Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI STIMULASI NEIGUAN (PC6) DALAM MENCEGAH STUNTING DAN MENGOPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG ANAK DI ATMA HOME CARE Patemah, Patemah; Rufaindah, Ervin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24812

Abstract

Indonesia mempunyai banyak ragam budaya dan salah satu budaya yang sudah turun temurun dilakukan adalah budaya pemijatan pada bayi dan balita. Pemijatan pada bayi dan balita ini adalah salah satu dari stimulasi. Stimulasi adalah suatu tindakan untuk memberikan rangsangan-rangsangan atau stimulus yang bisa dilakukan oleh orang tua, pengasuh, atau orang lain yang telah mendapatkan Pengetahuan tentang pemijatan pada bayi dan balita. Stimulasi sebagai salah satu bentuk dari terapi non farmakologis ini dilakukan dengan pemberian penekanan pada salah satu titik yang dapat meningkatkan nafsu makan yaitu pada titik PC6 (Neiguan). Stimulasi titik PC6 (Neiguan) ini akan dalam menyehatkan kondisi dari gastro instestinal pada bayi dan balita sehingga akan meningkatkan nafsu makan balita sehingga akan mencegahterjadinya kasus stunting. Untuk mengoptimalkan stimulasi maka diperlukan suatu Kegiatan pembelajaran tentang stimulasi titik PC6 (Neiguan). Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan Pengetahuan dan kemampuan ibu balita tentang stimulasi pemiijatan pada titik PC6 (Neiguan) pada balita dalam usaha untuk meningkatkan nafsu makan untuk mencegah terjadinya stunting dan mengawal tumbuh kembang yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Atma Home Care desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Pelaksanaan Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan yang dilanjutkan dengan demontrasi untuk stimulasi pemijatan pada titik PC6 (Neiguan) untuk meningkatkan nafsu makan balita dengan harapan dapat mencegah stunting sehingga akan mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan balita. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan dan demontrasi didapatkan hasil bahwa ibu balita yang melakukan stimulasi titik PC6 (Neiguan) dengan Baik yaitu sebesar 85 %. Diharapkan orang tua yang mempunyai balita dapat memberikan stimulasi titik PC6 (Neiguan) pada balitanya dengan benar sehingga akan meningkatkan nafsu makan dan mencegah terjadinya kasus stunting sehinnga akan mengoptimalkan tumbuh kembang balita.
Pojok remaja sehat untuk kesehatan reproduksi perempuan Patemah Patemah; Ervin Rufaindah; Sabatina Windyaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28923

Abstract

Abstrak Indikator keberhasilan kesehatan suatu negara dalam menyejahterakan masyarakat salah satunya bisa dilihat dari kesehatan reproduksi perempuan yang di mulai sejak remaja. Study pendahuluan di SMK NU Sunan Ampel di wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo pada remaja perempuan belum pernah mendapatkan pengetahuan dari tenaga Kesehatan untuk perawatan alat reproduksi perempuan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan tentang perawatan alat reproduksi perempuan. Metode pengabdian masyarakat diawali dengan kegiatan pendataan peserta, koordinasi dengan mitra, pemberian penyuluhan dan dilanjutkan pelatihan. Hasil kegiatan dilaksanakan hari Kamis tanggal 15 Agustus 2024 dengan peserta 44 siswa. Peserta sebelum pelatihan dengan kategori pengetahuan cukup baik yaitu 95%  dan kategori baik 0%, dan setelah pelatihan dengan pengetahuan kategori baik yaitu 93% dan yang cukup baik 7%. Kesimpulan yaitu adanya peningkatan pengetahuan perawatan organ reproduksi perempuan dan disarankan siswa aktif untuk mengikuti kegiatan pojok remaja sehat.   Kata kunci: remaja perempuan; kesehatan; reproduksi. Abstract One indicator of a country's health success in improving the welfare of society can be seen from women's reproductive health which begins since adolescence. A preliminary study at SMK NU Sunan Ampel in the Poncokusumo Health Center working area in adolescent girls had never received knowledge from health workers for the care of women's reproductive organs. The purpose of this community service is to increase knowledge about the care of women's reproductive organs. The community service method begins with participant data collection activities, coordination with partners, providing counseling and continued training. The results of the activity were carried out on Thursday, August 15, 2024 with 44 students. Participants before the training with a fairly good knowledge category were 95% and a good category of 0%, and after the training with a good knowledge category of 93% and a fairly good 7%. The conclusion is that there is an increase in knowledge of women's reproductive organ care and it is recommended that students actively participate in healthy youth corner activities. Keywords: adolescent girls; health; reproduction.
PERSALINAN NYAMAN DENGAN EFFLEURAGE MASSASE DAN DEEP BACK MASSASE DI PMB HALIMATUS SA’DIYAH PAKIS, KABUPATEN MALANG Ervin Rufaindah; Patemah Patemah
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i3.1214

Abstract

Fenomena yang terjadi saat ini, di temukan beberapa pada kala I fase aktif, ibu bersalin banyak yang mengalami nyeri berat. sehingga ibu memilih operasi sesar walaupun tanpa indikasi yang jelas dari pada persalinan normal. Upaya non farmakologi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri yaitu dengan pemberian terapi massage effleurage dan dept back massase. Kolaborasi teknik ini sangat bagus, sehingga kami tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kemudian mengajari bidan dan asistennya terkait kedua Teknik massase tersebut. Kemudian bidan mempraktekkan kepada pasien ibu bersalin yang ada di tempat prakteknya, Yang diharapkan ibu bersalin tidak akan mengalami nyeri persalinan yang berat sehingga ibu bersalin memilih untuk persalinan normal dari pada persalinan sesar.
Aplikasi "Senam Religious" Untuk Mengurangi Kram pada wanita premenopause di RT 34 RW 14 Dusun Gadungan Kecamatan Poncokusumo Patemah Patemah; Ervin Rufaindah
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i3.1215

Abstract

Salah satu keluhan ibu premenopause adalah kram pada anggota gerak bagian atas yaitu tangan dan belum ada kegiatan pola aktifitas yang membantu mengurangi keluhan tersebut. Sampai saat ini belum ada kegiatan yang membantu mengurangi keluhan kram tangan pada wanita premenopause dalam bentuk kegiatan senam untuk wanita premenopause dengan alasan tidak ada yang mengantar ke posyandu lansia kalau periksa saja, bisa ke dokter atau memanggil perawat puskesmas. Senam religious yang di aplikasikan dengan menggunakan ayat yang ada dalam Alqur’an dan asmaul husna dalam setiap gerakan senam dapat mengurangi keluhan kram pada ibu premenopause. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan penyuluhan kemudian melakukan senam bersama-sama dengan kader dan ibu premenopause. Harapannya senam ini bisa dijadwalkan secara rutin dan teratur di posyandu, balai RT/RW dan lain sebagainya. Para kader dan bidan juga bisa memberikan motivasi kepada ibu premenopause dan menopause agar ikut aktif mengikuti kegiatan senam sehingga keluhan – keluhan saat premenopause atau saat menopause bisa berkurang atau bahkan hilang.
Uji Organoleptik dan Kandungan Gizi Kue Nastar Kelor Pencegah Anemi Ibu Hamil Berbasis Kearifan Lokal Ervin Rufaindah; Patemah Patemah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31882

Abstract

Anemia ibu hamil berhubungan dengan komplikasi ibu dan kematian, kematian janin dan bayi baru lahir, cacat lahir, serta penurunan potensi fisik dan mental anak. Kandungan gizi pada daun kelor kaya akan protein dan zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh kelompok rawan. Nastar kelor adalah camilan sehat dan praktis yang tidak hanya tinggi energi dan gula sehingga bisa dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mencegah anemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor terhadap sifat sensorik dan kadar zat besi pada kue nastar. Penelitian ini menggun akanmetode Percobaan Sejati dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah variasi perlakuan pada penelitian ini adalah P1=10 gram, P2=15 gram, P3=20 gram. Uji sifat sensori menggunakan uji hedonik dan uji besi menggunakan metode Spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan Berdarkan hasil yang diperoleh, diketahui bahwa uji organoleptik dari ketiga sampel menunjukkan hasil parameter bau dan penampakan yang normal serta tekstur yang renyah. Perbedaan ketiga sampel yang diujikan terletak pada rasa dan juga warna. Salah satu sebab adanya variasi rasa produk kue kering adalah karena perbedaan kandungan penyusunnya. Cookies menjadi salah satu makanan ringan yang digemari karena rasa dan bentuk yang beragam (Safira.,dkk, 2022). Selain itu pada hasil pengujian FE (Besi) pada sampel C1 atau nastar menunjukkan hasil rata-rata 4,005 mg/100 gram. Kandungan besi dalam sampel C1 ini termasuk tinggi dan dapat memenuhi 40 % kebutuhan zat besi AKG harian ibu hamil.
Analisis Faktor Eksternal Terhadap Kemampuan Ibu Hamil dalam Melakukan Deteksi Dini Resiko Tinggi Ervin Rufaindah; Patemah Patemah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47896

Abstract

Diagnosis dini faktor risiko terhadap komplikasi akan mengarah pada pengobatan dan mencegah timbulnya bahaya terhadap ibu maupun janin. Penanganan yang adekuat di fasilitas pelayanan kesehatan sebagian besar dapat mencegah kematian ibu. Faktor waktu dan transportasi merupakan hal yang sangat menentukan dalam merujuk kasus risiko tinggi. Oleh karena itu, salah satu upaya penting dalam mencegah kematian dan kesakitan adalah deteksi dini oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor eksternal terhadap kemampuan ibu hamil dalam deteksi dini resiko tinggi kehamilan. Metode penelitian yang dipergunakan adalah cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 33 ibu hamil. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi berganda. Hasil penelitian menginformasikan bahwa ada p=0.00, p=0.017, p=0.019, p<0.05 yang menyatakan bahwa ada pengaruh antara pemeriksaan kehamilan, peran bidan dan peran suami terhadap kemampuan ibu hamil dalam deteksi dini resiko tinggi kehamilan. Hal ini dapat dilanjutkan sebagai asuhan kebidanan berkualitas sehingga komplikasi ibu hamil dapat dideteksi lebih dini.
The Effect of Brain Gym on Grades 5-6 Students in Sd Negeri Kotalama 6 Malang City Fitri Dian Rahmawati; Miftakhul Ulfa; Patemah Patemah
International Journal of Psychology and Mental Health Vol. 1 No. 1 (2025): February
Publisher : CV Projurnal Mitra Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66324/ijpmh.v1i1.73

Abstract

Learning concentration is an important factor in educational success. However, students in grades 5-6 of SD Negeri Kotalama 6 Malang City have difficulty concentrating due to internal (motivation) and external (noise) factors. The main objective of this research is to investigate how brain exercises can impact the focus of students during their learning. The research employed a quasi-experimental method known as One Group Pre-test and Post-test Design. A specific group of 49 students was chosen intentionally for the study. The students' level of concentration was assessed using the Army Alpha Test both before and after they participated in brain exercises for five days, with each session lasting for 10 minutes. The data collected was analysed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings revealed a notable improvement in the students' learning concentration, with a statistically significant increase (p = 0.000 < 0.05). Before the treatment, the majority of students had low concentration, while after the intervention, most showed moderate to high concentration. The conclusion of this study is that brain exercises are effective in improving students' learning concentration and are recommended to be implemented routinely in schools.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BULAT (IBU BALITA) INOVASI KELOR UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN BALITA Patemah, Patemah; Ervin Rufaindah
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 5 No. 1 (2026): Media Husada Journal of Community Service (April)
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v5i1.68

Abstract

Masalah kesehatan gizi pada balita menjadi issue dan perhatian bagi pemerintah indonesia. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen. prevalensi stunting di tahun 2021 sebesar 24,4 persen sehingga untuk mencapai target tersebut diperlukan penurunan 2,7 persen di setiap tahunnya. Banyak faktor yang mempengaruhi terpenuhinya zat gizi makro dan mikro pada ibu hamil atau balita, seperti faktor, ekonimi, pendidikan dan Pengetahuan. Tujuan dari kegitan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara mengolah makanan dari bahan kelor yang akan menjadi makanan balita dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat BULAT (Ibu Balita) melalui Implementasi Inovasi olahan kelor untuk meningkatkan nafsu makan balita”. Metode pelaksanaan dilakukan dengen kegiatan pretest dan kemudian pemberian penyuluhan dan pelatihan. Setelah itu dilakukan penilaian dengan posttest. Hasil kegiatan yaitu perbandingan sebelum dan sesudah kegiatan. Pengetahuan dari peserta sebelum pemberian mater dan pelatihan dengan kategori pengetahuan cukup baik yaitu 70 % dan kategori baik 10%, kurang baik 20% dan setelah pelatihan pengetahuan dengan kategori pengetahuan baik yaitu 73.% dan yang cukup baik 27%. Peserta juga bisa mendemonstrasikan ulang cara mengolah kue kering dengan semua benar. Kesimpulan adalah terjadinya perubahan perilaku dengan terjadinya piningkatan pengetahuan baik setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan. Diharapkan ibu balita dapat membuat produksi kue kelor
The effectiveness of digital nutrition education interventions on behavioral changes in fast food consumption Indriati Kusumaningsih; Patemah Patemah; Ni Ketut Wiradnyani; Aliah Bagus Purwakania Hasan; Andi Maulana Kamri
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2651

Abstract

The consumption of fast food has increased significantly and is associated with obesity and other chronic diseases. Digital nutrition education has been proposed as a solution to promote healthy eating behaviors. This randomized controlled trial was conducted in Jakarta and Bandung, Indonesia, in 2024 and involved 200 participants aged 18–50 years old. The experimental group (n=100) received digital nutrition education through a mobile application, whereas the control group (n=100) received no intervention. Data on fast-food consumption frequency, nutritional knowledge, and attitudes were collected using validated questionnaires before and after the 6-week intervention. Fast food consumption in the experimental group decreased significantly by 53% (from 6.5 to 3 times/week) compared with a 12% reduction in the control group. Nutritional knowledge improved from 40% to 75%, and 80% of the participants reported improved eating habits. Higher engagement with interactive app features led to a 30% increase in healthy food consumption. Digital nutrition education interventions effectively reduce fast food consumption and improve nutritional knowledge and attitudes. These findings support the integration of digital tools into public health strategies.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Tentang Mobilisasi Dini Pasien Post Sectio Caesarea Dany Pramitasari; Patemah .; Nicky Danur Jayanti
Media Husada Journal of Midwifery Science Vol. 4 No. 2 (2026): Juli
Publisher : LPPM Widyagama Husada Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjms.v4i2.40

Abstract

Prosedur Sectio Caesarea (SC) kerap menimbulkan rasa nyeri pascaoperasi yang membuat ibu lebih memilih beristirahat di tempat tidur dan enggan melakukan gerakan tubuh. Padahal, aktivitas mobilisasi awal berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan serta penyembuhan luka operasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman ibu pasca SC mengenai mobilisasi dini di Ruang Ranukumbolo RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan rancangan potong lintang (cross sectional). Populasi terdiri atas seluruh ibu post SC pada Desember 2024 sebanyak 27 orang, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan analisis data memanfaatkan uji Chi-square. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 20–35 tahun (59,3%), berpendidikan rendah (55,6%), bekerja (63%), tinggal di lingkungan kurang mendukung (66,7%), memiliki latar sosial budaya tidak mendukung (74,1%), terpapar media massa (51,9%), dan merupakan multipara (55,6%). Pengetahuan ibu pasca SC sebagian besar tergolong baik (37%). Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan adalah pendidikan (p=0,001), pekerjaan (p=0,018), paparan media massa (p=0,040), dan pengalaman melahirkan (p=0,007), sedangkan usia (p=0,675), kondisi lingkungan (p=0,852), serta sosial budaya (p=0,863) tidak berpengaruh. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu post SC umumnya baik, dipengaruhi oleh aspek pendidikan, pekerjaan, media, dan pengalaman, sehingga perlu peningkatan edukasi berkesinambungan melalui tenaga kesehatan serta media informasi untuk memperkuat kesadaran pentingnya mobilisasi dini pascaoperasi.