, menganalisis hasilnya dengan menggunakan metode analisis retrospektif, dan membangunnya menjadi sebuah teori pembelajaran lokal.