Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) Cabai Rawit di Kabupaten Kediri Irma Ratih Anjasmara; Slamet Subari
Agriscience Vol 4, No 1: Juli 2023
Publisher : Department of Agribusiness, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i1.15888

Abstract

Hasil pertanian utama di Desa Bulupasar adalah cabai rawit, namun karena kendala pemasaran, produsen belum sepenuhnya memetik hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur pola rantai pasok cabai rawit dan efisiensi pemasaran di Desa Bulupasar Kabupaten Kediri. Baik data primer maupun data sekunder merupakan sumber informasi. Observasi maupun wawancara dengan bantuan kuesioner digunakan sebagai teknik pengumpulan data.Hasil analisis menunjukkan bahwa di Desa Bulupasar terdapat tiga saluran pemasaran cabai rawit yaitu: (1) petani-pedagang pengepul-pedagang besar-pedagang pengecer-pedagang keliling-konsumen akhir (2) petani-pedagang pengepul-pedagang besar-pedagang pengecer-konsumen akhir (3) petani-pedagang pengepul-pedagang pengecer-konsumen akhir. Margin pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp.53.000 , saluran II sebesar Rp.33.000 dan saluran III sebesar Rp.33.000. Berdasarkan farmer share-nya semua saluran pemasaran masuk ke kategori efisien dimana nilai farmer share lebih dari 50%. Pada nilai efisiensi pemasaran saluran pemasaran III dikatakan paling efisien dimana nilainya sebesar 4,5%. Saran yang dapat diberikan yaitu sebaiknya petani cabai rawit dan lembaga pemasaran mempertimbangkan kembali menggunkan saluran pemasaran III,agar keuntungan yang didapat oleh petani dan lembaga pemasaran lebih besar. Tetapi tidak berarti petani dan lembaga pemasaran untuk tidak menggunakan saluran pemasaran I dan II.
Farmers’ Perception of The Role of Farmer Groups in Jambu Village, Lenteng Sub-District, Sumenep District Kholifah, Aisyah Nur; Widodo, Slamet; Destiarni, Resti Prastika; Subari, Slamet
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jpp.v18i1.589

Abstract

In Jambu Village, 12 farmer groups were formed to improve farmers' knowledge and skills. This study aimed to determine farmers' perceptions of the role of farmer groups in Jambu Village, Lenteng Sub-district, Sumenep District. This research was conducted from November 2022 - January 2023. The number of samples used was 57 farmers from 2 farmer groups selected by purposive and census. The analytical method used is descriptive with a Likert scale to measure farmers’ perception level. The results of the analysis showed that the role of farmer groups as learning classes, vehicles for cooperation, and production units was overall quite good with the role of learning classes being the highest and the role as a production unit being low. So it is necessary to optimize the role of farmer groups as production units by conducting group business activities.
Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut di Kepulauan Kangean Menggunakan Analytical Hierarchy Proses (AHP): Management of Coastal and Marine Resources in Kangean Island Using Analytical Hierarchy Process (AHP) Mihosen, Mihosen; Subari, Slamet; Arisandi, Apri; Sawiya, Sawiya
MIYANG Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Miyang Edisi April 2022
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.15 KB) | DOI: 10.55719/j.miy.v2i1.387

Abstract

Pulau kangean memiliki potensi sumber daya alam yang besar, baik sumber daya alam yang dapat pulih antara lain: (ikan, mangrove, terumbu karang) maupun sumber daya yang tidak dapat pulih (minyak bumi, gas, mineral). Beberapa masalah yang dapat menurunkan kualitas dan jumlah sumberdaya pesisir dan laut seperti terumbu karang, lamun, dan mangrove. Penambangan pasir penggunaan batu karang sebagai pondasi rumah, pengrusakan hutan yang dapat menyebabkan erosi, penambangan batu di perbukitan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan oleh sebab itu perlu kajian ini menjadi penting dilakukan untuk menentukan pengelolaan wilayah pesisir dan laut pulau kecil dengan menggunakan Analytical Hierarchy Proses (AHP). Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1. Mengetahui kondisi sumberdaya alam yang ada di kepulauan kangean, 2. Untuk mengetahui pemamfaatan sumberdaya alam di pulau kangean. Pemanfaatan tanpa pengelolaan akan menimbulkan kepunahan bahkan kehilangan sumberdaya alam. Penelitian ini dapat menunjukkan memprioritaskan pengelolaan Pulau Kangean berbasis perikanan, karena sumberdaya yang melimpah. Hasil penelitian ini memprioritaskan pengelolaan Pulau Kangean berbasis perikanan, karena sumberdaya ikan yang melimpah. Startegi pengelolaan perikanan tangkap yang perlu dilakukan antara lain pengaturan musim tangkap, pembatasan armada dan alat tangkap, pengendalian upaya penangkapan ikan, pengaturan area tangkap nelayan kecil dan besar, dan zonasi area tangkap dan budidaya
STRATEGIES FOR SUSTAINABLE COASTAL FISHERY PORT DEVELOPMENT: A CASE OF PASONGSONGAN COASTAL FISHING PORT TECHNICAL SERVICES UNIT, SUMENEP REGENCY, INDONESIA Subari, Slamet; Zaen, Harun; Sugiarti, Teti; Priyanto, Moh. Wahyudi
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 17, No 2: April - June 2024
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pamator.v17i2.28852

Abstract

The operations of the Coastal Fishing Port Technical Services Unit (Port-TSU henceforth) in Pasongsongan face several challenges that obstruct port activities. First, the anchorage has become more shallow due to the sedimentation resulting from the Angsono River’s erosion. Second, the limited area of the anchoring pool makes it difficult for fishing boats to anchor. Third, the shipping lanes, just like the anchorage, have become more shallow due to sedimentation from the mouth of the Angsono River. Fourth, the limited loading and unloading docks result in long queues, which not only delay ship activities in the queue but also reduce the quality of catches. Fifth, the damaged roads and drainage systems around the port pose a challenge to the loading and unloading activities. Considering these challenges, this research aims to evaluate Port-TSU facilities in Pasongsongan, understand the causes of Angsono River sedimentation, and formulate development strategies for the Port-TSU. The results show that the condition of Port-TSU facilities is generally adequate according to Minister of Maritime Affairs and Fisheries Regulation No. 08 of 2012. However, the rapid erosion of the Angsono watershed caused the shallowing of the anchor pool and shipping lanes. The underlying causes are monoculture farming practices, lack of agroforestry implementation, and the absence of agricultural terracing systems. The development strategy recommendation is to dredge the anchorage and shipping lanes and extend the pier. Other recommendations include implementing watershed management through agroforestry and terracing systems in the Angsono River watershed to minimize erosion and increase loading and unloading capacity by adding a conveyor belt to accelerate processes and reduce ship queues.
Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Benih Padi Inpago di Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan Kurniyanto, Ifan Rizky; Arifiyanti, Nurul; Utami, Ulfa; Subari, Slamet
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.171-184

Abstract

Benih padi Inpago adalah salah satu benih yang memiliki tingkat kesesuaian untuk ditanam pada kondisi lahan kering seperti di Kabupaten Bangkalan. Benih ini mampu beradaptasi atau toleran terhadap cuaca atau kondisi iklim yang kering. Namun nyatanya benih ini tidak menjadi pilihan benih yang saat ini digunakan oleh petani padi di Kecamatan Burneh. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan eksplorasi mengenai tingkat kepuasan petani terhadap penggunaan benih padi Inpago serta mengetahui bagaimana persepsi petani padi terhadap penggunaan benih padi Inpago di Kecamatan Burneh. Sampel yang digunakan sebanyak 43 responden menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan Customers Satisfaction Indeks (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks kepuasan petani sebesar 87,51% yang berarti bahwa kepuasan petani terhadap atribut-atribut yang ada pada benih padi Inpago secara keseluruhan tergolong sangat puas dengan rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 97,00%. Saran yang dapat direkomendasikan kepada petani agar dapat memenuhi kepuasan yaitu dengan memperhatikan umur bibit sebelum dipindahkan dan setelah panen dapat dilakukan evaluasi kualitas gabah serta beras berdasarkan atribut seperti warna, ukuran, aroma, dan tekstur nasi agar dapat memenuhi harapan petani.
Analisis pemasaran garam di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Arba'in, Mia; Subari, Slamet
Agriscience Vol 4, No 2: November 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i2.17736

Abstract

Petani garam dalam kegiatan usahanya menghadapi berbagai masalah salah satunya pada aspek pemasaran terkait dengan saluran pemasaran yang tidak tepat serta adanya informasi yang tidak seimbang (asimetrik informasi) antara  petani dengan lembaga pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran serta menganalisis besarnya bagian yang diterima oleh petani, efisiensi saluran pemasaran, margin pemasaran serta keuntungan pemasaran. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan informasi terkait margin pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, farmer’s share serta efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran garam di Desa Bunder. Pada saluran pemasaran satu total margin rata-rata sebesar Rp.550.000/ton atau 40,74%, dengan total rata-rata keuntungan sebesar Rp.144.762/ton atau 10,72%, sedangkan pada saluran pemasaran dua total margin rata-rata sebesar Rp.500.330/ton atau 38,48%, dengan total rata-rata keuntungan sebesar Rp.233.422/ton atau 17,95%. Berdasarkan farmer’s share, saluran pemasaran dua memiliki nilai persentase tertinggi sebesar 61,52%. Kedua saluran pemasaran yang ada diketahui belum efisien. Disarankan untuk mengefisiensi saluran pemasaran yang ada dengan memperkecil biaya pemasaran dan menjalin kerjasama maupun kemitraan dengan PN garam melalui peran kelompok tani, kerjasama dan kemitraan dinilai juga mampu mengoptimalisasi distribusi margin dan keuntungan dalam saluran pemasaran serta meningkatkan farmer’s share.
Strategi pengembangan usaha budidaya ikan bandeng di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan Hafifah, Nur; Subari, Slamet
Agriscience Vol 4, No 3: Maret 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i3.16889

Abstract

Ikan bandeng memiliki banyak manfaat salah satunya dapat meningkatkan gizi masyarakat. Selain itu, ikan bandeng memiliki rasa yang enak dengan harga yang terjangkau. Berdasarkan manfaat tersebut menjadikan komoditas ikan bandeng sebagai komoditas ekspor yang dapat meningkatkan perekonomian rakyat. Kecamatan Blega merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bangkalan yang memiliki potensi budidaya ikan bandeng namun belum termanfaarkan secara optimal. Perkembangan budidaya ikan bandeng di Kecamatan Blega belum begitu maju. Perikanan tambak di kecamatan Blega sering mengalami permasalahan terkait kontinuitas produksi. penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan budidaya ikan bandeng yang tepat  di Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Prosess (AHP). Penyusunan strategi pengembangan usaha budidaya ikan bandeng di Kecamatan blega yang sesuai yang pertama yaitu meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan-pelatihan teknis. Kemudian yang kedua yaitu menyediakan atau mempermudah persyaratan akses modal serta memberikan bantuan modal untuk mempermudah petambak memperbesar usahanya.
Strategi pengembangan bisnis ayam krispi di PT. Lazizaa Rahmat Semesta Risnuaditya, Ivan Deputra; Subari, Slamet
Agriscience Vol 6, No 3: November 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v6i3.21797

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun strategi pengembangan yang dapat diterapkan agar bisnis yang dijalankan tetap kompetitif sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan.Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis strategi pengembangan bisnis ini menggunakan tiga kriteria yaitu desain kemasan, tampilan outlet dan paket menu. Hasil penelitian ini menunjukan kriteria tampilan outlet menjadi prioritas utama dalam strategi pengebangan bisnis ayam. Sedangkan tiga alternatif strategi pengembangan ayam krispi dengan prioritas tertinggi adalah peningkatan layanan pelanggan, peningkatan iklan dan pemasaran, dan peningkatan branding. Saran yang dapat diberikan pada PT. Lazizaa Rahmat Semesta adalah untuk fokus pada strategi peningkatan layanan pelanggan seperti mendorong karyawan untuk berfokus pada kepuasan pelanggan, mewujudkan komitmen terhadap pelayanan pelanggan yang luar biasa, dan mempertimbangkan kepuasan pelanggan dalam pengambilan keputusan bisnis. Beberapa strategi yang dapat diterapkan perusahan untuk meningkatkan layanan pelanggan diantaranya: (1) Menginvestasikan pelatihan dan pengembangan karyawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, (2) Memprioritaskan kepuasan pelanggan, (3) Meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berbelanja dengan desain outlet yang ramah keluarga, nyaman, dan menyenangkan.
Strategi pemasaran wingko khas Lamongan (studi kasus pusat oleh-oleh wingko Lamongan) berdasarkan pola aglomerasi Qoififah, Elfina Yasmin; Subari, Slamet
Agriscience Vol 6, No 1: Maret 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v6i1.17076

Abstract

Lamongan merupakan salah satu daerah yang mengembangkan usaha wingko, dimana setiap tahunnya permintaan wingko semakin meningkat. UMKM terbesar di Lamongan bergerak di bidang makanan, salah satunya UMKM wingko dimana para pelaku usaha memanfaatkan jajanan khas Lamongan ini sebagai salah satu lahan usaha yang dirasa cukup menjanjikan, karena dari banyaknya penjual wingko tidak membuat mereka mundur dalam menjalankan usaha ini. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui kelebihan aglomerasi berdasarkan pengalaman pemilik usaha di pusat oleh-oleh wingko khas lamongan (2) Merumuskan strategi pemasaran wingko di Pusat Oleh-Oleh Wingko Khas Lamongan. Metode yang digunakan yaitu metode AHP. analisis AHP (Analytic Hierarchy Process) dapat disimpulkan bahwa strategi yang perlu mendapatkan prioritas pemasaran adalah produk dan Aglomerasi. Untuk produk titik tekannya pada ukuran.  Sedangkan untuk Aglomerasi titik tekannya pada pusat. Pada saat melakukan pemasaran untuk produknya lebih memperhatikan tekstur agar konsumen lebih tertarik untuk membeli. Aglomerasi atau Pemusatan aktivitas jual beli oleh-oleh khas Lamongan. Dengan berdekatan satu sama lain, manfaat yang didapat antara penjual dan pembeli adalah penghematan biaya,dapat saling bertukar informasi, keuntungan pelayanan dan lain sebaginya. Karena karakteristik aglomerasi adalah bahwa aktivitas dari suatu perusahaan juga menghasilkan keuntungan bagi perusahaan lainnya.
Analisis usaha dan nilai tambah UMKM kerupuk udang di Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan Nurhasniyah, Alfin; Subari, Slamet
Agriscience Vol 5, No 2: November 2024
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v5i2.16038

Abstract

Produksi kerupuk udang umumnya masih menggunakan teknologi dan manajemen yang sederhana. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pendapatan, kelayakan usaha, dan nilai tambah pada UMKM Kerupuk Udang. Penelitian ini dilakukan di UMKM Lamora dan UMKM Kerupuk Udang Junganyar Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Metode dalam penelitian ini menghitung biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, BEP, dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) UMKM Lamora memiliki pendapatan lebih besar dibandingkan dengan UMKM Kerupuk Udang Junganyar. (2) UMKM Lamora memiliki nilai R/C ratio dan tingkat BEP yang lebih bagus dibandingkan dengan UMKM Kerupuk Udang Junganyar. Hal itu disebabkan karena UMKM Lamora menggunakan teknologi yang lebih bagus dengan penggunaan alat dan mesin penggiling. Perbedaan dalam manajemen sumberdaya manusia juga turut berpengaruh terhadap efisiensi biaya. (3) Nilai tambah yang diperoleh UMKM Lamora lebih kecil dibandingkan dengan nilai tambah yang diperoleh UMKM Kerupuk Udang Junganyar. Hal itu disebabkan karena terdapat perbedaan dalam hal harga bahan baku udang serta bahan campurannya. Maka, saran yang dapat diberikan pada penelitian ini yaitu untuk meningkatkan efisiensi dalam hal biaya, disarankan agar menggunakan teknologi dan manajemen sumberdaya manusia yang lebih baik. Sedangkan untuk meningkatkan nilai tambah disarankan untuk mendapatkan bahan baku udang langsung dari nelayannya sehingga mendapatkan harga yang lebih murah.