Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Transformasi Sistem Electronic Assessment Management Menggunakan Metode RAD Pada Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Dany, Rahmad; Sriyadi, Sriyadi; Ginabila, Ginabila
Jurnal INSAN Journal of Information System Management Innovation Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jinsan.v4i1.3613

Abstract

Training Needs Assessment merupakan suatu proses yang dilakukan dalam penilaian kebutuhan pelatihan pada Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan. Proses ini terkait dengan pengembangan sumber daya manusia yang ada di lingkungan Kementerian Kesehatan RI. Pada proses pengumpulan data dan penilaian TNA, ditmutunakes sering kali menghadapi sejumlah tantangan, seperti proses yang masih manual, ketidaksesuaian peserta, kurangnya data yang akurat, sulitnya mengidentifikasi prioritas kebutuhan pelatihan, serta kurangnya pemahaman admin dalam pengolahan data. Untuk itu, perancangan aplikasi ESEMA berbasis web menjadi solusi yang diusulkan. Aplikasi ini ditujukan guna memfasilitasi proses TNA tenaga kesehatan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang diharapkan. Dalam prosesnya, Rapid Application Development menjadi metode pengembangan sistem yang digunakan dan dikombinasikan dengan bahasa pemrograman PHP. Dari transformasi sistem yang dilakukan, hasil yang diperoleh menyatakan bahwa aplikasi ESEMA sangat efektif dan mampu mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, sehingga gap atau kesenjangan yang ada dapat dianalisa dengan baik.
Data Integration and Lecturer Expertise: Its Relevance to the Academic Reputation of the Faculty of Languages and Arts UNNES Zustiyantoro, Dhoni; Mulyono, Mulyono; Sriyadi, Sriyadi
The Proceedings of English Language Teaching, Literature, and Translation (ELTLT) Vol. 11 (2022)
Publisher : The Proceedings of English Language Teaching, Literature, and Translation (ELTLT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic reputation in higher education is important and needs to be improved, especially to answer the challenges of the academic world and the increasingly diverse scientific contributions. One way that can be done to improve academic reputation is by presenting complete and valid lecturer data. With complete and professional data on lecturers' expertise, it is hoped that the academic community at the national and international levels can quickly obtain information about lecturers who are expected to work together in the tri dharma and institutional fields. This research is an initial study to show the importance of data integration and lecturers' expertise. The Faculty of Languages and Arts supports the vision of Universitas Negeri Semarang (UNNES) to become “a university with a conservation perspective and with an international reputation.” To achieve this, strengthening academic reputation at the global level is an absolute must.
PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN LABORATORIUM KULTUR JARINGAN TANAMAN SKALA SEDERHANA DI DESA NGESREPBALONG, KENDAL, JAWA TENGAH UNTUK MENDUKUNG KONSERVASI ANGGREK LANGKA Suwarsi Rahayu, Enni; Ulung Anggraito, Yustinus; usumawardani, Rini K; Sriyadi, Sriyadi; Citra Tania, Melika; Maulibulung Sinaga, Na Dame; Isnahardiyanti, Fadhila
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 7 No. 2 (2024): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v7i2.6518

Abstract

Di Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah telah dilakukan konservasi anggrek spesies alam dari Gunung Ungaran yang langka. Pada tahun 2023 jumlah anggrek langka yang dikonservasi menurun karena beberapa jenis mengalami kematian dan belum dapat dikembangbiakkan. Perkembangbiakan anggrek dapat dilakukan secara efisien melalui kultur jaringan tanaman (KJT). Selama ini teknik KJT belum dapat dilakukan karena 1) masyarakat setempat belum memahami karakteristik, manfaat, dan teknik pengelolaan laboratorium KJT; dan 2) laboratorium KJT belum ada. Metode pemecahan masalah yang dilakukan adalah  1) menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan tentang karakteristik, manfaat, dan teknik pengelolaan laboratorium KJT, dan  2) mengembangkan laboratorium KJT skala sederhana. Kegiatan dilakukan di Desa Ngesrepbalong pada bulan Mei sampai Oktober 2023. Mitra atau khalayak sasaran adalah 10 orang pegiat konservasi lingkungan yang tergabung dalam lembaga sosial “Omah Sawah”. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan mengaktifkan peran serta mitra, meliputi fasilitasi pelatihan, perancangan dan pengembangan laboratorium, pengadaan alat dan bahan laboratorium, pendampingan, monitoring dan evaluasi.  Hasil kegiatan   menunjukkan bahwa 1) 100% mitra sasaran mempunyai pemahaman yang tinggi dan sangat tinggi tentang karakteristik dan manfaat laboratorium KJT; 2) di Desa Ngesrepbalong telah terbentuk laboratorium KJT skala sederhana, dan 3) 80% mitra trampil melakukan pengelolaan laboratorium KJT dan memanfaatkan untuk perbanyakan anggrek. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan laboratorium KJT telah dapat dikembangkan dan mitra sasaran telah memahami karakteristik serta trampil menggunakannya untuk perbanyakan anggrek. Hal ini bermanfaat mendukung kegiatan konservasi anggrek langka dari Gunung Ungaran. Kata Kunci: laboratorium kultur jaringan tanaman, anggrek langka, Ngesrepbalong, konservasi
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KURSUS PROGRAMMER BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN CODEIGNITER 3 DENGAN METODE WATERFALL Sulingga Darma Putra, I Made; Sahala Tua, Mario; Al-Fathe Ziddane Cholid, Muhammad; Dafa Izul Haq, Muhammad; Rafi Ardana Listi, Muhammad; Oloan Lubis, Baginda; Sriyadi, Sriyadi
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 5 (2024): JATI Vol. 8 No. 5
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i5.11115

Abstract

Perkembangan teknologi telah membawa dampak besar pada berbagai sektor, termasuk pendidikan. Dampak ini terlihat dalam peningkatan akses terhadap pengetahuan, pengiriman tugas melalui berbagai aplikasi, serta pembelajaran jarak jauh melalui telekonferensi. Kursus offline sering menghadapi masalah seperti pengelolaan data pengajar, peserta, jadwal kursus, ruang kelas, dan pembayaran yang kurang teratur. Proses manual ini kerap menimbulkan kesalahan data dan kesulitan komunikasi antara staf dan pengajar. Untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan kualitas pengelolaan kursus, dilakukan analisis dan pengembangan sistem informasi kursus berbasis web. Kursus berbasis web ini menawarkan pengalaman belajar yang melibatkan jaringan digital untuk interaksi, belajar, dan diskusi tanpa pertemuan fisik. Sistem ini memudahkan akses terhadap pendidikan berkualitas bagi semua orang. Website yang dikembangkan bertujuan memfasilitasi pembelajaran bahasa pemrograman tanpa memerlukan kehadiran fisik di kelas. Website ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS, PHP, dan MySQL, serta mengikuti metode pengembangan waterfall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kursus berbasis web ini mempermudah pendaftaran dan akses materi kursus bagi banyak pengguna.
The Aesthetic Authority of Sultan Hamengku Buwana X in the Creation of Traditional Dance: A Study on the Bedhaya Mintaraga at the Yogyakarta Court Syahrial, Syahrial; Sriyadi, Sriyadi; Fahrinisa, Febika
Randwick International of Social Science Journal Vol. 6 No. 3 (2025): RISS Journal, July
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rissj.v6i3.1207

Abstract

The bedhaya dance is a significant Javanese dance genre, often associated with royalty, serving as a means to showcase the majesty and authority of a monarch. Therefore, it’s customary for a Sultan, occupying the highest social status in the Yogyakarta Court, to have bedhaya dances as part of his repertoire. One way for a Sultan to acquire bedhaya dances is by commissioning the creation of new ones during his reign, as exemplified by Sultan Hamengku Buwana (HB) X’s creation of the Bedhaya Mintaraga dance. This research aims to describe the Sultan HB X’s involvement, considering his hierarchical status and aesthetic authority, in the creation process of the Bedhaya Mintaraga dance. Understanding the Sultan HB X’s significant role in determining a new bedhaya dance during his reign is crucial. This qualitative research employs an ethnochoreological approach, utilizing non-field study data sources. Findings indicate that the Sultan HB X plays a significant role as the creator, evident in the dawuh dalem (royal decree) and controlling actions he exercises. Through these decrees and controls, the Sultan HB X manifests his aesthetic authority, having the power to determine his creations within the Bedhaya Mintaraga dance, which stands as a significant addition to his reign’s cultural legacy.
Comparative Analysis of Machine Learning Model Performance for Classification of Edible or Non-edible Mushrooms Pahlevi, Omar; Sriyadi, Sriyadi
JURNAL TEKNIK KOMPUTER AMIK BSI Vol 11, No 2 (2025): Periode Juli 2025
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jtk.v11i2.26007

Abstract

Mushrooms provide significant nutritional benefits and play a crucial role in the global food industry. However, not all mushroom species are safe for consumption, as some contain toxic compounds that can cause severe poisoning and even death. Accurate identification is essential to differentiate between edible and poisonous mushrooms. Traditional classification methods relying on manual morphological identification are often inaccurate, especially when toxic and edible mushrooms have similar physical characteristics. Machine Learning (ML) technology offers an innovative solution to enhance classification accuracy and improve safety in mushroom consumption. This study compares the performance of three major classification algorithms—Random Forest, Logistic Regression, and Naïve Bayes—using an open dataset from Kaggle. The analysis was conducted using the KNIME platform, evaluating the algorithms based on accuracy, sensitivity, and computational efficiency. The results indicate that Random Forest achieved the highest accuracy at 98.90%, followed by Logistic Regression at 69.67% and Naïve Bayes at 55.46%. These findings highlight the superiority of ensemble methods in classification tasks. This research contributes to the development of a reliable ML-based mushroom classification system. However, limitations remain, such as the exclusion of other high-performance algorithms like Support Vector Machine and Artificial Neural Networks. Future studies may incorporate optimization techniques to improve model performance. Additionally, implementing this classification system into mobile or web-based applications could provide broader benefits by enabling quick identification of mushrooms, minimizing health risks, and improving consumer confidence in mushroom safety.
Penerapan Biosekuriti Lingkungan Kandang dalam Upaya Pencegahan Penyakit Menular Christijanti, Wulan; Putri, Komala Amelia; Buana, Cahya; Falistina, Amna; Sriyadi, Sriyadi; Dimarti, Safira Chaerani; Mubarok, Ibnul; Herlina, Lina; Susanti, R.; Pauline, Maretha Putri
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i3.26763

Abstract

Mangunsari Village is one of the goat farming centers in Gunungpati District, Semarang. They raise goats from generation to generation and based on experience, so care patterns are often not uniform from one to another. In addition to feed, animal hygiene and health are very important to implement in enforcing biosecurity in the pen and its surrounding environment. The goal of this activity is to improve goat health and the safety of the pen environment through biosecurity. The community service is divided into two: providing materials and training followed by practice. Twenty participants, members of the Mekar Sari 2 livestock farmer group, were accompanied by a team of nine lecturers, technicians, and students. The activity began with filling out a questionnaire, theory, and ended with practice. Data obtained showed that 53.8% were aged > 50 years and 23.1% were < 40 years. In addition, 84.6% of participants had been members of the livestock farmer group for a long time (≥ 10 years). There was a 0.2% increase in knowledge regarding infectious diseases, a 2% increase in leaf and grass feed, a 61.6% increase in forage that must be wilted, and a 7.7% increase in pen cleanliness. Participants also understood that forage is best not provided wet (40.5%). The results concluded that this activity improved knowledge about biosecurity components and the participants' skills in physical examination of goats and pen cleanliness.
PENGEMBANGAN CHATBOT LAYANAN DAN INFORMASI LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN FMIPA UNNES BERBASIS TELEGRAM Sriyadi, Sriyadi; Hadiyanti, Lutfia Nur; Suwarti, Suwarti; Pambudi, Ryo
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium merupakan tempat untuk melakukan kegiatan akademik berupa praktikum, penelitian dan pelatihan, serta dapat diberdayakan untuk melakukan aktivitas penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Laboratorium Fisiologi Tumbuhan FMIPA UNNES terus berupaya untuk memberi pelayanan yang terbaik. Permasalahan yang diungkapkan penelitian ini adalah belum tersedianya sistem informasi dan layanan laboratorium fisiologi tumbuhan secara online. Informasi dan layanan laboratorium sudah tersedia namun pengguna harus datang ke laboratorium apabila hendak mendapatkan informasi dan layanan laboratorium. hal ini tentu saja tidak sesuai dengan prinsip kecepatan dan kemudahan layanan laboratorium. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah yang pertama perlunya menyusun informasi Laboratorium Fisiologi Tumbuhan secara sistematis, lengkap dan terbaru. Yang kedua merancang sistem informasi dan layanan laboratorium Fisiologi Tumbuhan yang dapat diakses dengan mudah dan cepat. Pada penelitian ini diusulkan sebuah solusi dengan mengembangkan Chatbot informasi dan layanan laboratorium berbasis telegram. Metode pengembangan yang digunakan untuk membangun perangkat lunak Chatbot menggunakan model waterfall. Pengembangan dimulai dengan, analisis kebutuhan, perancangan, implementasi (pemrograman), pengujian, dan perbaikan aplikasi. Hasil dari penelitian ini, berupa rancangan Chatbot berbasis Telegram. Chatbot menyediakan berbagai informasi dan layanan laboratorium sebanyak delapan kategori perintah atau menu sebagai prototype awal. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, perintah masing-masing kategori informasi dan layanan dapat berjalan dengan baik dan memberikan respon sesuai yang diharapkan. Chatbot dapat digunakan sebagai media informasi dan layanan laboratorium Fisiologi Tumbuhan FMIPA UNNES yang dapat diakses oleh pengguna dengan mudah dan cepat.
Transformasi Sistem Electronic Assessment Management Menggunakan Metode RAD Pada Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Dany, Rahmad; Sriyadi, Sriyadi; Ginabila, Ginabila
Jurnal INSAN Journal of Information System Management Innovation Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jinsan.v4i1.3613

Abstract

Training Needs Assessment merupakan suatu proses yang dilakukan dalam penilaian kebutuhan pelatihan pada Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan. Proses ini terkait dengan pengembangan sumber daya manusia yang ada di lingkungan Kementerian Kesehatan RI. Pada proses pengumpulan data dan penilaian TNA, ditmutunakes sering kali menghadapi sejumlah tantangan, seperti proses yang masih manual, ketidaksesuaian peserta, kurangnya data yang akurat, sulitnya mengidentifikasi prioritas kebutuhan pelatihan, serta kurangnya pemahaman admin dalam pengolahan data. Untuk itu, perancangan aplikasi ESEMA berbasis web menjadi solusi yang diusulkan. Aplikasi ini ditujukan guna memfasilitasi proses TNA tenaga kesehatan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang diharapkan. Dalam prosesnya, Rapid Application Development menjadi metode pengembangan sistem yang digunakan dan dikombinasikan dengan bahasa pemrograman PHP. Dari transformasi sistem yang dilakukan, hasil yang diperoleh menyatakan bahwa aplikasi ESEMA sangat efektif dan mampu mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, sehingga gap atau kesenjangan yang ada dapat dianalisa dengan baik.
Efficiency of Production Factor Use in Cabbage Farming in Banyuroto Village, Sawangan Sub-District, Magelang DistrictS Sriyadi, Sriyadi; Putri, Tasya; Isnawan, Bambang
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i2.651

Abstract

Banyuroto Village is located in a hilly area in Sawangan District, Magelang Regency so it is very suitable for cabbage horticulture farming. We conducted this study to analyze the factors affecting production in Banyuroto Village and the efficiency of using these factors. We conducted a census on three farmer groups in Kenayan and Grintingan hamlets, resulting in a total sample of 80 farmers. The method used is a quantitative approach using Cobb-Douglas type production function analysis. The analysis of cabbage farming showed that the variables of land area, seeds, manure, phonska fertilizer, HNO fertilizer, Calcium fertilizer, solid pesticides, liquid pesticides, and labor had a significant effect on cabbage production. Partially, seeds, phonska fertilizer, and labor production factors affect cabbage production. To analyze the efficiency of the use of production factors, labor production factors in its use is efficient. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGS):SDG 1: No Poverty SDG 2: Zero HungerSDG 12: Responsible consumption and production      SDG 13: Climate Action