Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Karakteristik Kimiawi Dan Mikrobiologi Ikan Asin Kambing-Kambing (Canthidermis maculata) Selama Penyimpanan Akbardiansyah Akbardiansyah; Ikhsanul Khairi; Sri Ayu Insani
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 2, No 2 (2021): JURNAL PERIKANAN TERPADU VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v2i2.4370

Abstract

Ikan kambing-kambing (Canthidermis maculata) merupakan ikan demersal yang potensial. Salah satu produk olahan dari ikan kambing-kambing adalah ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perubahan mutu ikan asin selama penyimpanan. Perlakuan pada penelitian ini adalah pengemasan vakum dan tanpa vakum, serta penyimpanan selama 3 bulan. Pengolahan data peanyimpanan ikan asin menggunakan sample t-test. Parameter yang diamati adalah kadar air, aktivitas air (aw) dan total mikroba (TPC) selama 3 bulan. Pada bulan ke 0, nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan vakum masing-masing 32.30±0.39%; 0.723±0.00; 3.34±0.00 log cfu/g dan nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan tanpa vakum masing-masing 32.30±0.39%; 0.723±0.00; 3.34±0.00 log cfu/g. Pada bulan ke 3, nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan vakum masing-masing 31.95±0.18% , 0.710±0.00 dan negatife, serta nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan tanpa vakum masing-masing 31.29±0.41%; 0.702±0.02; 4.14±0.00 log cfu/g. Setelah penyimpanan selama 3 bulan, nilai ketiga parameter mengalami fluktuasi, namun tidak signifikan
Morfometrik Kerang Sinanodonta woodiana di Perairan Lamnaga Kecamatan Meureboh Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh Rudi Hermi; Asri Mursawal; M Ali Sarong; Heriansyah Heriansyah; Munandar munandar; Akbardiansyah akbardiansyah; Alfis Syahril; Friyuanita Lubis; M Barru Airil Fizra Hasibuan
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 7, No 1 (2023): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v7i1.7433

Abstract

Penelitian Analisis Morfometrik Kerang Sinanodonta woodiana bertujuan untuk melihat distribusi frekuensi. Penelitian dilakukan pada tahun 2022 dengan teknik pengambilan data dilakukan secara purposive sampling pada kedalamam 0-1 m. Data yang dianalisis adalah bobot tubuh, Panjang cangkang, lebar cangkang, dan tinggi umbo. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan software Microsoft excel, kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 88 individu yang terdiri dari bobot antara 3-15 gram, Panjang 20.3-34.4 mm, lebar 22.5-39.6 mm dan tinggi berkisar antara 11.1-19.7 mm.  Penelitian ini dalam simpulkan bahwa seluruh sampel tergolong dalam kerang yang berukuran kecil, hal ini bisa disebabkan pengambilan sampel dilakukan pada perairan dangkal.
Penguatan kapasitas nelayan teradisional dalam penanganan pasca panen melalui edukasi teknologi cold chain dan higiene di Desa Lhok Kuala Bubon Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Delfian Masrura; Rahmawati Rahmawati; Thaib Rizwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34320

Abstract

Abstrak Sektor perikanan merupakan sumber pangan dan pendapatan utama bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan tradisional di Desa Lhok Kuala Bubon. Namun, keterbatasan pemahaman terkait penanganan pasca panen, sanitasi, dan penerapan sistem cold chain menyebabkan kualitas ikan menurun, cepat rusak, dan harga jual rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada nelayan agar mampu menjaga mutu hasil tangkapan melalui penerapan cold chain serta praktik higiene yang benar. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi, pendampingan, serta evaluasi dan feedback. Sosialisasi dilakukan dengan presentasi, diskusi, dan pemutaran video untuk memperkenalkan prinsip penanganan ikan yang baik. Pendampingan berfokus pada praktik langsung, penggunaan es, cool box, serta kebersihan alat tangkap. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 25% dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test. Nelayan yang menerapkan cold chain melaporkan ikan lebih segar, tahan lebih lama, serta harga jual meningkat sekitar 5–10%. Dampak langsung kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kesadaran dan keterampilan nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, meski keterbatasan akses es dan fasilitas pendingin masih menjadi kendala utama. Program edukasi dan pendampingan cold chain terbukti efektif dalam meningkatkan mutu hasil perikanan dan pendapatan nelayan. Implikasinya, dukungan infrastruktur dan kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan agar penerapan teknologi ini dapat berlanjut secara berkesinambungan. Kata kunci: kualitas ikan; nelayan tradisional; penanganan pasca panen; rantai dingin; sanitasi dan higiene Abstract The fisheries sector is a vital source of food and income for coastal communities, including traditional fishers in Lhok Kuala Bubon Village. However, limited knowledge of post-harvest handling, sanitation, and the application of the cold chain system has led to a decline in fish quality, rapid spoilage, and reduced market value. This community engagement program aimed to provide education and assistance to fishers in maintaining catch quality through the implementation of cold chain practices and proper hygiene. The program was carried out in three stages: socialization, mentoring, and evaluation with feedback. Socialization was delivered through presentations, discussions, and educational videos introducing proper fish handling practices. Mentoring emphasized hands-on training in fish handling, the use of ice and cool boxes, and maintaining equipment hygiene. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure improvements in fishers’ knowledge and skills. The results indicated a 25% increase in understanding, with post-test scores significantly higher than pre-test scores. Fishers who adopted cold chain practices reported that their fish remained fresher, lasted longer, and achieved a price increase of around 5–10%. This program had a direct impact on enhancing awareness and skills in maintaining fish quality, although limited access to ice and adequate cooling facilities remains a key challenge. Overall, the cold chain education and mentoring program proved effective in improving fish quality and increasing fishers’ income. Keywords: fish quality; traditional fishers; post-harvest handling; cold chain; sanitation and hygiene
Edukasi teknologi BuDar (BuBu Dasar) ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal untuk peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon Hamidi Hamidi; Afdhal Fuadi; Rosi Rahayu; Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Rahmawati Rahmawati; Nabila Ukhty; Fiki Rebi Hidayat; Rusdi Rusdi; Fachrorazi Amir; Nurhatijah Nurhatijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34365

Abstract

AbstrakSalah satu alat penangkapan ikan yang selama ini digunakan oleh nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu pukat tarik dengan hasil tangkapan yang relatif berukuran kecil dan secara perlahan dapat merusak dasar perairan, sehingga perlu adanya alat penangkapan ikan yang ramah terhadap lingkungan dan hasil tangkapan yang diperoleh sudah layak tangkap serta memiliki nilai ekonomis penting salah satunya adalah bubu dasar. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan edukasi pengenalana teknologi BuDar (Bubu Dasar) ramah lingkungan dan berbasis sumberdaya lokal yang diberikan kepada kelompok nelayan tradisional tersebut. Jumlah penerima manfaat langusng dari kegiatan pengabdian ini yaitu 35 orang atau kelompok nelayan tradisional dengan menggunakan armada penangkapan ikan <5 GT di perairan Aceh Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan alat penangkapan ikan tepat guna yaitu BuDar kepada kelompok nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah terhadap lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu menggunakan metode pendidikan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok nelayan tradisional mulai dari FGD persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian, dan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan. Hasil FGD persiapan kegiatan ditemukan beberapa masalah utama pada kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu masih menggunakan alat tangkap pukat tarik yang secara tidak langsung dapat merusak dasar perairan, kemudian nelayan tradisional tersebut masih kurang pahamnya alternatif alat tangkap yang tidak merusak lingkungan. Timbulnya partisipasi aktif oleh kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon dari edukasi teknologi BuDar ramah lingkungan, sehingga nelayan tersebut tertarik menggunakan bubu dasar sebagai alternatif untuk menangkap ikan demersal khususnya ikan karang yang memiliki nilai ekonomis penting. Kemudian terjadi peningkatan pengetahuan kelompok nelayan tradisional sebanyak 80% terkait materi yang diberikanan mulai dari alat dan bahan yang digunakan, manfaatn bubu dasar, dan jenis hasil tangkapan yang akan diperoleh. Kata kunci: edukasi; budar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal; nelayan tradisional. AbstractOne of the fishing tools that has been used by traditional fishermen of Lhok Kuala Bubon is the trawl net, which has a relatively small catch and can slowly damage the bottom of the waters, so there is a need for fishing tools that are environmentally friendly and the catch obtained is suitable for fishing and has important economic value, one of which is the bottom trap. Therefore, there is a need for educational activities to introduce BuDar (bottom trap) technology, which is environmentally friendly and based on local resources, to these traditional fishing groups. The number of direct beneficiaries of this community service activity is 35 people or groups of traditional fishermen using fishing fleets <5 GT in the waters of West Aceh. This community service activity aims to introduce appropriate fishing gear, namely BuDar, to traditional fishing groups to increase income and reduce the use of fishing gear that is not environmentally friendly. The method used in this community service activity is using an educational method by providing education and outreach to traditional fishermen groups starting from FGD preparation for community service, implementation of community service, and evaluation of the implementation of activities. The results of the FGD on preparation for the activity found several main problems in the Lhok Kuala Bubon traditional fishermen group, namely that they still use trawl fishing gear, which can indirectly damage the waters, and that the traditional fishermen still do not understand alternative fishing gear that does not damage the environment. The emergence of active participation by the traditional fishermen group of Lhok Kuala Bubon from the education of environmentally friendly BuDar technology made from local resources available around Lhok Kuala Bubon Village so that the fishermen are interested in using bottom traps as an alternative to catch demersal fish, especially reef fish, which have important economic value. Keywords: education; BuDar; environmentally friendly; local resources; traditional fishermen.