Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EFEKTIVITAS APIUM GRAVEOLENS DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENCEGAHAN HIPERTENSI LANSIA KAMPUNG KB PANGKALAN MASYHUR MEDAN JOHOR TAHUN 2025 Lisdayanti Simanjuntak; Dina Afriani; Mastaida Tambun; Adelina Sembiring; Lisbet Gurning; Suci Rani Amalia
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3636

Abstract

Hypertension is a predominant health issue in the geriatric population, contributing significantly to an increased risk of cardiovascular disease, stroke, and frailty. Major challenges in managing hypertension in the elderly include polypharmacy, declining organ function, and medication adherence. Apium graveolens (celery) contains apigenin and 3-n-butylphthalide, which are known to possess vasodilatory effects. This study aims to evaluate the effectiveness of Apium graveolens administration as a complementary therapy for the prevention and control of stage I hypertension among the elderly in a rural community setting. Methods:This study employed a Quasi-Experimental design with a Pre-test and Post-test Control Group approach, conducted in Bagun Rejo Village from January to March 2025. The subjects comprised 80 elderly individuals (aged 60 years) with grade I hypertension, selected via purposive sampling. Subjects were divided into two groups: the Intervention Group (n=40), which received a standardized dose of Apium graveolens extract for 8 weeks, and the Control Group (n=40), which received standard lifestyle education. The primary parameters measured were changes in Systolic Blood Pressure (SBP) and Diastolic Blood Pressure (DBP). Data analysis was performed using the Paired t-test and Independent t-test with a 95% confidence level (=0.05).Results: Baseline characteristics between the two groups were homogeneous. After 8 weeks of intervention, the Intervention Group demonstrated a significant reduction in SBP from a mean of 152.4 mmHg to 138.2 mmHg (p 0.001) and a reduction in DBP from 94.5 mmHg to 86.1 mmHg ($p 0.05$). Conversely, the Control Group showed no statistically significant changes. Furthermore, no significant gastrointestinal side effects or electrolyte disturbances were observed in the group consuming Apium graveolens, indicating a favorable safety profile for the elderly. Conclusion:The administration of Apium graveolens proved effective in reducing both systolic and diastolic blood pressure in elderly individuals with grade I hypertension . These findings support the potential of Apium graveolens as a safe and affordable adjuvant therapy in community-based hypertension management strategies, aiming to reduce the burden of polypharmacy in the geriatric population. Integration of this program with the Integrated Healthcare Center for the Elderly (Posyandu Lansia) is recommended for sustainability.Keywords: Apium graveolens, Geriatrics, Hypertension, Elderly, Herbal Therapy
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Service Excellent Pada Lansia Dengan Hipertensi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Laura Gultom; Clinton Antony; Indra Agussamad; Lisdayanti Simanjuntak; Heppy Damayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61737

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering ditemukan pada lansia akibat perubahan fisiologis proses penuaan. Penurunan elastisitas pembuluh darah menyebabkan peningkatan tekanan darah yang meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, serta penurunan kualitas hidup. Kondisi ini memerlukan asuhan keperawatan gerontik yang komprehensif melalui pendekatan service excellence. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellence pada lansia dengan hipertensi guna menurunkan keluhan dan meningkatkan kondisi kesehatan pasien. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada Ny. D di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, dilaksanakan pada 10–13 Maret 2026. Intervensi meliputi teknik slow deep breathing, senam hipertensi, kompres hangat, edukasi kesehatan, serta terapi farmakologis (Amlodipine 5 mg). Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 160/90 mmHg menjadi 140/80 mmHg, penurunan skala nyeri dari 7 menjadi 4, perbaikan kualitas tidur, serta peningkatan toleransi aktivitas. Kesimpulan, penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellence dengan kombinasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis efektif memperbaiki kondisi serta meningkatkan kualitas hidup lansia dengan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Asuhan Keperawatan Gerontik, Service Excellence, Slow Deep Breathing
Manajemen Asuhan Keperawatan Gawat Darurat yang Service Excellent Pada Pasien Cedera Kepala Sedang di Ruangan Thai'f RSU Haji Medan Agus Rogabe Sihotang; Dina Afriani; Lisbet Gurning; Lisdayanti Simanjuntak; Sahnizar Sahnizar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61743

Abstract

Cedera kepala merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi akibat trauma, terutama kecelakaan lalu lintas, dan dapat menyebabkan gangguan neurologis hingga kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada pasien cedera kepala sedang di Ruangan Thai'f RSU Haji Medan tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada satu subjek, yaitu Tn. M dengan diagnosis cedera kepala sedang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi rekam medis, dan pemeriksaan penunjang. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri kepala dengan skala 5, pusing, mual, keterbatasan mobilitas fisik, serta risiko perfusi serebral tidak efektif. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (trauma), gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri, dan risiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan cedera kepala. Intervensi meliputi pemantauan tanda vital dan status neurologis, identifikasi skala nyeri, teknik relaksasi napas dalam, mobilisasi bertahap, serta kolaborasi terapi farmakologis. Setelah asuhan keperawatan selama 3×24 jam, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai penurunan nyeri, mobilitas membaik, dan tidak ditemukan tanda peningkatan tekanan intrakranial. Penerapan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent efektif meningkatkan kondisi pasien cedera kepala sedang melalui pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa yang Service Excellent Pada Tn. M dengan Halusinasi Pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Roy Miracle Sidauruk; Adelina Sembiring; Lisdayanti Simanjuntak; Indra Agussamad; Novrianti Sidabutar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61745

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan persepsi sensori yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, terutama skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya persepsi suara tanpa adanya rangsangan nyata yang dapat memengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi sosial, menjalankan aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan jiwa dengan pendekatan service excellent pada Tn. M yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Tn. M mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan mendengar suara memanggil nama serta menyuruh melakukan tindakan tertentu, perilaku berbicara sendiri, menarik diri, dan kontak mata kurang. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu halusinasi pendengaran dan isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi karakteristik halusinasi, mengajarkan teknik menghardik, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, serta kepatuhan minum obat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi, meningkatnya interaksi sosial, dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penerapan asuhan keperawatan jiwa dengan service excellent terbukti membantu meningkatkan kondisi pasien secara bertahap.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Berbasis Service Excellent Pada Pasien Chronic Kidney Disease di Ruang Intensive Care Unit Febriana Margaretta Tampubolon; Tahan Tahan; Adelina Sembiring; Eko Murdianto; Lisdayanti Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61952

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan progresif fungsi ginjal yang dapat mengancam jiwa akibat akumulasi zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan tubuh. Kondisi ini sering menimbulkan kegawatdaruratan berupa edema paru, oliguria, dan penurunan kesadaran yang memerlukan penanganan intensif. Tujuan studi kasus ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada Tn. M dengan CKD di ruang ICU RSU Haji Medan. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien laki-laki berusia 57 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumen rekam medis selama 3x24 jam. Hasil pengkajian menemukan sesak napas akut, oliguria, kesadaran somnolen (GCS 7), dan kelemahan fisik sehingga dirumuskan tiga diagnosis keperawatan utama: pola napas tidak efektif, hipervolemia, dan risiko infeksi. Intervensi difokuskan pada stabilisasi jalan napas, pemantauan balans cairan ketat, serta penerapan teknik aseptik. Evaluasi akhir menunjukkan pola napas teratasi, sedangkan hipervolemia dan risiko infeksi teratasi sebagian. Simpulan integrasi asuhan keperawatan kritis yang adaptif dan berorientasi pelayanan prima efektif mempercepat stabilisasi klinis serta mencegah komplikasi fatal pada pasien CKD stadium lanjut di ruang intensif.