Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIVITAS APIUM GRAVEOLENS DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENCEGAHAN HIPERTENSI LANSIA KAMPUNG KB PANGKALAN MASYHUR MEDAN JOHOR TAHUN 2025 Lisdayanti Simanjuntak; Dina Afriani; Mastaida Tambun; Adelina Sembiring; Lisbet Gurning; Suci Rani Amalia
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3636

Abstract

Hypertension is a predominant health issue in the geriatric population, contributing significantly to an increased risk of cardiovascular disease, stroke, and frailty. Major challenges in managing hypertension in the elderly include polypharmacy, declining organ function, and medication adherence. Apium graveolens (celery) contains apigenin and 3-n-butylphthalide, which are known to possess vasodilatory effects. This study aims to evaluate the effectiveness of Apium graveolens administration as a complementary therapy for the prevention and control of stage I hypertension among the elderly in a rural community setting. Methods:This study employed a Quasi-Experimental design with a Pre-test and Post-test Control Group approach, conducted in Bagun Rejo Village from January to March 2025. The subjects comprised 80 elderly individuals (aged 60 years) with grade I hypertension, selected via purposive sampling. Subjects were divided into two groups: the Intervention Group (n=40), which received a standardized dose of Apium graveolens extract for 8 weeks, and the Control Group (n=40), which received standard lifestyle education. The primary parameters measured were changes in Systolic Blood Pressure (SBP) and Diastolic Blood Pressure (DBP). Data analysis was performed using the Paired t-test and Independent t-test with a 95% confidence level (=0.05).Results: Baseline characteristics between the two groups were homogeneous. After 8 weeks of intervention, the Intervention Group demonstrated a significant reduction in SBP from a mean of 152.4 mmHg to 138.2 mmHg (p 0.001) and a reduction in DBP from 94.5 mmHg to 86.1 mmHg ($p 0.05$). Conversely, the Control Group showed no statistically significant changes. Furthermore, no significant gastrointestinal side effects or electrolyte disturbances were observed in the group consuming Apium graveolens, indicating a favorable safety profile for the elderly. Conclusion:The administration of Apium graveolens proved effective in reducing both systolic and diastolic blood pressure in elderly individuals with grade I hypertension . These findings support the potential of Apium graveolens as a safe and affordable adjuvant therapy in community-based hypertension management strategies, aiming to reduce the burden of polypharmacy in the geriatric population. Integration of this program with the Integrated Healthcare Center for the Elderly (Posyandu Lansia) is recommended for sustainability.Keywords: Apium graveolens, Geriatrics, Hypertension, Elderly, Herbal Therapy
Manajemen Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Service Excellent Pada Lansia Dengan Hipertensi di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Laura Gultom; Clinton Antony; Indra Agussamad; Lisdayanti Simanjuntak; Heppy Damayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61737

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering ditemukan pada lansia akibat perubahan fisiologis proses penuaan. Penurunan elastisitas pembuluh darah menyebabkan peningkatan tekanan darah yang meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, serta penurunan kualitas hidup. Kondisi ini memerlukan asuhan keperawatan gerontik yang komprehensif melalui pendekatan service excellence. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellence pada lansia dengan hipertensi guna menurunkan keluhan dan meningkatkan kondisi kesehatan pasien. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi pada Ny. D di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai, dilaksanakan pada 10–13 Maret 2026. Intervensi meliputi teknik slow deep breathing, senam hipertensi, kompres hangat, edukasi kesehatan, serta terapi farmakologis (Amlodipine 5 mg). Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 160/90 mmHg menjadi 140/80 mmHg, penurunan skala nyeri dari 7 menjadi 4, perbaikan kualitas tidur, serta peningkatan toleransi aktivitas. Kesimpulan, penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis service excellence dengan kombinasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis efektif memperbaiki kondisi serta meningkatkan kualitas hidup lansia dengan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Asuhan Keperawatan Gerontik, Service Excellence, Slow Deep Breathing
Manajemen Asuhan Keperawatan Gawat Darurat yang Service Excellent Pada Pasien Cedera Kepala Sedang di Ruangan Thai'f RSU Haji Medan Agus Rogabe Sihotang; Dina Afriani; Lisbet Gurning; Lisdayanti Simanjuntak; Sahnizar Sahnizar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61743

Abstract

Cedera kepala merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi akibat trauma, terutama kecelakaan lalu lintas, dan dapat menyebabkan gangguan neurologis hingga kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada pasien cedera kepala sedang di Ruangan Thai'f RSU Haji Medan tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada satu subjek, yaitu Tn. M dengan diagnosis cedera kepala sedang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi rekam medis, dan pemeriksaan penunjang. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri kepala dengan skala 5, pusing, mual, keterbatasan mobilitas fisik, serta risiko perfusi serebral tidak efektif. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (trauma), gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri, dan risiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan cedera kepala. Intervensi meliputi pemantauan tanda vital dan status neurologis, identifikasi skala nyeri, teknik relaksasi napas dalam, mobilisasi bertahap, serta kolaborasi terapi farmakologis. Setelah asuhan keperawatan selama 3×24 jam, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai penurunan nyeri, mobilitas membaik, dan tidak ditemukan tanda peningkatan tekanan intrakranial. Penerapan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent efektif meningkatkan kondisi pasien cedera kepala sedang melalui pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa yang Service Excellent Pada Tn. M dengan Halusinasi Pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Roy Miracle Sidauruk; Adelina Sembiring; Lisdayanti Simanjuntak; Indra Agussamad; Novrianti Sidabutar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61745

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan persepsi sensori yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa, terutama skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya persepsi suara tanpa adanya rangsangan nyata yang dapat memengaruhi kemampuan individu dalam berinteraksi sosial, menjalankan aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan manajemen asuhan keperawatan jiwa dengan pendekatan service excellent pada Tn. M yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruangan Sorik Merapi 6 UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Tn. M mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan mendengar suara memanggil nama serta menyuruh melakukan tindakan tertentu, perilaku berbicara sendiri, menarik diri, dan kontak mata kurang. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu halusinasi pendengaran dan isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi karakteristik halusinasi, mengajarkan teknik menghardik, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, serta kepatuhan minum obat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kemampuan mengontrol halusinasi, meningkatnya interaksi sosial, dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penerapan asuhan keperawatan jiwa dengan service excellent terbukti membantu meningkatkan kondisi pasien secara bertahap.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Berbasis Service Excellent Pada Pasien Chronic Kidney Disease di Ruang Intensive Care Unit Febriana Margaretta Tampubolon; Tahan Tahan; Adelina Sembiring; Eko Murdianto; Lisdayanti Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61952

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan progresif fungsi ginjal yang dapat mengancam jiwa akibat akumulasi zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan tubuh. Kondisi ini sering menimbulkan kegawatdaruratan berupa edema paru, oliguria, dan penurunan kesadaran yang memerlukan penanganan intensif. Tujuan studi kasus ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang service excellent pada Tn. M dengan CKD di ruang ICU RSU Haji Medan. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien laki-laki berusia 57 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumen rekam medis selama 3x24 jam. Hasil pengkajian menemukan sesak napas akut, oliguria, kesadaran somnolen (GCS 7), dan kelemahan fisik sehingga dirumuskan tiga diagnosis keperawatan utama: pola napas tidak efektif, hipervolemia, dan risiko infeksi. Intervensi difokuskan pada stabilisasi jalan napas, pemantauan balans cairan ketat, serta penerapan teknik aseptik. Evaluasi akhir menunjukkan pola napas teratasi, sedangkan hipervolemia dan risiko infeksi teratasi sebagian. Simpulan integrasi asuhan keperawatan kritis yang adaptif dan berorientasi pelayanan prima efektif mempercepat stabilisasi klinis serta mencegah komplikasi fatal pada pasien CKD stadium lanjut di ruang intensif.
Manajemen Asuhan Keperawatan Medikal Bedah yang Service Excellent Pada Pasien CA. Mamae di Ruangan Thaif RSU Haji Medan Sumatera Utara Nadia Nadia; Dina Afriani; Lisbet Gurning; Lisdayanti Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62182

Abstract

Kanker payudara (Ca. Mamae) merupakan penyakit tidak menular penyebab utama kematian pada wanita. Di Kota Medan, jumlah penderita kanker mencapai 3.206 kasus dengan kanker payudara sebagai jenis terbanyak (824 kasus), dan di RSU Haji Medan tercatat 331 pasien menjalani tindakan operasi dan perawatan sejak 2023 hingga 2025. Kondisi ini membutuhkan asuhan keperawatan medikal bedah yang komprehensif dan berorientasi pada service excellent. Tujuan menggambarkan penerapan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah yang berorientasi service excellent pada pasien Ca. Mamae di Ruangan Thaif RSU Haji Medan Sumatera Utara Tahun 2026. Metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif pada satu subjek yaitu Ny. E, perempuan usia 53 tahun dengan diagnosis medis Ca. Mamae, di Ruangan Thaif RSU Haji Medan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi rekam medis pada 20 Februari–20 Maret 2026, dengan implementasi 12–15 Maret 2026. Hasil: Ditegakkan empat diagnosis keperawatan yaitu perfusi perifer tidak efektif, nyeri kronis, risiko infeksi, dan gangguan citra tubuh. Setelah tiga hari implementasi, kadar hemoglobin meningkat dari 4,9 g/dL menjadi 11 g/dL, skala nyeri turun dari 6 menjadi 3, tidak ditemukan tanda infeksi, dan pasien mampu menerima kondisi tubuhnya. Kesimpulan manajemen asuhan keperawatan medikal bedah berorientasi service excellent efektif memperbaiki kondisi biopsikososial pasien Ca. Mamae.
Manajemen Asuhan Keperawatan Keluarga yang Service Excellent Pada Ny. H Dengan Tuberkulosis Paru di Desa Bangun Rejo Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026 Sanni Sihombing; Sri Murtini; Petra Diansari Zega; Lisdayanti Simanjuntak; Pasu Sihombing
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62204

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, dan Indonesia menempati urutan kedua tertinggi di dunia. Provinsi Sumatera Utara mencatat 49.999 kasus pada tahun 2024, dengan Kabupaten Deli Serdang menyumbang 5.972 kasus. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru sangat dipengaruhi oleh peran keluarga dan penerapan pelayanan keperawatan yang berkualitas atau service excellent. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan manajemen asuhan keperawatan keluarga yang service excellent pada Ny. H dengan tuberkulosis paru di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi adalah satu keluarga dengan anggota keluarga menderita tuberkulosis paru. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik pada 11–23 Februari 2026. Hasil pengkajian menegakkan dua diagnosis prioritas, yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dan manajemen kesehatan tidak efektif. Setelah dilakukan implementasi berbasis lima tugas kesehatan keluarga selama sepuluh hari, evaluasi menunjukkan bersihan jalan napas belum sepenuhnya teratasi, sedangkan manajemen kesehatan menunjukkan perbaikan. Simpulan penelitian ini adalah penerapan asuhan keperawatan keluarga yang service excellent efektif meningkatkan pemahaman, kepatuhan pengobatan, dan modifikasi lingkungan pada keluarga penderita tuberkulosis paru.
Manajemen Asuhan Keperawatan Gawat Darurat yang Service Excellent pada Tn. Z dengan Congestive Heart Failure di Ruang CVCU RSU Haji Medan Tahun 2026 Nilia Nonifati Hia; Lisbet Gurning; Dina Afriani; Lisdayanti Simanjuntak; Noni Artina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61961

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi patologis pada jantung yang menyebabkan penurunan kemampuan memompa darah sehingga terjadi akumulasi cairan di ruang interstisial dan intravaskular. Data World Health Organization tahun 2023 melaporkan sekitar 64,34 juta penderita gagal jantung di dunia, sementara di RSU Haji Medan tercatat peningkatan kasus dari 166 pada 2023 menjadi 437 pada 2025. Tujuan menerapkan manajemen asuhan keperawatan gawat darurat yang berorientasi pada service excellent pada Tn. Z dengan Congestive Heart Failure di Ruang CVCU RSU Haji Medan Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu subjek, yaitu Tn. Z (52 tahun) dengan diagnosis CHF. Studi dilakukan pada tanggal 11–13 Maret 2026 di Ruang Cardiovascular Care Unit (CVCU) RSU Haji Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik, dan penelaahan rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan proses keperawatan sesuai SDKI, SLKI, dan SIKI. Hasil ditegakkan tiga diagnosis keperawatan yaitu penurunan curah jantung, pola napas tidak efektif, dan intoleransi aktivitas. Setelah tiga hari implementasi ketiga masalah teratasi sebagian, ditandai penurunan frekuensi napas dari 27x/menit menjadi 25x/menit, nadi dari 115x/menit menjadi 95x/menit, SpO2 meningkat menjadi 97%, dan edema berkurang. Kesimpulan penerapan asuhan keperawatan gawat darurat berbasis service excellent efektif memperbaiki kondisi klinis pasien CHF.
Hubungan Peran Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Lansia Yang Menderita TB Paru Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik MedanTahun 2021 Dina Afriani; Lisdayanti Simanjuntak; Petra Diansari Zega; Labora Br Manulang; Roida Sartika Dewi Simanullang; Habib Nabawi; Siti Nur Fadila
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2021): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v1i3.2669

Abstract

Pulmonary TB is a major problem in the prevention and eradication of TB in the world. This study aims to determine the relationship between the role of the family and compliance with taking medication for elderly people suffering from pulmonary TB at the Adam Malik Haji Central General Hospital, Medan in 2021. This type of research is descriptive correlation with a cross sectional research design. The number of samples was 43 from April to June 2021. The research was conducted at RSUP. Human Rights at the MDR TB Polyclinic. Bivariate analysis used the chi-square test to determine the relationship between the role of the family and the role of nurses on medication compliance, while the multivariate analysis used medication compliance for elderly people suffering from multiple logistic pulmonary TB. Based on hypothesis testing using chi-square with a confidence level of 95%, it was found that there was a significant relationship between family role and medication adherence (p=0.01). There is a significant relationship between. Based on multivariate analysis, the variable that was most related to medication adherence in MDR TB sufferers was informational family support (p=0.01). The conclusion of this research is that there is a relationship between the supportive role of nurses and compliance with taking medication in TB sufferers.