Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KUALITAS FISIK AMOFER RUMPUT KUME KERING (Sorghum plumosum Var. Timorense) DENGAN PENAMBAHAN LEVEL MIKROORGANISME LOKAL Hartati, Maria; Lazarus, Edwin J.L.; Lawa, Emma D. Wie; Hilakore, Maritje A.
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 1 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i1.19795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan mikroorganisme lokal (MOL) asal cairan rumen, terhadap kualitas fisik amofer rumput kume kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Susunan perlakuan yaitu P0 = Rumput kume amoniasi + 5% tepung putak + 5% gula air; P1 = Rumput kume amoniasi + 5% tepung putak + 5% gula air + 40 ml MOL; P2 = Rumput kume amoniasi + 5% tepung putak + 5% gula air + 80 ml MOL; P3 = Rumput kume amoniasi + 5% tepung putak + 5% gula air + 120 ml MOL. Variabel yang diukur adalah kualitas fisik meliputi tekstur, warna, aroma, jamur, dan pH. Kualitas fisik diamati menggunakan petunjuk skor uji organoleptik dari 15 orang panelis. Data organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test, pH diamati menggunakan pH meter dan datanya dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap variabel warna, aroma, dan pH. Hasil uji jarak berganda Duncan menunjukkan perlakuan yang menggunakan mikroorganisme lokal nyata (P<0,05) lebih baik dibanding perlakuan kontrol, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tekstur dan jamur. Disimpulkan bahwa penambahan mikroorganisme lokal sebanyak 40 ml dalam produksi amofer rumput kume kering, memberikan pengaruh terbaik terhadap kualitas fisik amofer rumput kume kering.
PENGGUNAAN KARBOHIDRAT MUDAH LARUT DALAM PEMBUATAN SILASE ISI RUMEN SAPI TERHADAP BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN KECERNAAN IN VITRO Samsiah; Hilakore, Maritje Aleonor; Lazarus, Edwin J.L.; Wie Lawa, Emma Dyelim
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.20807

Abstract

Karbohidrat mudah larut merupakan aditif yang dapat digunakan dalam pembuatan silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan karbohidrat mudah larut dalam pembuatan silase isi rumen sapi terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik secara in vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu  P1= Isi rumen sapi 100% + dedak padi 35% + gula lontar 5% + mikroorganisme lokal 40 ml; P2= Isi rumen sapi 100% + tepung bonggol pisang 35% + gula lontar 5% + mikroorganisme lokal 40 ml; P3= Isi rumen sapi 100% + pollard 35% + gula lontar 5% + mikroorganisme lokal 40 ml; P4= Isi rumen sapi 100% + tepung putak 35% + gula lontar 5% + mikroorganisme lokal 40 ml. Mikroorganisme lokal merupakan mikroorgansime yang diperoleh dari cairan rumen sapi Bali. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan kering, kandungan bahan organik dan kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro. Disimpulkan bahwa penggunaan sumber karbohidrat mudah larut yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan dalam kandungan bahan kering dan bahan organic silase isi rumen dan penggunaan pollard memberikan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro tertinggi.
PENGARUH PENGGUNAAN SUMBER KARBOHIDRAT MUDAH LARUT YANG BERBEDA TERHADAP SIFAT FISIK SILASE ISI RUMEN SAPI Malo, Jonatan; Hilakore, Maritje Aleonor; Lazarus, Edwin J.L.; Wie Lawa, Emma Dyelim
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.20815

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisik silase isi rumen sapi menggunakan sumber karbohidrat yang berbeda yaitu dedak padi, tepung bonggol pisang, pollard, dan tepung putak. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah (P1) 100% isi rumen + 35% dedak padi + 5% gula lontar + 40ml MOL, (P2) 100% isi rumen + 35% tepung bonggol pisang + 5% gula lontar + 40 ml MOL, (P3) 100% isi rumen + 35% pollard + 5% gula lontar + 40 ml MOL, dan (P4) 100% isi rumen + 35% putak + 5% gula lontar + 40 ml MOL. Variabel yang diukur meliputi berat jenis, kadar air, daya serap air dan daya larut air. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan adanya pengaruh  sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, daya serap air dan daya larut air, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat jenis. Disimpulkan bahwa penggunaan sumber karbohidrat mudah larut yang berbeda menghasilkan kadar air, daya serap air dan daya larut air yang berbeda, tetapi berat jenis tidak menunjukkan perbedaan. Perlakuan terbaik sifat fisik silase isi rumen ditunjukkan pada penggunaan tepung bonggol pisang.
PERBANDINGAN ISI RUMEN SAPI DAN RUMPUT ODOT DALAM PEMBUATAN SILASE PAKAN KOMPLIT TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN KECERNAAN IN VITRO Omenu, Vebriana; Lazarus, Edwin J.L; Lawa, Emma Dyelim Wie; Hilakore, Maritje Aleonor
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.20833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbandingan isi rumen sapi dan rumput odot pada pembuatan silase pakan komplit terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan kecernaan secara in vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0: rumput odot 70% + konsentrat 30%, P1: isi rumen sapi 10% + rumput odot 60% + konsentrat 30%, P2: isi rumen sapi 20% + rumput odot 50% + konsentrat 30%, P3: isi rumen sapi 30% + rumput odot 40% + konsentrat 30%. Variabel yang diukur adalah kandungan bahan kering, bahan organik serta kecernaan bahan kering, bahan organik. Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik serta kecernaan bahan kering dan bahan organik. Disimpulkan bahwa semakin tinggi level isi rumen sapi dan menurunnya level rumput odot dalam silase pakan komplit meningkatkan kandungan bahan kering, namun kandungan bahan organik dan kecernaan in vitro menurun.
EFEK PENGGUNAAN POLYETHYLEN GLYCOL (PEG) DALAM RANSUM KONSENTRAT MENGANDUNG DAUN KABESAK PUTIH (Acacia leucophloea) TERHADAP PRODUKSI GAS DAN TOTAL VFA IN VITRO Lawa, Emma Dyelim Wie; Lazarus, Edwin J. L.
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.21709

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efek polyethylene glycol (PEG) sebagai penghambat aktivitas tannin dalam ransum konsentrat mengandung daun kabesak putih terhadap produksi gas in vitro dan produksi total asam lemak terbang (T-VFA). Penelitian menggunakan metoda teknik produksi gas. Perlakuan yang diterapkan adalah level penggunaan daun kabesak putih dalam ransum konsentrat dengan penambahan PEG. Perlakuan dimaksud adalah : R1: 10% daun kabesak putih, R2 :  20% daun kabesak putih, R3 : 30% daun kabesak putih, dan R4: 40% daun kabesak putih. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata terhadap produksi gas dan total VFA ransum. Potensi produksi gas (mL/500 mg BK) dan laju produksi gas fraksi tak larut (mL/jam), dan produksi gas 48 jam (mL/500 mg BK) tidak menunjukkan perbedaan diantara perlakuan. Produksi T-VFA menunjukkan perlakuan R1 dan R2 nyata lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Disimpulkan bahwa Penambahan Polyethylene glycol (PEG) dalam ransum konsentrat mengandung daun kabesak putih meningkatkan produksi gas in vitro dan produksi asam lemak terbang (T-VFA). Keberadaan tannin dalam daun kabesak putih dapat dihambat dengan keberadaan PEG sehingga fermentasi ransum menjadi meningkat.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN WAFER PAKAN KOMPLIT BERBASIS RUMPUT ODOT DAN ISI RUMEN SAPI TERHADAP KANDUNGAN FRAKSI SERAT Rina, Henderina Ara; Hilakore, Maritje A.; Lazarus, Edwin J.L.; Lawa, Emma D. Wie
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.22175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan wafer pakan komplit berbasis rumput odot dan isi rumen sapi terhadap kandungan fraksi serat. Metode yang di gunakan adalah metode eksperimental dengan menggunkanan  rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang di uji yaitu: P0: Penyimpanan 0 hari, P1: Penyimpanan 10 hari, P2:  Penyimpanan 20 hari, P3: Penyimpanan 30 hari. Variabel yang di ukur  adalah kandungan NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Data dianalisis menggunakan analysis  of Varience (ANOVA) dan di lanjutkan dengan  uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata  (P<0,01) terhadap kandungan selulosa, dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan NDF, ADF, lignin, dan hemiselulosa. Disimpulkan bahwa lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap kandungan ADF, NDF, hemiselulosa dan lignin, tetapi menurunkan kandungan selulosa pada wafer pakan komplit.
PENGARUH PERBANDINGAN RUMPUT ODOT DAN ISI RUMEN SAPI PADA SILASE PAKAN KOMPLIT TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR, KANDUNGAN SERAT KASAR, DAN KONSENTRASI VFA, SERTA NH3 IN-VITRO Sindi, Maria Sindi Bria; Hilakore, Maritje A.; Lazarus, Edwin J.L.; Lawa, Emma D. Wie
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.22192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan rumput odot dan isi rumen sapi dalam pembuatan silase pakan komplit terhadap kandungan protein kasar, kandungan serat kasar, konsentrasi asam lemak terbang (VFA) serta NH3 in vitro. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0 = rumput odot 70% + konsentrat 30%, P1 = rumput odot 60% + isi rumen sapi 10% + konsentrat 30%, P2 = rumput odot 50% + isi rumen sapi 20% + konsentrat 30%, P3 = rumput odot 40% + isi rumen sapi 30% + konsentrat 30% . Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan konsentrasi VFA tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsentrasi NH3. Disimpulkan bahwa meningkatnya persentase isi rumen sapi dan menurunnya rumput odot pada pembuatan silase pakan komplit mengakibatkan terjadinya penurunan kandungan PK, dan peningkatan kandungan SK sedangkan konsentrasi VFA mengalami penurunan dan tidak terdapat perbedaan konsentrasi NH3 dengan perlakuan kontrol. Kata kunci: isi rumen sapi, rumput odot, perbandingan silase pakan komplit, in vitro  
Efek penggunaan mikroorganisme lokal dalam amofer rumput kume terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan kecernaanya secara in vitro Luminata, Fransiska; Hilakore, Maritje A.; Lazarus , Edwin J. L.; Lawa, Emma D. Wie
Animal Agricultura Vol 2 No 2 (2024): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v2i2.48

Abstract

This study aims to determine the effect of the use of local microorganism level (MOL) in the manufacture of dry kume grass amofer on the content of dry matter, organic matter, digestibility of dry matter and organic matter in vitro. The method used in this study was an experimental method using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatment applied was: P0 = Ammoniated dry kume grass + 5% putak flour + 5% sugar; P1= P0 + 40 ml MOL; P2= P0 + 80 ml MOL; P3= P0 + 120 ml MOL  The variables measured were the contents of dry matter, organic matter, dry matter and organic matter digestibility. Data were analyzed using Analysis of variance (ANOVA) and continued with Duncan's multiple range test. The results of the statistical analysis showed that the treatments had a significant effect (P<0.05) on the dry matter contents, digestibility of the dry matter and organic matter in vitro. It was concluded that the use of local microorganism levels in the ammoniation of dry kume grass fermentation could increase dry and organic matter, dry and organic matter digestibility in vitro.
PENGARUH PENGGUNAAN SILASE ISI RUMEN SAPI DALAM KONSENTRAT TERHADAP KONSUMSI, KECERNAAN DAN EFISIENSI PROTEIN RANSUM PADA TERNAK KAMBING LOKAL JANTAN (Effect of Using Cow Rumen Silage in Concentrate on Consumption, Digestibility, and Ration Protein.....) Seran, Maria P. S. E. P; Lazarus, Edwin J. L.; Wie Lawa, Emma D.; Hilakore, Maritje A.
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 11 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v11i2.18971

Abstract

Concentrate is needed as additional feed to supplement deficiencies in forage and to support optimal growth and productivity of goats. The problem is that concentrate source materials are expensive, so to anticipate this problem, cow rumen waste is used as an alternative feed ingredient in concentrate. This study aimed to evaluate the use of cow rumen silage as an alternative feed ingredient in concentrates on crude protein consumption and digestibility and efficiency protein ratio in local male goats. The study was carried out in the laboratory goat pen Faculty Field Farm Maritime Affairs and Fisheries Nusa Cendana University Research was done in an experimental use Completely Randomized Design (CRD), consisting of 4 treatments and 5 replications, namely T0: Kume grass hay 70%+30% Concentrate (without silage containing cow rumen contents), T1: Kume Grass hay 70%+30% Concentrate (concentrate containing 10% silage cow rumen contents), T2: Kume Grass hay 70%+ Concentrate 30% (concentrate containing 20% silage cow rumen contents) and T3: Kume Grass Hay 70%+ Concentrate 30% (concentrate containing 30% silage cow rumen contens). Data obtained was analyzed using Analysis Of Variance (ANOVA). Analysis shows that giving silage contents of the cow's rumen content up to 30% effect no significant (P>0.05) to crude protein consumption, crude protein digestibility, and efficiency protein ratio. It was concluded that using concentrate with cow rumen contents in goat rations at 30% does not significantly affect to protein utilization by local male goats.
Efek Lama Waktu Inkubasi Silase Isi Rumen Sapi Terhadap Kandungan Bahan Kering dan Organik serta Kecernaannya secara In Vitro Atok, Julai Sisilia; Hilakore, Maritje A.; Lazarus , Edwin J. L.; Lawa, Emma D. Wie
Animal Agricultura Vol 2 No 3 (2025): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v2i3.110

Abstract

This study aimed to analyze the effect of cattle rumen content silage (IRS) incubation duration on dry matter (DM) and organic matter (OM) content, as well as in vitro dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD). The research was motivated by the potential of IRS as a nutritious alternative feed, which is constrained by its high moisture content (80-90%) and low palatability. The experimental method employed a Completely Randomized Design (CRD) with four incubation treatments (4, 6, 8, and 10 weeks) and four replications. The silage was formulated from a mixture of IRS (60%), rice bran (35%), palm sugar (5%), and 40 mL of Local Microorganisms (MOL: rumen fluid + young coconut water) as an activator. Digestibility was measured using the Tilley and Terry (1963) method, and statistical analysis was conducted with ANOVA followed by Duncan’s test. Results showed that 6 weeks of incubation (P2) reduced OM content by 12% (from 86.78% to 75.98%) while significantly increasing DMD (from 53.59% to 58.98%) and OMD (from 48.78% to 52.15%) (P<0.05). Prolonged incubation beyond 6 weeks (P3-P4) did not further improve digestibility due to substrate nutrient limitations. In conclusion, a 6-week incubation period optimizes in vitro IRS silage digestibility without excessive nutrient loss, demonstrating its potential as a sustainable feed processing strategy for livestock farming in arid regions.