Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Potensi Ekstrak Daun Sambung Nyawa (Gynura procumens) Dan Biji Mahoni (Swietenia mahagoni jacq) Serta Kombinasi Kedua Ekstrak Terhadap Berat Testis Mencit (Mus musculus) Hiperglikimia Sanima Laia; Sukarjati
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.12.02.2306.89-97

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia.terhadap sel leydig, diameter tubulus seminiferus dan berat testis. daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc). banyak ditanam sebagai tanaman hias, semak, dan tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) juga merupakan salah satu jenis tanaman yang berpotensi sebagai antifertilitas. Jenis senyawa bioaktif yang terkandung pada tumbuhan, utamanya senyawa-senyawa yang berasal dari golongan steroid, alkaloid, isoflavanoid, tripernoid, dan xanthon memiliki aktivitas sebagai bahan antifertilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemberian ekstrak Daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) serta kombinasinya kedua ekstrak jumlah sel leydig, diameter tubulus seminiferus dan berat testis. Sampel penelitian ini adalah mencit sebanyak 48 ekor dengan berat badan 25-30 gram, berumur 2-2,5 bulan. Mencit di bagi 12 kelompok, masing-masing kelompok dibagi 4 perlakuan. Metode pembuatan ekstrak dangan menggunakan maserasi Adapun perlakuan yang diberikan adalah ekstrak Daun sambung nyawa (Gynura procumens) serta kombinasi kedua ekstrak dengan dosis kontrol, 200 mg/kg BB, 250 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) dengan dosis kontrol, 200 mg/kg BB, 250 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB serta kombinasi kedua ektrak dengan dosis 100:100 mg/kg BB, 125:125 mg/kg BB dan 150:150 mg/kg BB pemberian ekstrak selama 35 hari. Pada hari ke 37 mencit di bedah untuk diambil testis untuk pengamatan penimbangan berat testis.Testis kemudian dibuat preparat histologi dan di hitung sel leydig, diukur diameter tubulus seminiferus. berat testis di timbang dengan menggunakan alat timbang analitik yang memiliki akurasi o,o1 gram, sel leydig diamati di dalam preparat dengan alat mikroskop, diamter tubulus seminiferus dihitung dengan alat mikrometer yang di letakkan di dalam tabung lensa objektif miroskop pembesaran 400x10 merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis uji F, varian (ANOVA) Satu arah dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Different). Hasil dari penelitian ini menujukkan ada pengaruh ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) serta kombinsa kedua ekstrak terhadap jumlah sel leydig, diameter tubulus dan berat testis, (P<0,05), Perlakuan terbaik yang dapat meningkatkan sel leydig, diameter tubulus seminiferus dan berat testis berat, adalah kombinsa kedua ekstrak dengan dosis 150:150 mg/kg BB. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumens) dan biji mahoni (Switenia mahagoni jaqc) serta kombinsa kedua ekstrak dapat meningkatkan jumlah sel leydig, diameter tubulus seminiferus dan berat testis. Kedepannya diharapkan penelitian dapat dikembangkan sebagai bahan antifertilitas pada pria. Kata Kunci: ekstrak daun sambung nyawa, dan biji mahoni, berat testis mencit hiperglikemia.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN PADAT SPIRULINA UNTUK SISWA SMA/SMK DI SURABAYA DAN SIDOARJO Diah Karunia Binawati; Sukarjati; susie Amilah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no2.a2701

Abstract

Abstrak Spirulina adalah sianobakterium multiseluler, walaupun mirip dengan bakteri tetapi Spirulina mempunyai mekanisme fotosintesis yang mirip dengan yang ditemukan pada tanaman. Spirulina merupakan mikroalga sel tunggal yang hidup di air dan berkembang biak dengan cara membelah diri ini dikenal sebagai sumber nutrisi nabati terlengkap yang kaya akan asam amino esensial, vitamin, mineral dan karotenoid (Sitorus, 2015). Kandungan nutrisi Spirulina yang lengkap mengakibatkan Spirulina semakin banyak digunakan untuk kebutuhan manusia baik dalam bidang pangan maupun kecantikan. Pelatihan pembuatan sabun padat transparan Spirulina bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada siswa SMA/SMK di Surabaya dan Sidoarjo tentang pengaplikasian ilmu dan teknologi dalam menghasilkan sabun padat transparan untuk membersihkan dan menyehatkan kulit wajah. Bahan yang digunakan adalah Chip soap 450 g, Lexaine C 0,06 g, Carbowax liquid 0,03 g, Propilen glikol 0,03 g, Fixolite 12 g, Spirulina 9 g, Alkohol 96 % 30 ml, parfum. Hasil pelatihan ini memberikan informasi tentang penggunaan Spirulina untuk pembuatan sabun padat transparan dan mempraktekkan secara langsung pembuatan sabun padat transparan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur siswa. Kata kunci: sabun padat transparan, kulit wajah, Spirulina Abstract Spirulina is a multicellular cyanobacterium, although similar to bacteria, but Spirulina has a photosynthesis mechanism that is similar to those of plants. Spirulina is a single cell microalga that lives in the water and reproduce by dividing itself. Spirulina is known as the most complete source of vegetable nutrition because it’s rich of essential amino acid, vitamin, mineral, and carotenoids (Sitorus, 2015). The complete nutrition in Spirulina makes it more widely known and used to fulfill the human needs, both in the fields of food and beauty. The training of making Spirulina transparent solid soap aims to provide knowledge and skills to students of high school and vocational school in Surabaya and Sidoarjo regarding the application of science and technology in producing transparent solid soap to cleanse and nourish the facial skin. The ingredients used are Chip soap 450 g, Lexaine C 0,06 g, Carbowax liquid 0,03 g, Propilen glikol 0,03 g, Fixolite 12 g, Spirulina 9 g, Alcohol 96% 30 ml, and Perfume. The purpose of this study is to give information and direct practice about the use of Spirulina to make transparent solid soap, so this training is expected to grow the entrepreneurial sense of the students. Keywords: transparent solid soap, facial skin, Spirulina
PENGENALAN DAN PELATIHAN TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN PADA GURU MGMP BIOLOGI SMA SE-JAWA TIMUR Purity Sabila Ajiningrum; Vivin Andriani; diah karunia binawati; Tatang Sopandi; arif yachya; ngadiani; pungky slamet wisnu kusuma; sukarjati
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 6 No 01 (2022): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol6.no01.a5498

Abstract

Kultur jaringan merupakan salah satu teknik budidaya tanaman secara vegetatif yang dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman dengan waktu yang relatif singkat dengan menggunakan media tanam yang mengandung unsur hara mikro, makro dan zat pengatur tumbuh. Pengenalan dan pelatihan teknik kultur jaringan yang ditujuhkan kepada guru MGMP Biologi se-Jawa Timur dapat dimanfaatkan sebagai tambahan pengetahuan dalam memperkenalkan kultur jaringan saat mengajar di kelas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan virtual web conference. Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan peserta mengalami kenaikan hasil sebesar 59,26% tentang pengenalan dan pelatihan teknik kultur jaringan (teknis kultur jaringan, tahap persiapan, tahap inisiasi, tahap multiplikasi, tahap aklimatisasi).
PELATIHAN AKLIMATISASI TANAMAN BUDIDAYA ANGGREK BAGI SISWA SISWI SMA DI SURABAYA-SIDOARJO Arif Yachya; Diah Karunia Binawati; Ngadiani; Sukarjati; M. Saftian Andreanto; Gusti Azzahra Widiaura
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan sebagai analisis kebutuhan yang diperlukan untuk membekali para siswa dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang biologi, khususnya menguasai bagaimana cara aklimatisasi yang baik untuk tanaman anggrek. Tanaman anggrek dipilih dalam pelatihan ini karena merupakan salah satu jenis tanaman hias yang mempunyai nilai estetika yang tinggi dan banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Pelatihan aklimatisasi tanaman anggrek akan dilaksanakan secara luring dengan sasaran peserta yaitu dari Siswa-siswi SMA Surabaya dan Sidoarjo. Lokasi pelaksanaan pelatihan dilakukan di Laboratorium Biologi Dasar dan Laboratorium Kultur Jaringan Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada bulan Desember 2023. Tahapan kegiatan pelatihan dimulai dari persiapan, sosialisasi kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Kata kunci: Aklimatisasi; tanaman Anggrek; Siswa SMA; Surabaya-Sidoarjo
PELATIHAN PEMBUATAN STIK LELE KEPADA IBU-IBU PKK DI KELURAHAN KETINTANG SURABAYA Sukarjati; Karunia Binawati, Diah; ngadiani; Sopandi, Tatang; Slamet Wisnu Kusuma, Pungky; Sabila Ajiningrum, Purity; Yachya, Arif; Andriani, Vivin
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 7 No 02 (2024): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v7.i02.a8230

Abstract

Pengetahuan masyarakat khususnya tentang diversifikasi atau aneka ragam pangan bersumber ikan dan hasil perikanan lainnya masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK RT 03/04 Ketintang melalui pelatihan dalam pembuatan stik berbahan dasar lele dan menciptakan peluang usaha secara nyata di masa mendatang, mampu meningkatkan nilai jual produk hasil olahan, dan dapat dipasarkan lebih luas karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, tujuan dari pengolahan ikan lele menjadi stik ini adalah untuk meningkatkan minat mengkonsumsi ikan lele dan kandungan gizi yang terdapat pada ikan lele dapat dimanfaatkan dengan baik. Metode dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah tahap perencanaan yang dimulai dengan melakukan diskusi dengan ketua PKK, tahap penyuluhan dan pelatihan dimana dalam tahap ini dilakukan metode presentasi dan penjelasan materi oleh narasumber tentang pentingnya diversifikasi olahan ikan. Narasumber juga mempraktekkan pembuatan produk stik ikan lele dan peserta berperan aktif dalam pelaksanaannya. Tahap yang terakhir yaitu penilaian ketercapaian tolok ukur yang dilakukan melalui metode pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat secara umum berlangsung dengan baik dan berdasarkan hasil evaluasi, adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat sebanyak 57,3% tentang diversifikasi produk perikanan berbahan dasar ikan lele
COMBINATION OF N-BUTANOL GOTU KOLA EXTRACT, N-BUTANOL LERAK EXTRACT, AND NEEM SEED OIL IN A NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER HERBAL ANTIMICROBIAL SPERMICIDE Sukarjati; Wisnu Kusuma, Pungky Slamet; Rahayu, Asti Rahayu
Lux Mensana: Journal of Scientific Health Vol. 2 Issue 1 (2023)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jsh.v2i1.256

Abstract

Introduction. The spermicidal effect of the nonoxynol-9 compound paralyzes sperm by rupturing the cell membrane. Nonoxynol-9 compounds, however, can irritate and itch the vagina. Using a Nanostructured Lipid Carrier (NLC) delivery system, alternative herbal spermicides were created in this research using gotu kola, lerak, and neem. To optimize and formulate of NLC formulation herbal spermicides made from a combination of lipids on Glyceryl Monostearate (GMS) and liquid lipids of olive oil using a response surface full factorial design model (22), and analyzing particle size tests, spreadability tests, pH, viscosity, and potential zeta tests. Method. A full factorial design model (22) was employed in this research to optimize and formulate NLC herbal spermicides using a combination of lipids in Glyceryl Monostearate (GMS) and liquid lipid olive oil. Results and Analysis. NLC herbal spermicide particle sizes range from 103.8 ± 0.3 to 178.0 ± 1.2 nm. The spreading power of NLC Herbal Spermicide ranges from 5.8 ± 0.05 to 6.3 ± 0.05 cm. The Zeta Potential of NLC Herbal Spermicide has a range of -17.0 ± 0.8 to -24.8 ± 3.3 mV. Resulting pH range is 5.7 ± 0.2 to 6.5 ± 0.1, resulting viscosity is 564 ± 0.3 to 661 ± 0.5 cps. Discussion. The equation model for the power distribution response has a p-value smaller than 0.05 which means it is significant so that the equation model can be used to predict the power response. Different things occur in the zeta potential response and spreadability which have a p-value greater than 0.05, so it can be concluded that the ratio of solid lipids and liquid lipids has no effect on the particle size and zeta potential parameters.
ROLE OF IMMUNOGLOBULIN G (IgG) FROM THE INDUCTION OF Escherichia coli PILI ADHESION PROTEIN ISOLATED FROM INFERTILE MALE SEMEN WITH 32.2 KDA MOLECULAR WEIGHT AS OPSONIN AND ANTI-ADHESION AN IN VITRO Escherichia coli INFECTION Sukarjati, Sukarjati; Amilah, Susie
Folia Medica Indonesiana Vol. 53 No. 2 (2017): JUNE 2017
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.031 KB) | DOI: 10.20473/fmi.v53i2.6343

Abstract

Escherichia coli (E. coli), a major cause of male genital tract infections, is asymptomatic and may result in male infertility. We have succeeded in isolating and characterizing proteins of E. Pili coli isolates from semen of infertile men who function as adhesin with a molecular weight (MW) 32.2 kDa. This study aims to prove the ability of IgG results adhesion proteins induced pili of E. MW coli 32.2 kDa as opsonin to determine the value of the activity and phagocytic capacity and as an anti- adhesion by calculating the average number of E. coli that attached to human spermatozoa. E. coli infertile men's semen were cultured using standard bacteriology. Peritoneal macrophages were isolated from mice. Spermatozoa from donors were prepared using Sil with Select Plus. IgG was obtained from mice immunized with (1) PBS (control), (2) E. coli pili adhesion protein isolated from infertile men semen with MW of 32.2 kDa and (3) weakened E. coli isolated from infertile men's semen. Phagocytic activity value was determined by counting the number of cells activated macrophage phagocytosis process in 100 cells. Phagocytic capacity value was determined by counting the number of bacteria ingested by 25 macrophages. Anti-adhesion test was done by counting the number of bacteria attached to 100 spermatozoa. The results of this study showed difference (p=0.000) in phagocytic activity and phagocytic capacity (p=0.000) between treatment (1) and (2), and between treatment (1) to (3). However, treatment (2) and (3) did not differ neither in phagocytic activity (p=0.693) nor in phagocytosis capacity (p=0.125). Anti-adhesion test produces difference (p=0.000) in the number of E. coli that attached to human spermatozoa between treatments (1) and treatment (2), and between treatments (1) and (3). The number of E. coli that attached to human spermatozoa between treatment (2) and treatment (3) was not significantly different (p=0.371). In conclusion, IgG from the induction of E. coli pili adhesion protein of infertile men semen isolates with MW of 32.2 kDa can increase phagocytic activity and capacity as well as serve as an anti- adhesion. Thus, IgG from the induction of E. coli pili adhesion protein of infertile men semen isolates with MW of 32.2 kDa is protective against in vitro E. coli infection, so that it can be used as material to prevent male reproductive tract infections due to E. coli.
DAMPAK INFEKSI Escherichia coil DAN ADHFSIN PILI Escherichia coil ISOLAT SEMEN PRIA INFERTIL BM 32.2 KDA PADA MOTILITAS, VITALITAS DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA MARMUT Sukarjati, Sukarjati; Sudjarwo, Sudjarwo
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 4 No 01 (2010)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol4.no1.a1086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak infeksi E. coil dan imunisasi adhesin pill E. coil BM 32.2 kDa terhadap kualitas spermatozoa Marmut. Sampel penelitian ini. adalah spermatozoa dari 15 Marmut. Uji toksisitas adhesin pili E. coil BM 32.2 kDa terhadap kualitas spermatozoa marmut dilakukan dengan mengamati motilitas, vitalitalis dan morfologi sperms marmut imicroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara marmut kontrol negatif dan marmut perlakuan (yang diimunisasi dengan adhesin pili E. coil BM 32.2 kDa ) pada motilitas spermatozoa (p0.499), vitalitas spermatozoa (p.817) dan morfologi normal spermatozoa (p--3.176). Antara marmut kontrol negatif dan marmut kontrol positif (yang diinfeksi dengan E. coli secara transuretral) ada perbedaan balk pada motilitas (p0.000), vitalitas (p=0.000) maupun morfologi (p=0.000). Antara marmut kontrol positif dan marmut perlakuan ada perbedaan pada motilitas (p-71.001), vitalitas (p=0.000) dan morfologi (p-.000). Hasil pengamatan morfologi menunjukkan bahwa pada marmut yang infeksi secara tranuretral dengan E. coil tampak adanya granulosit dan E. coil yang melekat pada sperms epididimis. Berdasarkan basil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa infeksi E. coil secara transuretral berdampak menurunkan kualitas sperm epididimis marmut dan protein adhesin pili E. coil BM 32.2 kDa yang diimtmisasikan ke marmut tidak berpengaruh terhadap kualitas spermatozoa epididimis Marmut.
PENGENALAN SAINS DATA BIOLOGI UNTUK SISWA SMA: MEMBANGUN LITERASI DATA SEJAK DINI DALAM ERA DIGITAL Ajiningrum, Purity Sabila; Diah Karunia Binawati; Pungky Slamet Wisnu Kusuma; Sukarjati; Vivin Andriani; Tatang Sopandi; Arif Yachya
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 9 No 01 (2025): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v9.i01.a10561

Abstract

Era digital yang berlangsung saat ini membutuhkan kemampuan literasi data sebagai keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda, termasuk dalam bidang biologi. Pembelajaran biologi di tingkat SMA cenderung berfokus pada hafalan konsep teoritis dan belum banyak menyentuh aspek pengolahan dan analisis data. Padahal, pendekatan sains data dapat membantu siswa memahami fenomena biologis secara lebih kontekstual dan berbasis bukti. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar sains data biologi kepada siswa SMA melalui pelatihan dan praktik langsung. Siswa akan dilatih untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan memvisualisasikan data sederhana dari pengamatan biologi di sekitar mereka, seperti data pertumbuhan tanaman, aktivitas fauna, atau kondisi lingkungan. Dengan bantuan perangkat sederhana seperti Excel atau Google Sheets, siswa diarahkan untuk berpikir analitis dan menyimpulkan informasi dari data nyata. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan literasi data siswa, memperkaya metode pembelajaran biologi di sekolah, serta membangun ketertarikan siswa terhadap biologi sebagai ilmu yang dinamis dan aplikatif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan rata-rata pemahaman siswa sebesar 37,3%, terutama kemampuan menginterpretasikan data, membuat grafik, dan menyusun kesimpulan berbasis bukti. Selain itu, siswa lebih antusias mempelajari biologi secara aplikatif dan menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis data membantu mereka memahami materi biologi secara lebih nyata dan kontekstual .
Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata), Tepung Porang (Amorphophallus muelleri Blume), dan Kombinasi Kedua Tepung sebagai Penurun Gula Darah dan Peningkat Motilitas Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Sukarjati, Sukarjati; Evarina, Melinda Yuti; Andriani, Vivin
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.8941

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a global epidemic with high morbidity and mortality. Diabetes Mellitus (DM) is thought to have a negative impact on sperm quality. Yellow pumpkin contains antioxidants that can neutralize free radicals which can improve fertility. Glucomannan is a substance contained in porang which functions as a soluble fiber and plays a role in blood glucose balance. This study aims to examine pumpkin flour, porang flour and a combination of both flours on sperm motility and body weight of alloxan-induced diabetic mice. This study used 25 mice aged 3 months, body weight 25gr-30 gr. This study used a completely randomized plan (CRD) with 5 replications and 5 treatments. The treatments were negative control (diabetic mice), positive control (administration of glimepiride at a dose of 0.0078 mg/mice per day), D1 (pumpkin flour 134.4 mg/30g BW of mice), D2 (porang flour 63mg/30g BW mice), D3 (combination 50% : 50% = 67.2 mg : 31.5 mg/30 grBW mice). Diabetic mice were made by intraperitoneal induction of alloxan dose of 200 mg/Kg for 3 days. The parameters observed were spermatozoa motility, body weight and blood sugar levels of the mice. The research data were analyzed using the ANOVA test followed by the BNT test. The results showed that the administration of glymeride, pumpkin flour, porang flour and their combination had a significant effect on reducing blood sugar (p=0.000) and sperm motility (p=0.000), but had no effect on body weight (p=0.317). Conclusion: pumpkin flour, porang flour or a combination of both flours can be used as herbs to lower blood sugar and increase sperm motility in diabetes sufferers.