Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Economic and Sociocultural Barriers to the Continuation of Studies of Indigenous Papuan Students at Musamus University Jua, Selestina Kostaria; Simbolon , Merta; Reski, Andi; Uskenat , Kristina
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): EQUILIBRIUM: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/dzrn7h87

Abstract

This study aims to explore the external barriers faced by Papuan students at Musamus University in completing their studies. The phenomenon of low academic performance and high dropout rates forms the backdrop for this research. Using a descriptive qualitative method over a three-year period, data were collected through observation, distribution of questionnaires, and in-depth interviews with students. The results indicate that students face multidimensional, interrelated external barriers. First, family financial instability forces students to work, live with relatives in overcrowded housing far from campus, commute on foot, and neglect safety and health to save on living expenses. Second, learning disruptions impact concentration levels and lead to inefficiencies in academic activities outside of class hours. This burden is particularly severe for female students due to domestic responsibilities and child-rearing duties. Third, low family educational literacy results in a lack of social control and financial, functional, and emotional support for students. This study recommends policy synergy through the provision of student dormitories, integrated transportation, and psychosocial support programs to create a more adaptive educational ecosystem for indigenous Papuan students.
The Analysis of Students’ Problem-Solving Skills About Temperature and Heat Anderias Henukh; I Made Astra; Selestina Kostaria Jua; Aay Susilawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.6517

Abstract

This journal reviews students' problem-solving skills after participating in a problem-solving-based learning process. This study aims to determine the student's problem-solving skills and social students who follow a cross-interest program in physics. The study utilized a quantitative approach with descriptive methods and a one-group pretest-posttest research design. The research subjects were 29 students in class X Social 4 at SMAN Sambungmacan, Sragen. In this study, students were asked to complete four question descriptions after studying temperature and heat material. Student problem-solving results were analyzed using a point system. The average and percentage of student achievement were calculated for each problem and its stages of problem-solving. Analysis of problem-solving skills data revealed that the average percentage of students' problem-solving skills reached 65.3%. Based on data analysis and results, all students' problem-solving abilities have improved since the pretest. It is hoped that students will continue to be accustomed to solving problems using the stages of problem-solving in the future.
Analisis Validasi Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Kinesthetic, Intellectual, Visual, Auditory, dan Repetition Selestina Kostaria Jua; Kristina Uskenat; Tutik Yuliatun
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 2 No. 2 (2022): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v2i2.187

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji kelayakan modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah pada materi Suhu dan Kalor tingkat sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development (R & D) dengan model prosedural. Kelayakan modul dianalisis melalui validasi materi, bahasa, kegrafisan, pembelajaran dan penyajian oleh para ahli, guru, dan teman sejawat. Pelaksanaan validasi dilakukan melalui penilaian modul menggunakan lembar penilaian validasi. Data hasil validasi dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui presentase dan kategori kelayakan modul. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh presentase rata-rata kelayakan modul pada aspek materi mencapai 78,82%, bahasa 81,25%, kegrafisan 95,54%, serta pembelajaran dan penyajian 87,07%. Skor rata-rata ideal 84,01% dan presentasenya lebih besar dari presentase natural cut of point. Melalui analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition, layak diujicobakan dalam skala kecil di sekolah.
Integrating Project-Based Green Education Learning in Environmental Chemistry Courses: An Innovative Strategy to Foster 21st-Century Skills and Digital Literacy of Pre-Service Chemistry Teachers Novike Bela Sumanik; Nenny Indrawati; Nurhidayah; Rezky Uspayanti; Selestina Kostaria Jua; Henie Poerwandar Asmaningrum; Ermy Dikta Sumanik
Journal of Pedagogy and Education Science Vol 5 No 02 (2026): Journal of Pedagogy and Education Science
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jpes.001641

Abstract

The digital era requires pre-service teachers to possess digital literacy that is integrated with environmental awareness values. A crucial issue that emerges is the limited ability of pre-service chemistry teachers to combine critical thinking, creativity, collaboration, and communication with digital technology skills to address environmental problems innovatively. Previous studies have demonstrated the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) in enhancing 21st-century skills; however, a research gap remains in integrating green education values with strengthened digital literacy within the context of environmental chemistry learning. This study aimed to analyze the effectiveness of integrating YouTube-based PjBL with a Green Education approach in improving 21st-century skills and digital literacy among pre-service chemistry teachers. This research employed a mixed-methods sequential explanatory design, beginning with quantitative data collection through pretest–posttest, followed by qualitative data obtained through interviews, observations, and document analysis. The test instruments measured 21st-century skills and digital literacy, while video project quality was evaluated using a rubric, with two raters. The results show a significant increase in 21st-century skills with an N-gain of 0.71 (high category), and an increase in digital literacy with an N-gain of 0.64 (medium category) across all dimensions, particularly in digital communication and collaboration. Video project assessments indicated good quality with an average score of 85.24. Qualitative data reinforced the quantitative findings, revealing that YouTube-based PjBL fosters meaningful learning, enhances creativity, technological competence, and environmental awareness. This study implies that digital PjBL has the potential for broader implementation in chemistry education to strengthen 21st-century competencies.
Dari Kampung Ke Kelas: Motivasi Dan Tantangan Belajar Mahasiswa Asli Papua Menjadi Guru Fisika Selestina Kostaria Jua; Aprilita Ekasari; Novike Bela Sumanik
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 3 (2024): NJMS - Oktober 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan mahasiswa asli Papua dalam perkuliahan fisika seringkali terkendala oleh berbagai tantangan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali lebih dalam motivasi dan tantangan belajar yang dihadapi oleh tujuh mahasiswa calon guru fisika di Universitas Musamus. Melalui observasi, penyebaran kuisoner, dan wawancara serta analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman, ditemukan bahwa mahasiswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk menjadi guru fisika. Tetapi, mereka juga menghadapi beberapa tantangan akademik dan sosial dalam prosesnya. Tantangan akademik yang dialami diantaranya, kesulitan dalam memahami konsep fisika, didukung dengan kemampuan berhitung yang lemah, kurangnya pengusaan konsep dasar fisika, rendahnya tingkat kepercayaan diri, serta miskomunikasi dan mipersepsi antara dosen dan mahasiswa. Sedangkan tantangan sosial berupa, dialek dosen saat mengajar, tindakan kriminal yang sering terjadi di Merauke, dan stigma sosial tentang guru asli Papua. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi para pengajar untuk mengembangkan strategi belajar yang lebih efektif dalam mendukung keberhasilan belajar mahasiswa asli Papua.
Pengembangan LKPD Microlearning dengan Etnopedagogi Berbasis Case Study untuk Melatih Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Tutik Yuliatun; Selestina Kostaria Jua; Merta Simbolon; Ivylentine Datu Palittin; Khusnatul Amaliah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.5053

Abstract

Perkembangan teknologi begitu masif, sehingga salah satunya berdampak pada dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD microlearning berbasis etnopedagogi dan case study yang dirancang untuk melatih kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analysis, design, dan development; tahap implementation dan evaluation efektivitas belum dilakukan. Penelitian dilaksanakan di MTs Santri Perbatasan Timur pada Juni–November 2024. Produk ditujukan untuk peserta didik kelas VII, tetapi pada tahap penelitian ini belum dilakukan uji coba kepada peserta didik. Produk dikembangkan dalam unit belajar singkat yang memuat konteks budaya lokal, studi kasus pencemaran lingkungan, aktivitas identifikasi masalah, pengembangan solusi, dan evaluasi solusi. Kelayakan produk dinilai oleh dua ahli materi dan dua ahli media, sedangkan kepraktisan awal dinilai oleh satu guru IPA sebagai praktisi. Hasil validasi menunjukkan kelayakan materi sebesar 90,80% dan kelayakan media sebesar 91,67%, keduanya termasuk kategori sangat layak. Penilaian praktisi sebesar 93,33% menunjukkan kategori sangat baik pada aspek desain pembelajaran, kemenarikan dan kemudahan, serta karakteristik microlearning. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke tahap uji coba peserta didik. Penelitian ini belum membuktikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah secara empiris sehingga efektivitas produk perlu diuji pada penelitian lanjutan