Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pertumbuhan Entres Berbagai Klon Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Umur Batang Bawah Berbeda Alfian Akbar; Indrianto Kadekoh; Enny Adelina
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 6 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao merupakan jenis tanaman perkebunan yang paling banyak dikembangkan dan dibudidayakan petani di daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian bertujuan untuk memperoleh umur batang bawah yang tepat untuk pertumbuhan entres kakao klon Sulawesi 1, Sulawesi 2, dan klon 45. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari Februari sampai April 2016 di Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor. Faktor pertama adalah penggunaan entres yang berbeda yang terdiri dari klon sulawesi 1, klon sulawesi 2, dan klon 45. Faktor kedua adalah penggunaan umur batang bawah kakao lokal yang berbeda yang terdiri dari batang bawah umur 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Data di analisis menggunakan analisis keragaman jika perlakuan berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut menggunakan BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara umur batang bawah terhadap pertumbuhan entres pada setiap klon. Namun batang bawah umur 4 bulan menghasilkan pertumbuhan entres yang lebih baik. Tidak terdapat perbedaan antara klon terhadap pertumbuhan entres untuk setiap umur batang bawah. Namun klon 45 menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik.
KARAKTERISTIK BEBERAPA KULTIVAR PADI GOGO LOKAL Nuralam Nuralam; Indrianto Kadekoh; Sakka Samudin; Yusran Yusran
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan karakter morfologi beberapa kultivar padi gogo lokal dan kemiriripan sifat berdasarkan analisis kluster. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Maku Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Waktu Pelaksanaan pada Juli sampai dengan November 2018. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan enam kultivar sebagai perlakuan yang diulang tiga kali sehingga terdapat delapan belas unit percobaan Dengan tiga sampel tanaman per petak. kultivar sebagai perlakuan dikarakerisasi untuk mengetahui sifat dan karakter setiap kultivar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap semua karakter agronomi (tinggi tanaman, umur panen, berat 100 biji) serta berpengaruh nyata terhadap diameter batang, panjang daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, umur keluar malai, dan panjang gabah.
PERTUMBUHAN BIBIT ANGGUR (Vitis vinifera L.) YANG DIBERI ATONIK PADA BERBAGAI PANJANG STEK Tasnudin Tasnudin; Indrianto Kadekoh
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 3 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi atonik terbaik pada setiap panjang stek terhadap pertumbuhan bibit tanaman anggur (Vitis vinivera L.). Penelitian didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi atonik yang terdiri atas 0 ml/liter air, 0,5 ml/liter dan 1 ml/liter. Faktor kedua adalah panjang stek terdiri atas 15 cm, 20 cm dan 25 cm, masing-masing perlakuan diulang empat kali. Variabel penelitian meliputi, waktu muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, bobot segar tanaman dan volume akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat efek interaksi atonik dan panjang stek tanaman anggur, konsentrasi atonik 1 ml/liter air memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan bibit tanaman anggur (panjang tunas, jumlah daun dan bobot segar tanaman), Panjang stek (15-25 cm) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanaman anggur.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG Samawati Samawati; Indrianto Kadekoh; Syamsiar Syamsiar
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 3 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, baik di lihat dari ekonominya yang tinggi, maupun dari kandungan gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC bonggol pisang dan dosis pupuk kandang yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Tempat penelitian di desa Padauloyo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis Pupuk kandang, yang terdiri atas empat level yaitu : 1) tanpa pupuk kandang, 2) 10 ton/Ha, 3) 20 ton/Ha, dan 4) 30 ton/Ha. Faktor ke dua yaitu konsenterasi pupuk organik cair terdiri atas tiga taraf yaitu: 1) Tanpa pupuk cair (kontrol), 2)10 ml/liter air, dan 3) 20 ml/liter air. Masing-masing petak diberikan sebanyak 600 ml POC yang sudah dicairkan dalam air, dan disemprotkan sebanyak dua kali, yakni pada 7hst (200 ml) dan 21hst (400 ml), Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi POC tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG LOKAL SIGI (Zea mays L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK NPK DAN LIMBAH CAIR TAHU Jumriani A. Paerah; Indrianto Kadekoh; Jeki Jeki
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to find the optimal rate of NPK fertilizer and tofu liquid waste for the best growth and yields of Sigi local corn plant. It was conducted at the Academic Garden located at Faculty of Agriculture, Tadulako University, from September to December 2021. This study used a two-factorial Randomized Group Design (RGD) with three replicates. The first factor was NPK fertilizer with four rates, namely control (N0), 100 kg/ha (N1), 200 kg/ha (N2) and 300 kg/ha (N3). The second factor is the tofu liquid waste with 4 levels, namely Control (L0), 10 ml/ l water (L1), 20 ml/l water (L2) and 30 ml/l water (L3). Data collected was analyzed using Analisys of Variance and Honest Tukey test. The results showed that there was no interaction effect between NPK fertilizer and tofu liquid waste on the growth and yields of Sigi local corn plant. The application of NPK fertilizers at a rate of 300 kg/ha resulted in improved growth of the corn plants specifically in term of leaf number, leeaf greenness, and stem diameter. On the other hand, it appears that the use of tofu liquid waste at concentrations ranging from 10 to 30 ml/L has not shown any significant improvement in growth or yield of the local corn plants.
KOMPONEN HASIL DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCARATHA STURT) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG DAN PEMANGKASAN DAUN Miranda M; Indrianto Kadekoh
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1829

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pupuk kandang dan pemangkasan daun terhadap hasil dan komponen hasil jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Februari sampai pada bulan Mei Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor yang pertama adalah pupuk kandang, terdiri atas 2 taraf yaitu : Pupuk kandang kambing dan Pupuk kandang ayam. Faktor yang kedua adalah pemangkasan daun bawah terdiri dari 4 taraf yaitu Kontrol, 2 helai daun, 3 helai daun, dan 4 helai daun.Hasil penelitian menjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah baris biji per tongkol, berat tongkol pertanaman dan berat tongkol per hektar jagung manis lebih tinggi dibandingkan pupuk kandang kambing. Tanpa pemangkasan menghasilkan tongkol terpanjang dibandingkan dengan pemangkasan 3 dan 4 helai daun pada bagian bawah tongkol, namun tidak berbeda dengan pemangkasan 2 helai daun. Tidak terdapat interaksi antar pupuk kandang dan jumlah daun yang dipangkas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung.
Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Lembah Palu Padaberbagai Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk Kandang Kambing Normawati Normawati; Indrianto Kadekoh; Sakka Samudin
Mitra Sains Vol 6 No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mitrasains.v6i1.309

Abstract

Palu's local variety shallots are the main commodity of Central Sulawesi. However the productivity is still relatively low. This study aims to determine the best dose of goat manure on the growth and yield of shallots in the Palu Valley variety.The study conducted in the Village of Bulupountu Jaya, Sigi Biromaru District, Sigi Regency, from September to December 2015. The study used a randomized block design arranged in factorial two factors. The first factor is the spacing of 15cm x 15cm (J1) and 15cm x 20 cm (J2) while the second factor is the fertilizer dose consisting of P1 = 0 tons / ha, P2 = 10 tons / ha, P3 20 tons / ha, P4 = 30 tons / ha and P5 = 40 tons / ha. Thus there were 10 treatment combinations that were repeated 3 times so that there were 30 experimental plots. The observed variables included growth components and onion yields. The results of the study indicate that there was no interaction between spacing and dose of manure on growth and yield on most of the observed variables. Spacing does not significantly influence growth and yield. A dose of 30 tons of manure / ha provides better growth. The best production is obtained at the use of goat manure.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogae L) PADA BERBAGAI JENIS DAN DOSIS BOKASHI PUPUK KANDANG Andari, Ayu; Kadeko, Indrianto; Rahmi, Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted at the Faculty of Agriculture Academic Gardens of Tadulako University between August and December 2021. The research used a two factorial randomized block design (RBD). The first factor was different types of manure bokashi, including no bokashi, chicken manure bokashi, cow manure bokashi, and goat manure bokashi. The second factor was the bokashi dose, comprising four levels: no bokashi, 10 t/ha, 15 t/ha, and 20 t/ha. Each treatment was replicated three times, resulting in a total of 48 experimental units. The findings revealed that there was no significant interaction between the bokashi dose and type of manure on the growth and yield of peanut plants. Among the various bokashi doses, the application of 20 t/ha resulted in the best growth and yields for peanuts. Additionally, when comparing different types of bokashi, the goat manure bokashi produced greatest peanut growth and yields.
PENGARUH ARANG SEKAM DAN BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Alfionita, Alfionita; Kadekoh, Indrianto; Syamsiar, Syamsiar
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i2.2107

Abstract

This study, conducted in Poboya Village, Tanamodindi, South Palu, from January to April 2022, investigated the effects of rice husk charcoal and rice straw bokashi on the growth and yield of peanut (Arachis hypogaea L.). A Randomized Block Design (RBD) with a factorial arrangement was used, involving two factors: rice husk charcoal (0, 2, 4, and 6 kg/plot) and rice straw bokashi fertilizer (0, 2, 4, and 6 kg/plot). Each treatment was replicated three times. Observations included plant height, number of leaves, number of branches, flowering age (days), number of pods, pod weight, dry pod weight, and weight of 100 seeds. The results indicated that both rice husk charcoal and rice straw bokashi, each at a dose of 15 t/ha, significantly enhanced the growth and yield of peanut plants. However, no significant interaction was observed between rice husk charcoal and rice straw bokashi on the growth and yield parameters of peanuts.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) PADA BERBAGAI DOSIS BOKASHI Irmayanti, Irmayanti; Kadekoh, Indrianto; Rahmi, Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2489

Abstract

Penelitiaan ini dilaksanakan di Kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah, pada bulan Desember 2020 sampai Maret 2021. Penelitian di desain menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk bokashi kandang kambing (tanpa pupuk bokashi, 10 ton/ha dan 20 ton/ha). Faktor kedua adalah varietas jagung manis (bonanza, sweet boy, dan pertiwi). Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tongkol berkelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol berkelobot, diameter tongkol tanpa kelobot, jumlah baris pertongkol, berat basah tongkol berkelobot, berat basah tongkol tanpa kelobot dan hasil tongkol per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis dan varietas, bokashi pupuk kandang terbaik terdapat pada dosis 20 ton/ha dan varietas jagung manis pertiwi memiliki pertumbuhan dan hasil terbaik.