Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa dengan Pendekatan Service Excellent Pada Pasien Harga Diri Rendah di UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan: Studi Kasus Bagenni Simaremare; Rolasnih Lilista Simbolon; Sri Mulati Nendah Agreta; Petra Diansari Zega; Lenny Marpaung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61840

Abstract

Harga diri rendah merupakan gangguan konsep diri yang ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri sendiri, perasaan tidak berharga, kurang percaya diri, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Kondisi ini sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa dan berdampak terhadap kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan asuhan keperawatan jiwa yang sistematis dan berorientasi pada service excellent. Tujuan penelitian ini bertujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan jiwa dengan pendekatan service excellent pada pasien dengan harga diri rendah di Ruang Mawar 2 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Medan Tahun 2026. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien (Nn. E) berusia 49 tahun yang mengalami harga diri rendah akibat riwayat putus obat. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui lima tahap proses keperawatan, yaitu pengkajian, penetapan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi rekam medis, dan pemeriksaan fisik selama empat hari (11–14 Maret 2026). Hasil pengkajian menunjukkan diagnosis utama harga diri rendah dengan diagnosis pendukung isolasi sosial. Intervensi dilakukan melalui Strategi Pelaksanaan (SP 1–SP 4) yang meliputi membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi kemampuan positif pasien, melatih aktivitas harian secara bertahap, serta meningkatkan kemampuan berinteraksi sosial. Setelah implementasi, pasien menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, dan interaksi sosial, meskipun masalah keperawatan belum sepenuhnya teratasi sehingga memerlukan tindak lanjut oleh perawat ruangan. Kesimpulan penerapan manajemen asuhan keperawatan jiwa secara sistematis dengan pendekatan service excellent efektif meningkatkan kemampuan adaptasi, rasa percaya diri, dan interaksi sosial pasien dengan harga diri rendah serta mendukung proses pemulihan secara bertahap.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Service Excellent Melalui Senam Kegel Pada Lansia Dengan Inkontinensia Urin Repika Marianti Siregar; Petra Diansari Zega; Nunung Febriany Sitepu; Indra Agussamad; Yanty Frasasty Saragih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61951

Abstract

Inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan geriatri yang berdampak pada kondisi fisik, psikologis, sosial, serta kualitas hidup lansia. Prevalensi global mencapai 423 juta orang dan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada perempuan. Penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent diperlukan untuk memberikan pelayanan yang holistik dan komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent melalui senam Kegel pada lansia dengan inkontinensia urin. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu subjek, yaitu Ny. S berusia 70 tahun di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, Provinsi Sumatera Utara, pada tanggal 9–11 Februari 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi utama berupa senam Kegel, bladder training, edukasi pola berkemih, serta manajemen tidur dan nyeri. Hasil menunjukkan tiga diagnosis keperawatan, yaitu gangguan eliminasi urin, gangguan pola tidur, dan nyeri akut. Setelah intervensi 3×24 jam, frekuensi berkemih menurun, episode mengompol berkurang, kualitas tidur membaik, dan skala nyeri turun dari 7 menjadi 3. Simpulan penelitian ini adalah asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellent melalui senam Kegel efektif meningkatkan kualitas hidup lansia dengan inkontinensia urin.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Service Excellent dengan Intervensi Range of Motion pada Lansia Ny. N dengan Stroke Iskemik Suci Rani Amalia; Erika Erika; Rolasnih Lilista Simbolon; Petra Diansari Zega; Ferdy Ferdy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62196

Abstract

Stroke merupakan gangguan neurologis yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak sehingga menimbulkan kerusakan jaringan otak dan berbagai gangguan fisik, psikologis, maupun sosial. Pada lansia, stroke dapat menyebabkan kelemahan anggota gerak, gangguan komunikasi, serta ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan asuhan keperawatan komprehensif dengan pendekatan service excellent. Tujuan studi kasus ini adalah melaksanakan manajemen asuhan keperawatan gerontik yang service excellent pada Ny. N dengan stroke iskemik di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode penelitian adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi selama tiga hari perawatan. Hasil pengkajian menunjukkan Ny. N mengalami kelemahan tubuh sisi kiri, bicara pelo, dan ketergantungan total pada indeks Katz. Tiga diagnosa keperawatan ditegakkan yaitu gangguan mobilitas fisik, gangguan komunikasi verbal, dan defisit perawatan diri. Intervensi meliputi latihan Range of Motion (ROM), latihan komunikasi, bantuan aktivitas sehari-hari, edukasi, dan penerapan service excellent. Evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan mobilisasi, komunikasi verbal, serta perawatan diri, dengan penurunan tekanan darah dari 160/100 mmHg menjadi 140/90 mmHg. Kesimpulan penerapan asuhan keperawatan gerontik dengan pendekatan service excellent dan latihan ROM mampu membantu meningkatkan kondisi fisik serta kemandirian pasien stroke iskemik.
Manajemen Asuhan Keperawatan Keluarga yang Service Excellent Pada Ny. H Dengan Tuberkulosis Paru di Desa Bangun Rejo Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026 Sanni Sihombing; Sri Murtini; Petra Diansari Zega; Lisdayanti Simanjuntak; Pasu Sihombing
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62204

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, dan Indonesia menempati urutan kedua tertinggi di dunia. Provinsi Sumatera Utara mencatat 49.999 kasus pada tahun 2024, dengan Kabupaten Deli Serdang menyumbang 5.972 kasus. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru sangat dipengaruhi oleh peran keluarga dan penerapan pelayanan keperawatan yang berkualitas atau service excellent. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan manajemen asuhan keperawatan keluarga yang service excellent pada Ny. H dengan tuberkulosis paru di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi adalah satu keluarga dengan anggota keluarga menderita tuberkulosis paru. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik pada 11–23 Februari 2026. Hasil pengkajian menegakkan dua diagnosis prioritas, yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dan manajemen kesehatan tidak efektif. Setelah dilakukan implementasi berbasis lima tugas kesehatan keluarga selama sepuluh hari, evaluasi menunjukkan bersihan jalan napas belum sepenuhnya teratasi, sedangkan manajemen kesehatan menunjukkan perbaikan. Simpulan penelitian ini adalah penerapan asuhan keperawatan keluarga yang service excellent efektif meningkatkan pemahaman, kepatuhan pengobatan, dan modifikasi lingkungan pada keluarga penderita tuberkulosis paru.