Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Memperkuat Kerukunan Warga Desa Rancamanyar Melalui Keterampilan Komunikasi Fitriawati, Diny; Sabarudin, Didin; Ghassani, Rizqi; Bintang, Gilang; Suminar, Erna
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v7i1.1736

Abstract

Kerawanan yang menyebabkan instabilitas sosial potensial terjadi pada masyarakat transisi. Ciri transisi tergambar jelas pada masyarakat desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Desa yang tengah berubah menuju wujud sebuah kota ini menyimpan berbagai potensi membahayakan. Di antaranya, gangguan pada kerukunan dan kenyamanan lingkungan. Sebagai masyarakat transisi, kesulitan akan dialami ketika harus berubah ke arah suasana baru. Karena menuntut masyarakat untuk mengikuti arus perubahan dan meninggalkan adat dan kebiasaan yang telah lama terbentuk. Di dalam perubahan menuju kebiasaan baru ini terdapat hal paling mendasar, yakni, komunikasi. Ini berkenaan dengan bertebarannya simbol-simbol baru sebagai pembawa perubahan yang harus mendapat pemaknaan yang tepat dari masyarakat. Kemajuan sangat pesat serta merta mengubah kultur dan kebiasaan serta mengubah pola komunikasi yang sudah terbentuk. Menghadapi perubahan tersebut, warga harus memiliki keterampilan komunikasi, baik komunikasi praktis maupun kemampuan memaknai simbol-simbol yang bertebaran di tengah perubahan yang terjadi. Berkenaan dengan itu, dosen Ilmu Komunikasi bersama dengan mahasiswa Ilkom UKRI melaksanakan pengabdian di desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman dan keterampilan komunikasi kepada kader dan aktivis masyarakat desa agar mampu memperkuat kerukunan di tengah beragamnya simbol-simbol yang bertebaran sebagai konsekuensi dari heterogenitas penduduk. Agar mencapai tujuan, PKM menggunakan metode ceramah dengan disertai diskusi. Hasilnya, masyarakat desa Rancamanyar berkomitmen memahami realitas perubahan dengan menerapkan sisi keilmuan komunikasi agar terpelihara kerukunan di antara sesama warga masyarakat.
Proses Adaptasi Mahasiswa Asal Alor Nusa Tenggara Timur di Lingkungan Pendidikan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia Djonu, Nurhadia Jafar; Fitriawati, Diny; Bintang, Gilang
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v5i1.26475

Abstract

Bandung setiap tahunnya menjadi daerah yang dipilih oleh mahasiswa daerah untuk menimba ilmu. Alasannya karena masyarakatnya yang ramah dan biaya hidup yang relatif murah. Mahasiswa asal Kabupaten Alor yang menjadi salah satu mahasiswa yang merantau ke Kota Bandung. Selama merantau dan berinteraksi dengan mahasiswa lokal, mereka merasakan beberapa hambatan yang disebabkan adanya perbedaan budaya antara Alor dengan Bandung seperti dari bahasa, kebiasaan, cita rasa makanan, dan gaya pergaulannya. Hambatan tersebut menjadi faktor timbulnya proses adaptasi yang ketidakmampuan mereka dalam menerima perbedaan yang ada. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui proses fase perencanaan, fase honeymoon dan fase frustasi pada proses adaptasi di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses adaptasi yang dialami oleh mahasiswa asal Alor Nusa Tenggara Timur terdiri dari empat fase yaitu; fase perencanaan, fase honeymoon, fase frustasi, dan yang terakhir fase readjustment. Fase perencanaan di mana fase iniĀ  dialami oleh mahasiswa asal Alor untuk mempersiapkan secara material maupun mental. Fase honeymoon ini para mahasiswa asal Alor memiliki perasaan semangat untuk memulai kehidupan di lingkungan baru. Fase frustasi yang dialami oleh mahasiswa asal Alor diakibatkan ketidaksesuaian ekspektasi mereka dengan realita yang ada. Fase yang terakhir yaitu fase readjustment, di mana seseorang menyelesaikan masa krisisnya yang dialami difase frustasi dengan cara mengatasi masalah mereka masing-masing dengan cara mengubah perilaku dengan mengikuti organisasi yang ada di kampus, dengan begitu akan mendapat perhatian lebih dari teman-teman kampus dan tidak merasa terasingkan oleh kelompok-kelompok pertemanan yang ada di lingkungan kampus.
Manajemen Kesan Giggs dalam Mengomunikasikan Citra Positifnya Bintang, Gilang; Suherman, Nely Agustina
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.766

Abstract

Penelitian ini membahas strategi manajemen kesan yang diterapkan oleh UMKM Giggs dalam mengomunikasikan citra positif kepada konsumen di tengah persaingan ketat industri kuliner Kota Bandung. Fokus utama penelitian adalah bagaimana Giggs membangun citra positif melalui komunikasi interpersonal dengan pendekatan impression management dari Jones dan Pittman (1982), khususnya tiga taktik: ingratiation (apresiasi), self-promotion (promosi diri), dan exemplification (memberi teladan). Menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi dan penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Giggs berhasil membentuk citra positif melalui: (1) strategi ingratiation seperti sapaan ramah dan pelayanan personal yang membangun kedekatan emosional; (2) self-promotion melalui media sosial untuk menampilkan keunggulan produk dan aktivitas usaha; serta (3) exemplification lewat kolaborasi sosial dan penghargaan terhadap pelanggan. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen kesan tidak hanya membentuk citra positif, tetapi juga meningkatkan loyalitas dan daya saing UMKM.
Manajemen Kesan Giggs dalam Mengomunikasikan Citra Positifnya Bintang, Gilang; Suherman, Nely Agustina
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.766

Abstract

Penelitian ini membahas strategi manajemen kesan yang diterapkan oleh UMKM Giggs dalam mengomunikasikan citra positif kepada konsumen di tengah persaingan ketat industri kuliner Kota Bandung. Fokus utama penelitian adalah bagaimana Giggs membangun citra positif melalui komunikasi interpersonal dengan pendekatan impression management dari Jones dan Pittman (1982), khususnya tiga taktik: ingratiation (apresiasi), self-promotion (promosi diri), dan exemplification (memberi teladan). Menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi dan penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Giggs berhasil membentuk citra positif melalui: (1) strategi ingratiation seperti sapaan ramah dan pelayanan personal yang membangun kedekatan emosional; (2) self-promotion melalui media sosial untuk menampilkan keunggulan produk dan aktivitas usaha; serta (3) exemplification lewat kolaborasi sosial dan penghargaan terhadap pelanggan. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen kesan tidak hanya membentuk citra positif, tetapi juga meningkatkan loyalitas dan daya saing UMKM.