Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN WAFER RANSUM BERBASIS SILASE ISI RUMEN SAPI TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR, SERAT KASAR SERTA KONSENTRASI VFA DAN NH3 SECARA IN-VITRO Balang, Dance M.; Lazarus, Edwin J. L.; Hilakore, Maritje A.
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 2 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i2.22251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan wafer berbasis silase isi rumen sapi terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, konsentrasi VFA dan amonia (NH3) secara in-vitro. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu: P0: Penyimpanan 0 hari, P1: Penyimpanan 10 hari, P2:  Penyimpanan 20 hari, P3: Penyimpanan 30 hari. Variabel yang di-ukur  adalah kandungan protein kasar, serat kasar, konsentrasi VFA dan konsentrasi NH3 secara in-vitro.. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar dan konsentrasi amonia (NH3) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan serat kasar dan konsentrasi VFA. Disimpulkan bahwa semakin lama penyimpanan wafer ransum  maka kandungan serat kasar dan produksi VFA akan semakin menurun namun kandungan protein kasar dan amonia (NH3) semakin meningkat. Kandungan protein, serat kasar,VFATotal dan NH3 berada pada kondisi optimal dan mempunyai kualitas yang baik pada penyimpanan 20 hari.
KULITAS FISIK SILASE PEMI RUMPUT KUME (SORGHUM PLUMOSUM VAR. TIMORENESE) DENGAN PENAMBAHAN LEVEL MIKROORGANISME LOKAL YANG BERBEDA Dina, Matilde; Wie Lawa, Emma D.; Hilakor, Maritje A. e; Lazarus, Edwin J. L.
STOCK Peternakan Vol 6, No 2 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i2.1507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) dengan penambahan level mikroorganisme lokal (MOL) yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu P0= rumput kume + filtra tabu sekam padi (FASP); P1= P0 + 40 ml MOL, P2= P0 + 80 ml MOL, P3= P0 + 120 ml MOL. Variabel yang diukur adalah kualitas fisik meliputi pH, tekstur, warna, aroma dan jamur. Kualitas fisik diamati menggunakan petunjuk skor uji organoleptik dari 15 orang panelis. Data organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test, pH diamati menggunakan pH meter dan datanya dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P0,001) terhadap variabel pH, warna dan jamur. Sedangkan tekstur dan aroma memberikan hasil yang sama. Disimpulkan bahwa dengan meningkatnya level mikroorganisme lokal (MOL) memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas fisik silase pemi rumput kume yaitu terjadi penurunan nilai pH, perubahan warna dan silase tidak berjamur sedangkan tekstur dan aroma sama untuk semua perlakuan. Penambahan level MOL 40 ml dalam pembuatan silase pemi rumput kume (sorghum plumosum var. timorenese) menghasilkan kualitas fisik silase pemi terbaik.
PENGARUH PEMASAKAN TEPUNG BONGGOL PISANG DENGAN LEVEL UREA BERBEDA TERHADAP SIFAT FISIK PRODUK PEMASAKAN Jehabun, Felikianus; Lazarus, Edwin J. L.; Hilakore, Maritje A.; Wie Lawa, Emma D.
STOCK Peternakan Vol 7, No 1 (2025): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v7i1.1689

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan tepung bonggol pisang dengan kadar urea yang berbeda terhadap karakteristik fisik produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan. P0 = 300 g tepung bonggol pisang tanpa urea, P1 = 300 g tepung bonggol pisang + 2% urea, P2 = 300 g tepung bonggol pisang + 4% urea, dan P3 = 300 g tepung bonggol pisang + 6% urea adalah perlakuan yang diuji. Karakteristik yang diukur meliputi berat jenis, kadar air, daya serap air, dan kelarutan dalam air. “Analisis varians (ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan untuk menguji data. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemanasan tepung bonggol pisang dengan kadar urea 6% tidak berpengaruh signifikan (P0,05) terhadap kepadatan curah, namun berpengaruh sangat signifikan (P0,01) terhadap kadar udara, daya serap udara dan kelarutan dalam udara.” Hal ini menunjukkan bahwa pemanasan tepung bonggol pisang dengan urea 6% menghasilkan perubahan yang baik pada kelarutan udara, kadar air, dan daya serap. 
PENGARUH PENGGUNAAN SUMBER KARBOHIDRAT MUDAH LARUT SEBAGAI ADITIF TERHADAP KOMPOSISI FRAKSI SERAT SILASE ISI RUMEN SAPI Lazarus, Edwin Jermias Lodowik; Baga, Aloysius Sapa; Hilakore, Maritje Aleonor; Wie Lawa, Emma Dyelim
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan sumber karbohidrat mudah larut sebagai aditif pada pembuatan silase isi rumen sapi terhadap komponen serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa, dan lignin). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Komponen penyusun silase isi rumen sapi adalah isi rumen sapi 100% + 5% gula lontar + 40 ml mikroorganisme lokal dan karbohidrat mudah larut sebagai perlakuan. Perlakuan tersebut adalah P1 : 35% dedak padi, P2 : 35% tepung bonggol pisang kepok, P3 : 35% pollard, P4 : 35% tepung putak. Variabel yang diukur adalah kandungan NDF (Neutral Detergent Fiber), ADF ( Acid Detergent Fiber), selulosa, hemiselulosa dan lignin. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap kandungan NDF, ADF, dan selulosa, sedangkan kandungan lignin dan hemiselulosa tidak berpengaruh nyata (P0,05). Penggunaan sumber karbohidrat mudah larut pollard, putak dan dedak padi sebagai aditif sangat nyata (P0,01) lebih baik kandungan fraksi serat silase isi rumen sapi dibandingkan penggunaan tepung bonggol pisang. Disimpulkan bahwa penggunaan sumber karbohidrat mudah larut dari pollard, putak dan dedak padi dalam pembuatan silase isi rumen sapi memberikan hasil yang baik dalam menurunkan kandungan NDF, ADF, dan selulosa silase isi rumen sapi.
Penerapan Teknologi Pakan Lokal Untuk Sapi di Kelompok Peternak Amnela Bubuk, Kota Kupang Lazarus, Edwin Jermias Lodowik; Wie Lawa, Emma Dyelim; Manu, Arnol Elyasar; Sulistdjo, Edi Djoko; Luruk, Maria Yasinta
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v8i2.5368

Abstract

Peningkatan produktivitas sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi kendala utama dalam ketersediaan pakan berkualitas, terutama pada musim kemarau yang berkepanjangan. Kurangnya pasokan hijauan segar dan tingginya biaya pakan komersial menjadi tantangan yang signifikan bagi peternak lokal. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kemandirian peternak di Kelompok Ternak Amnela Bubuk, Kota Kupang, melalui penerapan teknologi pakan lokal berbasis limbah pertanian dan hijauan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan mereka. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan, pelatihan teknis, serta demonstrasi lapang mengenai pemanfaatan jerami padi amoniasi sebagai sumber serat, dan penyusunan ransum seimbang dengan penambahan pakan konsentrat berbasis bahan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam hal penyediaan dan pengelolaan pakan secara lebih efisien dan berkelanjutan. Penerapan teknologi ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas ternak, efisiensi biaya produksi, serta pendapatan peternak. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas kelompok ternak dalam mengembangkan usaha peternakan yang adaptif terhadap kondisi lokal dan mendukung ketahanan pangan wilayah.
Evaluasi Penambahan Buah Pare (Momordica Charantia) Pada Pakan Terhadap Penampilan Produksi Ayam Pedaging Judin, Sira; Datta, Frans Umbu; Lazarus, Edwin J. L.
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2022.023.01.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengidentifikasi efektivitas dan level penggunaan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura) terhadap mortalitas cacing Haemonchus contortus secara in vitro. Desain penelitian menggunakan eksperimen secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dirancang dalam 6 perlakuan, dimana setiap perlakuan diulang 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor cacing Haemonchus contortus betina sehingga terdapat 24 unit percobaan. Perlakuan yang diuji yakni R0 = Obat cacing albendazole 0,05 gram (control +) + 25 ml NaCl 0,9%. R1: Air suling 25 ml (control -) R2 : Ekstrat daun muda kersen (EDMK) 15 mg + 25 ml NaCl 0,9%. R3: Ekstrat daun muda kersen (EDMK) 30 mg + 25 ml NaCl 0,9%. R4: Ekstrat daun muda kersen (EDMK) 45 mg + 25 ml NaCl 0,9%, dan R5: Ekstrat daun muda kersen (EDMK) 60 mg + 25 ml NaCl 0,9%. Variabel yang diamati yakni daya anthelmentik pada cacing, Haemonchus contortus, uji daya ovicidal cacing Haemonchus contortus, uji daya larvasida, panjang larvasida pasca perlakuan dan tingkat kerusakan vulva flap periode larvasida. Hasil analisis diperoleh bahwa penggunaan ekstrak daun kersen berpengaruh positif terhadap daya anthementik cacing H. contortus, dan memiliki pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap daya ovisidal cacing H. contortus, daya larvasida dan panjang larvasida pasca perlakuan memiliki pengaruh yang nyata (P<0,01), serta dapat merusak organ reproduksi dan melisiskan cacing H. contortus. Disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak daun kersen dapat menghambat perkembangan cacing H. contortus, daya larvasida, panjang larvasida serta dapat melisiskan cacing H. contortus.
PEMANFAATAN PAKAN KONSENTRAT DALAM RANSUM SAPI BALI Lasarus, Edwin J. L; Wie Lawa, Emma D.; Makandolu, Solvi M.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 16 No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v16i1.8077

Abstract

Abstrak Persepsi masyarakat kelompok tannin Amnelabubuk, kelurahan Naioni Kota Kupang tentang pemanfaatan pakan konsentrat dalam ransum ternak sapi masih rendah. Pengenalan teknologi pemanfaatan pakan konsentrat merupakan suatu inovasi yang diharapkan dapat diadopsi dengan baik oleh masyarakat peternak. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat kelompok tani Amnelabubuk memanfaatkan pakan konsentrat dalam meningkatkan produktivitas ternak sapi yang dipelihara. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan pakan konsentrat dalam ransum ternak sapi. Masyarakat peserta kegiatan sangat antusias dan mebuka diri untuk menerima inovasi baru dalam meningkatkan produktivitas ternak sapi yang dipeliharanya. Partisipasi aktif dan kemauan merubah pola pikir dan tingkahlaku setelah menerima transfer informasi dan teknologi yang disampaikan akan meningkatkan produktivitas usaha dan keuntungan ekonomi dari usaha pemeliharaan ternak sapi. Abstract Public perception of the farmers group of Amnelabubuk, Naioni Village, Kupang City regarding the use of concentrate feed in cattle rations is still low. The introduction of concentrate feed utilization technology is an innovation that is expected to be well adopted by the farming community. This community service activity is carried out with the aim of increasing the knowledge and understanding of the Amnelabubuk farmer group community using concentrate feed in increasing the productivity of the cattle that are kept. Activities carried out include counseling and training on concentrate feed in cattle rations. The community participating in the activity were very enthusiastic and open themselves to accept new innovations in increasing the productivity of the cattle they raise. Active participation and willingness to change mindsets and behavior after receiving the transfer of information and technology conveyed will increase business productivity and economic benefits from cattle raising business.
PENGARUH PERBANDINGAN RUMPUT ODOT DAN ISI RUMEN SAPI TERHADAP KANDUNGAN FRAKSI SERAT SILASE PAKAN KOMPLIT Djami, Neni A. Eunike; Lawa, Emma D. Wie; A. Hilakore, Maritje; J. L. Lazarus, Edwin
STOCK Peternakan Vol 6, No 1 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i1.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan rumput odot dan isi rumen sapi terhadap kandungan fraksi serat silase pakan komplit, dan untuk mengetahui perlakuan terbaik dari perbandingan rumput odot dan isi rumen sapi terhadap kandungan fraksi serat silase pakan komplit. Materi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari rumput odot, isi rumen sapi, konsentrat, dan mikroorganisme lokal. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P0 = 70% rumput odot + 30% konsentrat, P1 = 60% rumput odot + 10% isi rumen sapi + 30% konsentrat, P2 = 50% rumput odot + 20% isi rumen sapi + 30% konsentrat, P3 = 40% rumput odot + 30% isi rumen sapi + 30% konsentrat. Parameter yang diamati yaitu NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P0 0,01) terhadap peningkatan kandungan NDF, ADF, selulosa, dan lignin juga penurunan kandungan hemiselulosa. Disimpulkan bahwa meningkatnya isi rumen sapi dan menurunnya tingkat rumput odot pada pembuatan silase pakan komplit dapat meningkatkan kandungan NDF, ADF, selulosa, lignin dan menurunkan kandungan hemiselulosa.Kata Kunci: Rumput Odot, Isi Rumen Sapi, Perbandingan, Silase Pakan Komplit, Kandungan Fraksi Serat.
The Effect Of Time Fermentation On The Physical Quality Of Cow’s Rumen Content Silage Ton, Jusril Wina; Wie Lawa, Emma Dyelim; Hilakore, Maritje Aleonor; Lazarus, Edwin J.L
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v11i3.p176-189

Abstract

The study aimed to determine the effect of fermentation time on the physical quality of cow’s rumen content silage. The study used an experimental method based on a completely randomized design (CRD) with 4 treatments of incubation time and 4 replications. The composition of the silage ingredients was as follows: cow’s rumen contents 60% +  rice bran 35% +  palm sugar 5% + local microorganisms 40 ml. Treatment of the fermentation time was P1: four weeks, P2: six weeks, P3: eight weeks, and P4: ten weeks. The variables observed were color, texture, odor, fungus, and cow’s rumen content silage pH. The results of the Kruskall Wallis Test analysis showed that the treatment had a very significant effect (P <0.01) on texture and odor. Still, they had no significant effect (P>0.05) on color and fungus. The results of ANOVA showed that the treatment had a very significant effect (P<0.01) on the pH value. Based on the results it can be concluded that the different fermentation times affected the texture, odor, and pH value, but not affect the color and fungus existence. The best fermentation time for this research is 8 weeks.
Cholesterol and Blood Profile of Bali Cattle Fed Chromolaena odorata Weed with Rice Straw as Basal Feed Gustaf Oematan; Marthen Luther Mullik; Imanuel Benu; I Gusti Ngurah Jelantik; Twenfosel Dami Dato; Gusti Ayu Yudit Lestari; Gemini Ermiani Malelak; Erna Hartati; Edwin Lazarus; Marten Yunus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.5263

Abstract

This study aims to determine the effect of the level of C. odorata (CO) silage-based concentrate on the blood profiles of Bali cattle. Three male Bali cattle (initial 2 years old with CV = 19,28%) were randomly assigned to one of three meals: rice straw and concentrates containing C.odorata silage 30% (RCO30) or  C.odorata silage 40% (RCO40) or C.odorata silage 50% (RCO50), respectively, using a 3 x 3 Latin Square Design. The was no significant effect between treatments (P> 0.05) on blood cholesterol (195.74-220.49 mg/dL), blood urea (48.41-49.44 mg/dL), total blood plasma (6.08-6.93 g/dL), blood haemoglobin (Hb; 18.18-18.92 g/dL), hematocrit levels (45.56-53.03%), erythrocytes (7.06-8.24 106/l), and leucocytes (8.56-8.84/l). Blood glucose levels, however, differed significantly (P<0.05) between treatment. Feeding Bali cattle with different levels of C.odorata-based concentrate resulted in the same effect on all blood parameters except blood glucose. Therefore, it is recommended that the use of C.odorata in a ration of Bali cattle can be up to 50%.