Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Mawadah, Liya; Zuhri, M. Saifuddin; Indraswati, Tersiana
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): VOL 5 NO 1
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v5i1.3396

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII materi pokok bangun ruang sisi datar di SMP Negeri 1 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan bentuk true experimental design jenis pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan nilai posttest dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji perbedaan rata-rata. Hasil penelitian ini adalah rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen lebih baik daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol. Analisis uji-t menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen adalah 88,618 dan kelas kontrol adalah 84,647. Dari hasil uji perbedaan rata-rata posttest menunjukkan bahwa nilai , maka  ditolak dan  diterima. Artinya, ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model PBL dengan pendekatan CRT ini dapat diimplementasikan secara efektif dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: PBL, CRT, Bangun Ruang Sisi Datar.   Abstract : The aim of this research is to evaluate the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) integrated with a Culturally Responsive Teaching (CRT) approach on the problem-solving skills of seventh-grade students in the topic of solid geometry at SMP Negeri 1 Semarang. This quantitative research employs an experimental method with a true experimental design, specifically a pretest-posttest control group design. Cluster random sampling was used to select the sample. Data collection was conducted through testing. Data analysis involved normality tests, homogeneity tests, and mean difference tests on the posttest scores. The results of this research indicate that the average problem-solving ability of the experimental group is superior to that of the control group. T-test analysis reveals that the average problem-solving score of the experimental group is 88.618, compared to 84.647 for the control group. The mean difference test results show that  = 2.0175 is greater than  = 1.6683, leading to the rejection of  and acceptance of . This signifies a difference in the problem-solving abilities of students taught using the Problem-Based Learning (PBL) model with a Culturally Responsive Teaching (CRT) approach compared to those taught using conventional teaching methods. The findings show that the experimental class outperformed the control class in terms of problem-solving abilities. Therefore, the PBL model with a CRT approach can be effectively applied in the teaching process. Keywords: PBL, CRT, Solid Geometry.    
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Transformasi Geometri ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Junaedi, Aurellia Salsabilla; Purwosetiyono, FX Didik; Zuhri, M. Saifuddin
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 6 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i6.21494

Abstract

Komunikasi matematis adalah proses penyampaian gagasan, konsep, dan hasil matematika secara efektif dan jelas kepada orang lain melalui berbagai cara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan siswa SMA dalam komunikasi matematis saat menyelesaikan masalah bangun ruang sisi datar dengan menggunakan kedua gaya kognitif field dependent dan field independent. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen utama peneliti dan instrumen bantu seperti tes GEFT, angket transformasi geometri, wawancara untuk mengevaluasi kemampuan siswa dalam komunikasi matematis, dan dokumentasi. Karena penelitian ini berlangsung dua kali, datanya menggunakan triangulasi tenik untuk memastikan keabsahan. Pengumpulan, pengurangan, penyampaian, dan penarikan kesimpulan adalah semua bagian dari analisis data. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan subjek penelitian ini. Empat siswa di kelas XI-1 SMA Negeri 3 Rembang di Rembang adalah subjek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif Field Dependent tidak dapat memenuhi semua kriteria kemampuan komunikasi matematis. Siswa dengan gaya kognitif Field Independent, di sisi lain, dapat memenuhi semua kriteria.
Analisis Kemampuan Peserta Didik Dalam Pemecahan Masalah Spldv Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kreatif Rahayu, Putri; Andri Nugroho, Aryo; Zuhri, M. Saifuddin
AB-JME: Al-Bahjah Journal of Mathematics Education Vol. 3 No. 2 (2025): AB-JME Vol. 3 No.2 2025
Publisher : STAI Al-Bahjah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61553/abjme.v3i2.659

Abstract

Solving mathematical problems is an activity carried out by someone to overcome various difficulties that arise during the learning process. According to Polya, the problem-solving process consists of several stages, including understanding the problem, planning a strategy, implementing the chosen strategy, and reviewing the results obtained. This study to examine students’ ability to solve mathematical problems based on the level of creative thinking skills. The research uses a qualitative descriptive method and involves eighth-grade students of MTs Negeri 1 Demak, who selected based on the results of a creative thinking ability test. Data were collected through written mathematics problem-solving tasks and individual interviews to gain deeper insight into students’ thinking processes. The findings indicate that: (1) students with high creative thinking skills are able to meet all indicators of mathematical problem-solving, starting from understanding the problem to reviewing their answers; (2) students with moderate creative thinking skills are less able to review and evaluate their solutions; and (3) students with low creative thinking skills tend not to recheck their responses and often show a lack of accuracy in solving problems. These results emphasize the importance of developing students’ creative thinking abilities, as creativity significantly influences the quality of problem-solving. The study suggests that consistent practice, exposure to diverse problem types, and guided reflection can contribute to the growth of creative thinking in daily learning activities.