Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA MAKET PELAT LANTAI TIPE KNOCK DOWN PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS XI TGB DI SMK NEGERI 3 SURABAYA CHOIRUN NISA, THOIFATU; WARDHONO, ARIE
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model belajar mata pelajaran gambar konstruksi bangunan menggunakan pembelajaran langsung (MPL). Hasil belajar siswa materi menggambar konstruksi beton bertulang kolom, 40% dari jumlah siswa tidak memenuhi KKM. Oleh karena itu penelitian ini perlu dilaksanakan untuk (1) menguji kelayakan media, (2) respon siswa terhadap media, dan (3) hasil uji coba media. Metode yang digunakan research and development (R&D). Kelayakan media segi materi dinilai oleh validator. Kelayakan media sebagai alat bantu pembelajaran dilihat dari hasil respon siswa dan hasil uji coba. Hasil uji coba diperoleh dari evaluasi siswa yang dinilai pada aspek pengetahuan, kinerja dan produk. Hasil penelitiannya adalah (1) kelayakan media maket skor rata-ratanya 85,93% (sangat layak). (2) Respon siswa pra-eksperimen skor rata-ratanya 74,30%. setelah eksperimen skor rata-ratanya 79,60%. Respon siswa pra-eksperimen dan setelah eksperimen kategori setuju. (3) Hasil uji coba kelas kontrol (XI TGB 1) nilai rata-rata pengetahuan 66,32, kinerja 77,21, produk 76,26. Hasil uji coba kelas eksperimen (XI TGB 2) rata-rata nilai pengetahuan 75, kinerja 78,40, produk 82,75. Sehingga media layak digunakan pada pembelajaran pada materi 3.5 dan 4.5. Kata Kunci: Maket Knock Down, Pengembangan, SMK Abstract Learning model of building construction drawing subjects using direct learning (MPL). Student learning outcomes of reinforced concrete construction drawing material columns, 40% of the number of students did not meet the KKM. Therefore this research needs to be carried out to (1) test the feasibility of the media, (2) the response of students to the media, and (3) the results of media trials. The method used in research and development (R & D). The feasibility of the media in terms of material is assessed by the validator. Feasibility of the media as a learning aid seen from the results of student responses and trial results. The trial results are obtained from student evaluations that are assessed on aspects of knowledge, performance and products. The results is (1) the media feasibility of the average score is 85.93% (very feasible). (2) The response of pre-experimental students has an average score of 74.30%. after the experiment the average score is 79.60%. Pre-experiment student responses and after experiments the categories agree. (3) The results of the control class trial (XI TGB 1) average value of knowledge 66.32, performance 77.21, product 76.26. Experimental class results (XI TGB 2) average knowledge value 75, performance 78.40, product 82.75. So that appropriate media is used in learning in material 3.5 and 4.5.Keywords: Knock Down Mockup, Development, Vocational School
PENERAPAN JOBSHEET MATERI PRAKTIK KERJA KAYU SAMBUNGAN LUBANG DAN PEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KELAS X TKK DI SMKN 3 JOMBANG FUNGA NIRANDA, WILLY; WARDHONO, ARIE
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN JOBSHEET MATERI PRAKTIK KERJA KAYU SAMBUNGAN LUBANG DAN PEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KELAS X TKK DI SMKN 3 JOMBANG Willy Funga Niranda Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya wilyfunga@gmail.com Abstrak Media pembelajaran merupakan prasarana utama dalam penyampaian materi. Fakta di lapangan menunjukkan kurang optimalnya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran terkait dengan pemanfaatan media pembelajaran dan pemahaman terhadap bakat atau potensi peserta didik sebagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya perbedaan antara penerapan jobsheet dan metode konvensional dalam praktik kerja kayu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan jobsheet dalam materi praktik kerja kayu sambungan lubang dan pen. Jenis penelitian ini merupakan ?Pre-Experimental Design? dengan bentuk One-Shot Case Study. Lokasi penelitian di SMKN 3 Jombang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa satu kelas X TKK SMKN 3 Jombang dengan jumlah 32 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa bahwa penerapan jobsheet pada mata pelajaran praktik kerja kayu dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dengan peningkatan prosentase analisis kegiatan guru pada pertemuan ke-1 79.41% pertemuan ke-2 81.25% pertemuan ke-3 84.37 %, aktivitas siswa pada pertemuan ke-1 78.41%, pertemuan ke-2 81.25%, pertemuan ke-3 85.15%. dan pencapaian hasil belajar siswa diatas KKM. Kata kunci: KKM, hasil belajar, jobsheet. Abstract Learning media is the main infrastructure in delivering material. Facts on the field show that the teacher is not optimal in carrying out the learning process related to the use of learning media and understanding of the talents or potential of students as factors that influence learning outcomes. This can be indicated by the difference between the application of jobsheet and conventional methods in wood working practices. The purpose of this study was to determine the application of jobsheet in the work practice materials of wood connection holes and pens. This type of research is a "Pre-Experimental Design" with the One-Shot Case Study. The location of the research is at SMK 3 Jombang. The sample in this study were students of class X TKK SMK 3 Jombang with a total of 32 students. Data is collected using observation and documentation. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this paper indicate that the application of jobsheet to the subjects of wood working practices can improve student learning outcomes. This can be indicated by an increase in the percentage analysis of teacher activities at the 1st meeting 79.41% 2nd meeting 81.25% 3rd meeting 84.37%, student activity at 1st meeting 78.41%, 2nd meeting 81.25%, meeting 3rd 85.15%. and the achievement of student learning outcomes above the KKM. Keyword : KKM, learning outcomes, jobsheet,
The Effect of Learning Habits and Learning Motivation on The Learning Achievement of The Workshop Theory in Aviation Politechnic Surabaya Jamaludin, Jamaludin; Eko, Hariadi; Arie, Wardhono
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 2 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i2.2139

Abstract

This study was conducted to determine the Effect of Learning Habits and Learning Motivation on the Learning Achievements in Workshop Theory for Diploma III Aircraft Engineering Students in Aviation Politechnic Surabaya 2018/2019. The Effect of Study Habits and Learning Motivation together in Workshop Theory for Diploma III Aircraft Engineering Students in Aviation Politechnic Surabaya 2018/2019. This research includes Ex-post Facto with a quantitative approach. The population in this study were 48 students of Diploma III Aircraft Engineering in Aviation Politechnic Surabaya 2018/2019. Data collection techniques are done through documentation and questionnaires. Documentation is used to obtain data on the number of students and Workshop Theory Learning Achievement data, while the questionnaire is used to collect data on Learning Habits and Learning Motivation variables that have been tested for validity and reliability. Data analysis techniques used simple regression analysis and multiple predictor regression analysis. Before conducting the hypothesis test, the analysis prerequisite test is linearity test and multicollinearity test. Simple regression analysis is used to test the first and second hypotheses, while the double regression analysis of two predictors is used to test the third hypothesis. The results of this study are that there is a positive influence on Study Habits and Learning Motivation on Learning Achievements in Workshop Theory for Students of Diploma III Aircraft Engineering in Aviation Politechnic Surabaya 2018/2019, proven by the results of testing the study habits and learning motivation variables that have a t-value of 0,000. With a t-value below 0.050, the variables of study habits and learning motivation are very significant influences on learning achievement.
STUDI PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG TERHADAP KINERJA BATAS AKIBAT PENGARUH TINGGI BANGUNAN DAN DIMENSI KOLOM BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 Wardhono, Arie
WAKTU Vol 8 No 2 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i2.829

Abstract

Kontrol terhadap perilaku bangunan terhadap gempa telah diatur dalam SNI-03-1726-2002 pada Kinerja Batas Layan (KBL) dan Kinerja Batas Ultimit (KBU) untuk mencegah terjadinyakeruntuhan bangunan. Namun pada bangunan tinggi, kontrol tersebut menimbulkan suatupertanyaan mendasar akibat perilaku struktur yang terjadi pada batas nilai drift yang diijinkan.Berdasarkan hal tersebut, tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasitinggi bangunan terhadap nilai Kinerja Batas Layan (KBL) dan Kinerja Batas Ultimit (KBU) akibatperilaku bangunan struktur beton bertulang pada wilayah yang mempunyai resiko gempa tinggiberdasarkan SNI 03-1726-2002. Metode yang digunakan adalah dengan memodelkan strukturbeton bertulang sebagai Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) pada sistem strukturportal terbuka (open frame). Model dibuat sebanyak 3 model dengan dengan variasi tinggi struktur(Hstr) = 4, 6, dan 8 lantai dengan perbandingan tinggi struktur (Hstr) terhadap lebar struktur (Bstr)adalah = 2 : 1. Struktur dianalisis sesuai peraturan SNI 03-1726-2002 dengan memakai softwareSAP 2000 Nonlinear. Permodelan dilakukan dalam bentuk 2 Dimensi (2D). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kombinasi dari penambahan tinggi struktur dan pembesaran dimensi kolommemberikan pola defleksi yang sama hingga struktur 6 lantai yaitu dalam batas drift Δs (KBL) dandrift Δm (KBU) dimana pola penyimpangan terjadi pada kolom langsing. Namun terjadi perubahanpola pada struktur 8 lantai yaitu tidak adanya kontribusi pada nilai defleksi akibat adanyapembesaran kolom yaitu pada kolom 60 cm2, 70 cm2, dan 80 cm2.
Pengaruh Pemanasan Terhadap Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbahan Dasar Abu Terbang Kelas C Wardhono, Arie
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v1n1.p1-7

Abstract

AbstrakSebagai material utama penyusun beton, semen merupakan material yang kurang ramah terhadap lingkungan.  Penggunaan abu terbang merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut. Namun kendala utama penggunaan abu terbang, khususnya abu terbang kelas F, adalah dibutuhkannya panas selama proses pembuatan mortar geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbahan dasar abu terbang kelas C yang memiliki kandungan Ca dan Fe cukup tinggi dibandingkan kelas F. Bahan aktivator yang digunakan adalah kombinasi sodium silikat dan sodium hidroksida dengan molaritas 8M dan 12M. Proses pembuatan dilakukan pada temperatur 60OC dengan variasi lama pemanasan 3, 6, 18 dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemanasan mampu meningkatan kuat tekan mortar geopolymer. Kuat tekan awal 3 hari telah mencapai 45.95 MPa (80%) dan 47.91 MPa (90%) pada lama pemanasan 24 jam. Kuat tekan usia 14 hari bahkan telah mencapai 98% dan 100% terhadap kuat tekan akhir pada molaritas 8M dan 14M. Meskipun pemanasan mampu meningkatkan kekuatan tekan mortar geopolimer, kekuatan yang dicapai mortar geopolimer tanpa pemanasan telah melebihi kuat tekan rencana dan mampu mengatasi permasalahan pemanasan yang terjadi pada abu terbang kelas F.Kata Kunci: Abu terbang kelas C, geopolymer, kuat tekan, lama pemanasan, mortar
PEMANFAATAN PAVING STONE BETON BERPORI DENGAN BAHAN TAMBAHAN SIKACIM UNTUK MENANGGULANGI PERMASALAHAN BANJIR Wardhono, Arie
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving stone beton merupakan material yang paling banyak ditemui dan digunakan sebagai material infrastruktur terutama di perumahan dan taman. Namun kelemahan utama paving stone beton normal adalah rendahnya kemampuan mereduksi air limpasan akibat genangan air yang tinggi yang diakibatkan oleh tingginya curah hujan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Salah satu upaya untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan menggunakan paving stone beton berpori yang memiliki kemampuan cukup tinggi dalam menyalurkan atau meresapkan air genangan akibat banjir ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sikacim terhadap kuat tekan dan porositas paving stone beton berpori. Paving stone beton berpori dibuat dengan campuran 1,0 semen : 4,0 agregat : 0,32 air dengan rasio penambahan sikacim terhadap berat semen sebesar 0,001, 0,002, 0,003, 0,004 dan 0,005 berat semen. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan untuk mengetahui kekuatan dan kualitas, serta uji porositas untuk mendapatkan kemampuan paving stone beton berpori dalam menyerap air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi dicapai oleh paving stone beton berpori dengan penambahan sikacim 0,001 dengan kuat tekan sebesar 14,24 MPa dengan nilai porositas 22,09% dan kecepatan serap air sebesar 0,411 cm/detik. Berdasarkan nilai kuat tekan, paving stone beton berpori dengan penambahan sikacim 0,001 masuk dalam kategori kualitas C-D dan cenderung untuk dapat digunakan pada area pedestrian dan taman.
Direct Learning Model to Improve Aeronautical Knowledge of Cadets in Vocational Education School Hariri, Ahmad; Hariadi, Eko; Wardhono, Arie
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 2, No 7 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v2i7.2753

Abstract

Method is a comprehensive plan to provide language learning materials on a regular basis, with no contradictory part, and all are based on a particular approach. The purpose of this study is to improve the Aeronautical Knowledge of Vocational Education Cadets in the Official Aviation School. The object chosen in this study is the Vocational Education Cadets of Official Aviation School. Based on the results of this study, it is proven that the direct learning model is able to increase Aeronautical Knowledge, which is indicated by the improvement of cadets’ achievement.
PENGARUH VARIASI PANJANG BENTANG BALOK PADA STRUKTUR RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS TERHADAP TINGKAT LAYAN/KINERJA STRUKTUR Arie Wardhono
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3, No 2 (2007): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v3i2.8324

Abstract

AbstractBuilding structures have manystyles, forms andmodels that becomingseparatephenomenonfor civil engineer in analyzing its structure. One is structure configuration with length variationofbeam.The objection ofthis study is to know theperformance level ofstructure along with its elementto the variation ofbeam length to structure ductility, to know the global ductility that reached, andalso to get the comparison ofdesign target displacement to actual target displacement for everystructure model. Analysis will be conducted by comparing of 7 structures model in 2Dform withlength variation ofbeam on Special Moment Resisting Frame design. Seismic force analysis willbe done based on static equivalent analysis in seismic zone (WG) of6 as according to regulationofSNI 03-1726-2002 and ATC-40 and ofFEMA-356 as complement using SAP software 2000Nonlinear software:
Daktilitas Balok Beton Mutu Tinggi tanpa Bahan Kimia Tambahan dengan Dua Bukaan di Badan Bambang Sabariman; Sutikno Sutikno; Arie Wardhono
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.138 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v12i2.12584

Abstract

ABSTRACTResearch Bambang et al. (2015) on the manufacture of high strength concrete (BMT) without additive materials and admixture showed the strength f'c = 42.69 MPa, categorize as BMT with f'c 40 MPa (Yuswanto, SP Pramudiyanto, 2015: 97). Recent research by Bambang et al. on a beam without opening showed the ductility of displacement of mD 3.5. The displacement ductility was categorized as limited ductility. Due to space limitations utility (architectural demand), it requires the use of the space efficiently. This lead to the use of opening on a beam as the electrical, water, air conditioner installations. Thus, this study will be performed on BMT with the opening. Several studies have been conducted on a beam with opening subjected by a concentrated load at midspan. This study will perform on BMT beam with two openings in the body and subjected to two concentrated loads between the two joint support-rollers. Beam are designed as a beam bending at under reinforced condition, i.e. beam bending without opening (BLU) and beam bending with opening (BLB). This study aims to obtain the ductility, crack pattern and failure of BMT beam with the opening. Based on the result, it showed that the failure of test object BLU and BLB are caused by the collapse of flexural bending, while the displacement ductility of all specimens achieved the limited ductility of mD 3.5. Keywords: chemical, structural elements, ductile, high strength concrete, two openings.  ABSTRAKPenelitian Bambang dkk. (2015) dalam pembuatan beton mutu tinggi (BMT) tanpa menggunakan bahan tambahan berupa bahan additive dan admixture (semuanya bahan kimia) mampu mencapai f’c=42,69 MPa, kuat tekan ini masuk dalam kategori BMT, karena f’c 40 MPa (Yuswanto, S.P. Pramudiyanto, 2015:97). Bambang dkk. juga menerapkannya pada balok utuh (tanpa lubang), hasil penelitiannya mencapai daktilitas displacement mD3,5. Daktilitas displacement tersebut masuk dalam katergori daktilitas terbatas. Saat ini karena keterbatasan ruang utilitas (tuntutan arsitektur) menuntut pemakaian ruang yang efisien. Hal ini menyebabkan balok dibuat berlubang dengan maksud untuk dimanfaatkan sebagai tempat pemasangan instalasi listrik, instalasi air, dan instalasi air conditioner. Untuk itu penelitian akan melakukan eksperimen balok BMT berpenampang berlubang. Beberapa penelitian telah dilakukan pada balok berlubang dengan satu beban terpusat di tengah bentang, maka penelitian ini akan melakukan penelitian pada balok BMT dengan dua bukaan di badan dan diberi dua beban terpusat diantara dua tumpuan sendi-rol. Balok direncanakan sebagai balok lentur under reinforced yaitu balok lentur utuh (BLU) dan balok lentur berlubang (BLB).  Penelitian ini bertujuan mendapatkan nilai daktilitas balok BMT berlubang, retakan dan keruntuhannya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji BLU maupun BLB, keruntuhannya disebabkan oleh runtuh lentur dan ketercapaian daktilitas displacement semua benda uji mencapai daktilitas terbatas mD3,5. Kata kunci: bahan kimia, beton mutu tinggi, daktail, dua bukaan, elemen struktur.
STUDI PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG TERHADAP KINERJA BATAS AKIBAT PENGARUH TINGGI BANGUNAN DAN DIMENSI KOLOM BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 Arie Wardhono
WAKTU Vol 8 No 2 (2010): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v8i2.829

Abstract

Kontrol terhadap perilaku bangunan terhadap gempa telah diatur dalam SNI-03-1726-2002 pada Kinerja Batas Layan (KBL) dan Kinerja Batas Ultimit (KBU) untuk mencegah terjadinyakeruntuhan bangunan. Namun pada bangunan tinggi, kontrol tersebut menimbulkan suatupertanyaan mendasar akibat perilaku struktur yang terjadi pada batas nilai drift yang diijinkan.Berdasarkan hal tersebut, tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasitinggi bangunan terhadap nilai Kinerja Batas Layan (KBL) dan Kinerja Batas Ultimit (KBU) akibatperilaku bangunan struktur beton bertulang pada wilayah yang mempunyai resiko gempa tinggiberdasarkan SNI 03-1726-2002. Metode yang digunakan adalah dengan memodelkan strukturbeton bertulang sebagai Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) pada sistem strukturportal terbuka (open frame). Model dibuat sebanyak 3 model dengan dengan variasi tinggi struktur(Hstr) = 4, 6, dan 8 lantai dengan perbandingan tinggi struktur (Hstr) terhadap lebar struktur (Bstr)adalah = 2 : 1. Struktur dianalisis sesuai peraturan SNI 03-1726-2002 dengan memakai softwareSAP 2000 Nonlinear. Permodelan dilakukan dalam bentuk 2 Dimensi (2D). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kombinasi dari penambahan tinggi struktur dan pembesaran dimensi kolommemberikan pola defleksi yang sama hingga struktur 6 lantai yaitu dalam batas drift Δs (KBL) dandrift Δm (KBU) dimana pola penyimpangan terjadi pada kolom langsing. Namun terjadi perubahanpola pada struktur 8 lantai yaitu tidak adanya kontribusi pada nilai defleksi akibat adanyapembesaran kolom yaitu pada kolom 60 cm2, 70 cm2, dan 80 cm2.