Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Lama Penyediaan Hijauan Pakan pada Pemeliharaan Sapi Potong di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Daru, Taufan Purwokusumaning; Yusuf, Roosena; Rahmayanti, Vera
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 1 Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v6i1.145

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jarak yang ditempuh oleh petani dalam memperoleh hijauan pakan dan mengetahui waktu yang diperlukan dalam pemberian hijauan pakan. Penelitian menggunakan metode survei melalui pendekatan observasi dengan teknik wawancara langsung kepada peternak sapi potong dengan kuesioner. Lokasi penelitian ditentukan secara purpossive sampling dengan kriteria sistem pemeliharaan intensif. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak yang ditempuh oleh peternak di Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dalam menyediakan hijauan pakan untuk satu ekor sapi berkisar antara 113 m sampai dengan 1.000 m. Lama penyediaan pakan untuk satu ekor sapi berkisar antara 1.167 detik (19 menit 27 detik) sampai dengan 2.270 detik (37 menit 50 detik). Lama pemberian pakan yang berkisar antara 28 detik sampai dengan 126 detik (2 menit 6 detik). Faktor yang mempengaruhi lama penyediaan pakan adalah jarak tempuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi lama pemberian pakan adalah cara pemberian pakan dan frekuensi pemberian pakan.
Potensi Tumbuhan di Lahan Reklamasi Pasca Tambang Batubara Sebagai Pakan Ternak Daru, Taufan Purwokusumaning; Yusuf, Roosena; Juraemi, Juraemi
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 2 Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v8i2.273

Abstract

Lahan reklamasi pasca tambang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai lahan penggembalaan ternak. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal, perlu diketahui kondisi jenis vegetasi dan daya dukungnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis vegetasi sebagai hijauan dan produksi tumbuhan di lahan reklamasi pascatambang sehingga dapat digunakan sebagai sumber pakan ternak. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi pada lahan reklamasi pasca tambang batubara PT. Multi Harapan Utama (MHU), Jonggon, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan kuadran ukuran 1 m x 1 m yang dilemparkan secara acak sebanyak 50 kali lemparan dari lahan yang digunakan 1 ha. Pengukuran meliputi status kesuburan tanah, jenis tumbuhan, kandungan zat makanan, kandungan logam berat, dan kapasitas tampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan reklamasi pasca tambang batubara memiliki 16 spesies tumbuhan dari 12 famili yang didominasi oleh Paspalum conjugatum. Kandungan zat makanan relative di bawah kebutuhan hidup pokok sapi potong. Kandungan logam berat Pb, Cd, Cu dan Zn dibawah dari maksimal yang diizinkan sebagai pakan. Potensi produksi tumbuhan segar di area reklamasi pasca tambang adalah 8.312 kg ha-1, dengan kapasitas tampung sebesar 2.2 ST ha-1 tahun-1.
GROWTH PERFORMANCE OF INTENSIVELY RAISED INDIGENOUS CHICKENS FED DIETS WITH DIFFERENT PROTEIN LEVELS Akhmat Rizkuna; Roosena Yusuf; Amani Aldiyanti; Novemia Fatmarischa
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2973

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of dietary protein levels on the growth performance of intensively raised indigenous chickens. A total of 168 day-old chicks (DOC) with an initial body weight of 28.68 ± 1.13 g were used in the experiment. The study was arranged in a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments with six replications. The treatments were based on different protein levels during the starter and finisher phases: T0 (22%–15%), T1 (18%–16%), T2 (18%–16%–14%), and T3 (18%–16%–14%). The parameters measured included feed intake, body weight gain (BWG), final body weight, and average daily gain (ADG). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) to determine the effect of treatments on the observed parameters. The results showed that dietary protein levels had no significant effect (P>0.05) on total feed intake. However, they significantly affected (P<0.05) body weight gain. The T0 treatment with higher protein in the starter phase yielded the best performance, with BWG of 819.53 g/bird, final body weight of 848.21 g/bird, and ADG of 11.71 g/bird/day. These values were higher than those of T1, T2, and T3. It can be concluded that providing a high-protein diet during the starter phase improves the growth performance of indigenous chickens, particularly final body weight and ADG, without increasing feed intake. This finding highlights the importance of formulating diets based on nutrient requirements during the early growth phase to support optimal performance of intensively reared indigenous chickens.   Keywords: Indigenous chicken, Feed intake, Body weight gain, Dietary protein level.  
Growth performance and production efficiency of indigenous chickens in different dietary of protein levels and rearing duration Rizkuna, Akhmat; Fajrih, Nurul; Aldiyanti, Amani; Yusuf, Roosena; Fadillah, Muhammad Rizki
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jipt.v9i2.6502

Abstract

Feed cost represents the largest component of poultry production, making feed efficiency a key determinant of economic sustainability. Indigenous chickens are economically and culturally important but exhibit relatively slow growth and suboptimal feed utilization. This study evaluated the effects of different dietary protein regimens on growth performance of indigenous chickens, focusing on feed conversion ratio (FCR), feed efficiency (FE), and performance index (PI). A total of 168 day-old chicks were reared for 10 weeks in a completely randomized design (four treatments, six replicates). The treatments consisted of: T0 (22% crude protein for 3 weeks followed by 15% for 7 weeks), T1 (18% for 4 weeks followed by 16% for 6 weeks), T2 (18% for 2 weeks, 16% for 4 weeks, and 14% for 4 weeks), and T3 (18% for 3 weeks, 16% for 3 weeks, and 14% for 4 weeks). Dietary protein level significantly affected FCR and FE (P<0.05). T0 produced the lowest FCR (3.35) and highest FE (37.20%), whereas T2 and T3 showed higher FCR values (4.47) and lower FE (25–28%). Results indicate that adequate protein supply during the starter phase is critical to long-term feed efficiency. Diets with balanced protein levels and appropriate energy–protein ratios improve nutrient utilization and overall production performance in indigenous chickens.
Pengaruh Daun Sirih Hijau sebagai Pakan Tambahan Terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Daging Itik Alabio Yusuf, Roosena; Sudirman, Sudirman; Maulana, Bagus Arif; Harnita, Harnita
Journal of Tropical AgriFood Volume 1, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.1.2.2019.2482.61-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun sirih hijau dalam pakan sebagai bahan tambahan pakan dan antioksidan dalam ransum yang mempengaruhi kinerja dan kualitas karkas itik broiler. Bahan penelitian yang digunakan adalah itik jantan Alabio sebanyak 100 ekor berumur 1 hari (DOD). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, 5 perlakuan (penambahan tepung daun sirih hijau, TDSH) dan 5 ulangan. Pada setiap ulangan digunakan 4 itik. Perlakuan meliputi pemberian pakan sebagai kontrol dan pakan dengan tambahan TDSH sebanyak 10, 20, 30 dan 40 g.kg-1 pakan. Variabel yang diamati adalah jumlah konsumsi pakan, pertambahan berat badan, rasio konversi pakan, karkas, persentase lemak abdominal dan pH daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TDSH sebagai pakan tambahan hingga level 40 g.kg-1 pakan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan itik Alabio, tetapi tidak nyata terhadap persentase lemak abdominal pada umur lima minggu. Penambahan TDSH pada ransum sebanyak 10 g.kg-1 pakan memberikan pertambahan bobot badan yang terbaik.