Claim Missing Document
Check
Articles

STEMMING DOKUMEN TEKS BAHASA BALI DENGAN METODE RULE BASE APPROACH Putu Gede Surya Cipta Nugraha; Ni Wayan Wardani
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 7 No 3 (2020): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v7i3.538

Abstract

The Balinese are one of the ethnic groups of Indonesia, the majority of which are on the island of Bali, the language used is Balinese with three levels of sor-singgih (tigang soroh) guidelines, namely Basa Kasar, Basa Madia and Basa Alus. Balinese language also has the additions of pangater, seselan and pangiring. To facilitate the search for basic words in Balinese, a stemming process is needed. Stemming is the process of mapping and decomposing the form of a word into its basic form. The stemming process is very important in the information retrieval system process. In this study, the Balinese stemming process used the Rule Base Approach method. The data used in this study are 376 basic words in Balinese. This study aims to design an appropriate stemming application for Balinese stemming. The initial stage in the Balinese stemming process is to carry out the input process, preprocessing, filtering, case folding and tokenization. Each word is subjected to a stemming process to remove the additions of pangater, seselan, and pangiring. The results of the study indicate that the Rule Base Approach method can be used to stem Balinese texts, this can be seen from the results of the accuracy reaching 77.82%. Of course, in testing there are still failures caused by overstemming errors resulting from the stemming process.
Pelatihan Peningkatan Pemahaman Penggunaan Facebook dan Instagram pada Kelompok Petani Vanili dalam Penyebaran Informasi Pertanian Gede Surya Mahendra; I Putu Yoga Indrawan; Putu Gede Surya Cipta Nugraha
Jurnal Pengabdian Masyarakat (abdira) Vol 2, No 1 (2022): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v2i1.98

Abstract

Vanilla (Vanilla planifolia) has a high price due to the complicated cultivation and harvesting process, which is also faced by PKM partners. The Balinese vanilla farmer group has started to recover from the slump that almost 10 years of vanilla production in Bali was attacked by stem rot pests. The purpose of this PKM activity is to provide training to PKM Partners on the use of social media in disseminating information about the vanilla plant. The stages of PKM activities include the stages of identification, preparation, implementation, monitoring and evaluation as well as reporting and publication. PKM activities will be held on 27 June 2021 and 5 July 2021 with a focus on training on the use of Facebook and Instagram. This PKM activity was attended by 6 vanilla farmers. Based on the pretest and posttest, there was an increase in knowledge from the previous pretest value of 42.74%, in the posttest it increased to 75.24%. PKM activities have been successfully implemented and achieved in good conditions.
Rancangan dan Implementasi Sistem E-Learning Berbasis Web I Putu Yoga Indrawan; Putu Gede Surya Cipta Nugraha
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v3i3.29050

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi berdampak pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya pendidikan. E-learning merupakan salah satu dampak perkembangan teknologi di bidang pendidikan. Pembelajaran dengan menggunakan sistem e-learning memberikan kesempatan belajar tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem e-learning berbasis web. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model pengembangan waterfall. Model ini terdiri dari tahap rekayasa dan pemodelan, tahap analisis, tahap desain, tahap implementasi, tahap pengujian dan tahap pemeliharaan.  Subjek yang berpartisipasi dalam pengembangan ini meliputi pengguna dan pelaksana di bidang e-learning. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis yang dilakukan meliputi analisis perbandingan, pendalaman dan penajaman, yang dilakukan dalam bentuk diskusi terbatas. Hasil peneltian menunjukkan bahwa rancangan sistem e-learning sudah sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan guru dan peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rancangan sistem e-learning layak diimplementasikan sebagai sarana pendukung pembelajaran di sekolah.
Sebuah Review Perancangan Website Sebagai Media Pemasaran Dan Penjualan Industry XYZ Florist Putu Gede Surya Cipta Nugraha
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.712 KB) | DOI: 10.47532/jiv.v2i1.76

Abstract

In the xyz florist industry business, facilities and infrastructure are urgently needed in conducting marketing and sales activities, so that the xyz florist industry can be known to the wider community and increase turnover. Currently the marketing carried out by the xyz florist industry is still poorly managed. Marketing and sales are still done conventionally by opening small booths on the roadside during valentine, using brochures, and offering to work with other businesses. To overcome these problems, website design is done to support the marketing and sales activities of the xyz florist industry. Website marketing and sales design using CMS (Content Management System) tools. With this website, marketing and sales activities will be maximized so that the turnover of the xyz florist industry can increase.
PENERAPAN KAMUS DASAR PADA METODA RULE BASE APPROACH UNTUK MENGURANGI KESALAHAN STEMMING BAHASA BALI Ni Wayan Wardani; Putu Gede Surya Cipta Nugraha
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe process of stemming Balinese text using the Rule Base Approach method produces a fairly good level of accuracy, reaching 77.82%, but if we refer to the results of the tests carried out with the wrong stemming test results, there are still many errors in the stemming process because of the Rule Base Approach method has a weakness if it is applied to words that have high additive complexity and the stemming application cannot, namely the rules, then an error will occur in the stemming process. In addition, the cause of errors also occurs due to overstemming. Overstemming is a problem in the stemming process where the root word from the stemming result lacks a syllable or letter which is considered an affix as a result of the stemming process. In this study, a dictionary was added to the Rule Base Approach method to reduce stemming errors and increase the accuracy of the results. The added dictionary will be used to check every word that has gone through the affix truncation process, then the cutting results are immediately matched with the dictionary containing the base word. The use of a basic dictionary in the Rule Base Approach method can increase the accuracy of stemming by 10.61%.Keyword : Balinese language, Rule Base Approach, Stemming, Overstemming, DictionaryABSTRAKProses stemming teks Bahasa Bali dengan metoda Rule Base Approach menghasilkan tingkat akurasi yang cukup baik yaitu mencapai angka 77.82%, akan tetapi jika mengacu pada hasil pengujian tepatnya dengan hasil uji stemming salah, masih terdapat banyak kesalahan pada proses stemming hal ini di karenakan metoda Rule Base Approach memiliki kelemahan yaitu jika diterapkan pada kata yang memiliki kompleksitas imbuhan yang tinggi dan aplikasi stemming tidak dapat mengenali rule maka akan terjadi kesalahan pada proses stemming. Selain itu penyebab kesalahan juga terjadi karena overstemming. Overstemming adalah sebuah permasalahan pada proses stemming dimana kata dasar dari hasil stemming mengalami kekurangan suku kata atau huruf yang dianggap sebagai imbuhan akibat dari proses stemming. Pada penelitian ini diusulkan penambahan kamus pada metode Rule Base Approach untuk mengurangi kesalahan stemming dan meningkatkan ketepatan hasil. Kamus yang ditambahkan akan digunakan untuk pengecekan pada setiap kata yang telah melewati proses pemotongan imbuhan, kemudian hasil dari pemotongan langsung dicocokkan dengan kamus yang berisi kata dasar. Penggunaan kamus dasar pada metoda Rule Base Approach dapat meningkatkan ketepatan stemming sebesar 10.61%.Kata Kunci : Bahasa Bali, Rule Base Approach, Stemming, Overstemming, Kamus Dasar
PREDIKSI CITRA MAKANAN MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK UNTUK MENENTUKAN BESARAN KALORI MAKANAN I Putu Agus Eka Darma Udayana; Putu Gede Surya Cipta Nugraha
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.274 KB)

Abstract

ABSTRACTDeep learning is a subfield of machine learning which its development has been significantly increased recently. One example of the application deep learning method is the implementation of computer vision to recognize an image. In this research, the authors focus on the application of deep learning to recognize food images. Food recognition is also useful in many popular lifestyle applications such as calorie counting applications or diet-related applications. In this research, the CNN method is proposed to recognize the image of commonly consumed food by Indonesian people. This technique consists of 3 main phases, first preprocessing or normalizing of food image input data by wrapping and cropping, second the formation of models and system training, and the last is pra-training for system testing. The experiment focused on the implementation of the CNN method to recognize food images for developed calorie counter applications. This research uses 50 food image data for testing each food category with an average accuracy of 86% and the system can determine the number of food calories based on a calorie database in the system.Keywords: Convolution Neural Network (CNN), Deep Learning, Food Prediction, Food Calorie.ABSTRAKDeep Learning adalah bidang keilmuan baru pada machine learning yang akhir-akhir ini berkembang sangat pesat. Salah satu contoh penerapan metode deep learning adalah implementasi komputer vision untuk mengenali sebuah gambar. Pada penelitian ini, penulis fokus pada penerapan deep learning untuk mengenali citra makanan. Pengenalan makanan juga berguna dalam banyak aplikasi gaya hidup populer seperti aplikasi penghitung kalori atau aplikasi yang berhubungan dengan diet. Pada penelitian ini diusulkan metode CNN untuk mengenali citra makanan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Teknik ini terdiri dari 3 tahap utama, pertama preprocessing atau menormalkan data input citra makanan dengan melakukan wrapping dan cropping, kedua pembentukan model dan pelatihan sistem, dan yang terakhir adalah melakukan prapelatihan untuk pengujian sistem. Percobaan difokuskan pada bagaimana metode CNN dapat digunakan sebagai metode untuk mengenali citra makanan sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi penghitung kalori. Pada penelitian ini digunakan 50 data citra makanan untuk pengujian setiap kategori makanan dengan rata-rata akurasi sebesar 86% dan sistem dapat menentukan besaran kalori makanan sesuai dengan database kalori pada sistem.Kata Kunci : Convolution Neural Network (CNN), Deep Learning, Prediksi Citra Makanan, KaloriMakanan.
Pelatihan Pengelolaan Laporan Keuangan Sederhana Bagi UMKM The Sleepy Jon Gianyar Bali Ni Made Mila Rosa Desmayani; Putu Gede Surya Cipta Nugraha; Ni Wayan Wardani; Gede Surya Mahendra
Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.089 KB)

Abstract

Usaha Mikro atau Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan segmentasi usaha yang memiliki persentase serta kontribusi yang besar di Indonesia. Namun, masih banyak UMKM yang belum menggunakan akuntansi dalam menunjang kegiatan bisnisnya. Alasan pelaku UMKM tidak menggunakan akuntansi antara lain adalah akuntansi dianggap sesuatu yang sulit dan tidak penting. Hal ini menyebabkan perkembangan perusahaan khususnya dalam hal kinerja keuangan tidak dapat diketahui secara jelas. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah belum menerapkan pencatatan dan pembuatan laporan keuangan dengan benar serta SDM mitra belum memiliki pengetahuan mengenai laporan keuangan sederhana. Metode dalam kegiatan PKM ini adalah kombinasi dari ceramah dan praktek. Berdasarkan pretest dan posttest yang telah dilakukan, terjadi peningkatan kemampuan Mitra dalam pemahaman dan penggunaan laporan keuangan sederahana dengan kategori baikdengan nilai pretest yang sebelumnya berada pada 49,33%, pada posttest meningkat menjadi 78%. Kegiatan PKM ini memiliki implikasi dan dampak yang baik dan positif bagi mitra.
Pemilihan Penerima Pinjaman Koperasi pada Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan FUCOM-COPRAS Gede Surya Mahendra; Putu Gede Surya Cipta Nugraha; Ni Wayan Wardani; Ni Made Mila Rosa Desmayani
Jurnal Manajemen dan Teknologi Informasi Vol. 12 No. 01 (2022): Jurnal Manajemen dan Teknologi Informasi
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.049 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6508985

Abstract

Perusahaan harus menerapkan manajemen risiko yang baik. KYC juga harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui keadaan customer. Koperasi juga perlu memiliki kedua hal tersebut dalam pemberian pinjaman bagi anggotanya. Kondisi pandemi membuat petugas kredit kesulitan dalam melakukan penilaian KYC. SPK menjadi salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan penentuan penerima pinjaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah FUCOM-COPRAS dan menggunakan CRISP-DM Framework. Penelitian ini menitikberatkan pada proses konversi data kualitatif menjadi kuantitatif. Data alternatif yang ditransformasikan seluruhnya memiliki akurasi faktual yang lebih rendah dibandingkan dengan data alternatif yang mentransformasi hanya pada data kualitatifnya saja. Penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi pada data kuantitatif akan menurunkan akurasi faktual pada hasil penelitian. FUCOM-COPRAS dapat diimplementasikan dengan baik pada pemilihan penerima pinjaman koperasi.
Pelatihan Animasi “Elemen Desain Komunikasi Visual” Bagi Industri Kecil Menengah Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Ni Wayan Wardani; I Nyoman Agus Suarya Putra; Desak Dwi Utami Putra; I Ketut Sutarwiyasa; Putu Satria Udyana Putra; Putu Gede Surya Cipta Nugraha
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v3i2.957

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan roda penggerak ekonomi berbasis kerakyatan. Pertumbuhan jumlah IKM yang semakin meningkat khususnya di Bali mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Bali. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali selaku dinas yang menaungi IKM dan UMKM Provinsi Bali sangat tanggap dan sadar akan kebutuhan IKM untuk dapat mempertahankan bisnis yang dijalankan. Salah satu kebutuhan IKM yang sangat penting adalah pemahaman terhadap desain grafis atau desain komunikasi visual yang merupakan elemen penting dalam proses pembangunan kesadaran akan sebuah brand dan dapat membawa interaksi antara produk dengan target pelanggan. Oleh karena itu Disperindag Provinsi Bali bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) mengadakan pelatihan animasi dasar dengan memperkenalkan elemen dasar komunikasi visual dengan tujuan untuk peningkatan kompetensi pengelola IKM. Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh 30 peserta pengelola IKM. Peserta mendapat kesempatan praktek langsung dan berdiskusi dengan tenaga pengajar dan seluruh peserta.
Pelatihan Penentuan Harga Pokok Penjualan pada Toko Kue Dapur Friska Luh Gede Bevi Libraeni; Ni Made Mila Rosa Desmayani; Devi Valentino Waas; Ayu Gede Willdahlia; Gede Surya Mahendra; Ni Wayan Wardani; Putu Gede Surya Cipta Nugraha
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v3i2.973

Abstract

Usaha Mikro atau Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki persentase serta kontribusi yang besar di Indonesia. Selain itu, kelebihan dari kelompok usaha ini adalah sudah terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan ekonomi. Perkembangan UMKM baru terlihat dari sisi jumlahnya saja. perhitungan harga pokok penjualan di industri terdapat beberapa unsur yang harus diperhatikan, diantaranya adalah elemen-elemen pembentuk harga pokok produksi yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Harga Pokok Produksi merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Perhitungan yang benar akan menghasilkan harga pokok penjualan yang tepat dimana selanjutnya akan dapat ditetapkan harga jual yang tepat pula, sehingga nantinya mampu menghasilkan laba yang sesuai dengan yang diharapkan. Perhitungan harga pokok penjualan di industri terdapat beberapa unsur yang harus diperhatikan, diantaranya adalah elemen-elemen pembentuk harga pokok produksi yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. UMKM memiliki kontribusi atau peranan cukup besar, yaitu: perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja, maka sudah menjadi keharusan untuk melakukan penguatan kelompok UMKM yang melibatkan banyak kelompok. Perkembangan jumlah UMKM dari tahun ke tahun semakin bertambah. Perkembangan UMKM baru terlihat dari sisi jumlahnya saja. Secara umum, khususnya dalam aspek finansial, hanya sedikit UMKM yang mengalami perkembangan dalam hal kinerja keuangannya. Hal ini tak lepas dari ketidaksadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pengelolaan keuangan perusahaan merupakan proses sistematis untuk menghasilkan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bagi penggunanya.