Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMBUATAN STANDARD OPERATING PROCEDURE PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: STUDI KASUS DPTSI ITS Herdiyanti, Anisah; Puspitaningrum, Ari Cahaya; Astuti, Hanim Maria; Yuhana, Umi Laili
SISFO Vol 8 No 1 (2018)
Publisher : Department of Information Systems, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DPTSI is an information technology unit in Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). One of its section is Subdit PSI who is responsible for developing Management Information Systems (MIS) application to other units in ITS. Some problems exist when there is no single procedure available, including unstandardized processes of software development and lack of control in software quality development. A standard operating procedure is needed for this purpose and is constructed according to IT governance best practice framework, i.e. ITIL v3 and COBIT 5. Prior the development of SOP, a gap analysis was conducted to find important activities in software development. As a result, 5 (five) SOPs and 14 forms were developed. The results were then validated through simulation and focus group discussion with Subdit PSI. The research contributes to the implementation of IT governance best practice framework and also serves as a reference for management to standardize IT management process.
Literature Review: Elements and Criteria Methodology of Enterprise Architecture for E-Government ari cahaya puspitaningrum
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.399 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i1.1027

Abstract

AbstractEnterprise Architecture (EA) has become a major requirement for organizations to addresses business, data, infrastructure, and information systems. EA Implementation in the government is considered very important to improve the efficiency of electronic-based services. The documentation process is challenging and is often seen as very time consuming, error-prone, and requires the collection of quality data. To create a successful, it requires to emphasize the aspects of EA development properly to prevent failure of the documentation. So, this study aims to identify the aspects of how to develop EA for e-government. The method of this study was literature review of 30 previous studies that related with the topic. Thus, this study analyzed and synthesized the studies and it can be mapped into 2 categories. The mapping consists of 1) elements and 2) criteria methodology of EA development for e-government. The findings are 23  and 11 criteria methodology of development for e-government. This study also provides some reference for further research and also provides insight into EA development for e-government that will be used by practitioners.Keywords: enterprise architecture, e-Government, e-Government EA, EA methodology AbstrakArsitektur perusahaan telah menjadi kebutuhan utama bagi organisasi untuk mengembangkan bisnis, data, infrastruktur, dan sistem informasi. Penerapan arsitektur perusahaan di pemerintahan dinilai sangat penting untuk meningkatkan efisiensi layanan berbasis elektronik. Proses dokumentasi cukup menantang dan sering kali dianggap sangat memakan waktu, rawan kesalahan, dan memerlukan pengumpulan data yang berkualitas. Untuk menciptakan kesuksesan, perlu adanya penekanan pada aspek pengembangan arsitektur perusahaan dengan baik untuk mencegah kegagalan pendokumentasian. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek bagaimana mengembangkan arsitektur perusahaan untuk e-government. Metode penelitian ini adalah studi pustaka dari 30 penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan topik. Dengan demikian, studi ini menganalisis dan mensintesis studi tersebut dan dapat dipetakan menjadi 2 kategori. Pemetaan terdiri dari 1) elemen dan 2) metodologi kriteria pengembangan arsitektur perusahaan untuk e-government. Temuan tersebut adalah 23 dan 11 kriteria metodologi pengembangan e-government. Studi ini juga memberikan beberapa referensi untuk penelitian selanjutnya dan juga memberikan wawasan tentang pengembangan arsitektur perusahaan untuk e-government yang akan digunakan oleh para praktisi.Kata Kunci: arsitektur perusahaan, arsitektur perusahaan e-Government, e-Government, metodologi arsitektur perusahaan
Literatur Review : Critical Success Factor Penerapan Sistem ERP pada Perusahaan Manufaktur di Negara Berkembang dan Maju Ari Cahaya Puspitaningrum; Endah Septa Sintiya
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 4, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v4i2.2018.89-97

Abstract

Penerapan sistem ERP telah menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan besar, menengah, ataupun kecil dalam upaya mempermudah proses bisnis mereka.  Sistem ERP memiliki manfaat yang besar untuk membantu perusahaan dalam merampingkan proses bisnis, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan pendapatan. Namun, sistem ERP merupakan sistem yang rumit dan kompleks, serta memiliki tingkat kegagalan yang tinggi. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu mengidentifikasi critical success factor (CSF) dalam penerapan ERP agar tidak terjadi kegagalan yang dapat merugikan perusahaan. Pada penelitian ini berfokus pada critical success factor sistem ERP pada perusahaan manufaktur di  negara berkembang dan negara maju dengan mengkaji 20 studi yang telah ditemukan. Berdasarkan pengkajian dari studi tersebut, ditemukan beberapa CSF yang memiliki pengaruh besar  terhadap kesuksesan penerapan ERP pada perusahaan manufaktur di negara berkembang maupun negara maju. Selain itu, CSF tersebut dapat diklasifikasikan kedalam 2 kategori, yaitu  strategik dan taktik. Pada penelitian ini juga memberikan rekomendasi tindakan yang perlu dilakukan oleh perusahaan terhadap CSF ERP yang didasarkan pada hasil ulasan studi yang digunakan.
AKUISISI DATA MEDIA SOSIAL PEMERINTAH UNTUK MENGANALISIS KETERBUKAAN INFORMASI PENYEBARAN COVID-19 Nina Fadilah Najwa; Muhammad Ariful Furqon; Endah Septa Sintiya; Ari Cahaya Puspitaningrum
Jurnal Sosioteknologi Vol. 20 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2021.20.1.5

Abstract

The Covid-19 pandemic is spreading rapidly throughout the world, including in Indonesia. Every province in Indonesia has been using social media to share Covid-19 information. This study aims to see the activeness and openness of provincial governments’ social media about Covid-19 information. The steps taken were crawling data on governments’ social media, namely Instagram by taking 300 posts. Then, data extraction was carried out to filter data related to Covid 19. This study also conducted a comparison or ranking of provinces that have had Covid-19 confirmed cases. The results show that DKI Jakarta Province is the area that has the most Covid-19 confirmed patients. Meanwhile, the most active social media is North Sumatra Province. There is an influence on the growth rate of confirmed cases of Covid-19 with the active provincial government social media. The research contribution has provided the analysis results of data acquisition and is used as knowledge for government officials to increase the social media activeness of their local government.
Teknik Elisitasi Kebutuhan Perangkat Lunak: Literatur Review Ari Cahaya Puspitaningrum; Endah Septa Sintiya
JUSIFO : Jurnal Sistem Informasi Vol 8 No 1 (2022): JUSIFO (Jurnal Sistem Informasi) | June 2022
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jusifo.v8i1.11569

Abstract

The selection of software requirements elicitation techniques is very important for organizations as the first step in the software development process. This study is motivated by the existence of problems, where the organization does not understand the type of software being developed, so it is difficult to determine the right need elicitation technique. In this study, a literature review was used by collecting existing studies. Used 17 studies related to the discussion of elicitation techniques used. This study aims to review previous studies so as to produce recommendations for software requirements elicitation techniques. Based on the study, it can be concluded that interview, prototyping and JAD are most often used in software projects. In addition, for the small-medium scale software projects, more use of interviews, JAD, and ERD-based specifications. Meanwhile, the large-scale software projects involve more stakeholders with elicitation techniques such as group discussions, interviews, and parallel discussions to find joint solutions.
Proposed Business Continuity Plan Information Technology using ISO 22301 And ISO 27031 Ari Cahaya Puspitaningrum
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 11, No 3 (2022): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v11i3.1990

Abstract

Majority of organizations have a high dependence on the role of information technology (IT). IT has a very important role for a business, so IT implementation needs to be protected from various threats and disruptions to avoiding IT failures and the occurrence of IT risks that will poor impact to business activities of the organization. To ensure the sustainability of the business, an organization needs to have a business continuity planning (BCP) document. BCP is a complete set of procedures to respond to the disruption of business operations effectively and efficiently, so that business can continue continuously. During all this time, not many organizations have awareness to the importance of good BCP implementation. It is caused by the lack knowledge how to design BCP document with comprehensive, included business impact analysis and prioritize critical business processes. Organizations without BCP implementation, would potentially loss profit, because they did not have any preparation in case of disaster related to information technology which has crusial role in business organizations. This indicated that BCP is important to be implemented throughout the organization for business to continue continuously as it reduces the negative impact of business interruptions. The output of this research is the proposed BCP in the oil and gas industry using ISO 22301:2012, ISO 27031:2011 references related to business continuity in information technology, and previous research on BCP elements.
PEMBUATAN MEDIA INFORMASI DIGITAL SEBAGAI SARANA INFORMASI DAN PROMOSI SEKOLAH Heri Supriyanto; Mochamad Nurhadi; Muhammad Septama Prasetya; Deny Hermansyah; Ari Cahaya Puspitaningrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.9929

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan media teknologi informasi diperlukan di era transformasi digital yang semakin berkembang. Sektor yang perlu melakukan perubahan dan inovasi yaitu Bidang Pendidikan. Salah satu pemanfaatan media informasi teknologi yaitu Website. Mitra pada pengabdian masyarakat terdiri dari 8 orang guru dan 1 orang guru sekaligus menjadi admin sekolah yang difokuskan pada pengembangan sumber daya. Tujuan PkM untuk melakukan perancangan dan pembuatan website sekolah sebagai sarana promosi. Tahapan pembuatan website sekolah yaitu survei kebutuhan, perancangan menggunakan Content Management System (CMS) yaitu Wordpress, testing, sewa hosting dan domain. Tahapan terakhir adalah pelatihan dan pendampingan kepada guru dan admin sekolah terkait cara mengelola konten website. Hasil evaluasi penggunaan website dengan Technology Acceptance Model (TAM) menunjukkan rata-rata peserta pelatihan setuju bahwa website dapat dioperasikan dengan mudah, memiliki kemanfaatan bagi sekolah, dan stakholder sekolah dapat menerima media berbasis teknologi informasi dalam bentuk website sekolah. Sedangkan evaluasi pengembangan sumber daya manusia menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam pengelolaan konten informasi dan promosi sekolah.Abstract: Utilization of information technology media is needed when digital transformation is growing. The sector that needs to use innovation is the Education Sector. One of the uses of information technology media is the Website. Community service partners consist of 8 teachers and 1 teacher as well as school admins as resource development. The purpose of PkM is to design and create a website as a means of promotion. The stages of making a website are a needs survey, designing using a Content Management System (CMS) such as WordPress, testing, hosting and domain rental. The last stage is the training and mentoring of teachers and admins on how to manage website content. The results of the evaluation of the use of the website with the Technology Acceptance Model (TAM) showed that the average participant agreed that the website could be operated easily, had benefits for schools, and school stakeholders could accept information technology-based media in the form of a website. Meanwhile, the evaluation of human resource development shows an increase in the ability of partners in managing information content and school promotion.
PENGELOLAAN KONTEN WEBSITE DAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI SEKOLAH MENGGUNAKAN CANVA Ari Cahaya Puspitaningrum; Mochamad Nurhadi; Heri Supriyanto; Muhammad Septama Prasetya; Deny Hermansyah; Noventy Ayuning Fitri; Arfi Indra Riskiawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13533

Abstract

Abstrak: Dunia digital telah mempengaruhi perkembangan media promosi pada suatu bisnis. Sekolah merupakan salah satu bisnis bidang pendidikan yang perlu mengikuti perkembangan penggunaan media promosi untuk memasarkan kualitas sekolahnya kepada masyarakat umum, sehingga memperoleh siswa baru dalam jumlah yang banyak. Dalam penerapannya, tidak semua sekolah menyadari akan pentingnya media promosi, seperti halnya SD Islam (SDI) Al-Khoiriyyah Surabaya yang belum memaksimalkan pemanfaatan media promosi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru SDI Al-Khoiriyyah dalam menyediakan informasi yang menarik dan informatif pada webite dan media sosial sekolah. Metode pelaksanaan menggunakan 5 tahap, yaitu: observasi & wawancara, analisis, pelaksanaan pelatihan, eksplorasi Canva, dan pendampingan.. Pelatihan dan pendampingan ini dilakukan secara offline dan diikuti oleh guru dan staf admin berjumlah 9 peserta. Metode evaluasi menggunakan pre-test dan post-test Technology Acceptance Model (TAM) dengan beberapa indikator, yaitu kemudahan, kebermanfaatan dan penerimaan teknologi informasi. Hasil evaluasi pelatihan menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 17,5%. Selain itu, evaluasi menggunakan TAM menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan keterampilan desain konten informasi untuk website dan media sosial yang dibuat oleh peserta sebesar 3,77 untuk indikator kemudahan, 4,27 untuk indikator kebermanfaatan, 4,64 untuk indikator penerimaan teknologi informasi. Abstract: The digital world has influenced the development of promotional media for a business. Schools are one of the businesses in the education sector that needs to keep up with developments in the use of promotional media to market the quality of their schools to the general public, so as to get a large number of new students. In its application, not all schools are aware of the importance of promotional media, such as the Al-Khoiriyyah Islamic Elementary School (SDI) Surabaya which has not maximized the use of promotional media. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of SDI Al-Khoiriyyah teachers in providing interesting and informative information on the school's website and social media. The implementation method uses 5 stages, namely: observation & interviews, analysis, training implementation, Canva exploration, and mentoring. This training and mentoring is carried out offline and is attended by 9 teachers and admin staff. The evaluation method uses a pre-test and post-test Technology Acceptance Model (TAM) with several indicators, namely convenience, usefulness and acceptance of information technology. The results of the training evaluation using the pre-test and post-test showed an increase in knowledge of 17.5%. In addition, the evaluation using TAM showed an increase in the ability and skills of information content design for websites and social media created by participants of 3.77 for the convenience indicator, 4.27 for the usefulness indicator, 4.64 for the information technology acceptance indicator.  
Analisis Kualitas Website Perguruan Tinggi Sebagai Second-Order Construct Menggunakan Pendekatan PLS-SEM Muhammad Septama Prasetya; Mochamad Nurhadi; Ari Cahaya Puspitaningrum; Clariza Arifianti; Ahmad Habib Hudzaifah
Teknika Vol. 12 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v12i2.617

Abstract

Website perguruan tinggi mengalami penurunan pemeringkatan Webometric, QS World University Ranking dan klasterisasi di tingkat nasional. Peneliti melakukan riset terkait dengan adanya gap pada performa website perguruan tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang membentuk dimensi kualitas website (WebQual) dan pengaruhnya pada kepuasan pengguna dan niat mengunjungi kembali website perguruan tinggi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan data primer yang hasilnya diperoleh dari jawaban responden atas isian kuesioner. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan total 379 responden. Teknik analisis menggunakan Explanatory Factor Analysis (EFA) untuk menentukan faktor pembentuk WebQual dan Partial Least Square dengan Structural Equation Model (PSL-SEM) untuk menguji model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EFA mampu mengelompokkan dari sepuluh variabel menjadi tiga variabel baru pembentuk dimensi WebQual sebagai second-order construct yaitu kualitas informasi, kualitas interaksi layanan, dan kemanfaatan website. Hasil PLS-SEM menunjukkan bahwa dimensi WebQual memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, dan kepuasan pengguna berpengaruh positif terhadap niat mengunjungi kembali website perguruan tinggi. Implikasi dari penelitian ini bahwa semakin bagus kualitas website perguruan tinggi dapat meningkatkan kepuasan penggunanya. Hal ini memberi dampak pada keinginan pengguna untuk melakukan kunjungan kembali ke website perguruan tinggi di masa yang akan datang.
Rancang Bangun Aplikasi Evaluasi Pengantar Sistem Informasi (ELUPSI) Berbasis Android Pratama, Yudha Herlambang Cahya; Puspitaningrum, Ari Cahaya; Hafidz, Mohammad Al; Supriyanto, Heri; Prasetya, Muhammad Septama; Fitrani, Laqma Dica
Jurnal Infortech Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/infortech.v5i2.20910

Abstract

Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas telah memperoleh Akreditasi Institusi A dari BAN-PT dan selalu berupaya dalam pengembangan media pembelajaran daring untuk mendukung konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam mendukung upaya universitas, dosen pada program studi (PS) di UHW Perbanas, yaitu dosen PS Sarjana Sistem Informasi, terus mengembangkan fasilitas pembelajaran berbasis digital, terutama untuk Mata Kuliah Pengantar Sistem Informasi, yang menjadi dasar bagi mahasiswa semester satu (1). Penelitian ini mengembangkan sebuah aplikasi evaluasi pembelajaran berbasis gamifikasi yang dibangun dengan metode pengembangan aplikasi waterfall. Aplikasi Evaluasi Pengantar Sistem Informasi (ELUPSI) adalah alat evaluasi mahasiswa yang mengadopsi pendekatan OBE untuk mengukur capaian pembelajaran. Didasari oleh CPMK dan Sub-CPMK, aplikasi ini menggunakan model gamifikasi dengan empat tingkatan level yang menggambarkan capaian pembelajaran matakuliah. ELUPSI dikembangkan berbasis Android, platform ini dipilih untuk mempermudah akses mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah memperkuat pengetahuan teoritis dengan keterampilan analisis yang relevan dengan masalah dunia nyata, menciptakan aksesibilitas lintas disiplin ilmu dan memberikan alat evaluasi kepada dosen untuk menilai pencapaian belajar mahasiswa berdasarkan kurikulum Mata Kuliah Pengantar Sistem Informasi di PS Sistem Informasi Universitas Hayam Wuruk Perbanas.