Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Sosialisasi dan Pembibitan Kebun Gizi Vertiminaponik untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Desa Tuksono, Sentolo, Kulon Progo Noviani, Nor Eka; Salmiyati, Suri; Nugraheni, Ika Afifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan Gerakan Masyarakat hidup Sehat. Kabupaten Kulon Progo berada pada urutan ke 43 lokasi khusus 100 Kabupaten atau kota untuk intervensi stunting. Desa Tuksono menjadi lokus stunting dengan prosentase 9,64%. Perbaikan gizi dilakukan dengan inovasi kebun gizi untuk meningkatkan akses dan ketersediaan pangan bagi balita. Penyuluhan dan pembuatan kebun gizi vertiminaponik diberikan pada warga termasuk kader posyandu. Kebun Gizi vertiminaponik terdiri dari Sub sistem akuakultur menggunakan kolam lele dengan sub system hidroponik dengan menanam sayuran kangkung. Tanaman akan mendapat pupuk organic dari sisa pakan dan kotoran ikan. Pembibitan menggunakan media rockwool. Benih yang disiapkan adalah kangkong dan pokcoy. Penyuluhan tentang kebun gizi dan pembibitan dengan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga. Benih yang tumbuh nantinya akan dipasang di instalasi vertiminaponik
Analisis Kritis Bencana Dalam Konsep Dalam Perspektif Perempuan Berkemajuan: Study Reflektif Pimpinan Aisyiyah dari Akar Rumput Rokhmah, Islamiyatur; Wantonoro, Wantonoro; L, Tri Hapsari; Salmiyati, Suri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15656

Abstract

Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah memasuki abad ke 2 semakin memantapkan gerak langkahnya sebagai oraganisasi perempuan berkemajuan. Sebagai penciri gerakan perempuan berkemajuan adalah senantiasa melakukan da’wah yakni fungsi pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan kehidupan dalam mengaktualisasikan risalah Islam sebagai rahmat bagi alam semesta. Pemahaman akan konsep perempuan berkemajuan di setiap level jenjang kepemimpinan Aisyiyah tentu saja akan berbeda sesuai dengan kontek dan lahan garapnya masing-masing. Maka dalam penelitan ini akan lebih menitik beratkan tentang refleksi implementasi konsep perempuan berkemajuan dari level struktural paling bawah akar rumput yakni pimpinan ranting hingga pimpinan pusat. Metode penelitian yang diguankan adalah kualitatif, dengan mewawancarai sampling inforaman dari pimpinan ranting hingga pusat masing-masing 2 (dua) informan, untuk lebih menguatkan di level pimpinan tertentu akan dilakukan focus group discustion (FGD), dan tentu saja penelitian ini akan dikuatkand engan dokumentasi baik buku, majalah, artikel dan yang lainnya.
Pengaruh edukasi perawatan kaki terhadap pengetahuan cara merawat kaki klien diabetes melitus Salsabilla, Schatzi Fiore; Salmiyati, Suri; Rahmawati, Agustina
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1499

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease of carbohydrate, protein and fat metabolism disorders that can be characterized by increased blood glucose or blood sugar levels. Diabetes mellitus can cause peripheral neuropathy such as diabetic ulcers. Diabetic ulcers can attack the lower extremities (feet) of patients. Purpose: To determine the effect of foot care education on knowledge of how to care for feet in clients with diabetes mellitus. Method: This study was quantitative with an design (pre-experimental) one group pretest -posttest. The sample in this study consisted of 35 diabetes mellitus patients who were selected using random sampling techniques in prolanis activities at Puskesmas 1 Sentolo. Data were collected using a questionnaire on knowledge of how to care for feet. Data analysis was performed using the Wilcoxon test. Results: The study showed the effect of foot care education on knowledge of how to care for the feet of clients with diabetes mellitus, with a p-value of 0.000 (p <0.05). Conclusion: Foot care education can broaden the knowledge of clients with diabetes mellitus after receiving foot care education. It is hoped that clients with diabetes mellitus will practice foot care to prevent potential complications of diabetic ulcers. Keywords: Diabetes Mellitus; Foot Care; Ulcers. Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak yang dapat ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah atau gula darah. Penyakit diabetes melitus dapat menyebabkan neuropati perifer seperti ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum dapat menyerang pada ekstremitas bawah (kaki) pasien Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan kaki terhadap pengetahuan cara merawat kaki pada klien diabetes melitus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest -posttest. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 35 pasien diabetes melitus yang terpilih menggunakan teknik random sampling dalam kegiatan prolanis di Puskesmas 1 Sentolo. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan cara merawat kaki. Analisis data dilakukan menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Adanya pengaruh edukasi perawatan kaki dengan pengetahuan cara merawat kaki klien diabetes melitus, dengan nilai p-value 0.000 ( p < 0.05). Simpulan: edukasi perawatan kaki dapat menambah luas wawasan pengetahuan klien diabetes melitus setelah diberikan edukasi perawatan kaki. Kata Kunci: Diabetes Melitus; Perawatan Kaki; Ulkus.      
Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri Miftahul, Irma; Salmiyati, Suri; Suratini, Suratini
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2474

Abstract

Background: Anemia is a common health problem among adolescent girls, often triggered by poor nutritional status. Adolescent girls are susceptible to anemia due to iron deficiency and an unbalanced diet. This study aims to determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls. Purpose: To determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls. Metode: This study is a correlational descriptive quantitative study with a cross-sectional approach. The sampling technique used total sampling, involving 41 respondents. Data analysis was performed using the Spearman's rank correlation test. Results: A study of 41 respondents showed that 34.1% had normal nutritional status, 48.8% were underweight, and 17.1% were overweight. Regarding anemia, 36,6% of respondents were not anemic, 46.3% had mild anemia, and 17.1% had moderate anemia. The Spearman Rank statistical test showed a p-value of 0.037<0.05) proving a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia. Conclusion: There is a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent girls, where poor nutritional status increases the incidence of anemia.   Keywords: Adolescent Girls; Anemia; Nutritional Status.   Pendahuluan: Anemia adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja perempuan, yang seringkali dipicu oleh status gizi yang buruk. Remaja putri rentan mengalami anemia karena kekurangan zat besi dan pola makan yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan melibatkan 41 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Penelitian terhadap 41 responden menunjukkan bahwa 34.1% memiliki status gizi normal, 48.8% memiliki berat badan kurang, dan 17.1% memiliki berat badan berlebih. Mengenai anemia, 36.6% responden tidak mengalami anemia, 46.3% mengalami anemia ringan, dan 17.1% mengalami anemia sedang. Uji statistik Rank Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0.037<0.05 yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dan kejadian anemia. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri, dimana status gizi yang buruk meningkatkan kejadian anemia.   Kata Kunci: Anemia; Remaja Putri; Status Gizi.
Effectiveness of Imagery Relaxation Therapy on Blood Pressure Levels Among Elderly Patients with Hypertension Aulia Pradana Satya Kiran; Suri Salmiyati; Zubaida Rohmawati
Journal of Medical Practice and Research Vol 2 No 1 (2026): June: Essentia: Journal of Medical Practice and Research
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/e0cc8252

Abstract

Hypertension remains a leading contributor to cardiovascular morbidity among older adults, particularly in rural populations with limited access to comprehensive management strategies. This study examined the effectiveness of imagery relaxation therapy on blood pressure levels among elderly patients with hypertension using a quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design. Forty-nine participants aged 60–70 years underwent a structured 10–15 minute imagery relaxation session, and blood pressure was measured immediately before and after the intervention. Paired sample t-tests revealed a significant reduction in systolic blood pressure (mean difference = 17.43 mmHg; 95% CI: 13.76–21.10; p < 0.001) and diastolic blood pressure (mean difference = 7.71 mmHg; 95% CI: 6.56–8.87; p < 0.001). Additionally, 69.4% of participants demonstrated improvement in blood pressure category, with no cases of deterioration observed. These findings indicate that imagery relaxation therapy yields clinically meaningful hemodynamic benefits and may serve as an effective adjunctive intervention within community-based hypertension management for elderly populations.