Erlina Ambarwati
Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Dataran Rendah Nur Fitri Rizqiani; Erlina Ambarwati; Nasih Widya Yuwono
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2006): September
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.59920

Abstract

-
Kekerabatan Antar Anggrek Spesies Berdasarkan Sifat Morfologi Tanaman dan Bunga Aziz Purwantoro; Erlina Ambarwati; Fitria Setyaningsih
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2005): Juni
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.59934

Abstract

-
Analisis Korelasi dan Koefisien Lintas Sifat-Sifat Agronomi Terhadap Komposisi Kimia Umbi Iles-Iles (Amorphophallus variabilis) Erlina Ambarwati; Rudi Hari Murti
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2001): November
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.59974

Abstract

-
Laju Respirasi Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) yang Dilapisi dengan Kitosan Selama Penyimpanan Dessy Wulandari; Erlina Ambarwati
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.53561

Abstract

Kebutuhan buah tomat semakin tinggi setiap tahunnya, sehingga diperlukan teknologi tepat guna edible coating untuk mengurangi masalah penurunan kualitas dan daya simpan buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menekan laju respirasi buah tomat yang diberi perlakuan pelapisan kitosan udang dan kepiting dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Penelitian dilaksanakan di Sub Laboratorium Hortikultura, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok lengkap dengan 4 blok sebagai ulangan. Penelitian ini terdiri dari kitosan kepiting dan kitosan udang masing-masing dengan konsentrasi, 2%, 4%, dan 6%, serta kontrol (tidak diberikan pelapisan kitosan). Variabel yang diamati berupa laju respirasi, visual quality rating, daya simpan, kekerasan buah, padatan terlarut, gula tereduksi, total asam tertitrasi, vitamin C, dan likopen. Data dianalisis varians (ANOVA) dengan α=5%, dilanjutkan dengan uji HSD-Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan edible coating kitosan udang dan kepiting hingga konsentrasi 6% dapat memperlambat laju respirasi serta masih dapat mempertahankan kualitas tomat sama seperti kontrol (buah tomat tanpa diberi pelapis). Daya simpan buah tomat yang dilapisi kitosan kepiting dan udang sampai dengan konsentrasi 6% dapat diperpanjang 16 hari.
Keragaman Morfologi Bunga dan Buah Dua Puluh Aksesi Cabai (Capsicum sp.) Aminatun Nisa; Erlina Ambarwati
Vegetalika Vol 11, No 4 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.63923

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting di Indonesia. Tanaman asli benua Amerika ini memiliki lebih dari 20 spesies liar dan lima spesies yang umum dibudidayakan, yakni Capsicum frutescens, Capsicum annuum, Capsicum chinense, Capsicum baccatum, dan Capsicum pubescens. Karakterisasi morfologi merupakan kegiatan untuk mengetahui karakter keseluruhan suatu tanaman mulai dari organ vegetatif hingga generatif. Karakterisasi pada organ bunga dan buah penting karena kedua organ tersebut mampu secara jelas membedakan jenis cabai. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakter morfologi bunga dan buah cabai, menentukan hubungan kekerabatannya, dan mengidentifikasi karakter yang berhubungan dengan potensi hasil cabai. Penelitian ini dilakukan di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada, Kalitirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Agustus 2019 hingga Maret 2020. Identifikasi dilakukan terhadap 20 aksesi yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 aksesi cabai memiliki karakter morfologi bunga dan buah yang beragam. Aksesi Chenzo 1 dengan Chenzo 2 merupakan aksesi yang memiliki kekerabatan paling dekat. Karakter morfologi yang berkorelasi dengan bobot total buah per tanaman sebagai potensi hasil cabai adalah diameter mahkota bunga, panjang, diameter, dan bobot per buah cabai.
Pengaruh Posisi Cabang Pembuahan terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Mutu Buah Melon (Cucumis melo L.) dalam Sistem Fertigasi Hidroponik Ikhwana, Muhammad Habib; Susila Putra, Eka Tarwaca; Ambarwati, Erlina
Vegetalika Vol 14, No 3 (2025): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.104670

Abstract

Melon have the potential to produce 10-20 fruits per plant; however, the quality of each fruit is often suboptimal due to inefficient assimilate distribution. This study aimed to determine the optimal fruiting branch position to maximize the growth, yield, and quality of melons in a fertigation hydroponic system. The research was conducted in a 168 m² greenhouse owned by PT Lentera Agropedia Nusantara, located in Pripih, Hargomulyo, Kulon Progo, Special Region of Yogyakarta, Indonesia. A split-plot experimental design was used, with melon cultivars (Sweet Hami and Kirin) as the main factor and fruiting branch positions (lower, middle, and upper) as the sub-factor. The results showed that middle (9th to 10th nodes) and upper (11th to 12th nodes) fruiting branches exhibited greater fruit weight, length, and diameter compared to lower branches (7th to 8th nodes). Kirin cultivar had thicker flesh, and the interaction between cultivar and branch position significantly influenced the fruit cavity diameter. Middle and upper branches produced fruits of similar quality when harvested at 70 days after planting. Fruiting on the lower branches (7th to 8th nodes) produces fruits with lower weight, length, and diameter.Considering the risks associated with fruiting on upper branches, it is recommended to maintain melons on middle branches, specifically at the 9th to 10th nodes.