Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Penggunaan ChatGPT dalam Pembelajaran dengan Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Aisyah, Kindi; Hariyanti, Uun; Suharsono, Aswin
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa yang menyebabkan kurangnya fokus dalam pembelajaran, serta penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang belum optimal sehingga hasil belajar tidak meningkat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu dalam model PBL untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode penelitian kuantitatif eksperimen berjenis Quasi Experimental dengan Nonequivalent Control Group Design, yang melibatkan dua kelompok yaitu kelas X RPL 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X RPL 2 sebagai kelas eksperimen. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, effect size, dan pengujian hipotesis menggunakan Mann-Whitney. Instrumen penelitian meliputi pretest dan posttest untuk ranah kognitif, lembar kerja peserta didik untuk ranah psikomotorik dan observasi untuk ranah afektif. Pada hasil belajar posttest nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar (90,21) lebih tinggi dari kelas kontrol (65,88) dengan signifikasi (0,000<0,05) dengan efek besar. Selanjutnya pada psikomotorik rata-rata kelas eksperimen (95,78) juga lebih tinggi dari kelas kontrol (87,45) dengan signifikasi (0,000<0,05) dengan efek besar. Dan pada afektif rata-rata kelas eksperimen (85,94) lebih unggul dari kelas kontrol (80,31) dengan signifikasi (0,000<0,05) dengan efek sedang. Dengan hasil yang diberikan, penggunaan ChatGPT dalam model PBL terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
Persepsi Peserta Didik pada Penggunaan Aplikasi Canon Berbasis Web dalam Pembelajaran Materi Triangle Exposure Fajar Rifaldi, Muhammad; Wardhono, Wibisono Sukmo; Suharsono, Aswin
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 5 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta didik terhadap penggunaan aplikasi Canon berbasis web dalam materi pembelajaran triangle exposure. Pembelajaran fotografi dasar dengan materi triangle exposure sering kali menemui beberapa kendala seperti terbatasnya peralatan yang dimiliki sekolah yaitu kamera sebagai sarana pembelajaran fotografi dasar dan tidak meratanya spesifikasi handphone yang dimiliki peserta didik sehingga spesifikasi kamera yang dimiliki handphone peserta didik berbeda-beda. Untuk mengatasi kendala tersebut, hadirlah sebuah aplikasi dari perusahaan Canon untuk memudahkan dalam mempelajari teknik fotografi terutama komposisi triangle exposure baik untuk pemula, umum, pelajar, bahkan profesional tanpa harus memiliki kamera dan hanya bermodalkan handphone dan koneksi internet saja.Jenis penelitian ini yaitu memanfaatkan penelitian kuantitatif. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X DKV (Desain Komunikasi Visual) SMK PGRI 2 Malang yang berjumlah 30 peserta didik dan menggunakan kuesioner sebagai teknik dalam pengumpulan datanya kemudian di analisis dengan statistik deskriptif. Penelitian yang telah dilakukan tersebut menunjukkan bahwa persepsi peserta didik terhadap penggunaan aplikasi Canon berbasis web dalam pembelajaran materi triangle exposure kelas X (sepuluh) Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK PGRI 2 Malang sebesar 100% dengan kategori positif.
Analisis Kolaborasi dan Motivasi serta Pengalaman Siswa pada Penggunaan Media Pembelajaran Virtual Reality Berbasis Two-Tier Feedback Diyu Nugroho, Gavino Barca; Hariyanti, Uun; Suharsono, Aswin
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 5 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mendorong dunia pendidikan untuk mengadopsi media pembelajaran inovatif seperti Spherical Video-based Virtual Reality (SVVR), yang memberikan pengalaman belajar kontekstual dan autentik. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas media SVVR Two-Tier Feedback dengan scaffolding konseptual dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan kolaborasi siswa. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan dua kelompok: kelas kontrol menggunakan SVVR tanpa Two-Tier Feedback Scaffolding dan kelas eksperimen menggunakan SVVR Two-Tier Feedback Scaffolding. Data dikumpulkan melalui kuesioner pra dan pasca intervensi untuk analisis kuantitatif deskriptif dan inferensial, serta analisis lag sequential untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SVVR Two-Tier Feedback Scaffolding tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap motivasi dan kolaborasi siswa. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada pengalaman siswa, di mana siswa kelompok kontrol cenderung bergantung pada petunjuk dan menjawab salah berulang kali. Sebaliknya, kelompok eksperimen lebih terstruktur dalam menjawab soal dan memanfaatkan umpan balik secara efektif. Penelitian ini menyarankan pengembangan lebih lanjut pada model pembelajaran berbasis SVVR untuk meningkatkan efisiensi dan dampaknya terhadap pengalaman siswa.
Analisis Keamanan Sistem Informasi Pada Website brone.ub.ac.id Universitas Brawijaya Menggunakan Metode Cyber Attack Lifecycle Ghozy Nashrullah, Salman; Suharsono, Aswin; Farisi, Hariz
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 6 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan sistem informasi merupakan aspek krusial dalam pengelolaan platform pembelajaran daring, termasuk BRONE (Brawijaya Online Learning) milik Universitas Brawijaya. Platform ini dibangun menggunakan Learning Management System (LMS) Moodle, yang menurut CVE Details, memiliki 165 laporan kerentanan pada periode 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2024. Kerentanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melancarkan serangan siber yang mengancam data pengguna dan kestabilan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan website brone.ub.ac.id dengan pendekatan Cyber Attack Lifecycle yang telah dimodifikasi. Proses analisis mencakup lima tahapan: Reconnaissance, Weaponization, Delivery, Exploitation, dan Actions on Objectives, guna mengidentifikasi celah keamanan, menguji serangan, serta menilai dampaknya. Hasilnya menunjukkan adanya dua kerentanan Stored XSS pada fitur create link dan equation editor di modul assignment, sesuai dengan CVE-2023-5547 dan CVE-2024-33997, masing-masing dengan skor CVSSv4 sebesar 4.8 (kategori medium). Rekomendasi mitigasi meliputi penghapusan fitur terdampak dan pembaruan ke versi Moodle terbaru. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam meningkatkan ketahanan sistem keamanan e-learning Universitas Brawijaya.
Analisis Persepsi Penggunaan Chatgpt Terhadap Kemampuan Critical Thinking Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Habibulloh, Mohammad Risal; Suharsono, Aswin; Wardhono, Wibisono Sukmo
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, telah mengubah cara mahasiswa menyelesaikan tugas akademik di perguruan tinggi. Meskipun memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan menyusun argumen, penggunaan ChatGPT juga memunculkan kekhawatiran terhadap berkurangnya kemampuan critical thinking mahasiswa yang seharusnya menjadi kompetensi utama dalam pendidikan tinggi. Fenomena ini menimbulkan dilema antara pemanfaatan teknologi untuk efisiensi pembelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya mengenai penggunaan ChatGPT dan dampaknya terhadap kemampuan critical thinking. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi eksplorasi. Data diperoleh dari wawancara mendalam terhadap 10 mahasiswa dari berbagai program studi di FILKOM UB yang aktif menggunakan ChatGPT dalam kegiatan akademik. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik thematic coding melalui enam tahapan: familiarisasi data, pengkodean awal, pencarian tema, peninjauan tema, penamaan tema, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan ChatGPT untuk meningkatkan efisiensi belajar dan memahami materi secara cepat. Namun, sebagian informan menyadari adanya risiko ketergantungan dan potensi penurunan refleksi kognitif. Temuan utama terbagi dalam lima tema: pola penggunaan, manfaat dan risiko, transformasi proses berpikir, strategi adaptif, dan persepsi terhadap integritas akademik. Kesimpulannya, penggunaan ChatGPT memiliki dampak ganda: mempercepat proses belajar tetapi juga dapat melemahkan daya kritis jika tidak disertai kesadaran metakognitif dan regulasi diri. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi penggunaan yang bijak dan penguatan nilai-nilai akademik dalam menghadapi integrasi AI di dunia pendidikan.
Faktor Pengaruh Keterlambatan Penyelesaian Studi pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Brawijaya Wijayanto, Dimas Reza; Suharsono, Aswin; Hariyanti, Uun
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan penyelesaian studi merupakan permasalahan yang dialami oleh sebagian mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Brawijaya. Penyelesaian studi yang melebihi waktu ideal tidak hanya berdampak pada mahasiswa, tetapi juga dapat mempengaruhi akreditasi program studi dan institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa serta merangkum rekomendasi dari mahasiswa kepada pihak akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh mahasiswa angkatan 2017 dan 2018 yang telah melebihi masa studi ideal. Data dianalisis menggunakan teknik coding tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua kelompok besar faktor penyebab keterlambatan, yaitu faktor akademik dan non-akademik. Faktor akademik meliputi keinginan untuk berhenti kuliah, persepsi terhadap program studi, perilaku akademik yang tidak produktif, dan kendala dalam penyusunan skripsi. Faktor non-akademik terdiri dari rendahnya motivasi, tingkat kecerdasan, ketidaksesuaian minat dan bakat, masalah kesehatan fisik dan mental, kondisi ekonomi, dukungan keluarga, pengaruh lingkungan, serta distraksi digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa memiliki berbagai rekomendasi bagi pihak akademik, antara lain peningkatan layanan bimbingan skripsi, konseling, serta penyediaan lingkungan belajar yang lebih suportif. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi institusi dalam merancang strategi pendampingan akademik yang lebih efektif.
Analisis Penggunaan Teknologi Ai Gemini Terhadap Kemampuan Kognitif Dan Perilaku Belajar Siswa Khususnya Keterampilan Problem Solving Berbasis Pembelajaran Problem Based Learning Di SMK Adiastuti, Lintang Eka; Hariyanti, Uun; Suharsono, Aswin
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 13 (2025): Publikasi Khusus Tahun 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah artikel ini akan diterbitkan di SIET 2025
Analisis Pengaruh Penggunaan AI Chatbot terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya dalam Penyusunan Skripsi Taufani, Qhonitha Adilla; Hariyanti, Uun; Suharsono, Aswin
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 10 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis, yang diartikan sebagai kemampuan kognitif dalam melakukan penalaran tingkat lanjut untuk mengevaluasi informasi, mengidentifikasi kebenaran, serta memecahkan masalah berdasarkan bukti yang sahih, menjadi fokus utama penelitian ini. Penelitian ini mengkaji penerapan AI Chatbot dan menilai hubungan serta pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dalam proses persiapan skripsi. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif dengan melibatkan 187 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Skripsi di Universitas Brawijaya pada semester ganjil dan genap tahun akademik 2024/2025. Analisis data dilakukan melalui uji korelasi serta regresi linier berganda dan sederhana. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa penggunaan AI Chatbot, yang diukur melalui aspek kemudahan penggunaan, manfaat penggunaan, sikap penggunaan, kecenderungan penggunaan, dan kondisi nyata penggunaan, memiliki hubungan yang sangat lemah dengan kemampuan berpikir kritis. Uji regresi parsial juga menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan dari masing-masing variabel. Koefisien determinasi mengindikasikan pengaruh kurang dari 0,0001 pada regresi berganda dan sebesar 1,7 persen pada regresi sederhana. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan AI Chatbot tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis, serta mengisyaratkan adanya faktor lain yang berperan dalam pengembangannya pada konteks penyusunan skripsi.
Analisis Perbandingan Performa State Management Context API dan Zustand pada React.js Zahra Salsabila, Alfina; Trias Hanggara, Buce; Suharsono, Aswin
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 2 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan aplikasi React.js menuntut efisiensi pengelolaan state seiring meningkatnya kompleksitas aplikasi. Pemilihan mekanisme state management yang tidak tepat dapat menurunkan performa akibat re-render yang tidak perlu dan penggunaan memori yang tidak efisien. Penelitian ini membandingkan performa Context API dan Zustand pada aplikasi React.js berskala kecil dan menengah menggunakan metode eksperimen kuantitatif komparatif. Aplikasi Shopping Cart dan Video Editor digunakan sebagai objek uji, dengan pengujian otomatis sebanyak 30 iterasi menggunakan Playwright. Parameter yang dianalisis meliputi processing speed, memory usage, dan ukuran aplikasi (build size). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk dan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aplikasi skala kecil, Context API memiliki processing speed yang lebih baik dengan selisih rata-rata 1.111,5 ms dan perbedaan signifikan (p < 0,001), sementara tidak terdapat perbedaan signifikan pada memory usage (p = 0,830) dan ukuran aplikasi hanya berbeda 0,01 MB. Sebaliknya, pada aplikasi skala menengah, Zustand unggul signifikan pada processing speed dengan selisih 12.751,7 ms (p < 0,001) dan menghasilkan ukuran aplikasi lebih kecil sebesar 0,17 MB, sedangkan Context API lebih hemat memori dengan selisih 1,81 MB (p < 0,001). Berdasarkan temuan tersebut, Context API lebih sesuai untuk aplikasi skala kecil, sedangkan Zustand direkomendasikan untuk aplikasi skala menengah.
Analisis Komparatif Pendekatan Vector-RAG, GraphRAG, dan Hybrid-RAG untuk Multi-hop Question Answering pada Korpus Publik HotpotQA Aydin, Radithya; Arwani, Issa; Suharsono, Aswin
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 13 (2026): Publikasi Khusus Tahun 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retrieval-Augmented Generation (RAG) telah menjadi standar industri untuk mengatasi halusinasi pada Large Language Models (LLM). Namun, pendekatan konvensional berbasis vektor (Vector-RAG) sering mengalami kesulitan dalam menangani pertanyaan kompleks yang membutuhkan penalaran bertingkat (multi-hop reasoning). Pendekatan berbasis graf pengetahuan (GraphRAG) dan gabungan keduanya (Hybrid-RAG) diusulkan sebagai solusi potensial untuk menangkap hubungan semantik antar-entitas yang lebih dalam. Kendati demikian, efektivitas integrasi graf pada skala data terbatas dengan model open-source masih belum banyak dieksplorasi secara empiris. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan mengevaluasi kinerja komparatif dari ketiga arsitektur RAG tersebut menggunakan model generatif Mistral-7B-Instruct pada dataset HotpotQA. Sistem dibangun secara end-to-end menggunakan bahasa pemrograman Python, dengan FAISS sebagai penyimpanan vektor dan NetworkX serta REBEL untuk konstruksi graf pengetahuan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode Closed-Set pada 20.000 dokumen dengan metrik F1 Score, Exact Match (EM), serta metrik kualitas semantik berbasis LLM-as-a-Judge (Faithfulness dan Answer Relevancy). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pendekatan Vector-RAG justru mengungguli pendekatan lainnya dengan stabilitas kualitas jawaban yang lebih konsisten. Sebaliknya, GraphRAG dan Hybrid-RAG mencatat performa yang lebih rendah dibandingkan baseline vektor. Analisis kritis mengungkap bahwa rendahnya kinerja tersebut disebabkan oleh masalah kelangkaan data (sparsity) pada struktur graf yang menyebabkan terputusnya jalur penalaran, serta fenomena dilusi konteks (context dilution) pada mode hibrida di mana masuknya informasi graf yang tidak relevan justru mendistraksi fokus model. Hasil ini membuktikan bahwa tanpa densitas relasi yang matang, kompleksitas arsitektur hibrida tidak serta-merta menjamin peningkatan akurasi dibandingkan metode vektor tunggal.