Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemeriksaan Kesehatan Asam Urat dan Edukasi Pemanfaatan Ramuan Daun Kemangi dan Daun Salam Bagi Lansia di Desa Pesuloang Kec. Pamboang Masyitah Sita; Tuty Alawiyah; Normalia Normalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 3 No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.244

Abstract

Asam urat merupakan penyakit metabolik kronis yang banyak menyerang kelompok lansia akibat ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi purin. Penyakit ini dapat menimbulkan nyeri sendi,peradangan,hingga komplikasi serius seperti kerusakan ginjal dan jantung. Di Desa Pesuloang, Kecamatan Pamboang, sebagian besar lansia mengeluhkan gajala rematik dan asam urat meskipun telah rutin mengonsumsi obat dari fasilitas kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pengelolaan asam urat secera alami melalui edukasi terapi diet rendah purin dan pemnafaat tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya daun kemangi dan daun salam. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan (asam urat, kolestrol, gula darah dan tekanan darah) serta penyuluhan interaktif mengenai pola makan dan pengelolaan stress. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta serta peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lansia untuk lebih aktif dalam merawat kesehatannya secara mandiri dan alami, serta memanfaatkan sumber daya loikal sebagai alternatif pengobatan yang aman dan efektif.
Implementasi Senam Prenatal Yoga Untuk Meningkatkan Kualitas Ibu Hamil Trimester III Masyitah Wahab; Normalia Normalia; Tuty Alawiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 3 No 3 (2025): September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v3i3.256

Abstract

Trimester ketiga kehamilan merupakan masa yang penuh tantangan baik secara fisik maupun emosional bagi ibu hamil. Ketidaknyamanan akibat pertambahan berat badan, nyeri punggung, sulit tidur, hingga kecemasan menjelang persalinan kerap dialami. Salah satu intervensi non-farmakologis yang terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup ibu hamil adalah senam prenatal yoga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan senam prenatal yoga pada ibu hamil trimester III guna meningkatkan kenyamanan fisik, kestabilan emosi, serta kesiapan menghadapi persalinan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung senam prenatal yoga selama 3 sesi mingguan. Evaluasi dilakukan dengan pretest-posttest serta observasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu hamil terhadap manfaat yoga, perbaikan kualitas tidur, penurunan kecemasan, serta peningkatan kelenturan tubuh. Diharapkan kegiatan ini dapat diintegrasikan dalam program pelayanan kesehatan ibu secara berkelanjutan.
Predictive Effects of Immunization and Low Birth Weight on Stunting in Rural Indonesia: A Case Study from Selayar Musaidah Musaidah; Normalia Normalia; Andi Irmayanti; Noyumala Noyumala
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 8 (2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i8.7893

Abstract

Introduction: Stunting continues to be a significant public health challenge in Indonesia, especially in rural regions where access to integrated child health services is limited. This study presents a novel dual variable analysis focusing on two interrelated risk factors immunization status and low birth weight (LBW) which have rarely been examined simultaneously in a rural Indonesian setting. It aims to explore the association between immunization coverage and low birth weight (LBW) and their influence on stunting prevalence among children aged 37 to 72 months in the jurisdiction of the Polebunging Health Center, Selayar Regency. Methods: Employing a cross sectional design, data were collected from 51 children using anthropometric measurements, immunization records, and birth history documentation. The study used WHO growth standards interpreted through Indonesia’s operational framework (the Maternal and Child Health Book, or KIA Book) Results: Findings revealed that 11.8% of the children had incomplete immunization, while 9.8% had a history of LBW. Statistical analysis demonstrated significant associations between both risk factors and stunting (p < 0.05). Children with incomplete immunization were eight times more likely to be stunted, and those with LBW had twelve times higher odds of experiencing growth faltering. These results align with prior literature highlighting the importance of early preventive interventions in child development Conclusion: This study contributes localized, high resolution evidence on the predictive roles of immunization and LBW in rural child stunting, reinforcing the need for integrated maternal and child health strategies. While the sample size and non-random sampling limit generalizability, the findings offer actionable insights for targeted interventions in similar socio epidemiological contexts. Future longitudinal studies are recommended to validate causal relationships and inform scalable public health policies.
The Effect of Semi-Fowler Position on Oxygen Saturation in the ICU Room of Bhayangkara Hospital, Makassar: The Effect of Semi-Fowler Position on Oxygen Saturation in the ICU Room of Bhayangkara Hospital, Makassar Irma Andrianys; Normalia Normalia; Hamzah Tasa; Lenora Diana Rahanbinan
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.315

Abstract

Posisi semi Fowler merupakan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sering digunakan untuk meningkatkan ekspansi paru dan memperbaiki oksigenasi pada pasien dengan gangguan pernapasan, khususnya pasien kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU). Gangguan pertukaran gas yang ditandai dengan penurunan saturasi oksigen sering terjadi pada pasien ICU akibat kondisi penyakit, penurunan kesadaran, maupun keterbatasan fungsi paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semi Fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien yang dirawat di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 16 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengukuran saturasi oksigen dilakukan menggunakan pulse oximeter sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi adalah 90,13%, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 98,13%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah pemberian posisi semi Fowler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian posisi semi Fowler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien kritis di ruang ICU RS Bhayangkara Makassar. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai tindakan keperawatan sederhana, aman, dan efektif dalam meningkatkan oksigenasi pasien ICU.
Efektifitas Perawatan Luka Modern Dressing Dengan Metode Moist Wound Healing Berbasis Home Care Terhadap Penyembuhan Luka Pada Klien Ulkus Diabetik Normalia Normalia; Ismail Ismail; Musaidah Musaidah; Asnaeni Palembai; Irma Andrianys
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.317

Abstract

Pendahuluan: Ulkus diabetik merupakan komplikasi serius diabetes melitus yang membutuhkan penatalaksanaan luka yang tepat untuk mencegah infeksi, amputasi, dan mempercepat penyembuhan. Modern dressing dengan prinsip Moist Wound Healing (MWH) dapat mempertahankan kelembapan luka sehingga mempercepat regenerasi jaringan dan mengurangi trauma saat pergantian balutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perawatan luka modern dressing dengan metode MWH berbasis home care terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 10 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Kelompok intervensi mendapatkan perawatan modern dressing berbasis home care selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol diberikan perawatan konvensional menggunakan kasa steril dan NaCl 0,9%. Penilaian luka menggunakan PUSH Tool 3.0 dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney U pada α = 0,05. Hasil: Terdapat peningkatan penyembuhan luka yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,001 dan rata-rata skor penyembuhan sebesar 22,647. Kesimpulan: Metode modern dressing dengan Moist Wound Healing berbasis home care efektif mempercepat penyembuhan ulkus diabetik dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi perawatan pada pelayanan komunitas dan home care.
The Relationship Between Workload and Work Stress of Nurses at the Jaury Jusuf Putera Academic Hospital, Makassar Risnawati; Nurnainah; Abdullah; Normalia
Nursing Practice Journal Vol. 2 No. 2 (2026): Nursing Practice Journal
Publisher : Yayasan Ekselensi Daya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65722/3rp99102

Abstract

High workloads for nurses have the potential to increase work stress, which can lead to decreased performance and quality of nursing services. Physical and mental demands, large numbers of patients, and shift work systems are factors that trigger psychological stress. This study aims to determine the relationship between workload and work stress among nurses at Jaury Jusuf Putera Academic Hospital in Makassar. This study used a descriptive correlational quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 42 nurses in the inpatient ward was taken using total sampling technique. Data were collected through a workload questionnaire and a work stress questionnaire, then analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that most nurses experienced moderate to heavy workloads and moderate levels of work stress. Bivariate analysis showed a significant relationship between workload and work stress (p < 0.05). In conclusion, the higher the workload of nurses, the higher the level of work stress they experienced. This study suggests that hospital management needs to implement proportional task distribution, evaluate the shift system, and provide psychological support and stress management programs. Effective workload management can improve nurses' well-being and the quality of nursing services
The Relationship Between Service Quality And Patient Satisfaction At Medika Plaza Clinic Yolanda Datu Matarru; Asriadi; Noyumala; Normalia; Musaidah; Irma Andrianys; Gabriella Delfie Natalia
Nursing Practice Journal Vol. 2 No. 2 (2026): Nursing Practice Journal
Publisher : Yayasan Ekselensi Daya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65722/e9pgx294

Abstract

Service quality is an important factor influencing patient satisfaction with healthcare services provided by healthcare facilities. This study aims to determine the relationship between service quality and patient satisfaction at Medika Plaza Clinic. This research used a quantitative method with a cross-sectional approach. The population consisted of all patients visiting Medika Plaza Clinic, with a sample of 43 respondents selected using accidental sampling technique. Data were collected using questionnaires to measure service quality and patient satisfaction levels. Data analysis was conducted using univariate analysis to describe the frequency distribution of respondent characteristics and study variables, and bivariate analysis using the Chi-Square test to determine the relationship between service quality and patient satisfaction. The results of the Chi-Square test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant relationship between service quality and patient satisfaction at Medika Plaza Clinic.The conclusion of this study shows that service quality has a significant relationship with patient satisfaction. Therefore, improving healthcare service quality is necessary to enhance patient satisfaction. So, healthcare facilities should improve service quality across all dimensions to enhance patient satisfaction. Good service quality increases patient satisfaction, loyalty, and the positive image of healthcare facilities