Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EDUKASI STIMULASI NEIGUAN (PC6) DALAM MENCEGAH STUNTING DAN MENGOPTIMALKAN TUMBUH KEMBANG ANAK DI ATMA HOME CARE Patemah, Patemah; Rufaindah, Ervin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24812

Abstract

Indonesia mempunyai banyak ragam budaya dan salah satu budaya yang sudah turun temurun dilakukan adalah budaya pemijatan pada bayi dan balita. Pemijatan pada bayi dan balita ini adalah salah satu dari stimulasi. Stimulasi adalah suatu tindakan untuk memberikan rangsangan-rangsangan atau stimulus yang bisa dilakukan oleh orang tua, pengasuh, atau orang lain yang telah mendapatkan Pengetahuan tentang pemijatan pada bayi dan balita. Stimulasi sebagai salah satu bentuk dari terapi non farmakologis ini dilakukan dengan pemberian penekanan pada salah satu titik yang dapat meningkatkan nafsu makan yaitu pada titik PC6 (Neiguan). Stimulasi titik PC6 (Neiguan) ini akan dalam menyehatkan kondisi dari gastro instestinal pada bayi dan balita sehingga akan meningkatkan nafsu makan balita sehingga akan mencegahterjadinya kasus stunting. Untuk mengoptimalkan stimulasi maka diperlukan suatu Kegiatan pembelajaran tentang stimulasi titik PC6 (Neiguan). Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan Pengetahuan dan kemampuan ibu balita tentang stimulasi pemiijatan pada titik PC6 (Neiguan) pada balita dalam usaha untuk meningkatkan nafsu makan untuk mencegah terjadinya stunting dan mengawal tumbuh kembang yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Atma Home Care desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Pelaksanaan Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan yang dilanjutkan dengan demontrasi untuk stimulasi pemijatan pada titik PC6 (Neiguan) untuk meningkatkan nafsu makan balita dengan harapan dapat mencegah stunting sehingga akan mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan balita. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan dan demontrasi didapatkan hasil bahwa ibu balita yang melakukan stimulasi titik PC6 (Neiguan) dengan Baik yaitu sebesar 85 %. Diharapkan orang tua yang mempunyai balita dapat memberikan stimulasi titik PC6 (Neiguan) pada balitanya dengan benar sehingga akan meningkatkan nafsu makan dan mencegah terjadinya kasus stunting sehinnga akan mengoptimalkan tumbuh kembang balita.
The effectiveness of digital nutrition education interventions on behavioral changes in fast food consumption Kusumaningsih, Indriati; Patemah, Patemah; Wiradnyani, Ni Ketut; Hasan, Aliah Bagus Purwakania; Kamri, Andi Maulana
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2651

Abstract

The consumption of fast food has increased significantly and is associated with obesity and other chronic diseases. Digital nutrition education has been proposed as a solution to promote healthy eating behaviors. This randomized controlled trial was conducted in Jakarta and Bandung, Indonesia, in 2024 and involved 200 participants aged 18–50 years old. The experimental group (n=100) received digital nutrition education through a mobile application, whereas the control group (n=100) received no intervention. Data on fast-food consumption frequency, nutritional knowledge, and attitudes were collected using validated questionnaires before and after the 6-week intervention. Fast food consumption in the experimental group decreased significantly by 53% (from 6.5 to 3 times/week) compared with a 12% reduction in the control group. Nutritional knowledge improved from 40% to 75%, and 80% of the participants reported improved eating habits. Higher engagement with interactive app features led to a 30% increase in healthy food consumption. Digital nutrition education interventions effectively reduce fast food consumption and improve nutritional knowledge and attitudes. These findings support the integration of digital tools into public health strategies.
Pojok remaja sehat untuk kesehatan reproduksi perempuan Patemah Patemah; Ervin Rufaindah; Sabatina Windyaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28923

Abstract

Abstrak Indikator keberhasilan kesehatan suatu negara dalam menyejahterakan masyarakat salah satunya bisa dilihat dari kesehatan reproduksi perempuan yang di mulai sejak remaja. Study pendahuluan di SMK NU Sunan Ampel di wilayah kerja Puskesmas Poncokusumo pada remaja perempuan belum pernah mendapatkan pengetahuan dari tenaga Kesehatan untuk perawatan alat reproduksi perempuan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan tentang perawatan alat reproduksi perempuan. Metode pengabdian masyarakat diawali dengan kegiatan pendataan peserta, koordinasi dengan mitra, pemberian penyuluhan dan dilanjutkan pelatihan. Hasil kegiatan dilaksanakan hari Kamis tanggal 15 Agustus 2024 dengan peserta 44 siswa. Peserta sebelum pelatihan dengan kategori pengetahuan cukup baik yaitu 95%  dan kategori baik 0%, dan setelah pelatihan dengan pengetahuan kategori baik yaitu 93% dan yang cukup baik 7%. Kesimpulan yaitu adanya peningkatan pengetahuan perawatan organ reproduksi perempuan dan disarankan siswa aktif untuk mengikuti kegiatan pojok remaja sehat.   Kata kunci: remaja perempuan; kesehatan; reproduksi. Abstract One indicator of a country's health success in improving the welfare of society can be seen from women's reproductive health which begins since adolescence. A preliminary study at SMK NU Sunan Ampel in the Poncokusumo Health Center working area in adolescent girls had never received knowledge from health workers for the care of women's reproductive organs. The purpose of this community service is to increase knowledge about the care of women's reproductive organs. The community service method begins with participant data collection activities, coordination with partners, providing counseling and continued training. The results of the activity were carried out on Thursday, August 15, 2024 with 44 students. Participants before the training with a fairly good knowledge category were 95% and a good category of 0%, and after the training with a good knowledge category of 93% and a fairly good 7%. The conclusion is that there is an increase in knowledge of women's reproductive organ care and it is recommended that students actively participate in healthy youth corner activities. Keywords: adolescent girls; health; reproduction.
Uji Organoleptik dan Kandungan Gizi Kue Nastar Kelor Pencegah Anemi Ibu Hamil Berbasis Kearifan Lokal Ervin Rufaindah; Patemah Patemah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31882

Abstract

Anemia ibu hamil berhubungan dengan komplikasi ibu dan kematian, kematian janin dan bayi baru lahir, cacat lahir, serta penurunan potensi fisik dan mental anak. Kandungan gizi pada daun kelor kaya akan protein dan zat besi yang sangat baik untuk dikonsumsi oleh kelompok rawan. Nastar kelor adalah camilan sehat dan praktis yang tidak hanya tinggi energi dan gula sehingga bisa dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mencegah anemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor terhadap sifat sensorik dan kadar zat besi pada kue nastar. Penelitian ini menggun akanmetode Percobaan Sejati dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah variasi perlakuan pada penelitian ini adalah P1=10 gram, P2=15 gram, P3=20 gram. Uji sifat sensori menggunakan uji hedonik dan uji besi menggunakan metode Spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan Berdarkan hasil yang diperoleh, diketahui bahwa uji organoleptik dari ketiga sampel menunjukkan hasil parameter bau dan penampakan yang normal serta tekstur yang renyah. Perbedaan ketiga sampel yang diujikan terletak pada rasa dan juga warna. Salah satu sebab adanya variasi rasa produk kue kering adalah karena perbedaan kandungan penyusunnya. Cookies menjadi salah satu makanan ringan yang digemari karena rasa dan bentuk yang beragam (Safira.,dkk, 2022). Selain itu pada hasil pengujian FE (Besi) pada sampel C1 atau nastar menunjukkan hasil rata-rata 4,005 mg/100 gram. Kandungan besi dalam sampel C1 ini termasuk tinggi dan dapat memenuhi 40 % kebutuhan zat besi AKG harian ibu hamil.
Analisis Faktor Eksternal Terhadap Kemampuan Ibu Hamil dalam Melakukan Deteksi Dini Resiko Tinggi Ervin Rufaindah; Patemah Patemah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47896

Abstract

Diagnosis dini faktor risiko terhadap komplikasi akan mengarah pada pengobatan dan mencegah timbulnya bahaya terhadap ibu maupun janin. Penanganan yang adekuat di fasilitas pelayanan kesehatan sebagian besar dapat mencegah kematian ibu. Faktor waktu dan transportasi merupakan hal yang sangat menentukan dalam merujuk kasus risiko tinggi. Oleh karena itu, salah satu upaya penting dalam mencegah kematian dan kesakitan adalah deteksi dini oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor eksternal terhadap kemampuan ibu hamil dalam deteksi dini resiko tinggi kehamilan. Metode penelitian yang dipergunakan adalah cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 33 ibu hamil. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi berganda. Hasil penelitian menginformasikan bahwa ada p=0.00, p=0.017, p=0.019, p<0.05 yang menyatakan bahwa ada pengaruh antara pemeriksaan kehamilan, peran bidan dan peran suami terhadap kemampuan ibu hamil dalam deteksi dini resiko tinggi kehamilan. Hal ini dapat dilanjutkan sebagai asuhan kebidanan berkualitas sehingga komplikasi ibu hamil dapat dideteksi lebih dini.
The Relationship Between Family Support and Early Mobilization in Post-Cesarean Section (CS) Patients. Wahyu Sari, Inge Sintyadri; Patemah, Patemah; Amalia, Waifti
Media Husada Journal of Midwifery Science Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Widyagama Husada Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjms.v4i1.31

Abstract

Caesarean section (CS) is a delivery process that involves making an incision in the uterus through the abdominal wall with the aim of minimising risks to the mother and foetus during the delivery process. Complications after surgery can prolong the length of hospitalisation and recovery. One factor affecting wound healing in post-C-section patients is early mobilisation. Early mobilisation is expected to improve blood supply, thereby affecting the speed of wound healing in mothers. The pain from the scar makes mothers reluctant to mobilise early. Family support is needed to encourage mothers to mobilise early after a caesarean section. The purpose of this study was to analyse the relationship between family support and early mobilisation in post-caesarean section patients at IRNA III RSUD dr. Saiful Anwar, East Java. The purpose of this study was to analyse the relationship between family support and early mobilisation in post-C-section patients. The methods used were interviews and questionnaires with a cross-sectional approach using questionnaires administered to 52 post-C-section mothers at IRNA III RSUD Dr. Saiful Anwar in East Java Province, where the level of support was high and early mobilisation was high. The results from 52 respondents showed that there was a significant relationship between family support and early mobilisation with a p-value of 0.039 and a correlation coefficient of 0.287. Thus, it can be concluded that the higher the family support, the higher the mobilisation.