Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN WAFER RANSUM BERBASIS SILASE ISI RUMEN SAPI TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR, SERAT KASAR SERTA KONSENTRASI VFA DAN NH3 SECARA IN-VITRO Balang, Dance M.; Lazarus, Edwin J. L.; Hilakore, Maritje A.
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 2 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i2.22251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan wafer berbasis silase isi rumen sapi terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, konsentrasi VFA dan amonia (NH3) secara in-vitro. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu: P0: Penyimpanan 0 hari, P1: Penyimpanan 10 hari, P2:  Penyimpanan 20 hari, P3: Penyimpanan 30 hari. Variabel yang di-ukur  adalah kandungan protein kasar, serat kasar, konsentrasi VFA dan konsentrasi NH3 secara in-vitro.. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar dan konsentrasi amonia (NH3) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan serat kasar dan konsentrasi VFA. Disimpulkan bahwa semakin lama penyimpanan wafer ransum  maka kandungan serat kasar dan produksi VFA akan semakin menurun namun kandungan protein kasar dan amonia (NH3) semakin meningkat. Kandungan protein, serat kasar,VFATotal dan NH3 berada pada kondisi optimal dan mempunyai kualitas yang baik pada penyimpanan 20 hari.
KULITAS FISIK SILASE PEMI RUMPUT KUME (SORGHUM PLUMOSUM VAR. TIMORENESE) DENGAN PENAMBAHAN LEVEL MIKROORGANISME LOKAL YANG BERBEDA Dina, Matilde; Wie Lawa, Emma D.; Hilakor, Maritje A. e; Lazarus, Edwin J. L.
STOCK Peternakan Vol 6, No 2 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i2.1507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) dengan penambahan level mikroorganisme lokal (MOL) yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu P0= rumput kume + filtra tabu sekam padi (FASP); P1= P0 + 40 ml MOL, P2= P0 + 80 ml MOL, P3= P0 + 120 ml MOL. Variabel yang diukur adalah kualitas fisik meliputi pH, tekstur, warna, aroma dan jamur. Kualitas fisik diamati menggunakan petunjuk skor uji organoleptik dari 15 orang panelis. Data organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test, pH diamati menggunakan pH meter dan datanya dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P0,001) terhadap variabel pH, warna dan jamur. Sedangkan tekstur dan aroma memberikan hasil yang sama. Disimpulkan bahwa dengan meningkatnya level mikroorganisme lokal (MOL) memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas fisik silase pemi rumput kume yaitu terjadi penurunan nilai pH, perubahan warna dan silase tidak berjamur sedangkan tekstur dan aroma sama untuk semua perlakuan. Penambahan level MOL 40 ml dalam pembuatan silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) menghasilkan kualitas fisik silase pemi terbaik.
PENGARUH PEMASAKAN TEPUNG BONGGOL PISANG DENGAN LEVEL UREA BERBEDA TERHADAP SIFAT FISIK PRODUK PEMASAKAN Jehabun, Felikianus; Lazarus, Edwin J. L.; Hilakore, Maritje A.; Wie Lawa, Emma D.
STOCK Peternakan Vol 7, No 1 (2025): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v7i1.1689

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan tepung bonggol pisang dengan kadar urea yang berbeda terhadap karakteristik fisik produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan. P0 = 300 g tepung bonggol pisang tanpa urea, P1 = 300 g tepung bonggol pisang + 2% urea, P2 = 300 g tepung bonggol pisang + 4% urea, dan P3 = 300 g tepung bonggol pisang + 6% urea adalah perlakuan yang diuji. Karakteristik yang diukur meliputi berat jenis, kadar air, daya serap air, dan kelarutan dalam air. “Analisis varians (ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan untuk menguji data. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemanasan tepung bonggol pisang dengan kadar urea 6% tidak berpengaruh signifikan (P0,05) terhadap kepadatan curah, namun berpengaruh sangat signifikan (P0,01) terhadap kadar udara, daya serap udara dan kelarutan dalam udara.” Hal ini menunjukkan bahwa pemanasan tepung bonggol pisang dengan urea 6% menghasilkan perubahan yang baik pada kelarutan udara, kadar air, dan daya serap. 
Evaluasi Penambahan Buah Pare (Momordica Charantia) Pada Pakan Terhadap Penampilan Produksi Ayam Pedaging Judin, Sira; Datta, Frans Umbu; Lazarus, Edwin J. L.
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2022.023.01.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengidentifikasi efektivitas dan level penggunaan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) terhadap mortalitas cacing Haemonchus contortus secara in vitro. Desain penelitian menggunakan eksperimen secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dirancang dalam 6 perlakuan, dimana setiap perlakuan diulang 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor cacing Haemonchus contortus betina sehingga terdapat 24 unit percobaan. Perlakuan yang diuji yakni R0 = Obat cacing albendazole 0,05 gram (control +) + 25 ml NaCl 0,9%. R1: Air suling 25 ml (control -) R2 : Ekstrat daun muda kersen (EDMK) 15 mg + 25 ml NaCl 0,9%. R3: Ekstrat daun muda kersen (EDMK) 30 mg + 25 ml NaCl 0,9%. R4: Ekstrat daun muda kersen (EDMK) 45 mg + 25 ml NaCl 0,9%, dan R5: Ekstrat daun muda kersen (EDMK) 60 mg + 25 ml NaCl 0,9%. Variabel yang diamati yakni daya anthelmentik pada cacing, Haemonchus contortus, uji daya ovicidal cacing Haemonchus contortus, uji daya larvasida, panjang larvasida pasca perlakuan dan tingkat kerusakan vulva flap periode larvasida. Hasil analisis diperoleh bahwa penggunaan ekstrak daun kersen berpengaruh positif terhadap daya anthementik cacing H. contortus, dan memiliki pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap daya ovisidal cacing H. contortus, daya larvasida dan panjang larvasida pasca perlakuan memiliki pengaruh yang nyata (P<0,01), serta dapat merusak organ reproduksi dan melisiskan cacing H. contortus. Disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak daun kersen dapat menghambat perkembangan cacing H. contortus, daya larvasida, panjang larvasida serta dapat melisiskan cacing H. contortus.
The Effect Of Time Fermentation On The Physical Quality Of Cow’s Rumen Content Silage Ton, Jusril Wina; Wie Lawa, Emma Dyelim; Hilakore, Maritje Aleonor; Lazarus, Edwin J.L
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v11i3.p176-189

Abstract

The study aimed to determine the effect of fermentation time on the physical quality of cow’s rumen content silage. The study used an experimental method based on a completely randomized design (CRD) with 4 treatments of incubation time and 4 replications. The composition of the silage ingredients was as follows: cow’s rumen contents 60% +  rice bran 35% +  palm sugar 5% + local microorganisms 40 ml. Treatment of the fermentation time was P1: four weeks, P2: six weeks, P3: eight weeks, and P4: ten weeks. The variables observed were color, texture, odor, fungus, and cow’s rumen content silage pH. The results of the Kruskall Wallis Test analysis showed that the treatment had a very significant effect (P <0.01) on texture and odor. Still, they had no significant effect (P>0.05) on color and fungus. The results of ANOVA showed that the treatment had a very significant effect (P<0.01) on the pH value. Based on the results it can be concluded that the different fermentation times affected the texture, odor, and pH value, but not affect the color and fungus existence. The best fermentation time for this research is 8 weeks.
Cholesterol and Blood Profile of Bali Cattle Fed Chromolaena odorata Weed with Rice Straw as Basal Feed Oematan, Gustaf; Mullik, Marthen Luther; Benu, Imanuel; Jelantik, I Gusti Ngurah; Dato, Twenfosel Dami; Lestari, Gusti Ayu Yudit; Malelak, Gemini Ermiani; Hartati, Erna; Lazarus, Edwin; Yunus, Marten
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.5263

Abstract

This study aims to determine the effect of the level of C. odorata (CO) silage-based concentrate on the blood profiles of Bali cattle. Three male Bali cattle (initial 2 years old with CV = 19,28%) were randomly assigned to one of three meals: rice straw and concentrates containing C.odorata silage 30% (RCO30) or  C.odorata silage 40% (RCO40) or C.odorata silage 50% (RCO50), respectively, using a 3 x 3 Latin Square Design. The was no significant effect between treatments (P> 0.05) on blood cholesterol (195.74-220.49 mg/dL), blood urea (48.41-49.44 mg/dL), total blood plasma (6.08-6.93 g/dL), blood haemoglobin (Hb; 18.18-18.92 g/dL), hematocrit levels (45.56-53.03%), erythrocytes (7.06-8.24 106/l), and leucocytes (8.56-8.84/l). Blood glucose levels, however, differed significantly (P<0.05) between treatment. Feeding Bali cattle with different levels of C.odorata-based concentrate resulted in the same effect on all blood parameters except blood glucose. Therefore, it is recommended that the use of C.odorata in a ration of Bali cattle can be up to 50%.